Transmigrasi Anggota Militer Ketubuh Gadis Cupu

Transmigrasi Anggota Militer Ketubuh Gadis Cupu
bab 26


__ADS_3

"Husst. Mulut lo kalo ngomong jangan sembarangan" Ucap Sean


"Tapi sean, kalo beneran gimana. Duh gue harus ngomong apaan ni sama tante gue" Ucap kyung Mi panik


"Coba gue telpon reno dulu" Ucap Sean


"Nah iya lo bener, sapa tau chung ha dengan reno atau aulia" Jawab kyung Mi


Sean pun mulai menghubungi reno


Drrrt... Drrrt... Drrrt..


"Siapa? " Tanya aulia


"Sean. Tumben nelpon kenapa ya? " Jawab reno setelah melihat nomor yang tertera


"Angkat aja buruan, sapa tau penting" Ucap aulia


Reno pun dengan segera mengangkat telpon tersebut. " Ya Sean kenapa? " Ucap reno


("Chung ha dengan lo gak? ") tanya Sean dari sebrang sana


Reno terlihat mengkerutkan alis pertanda bingung, " Gak ada. Gue dari tadi sama aulia" Jawab Reno


"Kenapa? " Tanya aulia penasaran, Reno sendiri hanya menatap aulia tanpa menjawab


("Gue disekolah chung ha gak ada")  jawab Sean


"Chung ha gak ada? Kok bisa" Ucap Reno


("Gak tau. Ntar gue kabarin ")  jawab Sean kemudian mematikan sambungan telpon nya


" Apa yang gak ada? Trus kenapa nyebut nama Chung ha" Ucap aulia yang tak paham dengan pembahasan singkat Reno dan Sean


"Chung gak ada, Sean disekolahan dengan kyung Mi" Ucap Reno


"Yang jelas donk! Kalo ngomong" Ucap aulia kesal


"Sean dengan kyung Mi sedang disekolahan, mungkin mereka mau jemput Chung ha tapi pas mereka tiba Chung ha nya gak ada" Jawab reno


Aulia manggut manggut tanda mengerti "oh Chung ha gak ada" Ucap aulia tak sadar


Sedetik kemudian aulia melotot "Eh apaaaaaa! Chung ha hilang. Duh gawat kita harus bantu cari Chung ha" Ucap aulia menarik lengan Reno


"Gak pake teriak juga bisa kan sayang! " Ucap Reno mengusap telinganya yang berdengung


"Duh cepet buruan. Chung ha gak tau jalan sama sekali" Ucap aulia


"Ya udah ayo cepet, " Ajak Reno kemudian mereka pun dengan segera menuju ke lokasi dimana Sean dan kyung Mi berada


"Gimana? Reno bilang apa? " Tanya kyung Mi


"Reno dengan aulia gak tau" Jawab Sean


"Mampus duh sekarang kita kemana donk. Apa harus lapor ke polisi" Ucap kyung Mi


"Percuma. Belum 24jam " Jawab sean


"Sean gimana donk. Gue panik" Ucap kyung Mi dengan mata yang sudah memerah akibat menahan tangis


Sean yang melihat kyung Mi hendak menangis pun dengan cepat membawa kyung Mi kedalam dekapannya "tenang. Kita cari dulu siapa tau dia masih disekitar sini" Ucap sean


*****

__ADS_1


Sementara yang tengah dicari justru tengah asik berkutat didapur mansion milik Reno. Ya rian tadi membawa Chung ha kemansion nya, sebab saat ia mengantarkan Chung ha ke apart milik aulia justru Chung ha tidak bisa masuk. Dikarenakan apart aulia menggunakan pin dan itu yang tau hanya aulia dan kyung Mi


"Tante ini adonan nya mau diapakan" Ucap Chung ha


"Oh itu. Ini tolong kamu giiling hingga pipih ya. Gunakan benda kayu yang berbentuk panjang itu" Ucap jennie mama Reno


"Siap tante" Jawab Chung ha semangat mama Reno hanya menanggapi dengan senyuman


Saat ini mereka berdua tengah sibuk dengan adonan kue,  mama Reno memiliki hobi untuk membuat kue, setiap harinya ada saja ide ide kue yang ia buat, tentu dengan resep di aplikasi petak yang berwarna merah. Terkadang jika mood nya sedang baik maka kue yang ia buat pun akan lezat, akan tetapi jika mood nya buruk maka kue yang ia buat pasti akan berbagai bentuk ragamnya, contohnya seperti beberapa waktu yang lalu


