
Tring.. Tring..
Suara alarm pagi ini begitu kuat dan nyaring! Tidak mengusik tidur nyenyak sang gadis. Matahari masuk melewati ventilasi memancarkan sinar yang begitu terang benderang.
"Hoaamm"
"Jam berapa ini. " Gumam chung ha mengucek
Tok.. Tok.. Tok..
"Chung ha! Apa kamu sudah bangun. " Ucap Mama jennie
Chung ha yang masih setengah sadar, dari tidurnya pun bergegas membukakan pintu.
Ceklek
"Ya tante, Chung ha sudah bangun. " Ucap nya sambil menguap lebar lebar
Mama jennie yang melihat itu hanya bisa tertawa kecil "buruan mandi. Siap itu sarapan ya! Baju kamu juga jangan lupa diganti, nih tante bawakan baju" Ucap mama jennie meletakkan sebuah baju ke atas
"Maaf ya tante. Chung ha jadi ngerepotin gini. " Ucap Chung ha
"Gak papa. Tante seneng kok! Dah sana buruan mandi" Jawabnya
Chung ha mengangguk, kemudian berjalan menuju kamar mandi dan bergegas untuk membersihkan diri.
"Lucu banget si ini baju. " Ucap Chung ha melihat baju yang telah disiapkan oleh mama jennie. Mama jennie memberikan dress berwarna peace yang sesuai dengan kulit putih Chung ha
Tap.. Tap.. Tap..
Suara langkah kaki menuruni anak tangga, mengalihkan atensi para orang yang tengah duduk di meja makan. Seluruh yang berada di meja makan memandang takjub oleh kecantikan Chung ha. Rian? Jangan ditanya dirinya saat ini sudah menganga ditempatnya
"Tutup mulut rian! Nanti lalat masuk" Ucap Chung ha tertawa kecil
Rian pun langsung tersadar dan dengan cepat menutup mulutnya "apaan si lu. "
"Nah kan, cantik kalo kamu yang pake" Ucap mama jennie
"Chung ha emang udah cantik dari lahir tante. " Jawabnya
"Narsis, " Cibir rian namun berbeda dengan hatinya
"Lo cantik, kalo jadi pacar gue"
"Jangan gitu. Ntar naksir lo" Ucap Chung ha
"Oh iya kita mau kemana? Kok pada rapi semua" Ucap Chung ha
"Astaga! Aap kamu lupa? Hari ini kan hari pernikahan Reno dan aulia. Sebentar lagi kita akan berangkat" Ucap mama jennie
"Oh iyakah Chung ha lupa hehe" Cengir nya
"Belum juga tua. Udah pikun aja lu" Ucap rian
"Diem deh, " Ucao Chung ha tak suka
"Kalian ini ribut terus setiap kali ketemu. Papa nikahin baru tau rasa kalian" Ucap papa Tio yang jengah dengan tingkah kedua remaja ini
"Gak sudi! "
__ADS_1
"Gak mau! " Jawab mereka dengan kompak
"Nah kan barengan. Udah lah pa nikahin aja" Ucap mama jennie
Rian dan Chung ha saling melemparkan tatapan tajam.
"Udah udah. Tatapan muluk kapan makan nya" Ucap mama jennie
Mereka pun mulai makan dengan tenang. Sementara Reno saat ini masih berdiam diri dikamar karna merasa gugup, sean yang melihat Reno mondar-mandir seperti Setrikaan pun mulai jengah. Sean hari ini akan bergabung dengan keluarga Reno sebagai keluarga pihak lelakinya. Tak lupa ia juga membawa keluarga besarnya untuk menyaksikan sesuatu yang telah ia siapkan
"Lo bisa gak si. Gak usah mondar-mandir" Ucap Sean dengan wajah datar nya
Reno pun menoleh " Gue gugup, " Jawab Reno
"Santai aja. Gue yakin lo bisa" Ucap Sean menepuk baju Reno
Sejujurnya. Ia juga merasakan hal yang sama seperti Reno. Ia takut jika Lamaran nya ditolak oleh kyung mi, namun Sean berusaha agar terlihat tenang seperti tidak terjadi apa apa. Ada untungnya juga ia memiliki wajah datar yang bisa menutupi kegugupan nya saat ini.
Tok.. Tok.. Tok..
