
Kini seminggu sudah terlepas dari yang namanya nenek gayung dan juga mak Lampir. Kehidupan aulia dan Reno justru semakin membaik.
Bukan hanya itu, kyung Mi dan Sean saat ini sedang menjalani pdkt, lain hal nya dengan mereka Chung Ha dan rian justru malah sebaliknya. Selalu bertengkar layaknya seperti kucing dan tikus.
"Ngapain si kamu ngikutin Chung Ha mulu"
"Dih. Yang ngikutin lo siapa? Orang gue cuma jalan doang" Ucap rian
Chung Ha memicing. menatap rian tajam, kemudian menunjuk matanya dan kearah rian secara bergantian
"Awas ya kamu. Kalo ngikutin Chung Ha"
"Pede amat si lo"
"Jangan terlalu sering bertengkar. Ntar Jodoh baru tau rasa" Ucap kyung Mi jengah dengan mereka berdua
Rian dan Chung Ha saling lirik kemudian saling melemparkan tatapan tajam
"Udah udah. Mending kita makan dulu, " Ajak Reno
Mereka pun memilih untuk mengisi perut terlebih dahulu, sebelum nanti menlanjutkan untuk mencari gaun serta cincin untuk pernikahan aulia dan juga Reno.
Ya. Acara pernikahan mereka semakin hari semakin dekat direncanakan sekitar satu Minggu lagi. Dan mereka akan mempersiapkan semuanya dimulai dari sekarang. Yaitu tujuan nya agar saat hari H tiba tidak terlalu merepotkan.
"Kamu mau pesan apa sayang! " Tanya Reno
"Apa aja deh. Yang penting makan"
"Yaudah kalo gitu. Kalian semua pesan apa? " Tanya Reno pada rian Chung Ha, kyung Mi dan juga Sean
"Sama."
"Iya kak. Samain aja semua biar cepet, " Ucap rian
" Tolong nasi goreng udang nya enam, just alpukat nya juga 6"
"Baik kakak. Apa ada tambahan? " Tanya pelayan ramah.
Reno menggeleng sebagai jawabanya. Pelayan mengangguk mengerti, kemudian berlalu dari sana
"Gak sabar ya nunggu kalian cepet nikah" Ucap kyung Mi
" Menurut gue biasa aja, Sean jangan lama lama ntar keburu diambil orang" Ejek aulia pada Sean
Sean yang mendapati ejekan tersebut tersenyum kecil. " Hari pernikahan lo nanti. Gue bakal lamar kyung Mi " Ucap Sean tiba tiba
Mereka yang berada disana tersedak ludah nya sendiri.
__ADS_1
Kyung Mi? Jangan ditanya tentu saja pipinya sudah memerah bak kepiting rebus. Hal tersebut tak luput dari pandangan Sean.
"Njir gercep. " Ucap rian
"Bagus dong. Kalo bisa langsung nikah aja. Biar Chung Ha punya ponakan sekali dua"
"Bocah kaya lo? Sok sok an mau punya ponakan dua, cih sadar diri! yang ada ntar tu bayi malah lo unyel unyel sampe gak bernafas lagi"
"Kamu kenapa si. Sensi banget pms ya"
" Enak bae tu mulut. Pms lo kali yang pms, gue kan bicara ada apanya"
"Ada apanya? Maksudnya apa adanya"
"Nah itu maksud gue. Aelah salah dikit doang"
Chung Ha merengut dan memandang rian penuh permusuhan. Semua nya pun diam hingga makanan yang mereka pesan tiba
"Permisi, silahkan dinikmati kak"
"Makasi, " Jawab aulia
Mereka pun mulai makan dengan nikmat tanpa ada yang bersuara. Setelah selesai makan mereka semua pun, menuju toko perhiasan.
"Pak tolong keluarin cincin perhiasan yang terbaru dan juga yang terbaik di toko ini" Ucap Reno datar
Sang penjaga toko mengangguk, kemudian dengan cepat mengeluarkan cincin pernikahan yang paling terbaik.
"Pilihlah yang mana kamu suka. Bila perlu ambil semuanya" Ucap Reno enteng
"Gak perlu semua nya.. Kayanya yang ini bagus deh" Ucap aulia sambil menunjukkan cincin polos namun memeliki berlian kecil berwarna biru ditengah nya.
