Transmigrasi Alesha

Transmigrasi Alesha
4. Alas tikar


__ADS_3

"HAPPYREADING"


Saat istirahat tiba, Alesha langsung keluar dari kelasnya. Ia ingin segera mengisi perutnya yang sudah keroncongan. Dan juga pastinya ia sengaja cepat-cepat keluar dari kelas, karena tengah menghindari Alvaska.


"Lu pada ngerasa aneh gak sama si esha?" tanya salah satu cowok dengan pandangan mata menatap lurus ke arah yang jadi topik pembicaraannya.


"Kirain cuma gue doang yang ngerasa kalo si esha hari ini aneh banget, gak kaya biasanya," timpal satunya lagi, yang memiliki nama Aslan Alvarez. Sedangkan yang tadi memulai topik pembicaraan adalah Jefran Aswatama.


Mereka berdua adalah anggota inti Zelvaros. Inti Zelvaros terdiri dari tujuh orang, yaitu:




Alvaska Galendra wiliam




Aslan Alvarez




Alvero Cevandra




Jefran Aswatama




Jefrin Aswatama




Bagaimana dengan dua orang lagi? Dua orang lagi adalah Aldevano dan sahabatnya.


Jefran dan Jefrin sendiri merupakan saudara kembar selisih lima menit saja. Namun kepribadian mereka sangat bertolak belakang. Jika Jefran memilili sikap dewasa, sedangkan Jefrin memiliki sikap seenaknya dan sangat bobrok.


"Gak ada angin gak ada badai, si esha tiba-tiba pindah tempat duduk jadi sama si Melita," ucap Aslan lagi.

__ADS_1


"Dia marah kali sama lo, vas. Gara-gara kemaren lo pukul kepalanya pake bola basket," Jefrin menimpali.


"Gue gak sengaja," jawab Alvaska terlihat tidak peduli. Kedua matanya fokus ke makanan.


"Gue juga denger dari anak-anak yang lain, kalo si esha berangkat sekolah gak bareng sama si Devano." Akhirnya Jefran membuka suara.


"Terus, biasanya kan kalo istirahat begini dia suka nempel sama si Alvaska dan kita semua," tambah Jefrin.


"Iya, ya. Tumben dia gak nyamperin kita," ucap Aslan mengiyakan. "Menurut lo dia kenapa, Vas?"


"Gue gak tau."


Aslan kurang puas dengan jawaban Alvaska.


"ver, menurut lo si Esha kenapa?" tanya Jefrin kepada Alvero yang dari tadi hanya menyimak.


"Jangan tanya gue, tanya sama diri lo semua."


Baru juga mereka akan menimpali perkataan Alvero, namun terhenti kala dua orang gadis menghampiri meja mereka.


"Sori, meja yang lain udah penuh. Aku boleh duduk bareng kalian?"


"Jelas boleh, dong. Apa sih yang engga buat Ayang morra," jawab Jefran dengan semangat.


Ya, kedua gadis itu adalah morrania Alianna dan sahabatnya yang bernama zoya. Morra hanya tersenyum tipis mendengar perkataan Jefran. Ia melirik kepada cowok yang tengah memandang ke arah lain.


"Alvaska, aku boleh duduk di sini, kan?" tanyanya dengan nada lembut.


"Duduk," ucap Alvaska seolah merupakan perintah. Kedua cewek itu pun langsung duduk. morra duduk di antara Alvaska dan Zoya.


"Tumben Alesha gak bareng sama kalian." Morra mencoba mencairkan suasana yang sedikit canggung.


"Gak tau. Kita juga heran kenapa dia gak nyamperin kita," jawab Jefrin.


"Hari ini dia gak buli lo, kan?" tanya Aslan dengan nada khawatir.


Morra menggelengkan kepalanya. "Dari pagi aku kan sama kalian. Dan sekarang dia gak ada buli aku."


Pesanan Morra sudah datang. Dia mengucapkan terima kasih kepada Ibu Kantin yang sudah mengantarkan makanannya.


"Makan yang banyak," ucap Alvaska seraya mengelus kepala gadisnya lembut.


"Dunia serasa milik berdua yang lain ngontrak!" ujar Jefrin dan Aslan serempak.


Morra hanya tertawa pelan, sedangkan Alvaska tersenyum memandang gadis yang tengah tertawa itu. Namun, salah satu dari mereka memandang pasangan tersebut dengan raut wajah yang tak biasa.


***


Alesha memakan baksonya dengan lahap. Dia tau bahwa meja paling pojok tengah pada memandang ke arahnya, namun ia tidak peduli.

__ADS_1


"Al, lo diliatin sama anak-anak Zelvaros dari tadi."


Melita yang juga menyadarinya membuka suara.


"Apa urusannya sama gue?" tanya Alesha dengan mulut penuh makanan.


"Ya, lo kan bagian dari mereka."


"Bagian? Mereka aja jahat sama gue, gimana bisa gue disebut jadi bagian dari mereka?"


Mendengar jawaban Alesha membuat Melita menghela napas.


"Coba aja si Morra gak muncul, pasti mereka masih sama kayak dulu. Memperlakukan lo layaknya queen."


Alesha hanya mengedikkan bahunya acuh. Sesekali ia melirik ke arah Alvaska yang sedang memandang ke arahnya. Namun dengan secepat kilat Alesha mengalihkan pandangannya.


"Panjang umur juga tuh cewek. Baru juga gue omongin udah dateng."


Alesha mengikuti kemana arah pandang Melita. Dan benar saja, ada dua cewek yang sedang berjalan ke arah meja Zelvaros. Alesha bisa pastikan kalau yang berambut panjang adalah morra, dan yang rambutnya pendek adalah sahabatnya yang bernama Zoya.


Alesha lupa-lupa ingat sama alur ceritanya. Termasuk kalau ia dan sang protagonis sekelas. Bahkan kedua cewek itu tadi pagi memasuki area kelas bersama Zelvaros. morrania Alianna benar-benar sudah merebut posisinya di Zelvaros.


Alesha memandang jijik ketika Alvaska mengelus kepala Morra dengan lembut.


"Alay, najis!"


"Kenapa lo? Cemburu?" tanya Melita.


"Gue? Cemburu sama si alas tikar? Mimpi!"


"Alas tikar, alas tikar. Namanya Alvaska, bukan alas tikar," koreksi Elita.


"Namanya gak cocok buat cowok modelan kek dia."


"Bilang aja sii, kalo lo cemburu," goda Melita.


"Lo pernah ditusuk pake garpu gak, El?" tanya Alesha dengan tatapan mengerikan seraya menyodorkan garpu ke wajah Melita.


"Anjir! Sejak kapan lo jadi psikopet?!"


"Psikopat woi, bukan psikopet," koreksi Alesha.


"Sama aja padahal."


"Tau, ah. Lo gak asik," ucap Alesha seraya berlalu pergi meninggalkan Melita sendirian.


"Heh, maen pergi-pergi aja lo! Dasar temen minim akhlak!"


"Bacot jomblo!" teriak Alesha sambil mengacungkan jari tengahnya tanpa menoleh ke belakang.

__ADS_1


Perbuatannya tersebut dilihat semua orang yang ada di kantin, termasuk anggota Zelvaros.


-bunga suci-


__ADS_2