Flashback on


"Mah, udah dong ngambek nya" Ucap papa Tio membujuk istrinya


"Diem! Mama lagi gak mood dan gak berminat untuk berbicara dengan papa" Ucap mama jennie


"Yah, jangan gitu dong ma. Yaudah ni uang belanja mama papa tambahin, sekalian papa juga udah bayarin semua belanjaan online mama, " Ucap papa Tio


Mama jennie menoleh "serius? Mana coba lihat" Ucapnya


"Nih, " Jawab papa Tio menyodorkan ponsel miliknya


"Nah gitu kan bagus, makasi suami ku yang tercinta. Kalo gitu mama mau kedapur dulu, " Ucap mama jennie


"Sama sama, mama ngapain kedapur? " Ucap papa Tio pasalnya selama mereka menikah mama jennie sama sekali tidak pernah turun kedapur. Semua pekerjaan rumah dan memasak pun sudah ada pelayan yang mengerjakannya.


"Ya mau bikin kue lah" Jawab mama jennie


"Emang bisa? " Tanya papa Tio


"Gampang. Ni mama udah catat semua resepnya" Ucap mama jennie menyerahkan secarik kertas


"Oh gitu. Yaudah ntar kalo kuenya udah jadi anterin ke ruang kerja papa ya" Ucap papa Tio


Papa Tio pun berlalu dari sana begitupun dengan mama jennie


"Nyonya mau ngapain" Tanya kepala pelayan yang heran dengan nyonya nya, pasalnya sudah belasan tahun ia bekerja di keluarga parditaa dirinya sama sekali belum pernah melihat nyonya nya ini turun langsung kedapur


"Saya mau buat kue bi, kalian semua bisa tinggalin saya sendiri disini" Ucap mama jennie


"Tapi, " Kalimat kepala pelayan terpuus oleh kalimat mama jennie


"Udah bi. Gak ada tapi tapian, saya bisa kok" Jawabnya yakin


"Baiklah kalo begitu nyah" Ucap kepala pelayan ragu


Kemudian dirinya mengode seluruh pelayan agar segera keluar dan meninggalkan nyonya mereka, sebenarnya tidak benar benar pergi. Mereka semua bersembunyi agar tak terlihat oleh nyonya mereka, tujuan mereka ialah untuk mengintip agar dapur mereka tidak terjadi suatu hal yang tidak mereka ingin kan.


"Kayanya kalo kue nya dibuat kaya gini aja gak seru deh" Ucap mama jennie


"Diapain ya? Biar rasa kue nya enak, dan yang makan pun akan terkejut dengan rasanya" Ucap mama jennie meletakkan jari telunjuk nya didagu. sedetik kemudian ia mempunyai ide kemudian dengan segera melakukan tugasnya.


Hampir satu jam dirinya berkutat di dapur , al hasil kue yang ia buat pun selesai


"Huft.! Akhirnya selesai juga" Ucap mama jennie menyeka keringat di dahinya, kemudian ia pun menuju ke ruang dimana suaminya bekerja


Sementara para pelayan yang melihat nyonya mereka telah pergi dengan segera melihat apakah dapur mereka aman atau tidak. Ternyata pikiran mereka semua kali ini benar. Dapur yang semula bersih dalam sekejap sudah seperti kapal pecah


Tok.. Tok.. Tok..


"Papa masih sibuk? " Ucap mama jennie dengan kepala yang sedikit menyembul


"Tidak. Apa kue yang mama bikin udah jadi" Ucap papa tio

__ADS_1


Mama jennie pun masuk dan menutup pintu " Udah ini kue nya" Ucap mama jennie semangat


Dari tampilan kue yang dibuat oleh mama jennie terlihat begitu lezat dan menggoda siapapun yang melihat tentu akan merasa tidak sabar untuk segera mencicipi nya


"Wah keliatan nya enak" Ucap papa Tio


"Jelas,kan mama yang bikin. Spesial untuk papa orang pertama yang makan, ini juga pertama yang mama buat tau" Ucap nya semangat


