Transmigrasi Alesha

Transmigrasi Alesha
7. Drama Pagi Hari


__ADS_3

-Happy Reading-


Ruang dapur di kediaman Alesha terlihat seperti kapal pecah. Kenapa demikian? Karena Alesha sedang bereksperimen membuat sesuatu yang dilihatnya dari aplikasi bernama toktok.


"Abis ini tinggal ditambah air sama kaldu ayam," ucap Alesha sembari menonton tutorial di ponselnya.


Kebiasaan Alesha di kehidupannya dulu yaitu selalu membuat hal-hal baru yang berkaitan dengan makanan. Dan tidak banyak dari makanan yang dibuatnya itu gagal.


"Semoga aja rasanya enak."


Aldevano yang berniat mengambil minum seketika kedua matanya membulat sempurna, saat melihat keadaan dapur yang tidak bisa dibilang baik-baik saja.


"Astaga!" ujar Alesha terkejut saat tiba-tiba Devano sudah berdiri di sampingnya.


"Kebiasaan banget sih, lo. Ngagetin gue mulu." kesalnya tanpa embel-embel"! bang".


"Lo apain nih dapur?"


"Lo gak liat gue lagi masak?" ketus Alesha.


Devano menyentil kening Alesha sampai membuat gadis itu sedikit mundur.


"Yang sopan sama abang sendiri."


"Lo aja gak sopan sama gue," ujar Alesha tak mau kalah.


Devano hanya memutar bola matanya malas. Dia tau sekarang adiknya telah berubah tidak seperti biasanya.


Sebenarnya kepribadian Alesha Anastasya dan Alesha Liondra tidak berbeda jauh. Namun yang membedakan adalah, jika Alesha Liondra mempunyai kepribadian yang lembut jika berbicara dengan orang terdekat, polos, sangat feminim, dan memiliki emosi yang tidak stabil. Sedangkan Alesha Anastasya kebalikannya, dia berbicara asal ceplos tapi sesuai logika, jauh dari kata polos, tidak feminim sama sekali, dan dia memiliki emosi yang stabil atau dewasa.


"Minggir, ah. Lo ngehalangin gue masak," usir Alesha terang-terangan.


"Sejak kapan lo bisa masak? Sama api aja lo takut."


"Lo aja yang gak tau, karena sibuk


sama dunia lo sendiri."


Devano tau Alesha tengah menyindirnya. Dia melihat setiap gerak-gerik Alesha dengan intens.


"Lo gak ada niatan buat pergi dari sini?" tanya Alesha tanpa melirik Darren karena sibuk menuangkan masakannya ke mangkuk.


"Lo beda, Esha."


Aktivitas Alesha sempat terhenti saat mendengar perkataan dari mulut Abangnya. Araya membalikkan badannya dengan tangannya memegang mangkuk berisi masakan eksperimennya.

__ADS_1


"Yang namanya manusia, akan berubah kalo orang yang mereka percayai berubah."


Alesha bisa pastikan kalau Devano mengerti akan ucapannya barusan. Ia langsung pergi meninggalkan Devano begitu saja dengan kondisi dapur yang sangat berantakan.


***


Alesha segera keluar dari dalam mobil saat mobilnya berhenti tepat di depan gerbang sekolah. Ia menghirup udara sebanyak-banyaknya lalu menghembuskannya perlahan.


Bertepatan dengan itu, sekitar lima motor memasuki area sekolah. Semua mata memandang ke arah mereka.


"Gila! Anak Zelvaros keren semua woi!"


"Andai gue jadi pacar salah satu dari mereka."


"Alvaska keren gak ada obat!!"


"Masa depan gue keren banget, njir!"


Dan masih banyak lagi kata-kata yang terlontar dari para mulut kaum hawa di sana. Alesha yang mendengarnya merasa jengah.


"Kek gak pernah liat cowok aja," gumamnya sambil kembali melanjutkan jalannya yang sempat terhenti.


Di sepanjang koridor, tak sedikit Alesha mendengar desas-desus orang yang sedang membicarakannya.


"Si Zoya temennya si Morra?"


"Iya. Katanya sih gara-gara si Alesha-nya kegatelan sama si Jefran."


"Loh, bukannya si Alesha fanatik ke si Alvaska?"


"Ada yang bilang dia kan sasimo."


Alesha ingin sekali menyumpal mulut dua gadis yang tengah membicarakannya dengan kaos kaki miliknya.


Apa sebenarnya yang Alesha Liondra lakukan dulu sehingga orang-orang sangat tidak menyukainya? Kalau alasannya karena membuli sang tokoh utama protagonis, pastinya tidak akan sampai seperti ini. Pasti ada sesuatu hal lain yang terjadi, namun sang penulis tidak memasukkannya ke dalam novel.


Saat ia asik dengan dunianya sendiri, tiba-tiba seseorang menabraknya dari arah depan, membuat Alesha hampir kehilangan keseimbangannya.


"Ma-maaf Alesha, a-aku gak sengaja."


Morra segera meminta maaf saat


dirinya tidak sengaja menabrak Alesha.


"Kalo jalan jangan nunduk, biar gak nabrak orang."

__ADS_1


"I-iya maaf," ucap Morra dengan terbata dan kepala menunduk.


"Lo-"


"ALESHA!"


Perkataan Alesha terhenti kala seseorang berteriak memanggil namanya. Ia menoleh ke arah belakang, dan saat tau siapa yang meneriakan namanya, dia pun menghela napas jengah.


"Lo gak papa?"


"Aku gak papa Alvaska" jawab Morra dengan nada sangat lembut membuat Alesha geli mendengarnya.


"Lo apain si Morra, hah?" tanya Aslan


"Gak bisa, kah? Sehari aja lo gak gangguin si Morra?" Kali ini Jefrin yang berbicara.


Alesha hanya menatap mereka dengan malas sembari melipat kedua tangannya di depan dada. Alvaska berjalan mendekat ke arahnya, yang dicegahnya langsung oleh sang pujaan hati.


"Jangan, Ska. Alesha gak salah."


Namun Alvaska tidak menggubrisnya. Ia semakin memperdekat jarak dengan Alesha. Mereka sudah menjadi pusat perhatian sedari tadi.


"Apa yang udah lo lakuin ke cewekgue?!"


Jarak wajah mereka hanya beberapa senti saja. Namun hal itu tidak membuat Alesha takut sama sekali.


Alesha memiringkan kepalanya disertai senyuman terkesan meremehkan.


"Menurut lo?" tanya Alesha memancing emosi cowok itu.


Wajah Alvaska mengeras, tatapan matanya sangat tajam. Siapapun yang mendapatkan tatapan itu pasti langsung menciut, tapi tidak dengan Alesha.


"Lo apain Morra, Alesha Liondra?"


Alesha menarik sudut bibirnya ke kanan, membuat sebuah senyuman smirk. Ia menarik kerah almamater yang dipakai oleh Alvaska sehingga jarak mereka semakin dekat. Raut wajah terkejut terlihat ketara di wajah laki-laki itu.


Semua mata yang melihat kejadian tersebut seketika tercengang. Bahkan Aslan dan Jefrin sudah menutup mata mereka menggunakan tangannya masing-masing.


"Jauh-jauh dari wajah gue, sialan."


Alesha langsung mendorong tubuh Alvaska sehingga membuat wajah laki-laki itu menjauh darinya. Ia menatap satu persatu anggota Zelvaros dan juga Morra yang sedang menatapnya.


"Cih, drama," sindir Alesha meninggalkan kerumunan.


-bunga suci-

__ADS_1


__ADS_2