Lain aulia lain pula Sean. Saat aulia dan yang lain tengah sibuk melihat melihat cincin mana yang terbaik. Sean justru memilih sepasang cincin polos dengan warna putih dan sedikit terdapat berlian di setiap lingkaran nya. Pilihan Sean tertuju dengan cincin tersebut, dan dengan segera membayarnya tanpa sepengetahuan mereka semua.
"Yasudah. Kalo gitu tolong bungkus yang ini pak" Ucap Reno
Sang penjual mengangguk cepat dan semangat saat cincin yang termahalnya laris manis.
"Sekarang kita mau kemana? " Tanya aulia saat mereka telah keluar dari toko tersebut
"Tentu pilih gaun pengantin" Ucap Reno
Aulia mengangguk paham. Kemudian mereka semua menuju toko baju.
Saat tengah asik memandangi seluruh baju. Pandangan aulia jatuh pada gaun yang berwarna putih lengan pendek terkesan tidak terlalu ramai bahan namun begitu elegan.
"Mba, boleh saya lihat baju itu" Tunjuk aulia pada gaun yang membuatnya tertarik
__ADS_1
"Bisa sebentar ya, ini kak. Boleh dicoba dulu" Ucapnya ramah
Kemudian aulia pergi ke ruang ganti dan mencoba gaun tersebut. Reno yang tengah asik dengan ponsel nya pun dikejutkan dengan aulia yang telah siap dengan gaun nya
"Ren gimana? Bagus gak? "
Reno tak merespon. Ia justru terpana dengan penampilan aulia.
"Cantik," Gumam Reno
"Apapun yang kamu pakai pasti akan tempat tetap cantik. "
"Beneran? Yaudah kalo gitu yang ini aja"
Kemudian aulia pun kembali ke ruang ganti untuk berganti pakaian.
Sean kyung Mi, dan juga Chung Ha rian pun juga tak ingin kalah mereka semua telah memilih beberapa gaun dan juga jas untuk dikenakan saat pesta nanti.
" Belanjaan kita udah. Pulang yu" Ajak aulia
"Iya. Chung Ha juga lelah kak" Keluhnya
" Yaudah. Lebih baik kita pulang sekarang, lagipun kebutuhan kita juga sudah cukup. "Ujar Reno
Mereka pun sepakat untuk segera pulang.
" Huft lelah sekali, "ucap aulia saat tiba di apart miliknya
" Lo bener lia. Eh lo kan mau nikah. Trus ntar yang jadi wali buat nikahan lo siapa? Secara selama mereka dipenjara lo sama sekali gak pernah jengukin"
"Gampang kalo soal itu wali.. Itu urusan papa tio, lo bener selama hampir satu minggu ini gue emang gak ada jengukin si Andrew keparat itu"
"Lo gak niatan mau jenguk gitu? "
"Untuk sekarang gak ada, gak tau ntar. Soalnya gue masih belum Terima aja atas perilaku nya selama ini ke gue"
"Iya si lo bener, masih untung kemarin kita langsung lapor polisi. Kalo belum mungkin lo bisa nyiksa balik ke mereka lia"
Aulia nampak berpikir sejenak. " Gue gak perlu ngotorin tangan gue buat nyiksa mereka. Setidaknya dengan mereka yang masuk penjara, itu sudah lebih dari cukup menurut gue. Gue yakin setelah mereka keluar nanti mereka bakalan sadar sendiri dengan kesalahan yang selama ini mereka buat terhadap gue. "
" Yaudah deh. Mending tidur besok adalah hari kelulusan kita"
Mereka pun akhirnya tidur. Dan bersama menyelami alam mimpi.
Chung Ha? Jangan ditanya. Bocil satu itu sudah tertidur sedari tadi. Mungkin efek dari lelah nya bertengkar dan juga seharian ini menemani aulia dan Reno berbelanja.
Sementara di tempat lain saat ini tengah berdiri, seorang pria yang tengah melamun. Dan memikirkan kesalahan nya
__ADS_1
" Lo bodoh Bryan. Lo manusia bodoh. Kenapa selama ini lo buta dengan mata lo sendiri, sekarang sudah tak ada gunanya lagi untuk menyesal. Beberapa hari lagi aulia akan menikah dengan pria lain, yang sialnya adalah temen lo sendiri.
"Andai waktu dapat diulang. Mungkin gue bakal memperjuangkan kan lo lia" Ucap bryan frustasi.