
-HAPPYREADING-
***
"Bi Tiyem, Esha pergi dulu, ya!" teriak Alesha sambil menuruni anak tangga.
Bi Tiyem yang sedang beres-beres menoleh ke putri majikannya.
"Non Esha mau kemana?"
"Mau ngabisin duit Papa," jawab Alesha membuat Bi Tiyem melongo tak percaya.
"Oh ya, si durjanah kemana, Bi?" Alesha celingukan.
"Durjanah teh siapa Non?"
Alesha memutar bola matanya malas. "Itu, loh. Si Devano."
"Hus! Gak baik manggil abang Non sendiri begitu," tegur Bi Tiyem. "Nak Devano lagi keluar."
Alesha manggut-manggut tanda mengerti. Lalu ia mengulurkan tangannya ke Bi Tiyem.
"Apa nih, Non?"
"Ini tangan, Bi. Yakali ini kaki."
"Non lagi minta duit?"
"Bukan, maksud Esha mau salim."
"Salim?" beo Bi Tiyem yang masih kebingungan.
Alesha langsung menyalami tangan Bi Tiyem.
"Alesha berangkat, do'akan semoga uang Papa bisa Esha habisin ya, Bi!" ucap Alesha setengah berteriak sembari melangkahkan kakinya keluar rumah.
Bi Tiyem terpaku dengan posisi tangan kanannya masih terangkat.
"Yang barusan beneran Non Esha?"
Tiba-tiba wajah Alesha nongol di pintu membuat Bi Tiyem sedikit terkejut. Alesha yang tau Bi Tiyem terkejut karena ulahnya hanya menyengir.
"Salamnya kelupaan, Assalamualaikum Bi!" teriak Alesha.
"Waalaikumsalam," jawab Bi Tiyem masih terheran-heran.
***
Sedangkan Alesha pergi ke suatu kafe yang dimana sudah ada Melita yang menunggunya. Mereka berencana untuk berghibah bersama di sana.
"Al, menurut lo ini ganteng, gak?"
Melita menunjukkan foto seseorang di layar ponselnya. Alesha langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.
__ADS_1
"Kagak ada ganteng-gantengnya sama sekali itu woi! Masa rambutnya kek rambut jagung."
"Sembarangan rambut jagung! Gini-gini juga dia anak tunggal kaya raya," bela Melita.
"Anak tunggal kaya raya? Pasti warisannya banyak, buat gue aja ya?"
Melita menjitak kening Alesha gemas, membuat gadis itu mengaduh.
"Sejak kapan lo jadi matre, hah?! Giliran duit aja gercep."
Alesha menghela napas. "Gue gak matre. Emangnya lo mau hidup makan cinta doang? Kagak bikin kenyang.
"Ada benernya juga sih, tapi ... ah, sudahlah!"
Alesha mengedikkan bahunya acuh. Ia menscroll layar ponselnya. Tiba-tiba matanya membulat sempurna melihat sesuatu di ponselnya.
"Kenapa Al?" tanya Melita yang penasaran kenapa Alesha seperti terkejut akan sesuatu.
Alesha berdecak kesal. "Gak bisa dibiarin nih orang, harus cepet-cepet gue basmi." "Kenapa, sih?" tanya Melita lagi.
Alesha menunjukkan layar ponselnya ke Melita. Namun Melita hanya menanggapinya biasa saja.
"Emang ada yang salah? Berita itu kan bener."
Alesha menghela napas berat. "Bukan gitu, gue heran aja. Dari banyaknya murid SMA STARLING, kenapa harus gue yang selalu jadi bahan gosip akun lambe turah sekolah kita?"
"Mungkin karena lo terkenal gara-gara fanatik sama si Alvaska," balas Melita sambil menyeruput minuman miliknya.
Melita menggeleng. "Kagak, kenapa emangnya?"
"Mau gue mutilasi tangannya biar gak gosipin gue lagi," geram Alesha sembari menusuk-nusuk makanannya menggunakan garpu.
"Udahlah, biarin aja. Mungkin dia fans lo."
"Fans tapi udah kayak sasaeng."