"Benar kah. Baiklah papa akan coba" Ucap papa Tio


Saat dirinya hendak memakan kue tersebut, hidungnya mencium seperti aroma aroma yang tidak sedap berasal dari kue yang dibuat oleh mama jennie


"Kenapa pa? Kok papa gak jadi makan kuenya" Ucap mama jennie


"Kok aroma kue nya sedikit berbeda ya ma" Ucap papa Tio


"Yaiyalah beda. Mama sengaja bikin yang beda biar ada rasa daya tarik nya sendiri" Ucap mama jennie


Papa Tio yang mendengar ucapan istrinya tersebut pun, tak menaruh rasa curiga sedikitpun. ia pun dengan segera memakan kue nya. Namun saat kue tadi sudah masuk ke mulut nya matanya melotot, dan muka nya sedikit merah bak tomat yang sudah terlalu masak


"Loh pah. Kenapa melotot gitu? Itu juga kok muka papa merah" "Ucap mama jennie


" Pasti karna kuenya enak ya. Makanya papa sampe begitu" Sambung nya ..


"Huh.. Hah.. Mah ini kuenya kenapa pedes, seharusnya kan manis" Ucap papa Tio. Dirinya memang tidak kuat dengan makanan yang mengandung cabai, itu sebabnya ia merasa begitu kepedesan


"Tapi kan gak terlalu pedes pah. Tadi mama  masukin cabe biar rasa kue nya tu beda dari yang lain, " Ucap mama jennie


Papa Tio pun dengan segera memuntahkan kembali kue tadi. Dan meminum air yang berada di meja kerja nya hingga tandas


"Ide dari mana ma. Kenapa bisa kepikiran sampe kaya gitu" Ucap papa Tio tak habis pikir dengan kelakuan istrinya


"Mama ada liat di video gitu pah, orang orang pada rame makan bakso yang isian nya cabe. Jadi ya mama ikutin aja bikin kue isian cabe, enak kan rasanya" Ucap mama jennie


"Gak ada enak enaknya. Silahkan mama rasain sendiri" Ucap papa Tio kaget dengan ide istrinya itu


"Papa jahat ih.. Masa kue mama dibilang gak enak" Ucap mama jennie merajuk. Kemudian ia pun keluar dari ruangan kerja milik suaminya tak lupa ia juga membawa kue yang telah susah payah ia buat.


"Lah ngambek lagi, " Ucap papa Tio geleng-geleng


"Gimana sih. Orang udah cape cape juga bikin kue bukannya dihargain malah bilang gak enak" Ucap mama jennie sedih


"Loh mama kenapa keliatan sedih gitu" Ucap Reno yang baru tiba


"Papa kamu tu. Mama udah cape cape bikin kue eh malah dibilang gak enak" Ucapnya


Reno yang tak tega melihat sang mama yang sedih pun kemudian berkata " Mana coba siniin kuenya. Biar Reno aja yang makan"


Mama jennie mendongak menatap anak sulung nya itu dengan tatapan berbinar " Beneran ya mau makan. Awas aja kalo kamu bilang gak enak, uang jajan kamu mama potong" Ancamnya


Reno mengangguk, kemudian ia pun memakan kue yang diberikan oleh mamanya. Hal serupa dengan kejadian beberapa menit lalu pun terulang kembali. Bedanya Reno memilih diam dan memaksakan untuk menelan kue tersebut


"Pantesan papa bilang gak enak. Orang rasa kue nya begini" Batin Reno


"Gimana enak kan? " Ucap mama jennie penuh harap


Reno hanya mengangguk "enak mah. Enak banget malah"


"Tuh kan. Lidah papa kamu aja tu yang bermasalah, ngatain kue mama gak enak"


" Kalo gitu kue nya. Mau mama bagiin ke semua pekerja di rumah kita" Ucap mama jennie bahagia


Al hasil seluruh pekerja yang berada dirumah pun memakan kue tersebut. Mereka semua sengaja bilang kue bikinan nyonya mereka enak, karna mereka takut dengan ancaman dari nyonya mereka. Bagaimana tidak takut jika ancaman nya adalah di pecat jika berani mengatakan kue buatan nya tidak enak.  Mereka semua pun akhirnya merasakan sakit perut hingga berhari hari

__ADS_1


Flashback off


__ADS_2