"Nak. Apa kau sudah siap? " Ucap mama jennie dari luar
Ceklek
"Reno sudah siap ma" Jawab Reno mantap
Mama jennie tersenyum lembut, membelai pipi sang anak "anak bujang mama sudah tumbuh dewasa sekarang. Ingat nak jika kau sudah menjadi suami,maka tanggung jawab mu akan besar. Jika terjadi sesuatu dalam rumah tangga mu kelak, usahakan agar kalian membicarakan semuanya dengan baik dan kepala dingin. Agar rumah tangga kalian bisa bertahan lama"
"Pasti mah! Reno akan selalu mendengar ucapan mama" Jawab Reno
Mama jennie mengangguk " Ya sudah, mari kita turun"
"Sudah siap? " Tanya papa Tio
Semua mengangguk dengan yakin, kemudian mereka pun bergegas menuju hotel tempat acara pernikahan akan diadakan. Seluruh murid SMA praditaa dan beberapa anggota bisnis pun turut serta dengan diacara pernikahan kali ini.
****
Sama halnya dengan Aulia saat ini. Ia pun juga tengah bersiap dan merias diri agar terlihat lebih cantik. Tak lupa pihak keluarga Reno pun mendatangkan MUA yang cukup terkenal dikalangan mereka. Sang MUA pun merias Aulia dengan sangat telaten
Penampilan Aulia kali ini benar benar membuat siapa saja yang melihatnya akan pangling. Gaun yang berwarna putih dilapisi mutiara kecil di setiap jahitan nya. Memperlihatkan sedikit belahan dada! ditambah dengan riasan wajah yang begitu natural namun terlihat anggun.
"Lia lo cantik banget hari ini, " Ucap kyung mi
"Makasih! Lo juga cantik " Jawab Aulia tersenyum
"Tapi lo jauh lebih cantik. Gue sampe pangling, Mbak MUA nya juga keren" Ucap kyung mi memuji
"Saya hanya melakukan tugas Mbak. Calon pengantin nya juga udah cantik. Jadi ditambah riasan sedikit jadi semakin cantik" Ucap sang MUA tersenyum ramah
Kyung mi sendiri ia juga menggunakan riasan tipis. Gaun berwarna biru muda dengan rambut yang disanggul dan meninggal beberapa helai anak rambut, yang membuat penampilan kyung mi menjadi semakin menawan.
"Udah selesai kan? Yuk berangkat" Ucap kyung mi
Mereka pun dengan segera menuju hotel. Sepanjang perjalanan Aulia merasa gugup. Setelah ia menikah maka tanggung jawab nya akan bertambah. Dimana nanti ia harus mengurus semua keperluan suami, belum lagi urusan kantor. Apalagi Aulia juga memutuskan setelah menikah ia akan melanjutkan pendidikannya
Andrew dan yang lainnya juga turut hadir diacara pernikahan Aulia kali ini. Ada rasa bahagia dan juga haru yang Andrew rasakan. Dimana hari ini ia akan melihat putrinya menikah dengan pria pilihannya sendiri. Berbanding terbalik dengan Andrew yang merasa sedih. Amel dan Ririn justru tengah merencanakan siasat licik. Agar Aulia tidak jadi menikah.