Alesha benar-benar sudah geram dengan akun lambe turah sekolahnya. Dia penasaran siapa orang dibalik akun tersebut?
"Lo tau gak, Al? Kata gosip yang gue denger, katanya semalam pas Zelvaros lagi balapan tiba-tiba ada polisi yang datang ke lokasi."
"Terus?"
"Terus gak ada yang menang satupun, padahal garis finish udah di depan mata mereka. Bisa-bisanya ada orang yang laporin ke polisi."
Alesha hanya manggut-manggut saja, tidak memberikan respon apapun. Kalian sudah tau bukan siapa dalang dibalik itu semua?
Indra penglihatan Alesha tidak sengaja melihat dua orang yang baru saja memasuki area kafe. Dia seperti mengenal mereka, ia memicingkan matanya untuk melihat secara jelas siapa mereka.
Matanya terbelalak saat mengetahui siapa mereka berdua.
"Wah ... gak bisa dibiarin, nih," ujar Alesha bangkit dari posisinya.
"Lo mau kemana, Al?" tanya Melita bingung saat Alesha melangkahkan kakinya ke salah satu meja.
__ADS_1
Alesha berjalan tanpa ragu menuju dua orang yang sedang cekikikan. Alesha tersenyum miring saat mempunyai ide di kepalanya.
Ia sengaja menabrak pelayan yang sedang berjalan di samping meja mereka berdua. Sehingga minuman yang dibawa terjatuh ke salah satu mereka. Kedua mata Melita melebar melihat kelakuan sahabatnya.
"Maaf-maaf saya gak sengaja," ucap Alesha pura-pura bersalah.
"Ya ampun Mbak, kalau jalan hati-hati. Maaf Mas ini bukan salah saya," ujar pelayan tersebut. "Tidak apa-apa, kamu bisa kembali bekerja."
Pelayan tersebut langsung berlalu pergi. Tinggal lah Alesha dan mereka berdua.
"Maafkan saya Mas... loh? Bang Devano?" ujar Alesha berpura-pura seperti kaget.
Alesha menunjuk Devano dan orang yang duduk bersama abangnya beberapa kali, kemudian ia menutup mulutnya dengan tangan seolah-olah terkejut.
"Bang Devano kok bisa sama Morra? Kalian diam-diam punya hubungan, kah?"
Morra terkejut mendengar ucapan Alesha. "Enggak, Alesha. Aku sama Kak Devano gak ada hubungan apa-apa, kamu jangan salah paham."
"Kira-kira si Alvaska tau gak ya, kalo lo jalan sama Abang gue?"
"Sha, ini gak seperti yang lo pikirin," timpal Devano.
Alesha menggelengkan kepalanya. "Tidak, brother. Kata orang, kalo ada cewek sama cowok berduaan di kafe, berarti mereka pacaran. Jadi kalian ....
"Iss, teman macam apa kamu Bang?" tanya Alesha mendalami perannya.
"Sha, jangan berlebihan. Gue sama Morra gak ada apa-apa, kita di sini cuma mau makan."
"Yang bilang lo di sini mau cuci piring emangnya siapa?"
"Alesha, tolong percaya sama aku. Kita gak ada hubungan apa-apa," pinta Morra.
"Idih, emangnya lo siapa nyampe gue harus percaya sama lo?"
"Tapi, Al. Aku sama Kak Devano beneran gak ada apa-apa," lirih Morra.
"Sekalinya gatel ya tetep gatel."
"Sha!" gertak Devano.
Alesha tidak peduli dengan gertakan kameranya ke mereka. Dia memandang hasil jepretannya dengan puas.
"Udah, ah. Gue mau lanjut makan, siap-siap aja lo berdua ada di akun lambe turah sekolah biar postingannya gak gue mulu," ucap Alesha sambil berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.
Setelah Alesha pergi, Morra menatap Devano dengan takut. Takut Alesha menyebarkan mereka berdua ke orang-orang.
"Gimana ini, Kak?"
"Lo gak perlu khawatir, gue akan atasi semuanya."
-Bunga Suci-
- see you -
__ADS_1