"Pokoknya kita gak boleh biarin, sijalang itu bahagia mah" Ucap amel berbisik
__ADS_1
"Kamu tenang saja sayang! Anak pembawa sial itu tidak akan bahagia. Mama akan cari cara agar pernikahan mereka gagal" Jawab Ririn juga berbisik
"Caranya gimana mah. Liat kita dijaga begitu ketat" Ucap amel
Ririn terlihat berpikir! Sedetik kemudian ia pun tersenyum smirk. "Permisi pak. " Ucap Ririn pada seorang polisi yang tengah berjaga
"Ya ada apa?, " Jawabnya
"Apa saya boleh meminjam HP? Saya ingin menghubungi seseorang" Ucap Ririn
Dipenjaga terlihat mengkerut kan alis bingung " Siapa yang ingin anda hubungi? Bukan kah suami dan anak mu berada di sell ini juga " Ucapnya
"Saya ingin menghubungi anak tiri saya pak. Hari ini adalah hari pernikahan nya. Saya ingin menelpon nya sebentar saja" Ucap Ririn
"Untuk apa? Bukan kah sebentar lagi kalian juga akan segera kesana" Jawab sipenjaga
"Saya tau pak. Tapi hanya sebentar. Ada hal penting yang ingin saya bicarakan sekarang. " Ucap Ririn masih berusaha
"Baik lah. Jangan lama lama" Ucap sipenjaga menyerahkan ponselnya
Ririn pun dengan cepat mengambil ponsel itu dan mulai menelpon nomor seseorang. Andrew dan kembar hanya menatap itu dengan bingung.. Ririn dan Andrew tidak berada di satu sel. Jarak sel mereka lumayan jauh jadi mereka tidak dapat mendengar apa yang diucapkan oleh Ririn
"Apa yang dilakukan manusia ular itu pah? " Tanya fadli
"Ntah lah. Tapi jika sesuatu yang buruk! Papa tidak akan membiarkan mereka mengacaukan hari pernikahan adik mu, sudah cukup selama ini kita ditipu oleh nya" Jawab Andrew
"Aku juga pah. Aku tidak akan membiarkan mereka membuat kekacauan. Liatlah gara gara mereka kita juga harus kena imbas nya" Ucap Fadil
Ia merasa selama ini, telah dibutakan oleh kepolosan amel. Orang yang begitu ia bangga-banggakan ternyata tak lebih dari seorang pelacur. Bermain dengan banyak pria bahkan menghancurkan rumah tangga orang lain hanya demi uang.
"Ini pak makasi. " Ucap Ririn mengembalikan ponsel nya
Sang penjaga pun menerima kembali ponsel tersebut. Kemudian pergi. "Apa yang mama rencana kan? " Ucap amel
"Kita lihat saja nanti" Jawab ririn tersenyum smirk
Setelah beberapa menit pun polisi kembali dan membukakan pintu " Silahkan. Mobil jemputan kalian sudah tiba" Ucap polisi tersebut
Andrew, fadli, Fadil. Ririn dan juga amel pun, keluar dan dengan segera menuju acara yang akan dilakukan
"Siapa yang kau hubungi" Tanya Andrew mereka kini sudah didalam mobil, yang di suruh Aulia agar menjemput mereka
"Bukan apa apa" Jawab Ririn
"Aku peringatkan. Jangan sesekali kau membuat kekacauan dihari pernikahan anak ku. Jika sampai terjadi hal yang bukan bukan! Maka aku tak segan segan untuk membunuh mu" Ucap Andrew penuh ancaman
Ririn yang mendapat ancaman dari Andrew pun menatap Andrew sinis " Cih. Jangan belagu! Status mu sekarang adalah tahanan, jika kau membunuh ku maka hukuman mu akan bertambah " Desis Ririn
"Aku tidak perduli. Ini semua juga karna mu, karna mengikuti gaya hidup mu. Aku harus mendekam dijeruji besi. " Ucap Andrew
Andrew memang sengaja mengambil uang perusahaan demi gaya sosialita Ririn. Dimana Ririn adalah manusia yang semua serba glamour. Punya barang barang branded, perhiasan, dan masih banyak lagi kebutuhan kebutuhan yang tidak penting menurut Andrew
"Itu sudah tugas mu sebagai suami menafkahi istri" Jawab Ririn ketus
"Dulu saat aku bersama viona. Ia tak seperti dirimu. Walaupun viona hidup dengan kemewahan, tapi ia bisa mengurus keluarga dengan baik! dan juga tidak pernah memikirkan hidup mewah yang hanya menghambur hamburkan uang" Jawab Andrew
"Terus saja bandingkan aku dengan perempuan mu itu. Tak ada gunanya juga menyesal. Apa kau lupa? Kita berdua lah yang telah melenyapkan nya" Ucap Ririn
Andrew terdiam. Ia tak tau lagi harus menjawab apa semua yang dikatakan Ririn ada benarnya. Hanya karena ingin memiliki harta kekayaan viona, ia harus melenyapkan nya. Padahal tanpa viona dirinya bukan lah apa apa. Dan berkat viona juga hidupnya yang dulu serba kekurangan, berubah drastis menjadi serba berkecukupan,Ia benar benar menyesal. Andrew pun hanyut dengan pikiran nya membayangkan saat pertama kali mereka bertemu. Ririn yang melihat suami nya terdiam hanya tersenyum sinissinis, kemudian beralih memandang keluar jendela
__ADS_1