
"Pak andrew, ada yang ingin bertemu dengan anda" Ucap polisi tersebut membuka kan pintu
"Anda juga nyonya" Ucap polisi tersebut
Begitupun dengan kembar dan juga amel. Mereka semua kebingungan siapa yang ingin bertemu dengan mereka
"Hai tuan dan nyonya yang terhormat, terutama untuk kedua abang ku yang tersayang. Dan kamu kakak tiriku yang cantik" Ucap aulia
Ya. Sesuai yang Reno janjikan ia akan menemani aulia untuk bertemu keluarganya ralat keluarga kandung aulia asli,
"Mau apa kau kemari" Ucap Ririn ketus
"Benar. Apa kau kurang puas telah menjebloskan kami semua disini" Ucap amel
Andre dan sikembar hanya diam. Karna mereka menyadari akan kesalahan yang mereka perbuat selama ini
"Wah. Gue kira selama kalian berada disini akan berubah, ternyata tidak sama sekali. " Ucap aulia santai
"Gue kesini cuma mau tau gimana keadaan kalian. Ternyata sungguh memprihatinkan ya. Tuan Andrew dan abang ku. Dimana badan kalian yang segar bugar dulu? Apakah kalian disini makan tidak teratur" Sambung aulia
"Nak maafin papa, maafin atas semua kesalahan papa yang dulu nak" Ucap Andrew memohon
"Apa? Gue gak denger" Ucap aulia sambil memegang kupingnya
"Dasar anak kurang ajar kamu. Tidak memiliki etika" Ucap Ririn kesal dengan tingkah aulia
"Kurang ajar? Bukan kah memang begitu, selama ini apa kalian pernah ngajarin gue hal yang baik? Ngajarin tentang etika ataupun attitude yang baik. Gak pernah kan, bahkan kalian hanya mengajarkan gue tentang kekerasan tanpa ampun bukan, apa kalian lupa tentang hal itu" Ucap aulia
Yang lain hanya bisa diam mendengar kan. Jika diingat ingat kesalahan yang mereka lakukan adalah kesalahan yang begitu fatal dan akan sulit untuk dimaafkan
"Dek, gue dengar dengar lo udah tunangan ya" Ucap Fadil dengan suara lembutnya
Aulia beralih menatap fadil "oh iya gue lupa. Lo bener gue udah tunangan dan tujuan gue kesini adalah, gue mau ngasih tau ke kalian semua. Kalo gue beberapa hari lagi bakal nikah" Ucap aulia memberikan undangan
"Gue sengaja ngasih undangan ini. Karna kalian masih keluarga gue terutama anda tuan andrew, karna gue masih menganggap anda sebagai papa gue itu sebabnya gue kesini,urusan datang atau gak itu terserah kalian. Yang jelas gue udah ngasih tau" Sambungnya lagi
Andrew menatap nanar undangan tersebut. Anak yang dulu ia siksa dan terlantarkan, kini sudah dewasa dan akan segera menikah. Sungguh ia merasa menjadi orang tua yang tidak berguna
"Pasti nak. Kami semua akan datang, " Ucap Andrew meneteskan air mata
"Okelah. Gue rasa gak ada yang perlu dibahas lagi, jadi untuk itu gue pamit" Ucap aulia berdiri dan ingin segera pergi dari hadapan mereka. Namun baru beberapa langkah aulia kembali memutar tubuhnya dan melirik kearah mereka semua
"Untuk kata maaf, gue udah maafin kalian semua. Maaf dari gue bukan berarti gue akan berbaik hati untuk mencabut tuntutan ini. Itu semua karna kalian masih gue anggap sebagai keluarga gue" Ucap aulia kemudian berlalu dari sana namun sebelum itu langkah nya kembali terhenti saat fadli bersuara
"Makasi dek. " Ucap fadli yang sedari tadi diam dan hanya mampu menunduk malu.
"Hmm!! " Gumam aulia tanpa melihat ke mereka semua
"Gimana udah? " Tanya Reno yang menunggu diluar
"Udah. Yuk balik" Ucap aulia dengan suara paraunya
__ADS_1
"Hey.. Kamu kenapa, apa terjadi sesuatu didalam " Tanya reno
"Apa aku keterlaluan ren" Tanya aulia meneteskan air mata
" nggak kok kamu nggak keterlaluan itu sudah sepantasnya mereka dapatkan karena sudah memperlakukanmu dengan buruk selama ini. jadi It's okay jangan dipikirin" ucap Reno menyemangati Aulia
" Entahlah Ren aku ngerasa sedikit kasihan aja ke mereka. " ucap Aulia
" sudah. apa yang kamu lakuin ke mereka itu semua udah bener kok, anggap aja ini semua pertanggungjawaban mereka atas kesalahan mereka selama ini. Agar suatu saat mereka bisa berubah jauh lebih baik lagi, dan menjadikan ini pembelajaran bagi mereka semua" ucap Reno panjang lebar
" huh kamu benar" ucap Aulia
" Nah gitu dong. jadi jangan sedih lagi ya harus tetap semangat" ucap Reno menyemangati
Aulia tersenyum manis pada Reno, Kemudian mereka pun berlalu dari sana untuk segera kembali.
****
Sementara di sisi lain saat ini chung ha tengah misuh misuh ditempatnya. Bagaimana tidak sudah stengah jam dirinya berada di sekolah namun Kyung Mi tak kunjung menjemputnya.
"Ya tuhan. Ini kak Kyung Mi mana si, kenapa belum jemput juga. Hari semakin sore sementara sekolahan udah sepi banget, ntar kalo chung ha diculik hantu jelek gimana" Ucapnya berjongkok didepan pagar sekolah
"Lah itu siapa? Kok kaya gak asing ya" Ucap rian yang kebetulan lewat
"Woy. Ngapain lo jongkok disitu, udah kaya gembel aja lo" Teriak rian
Chung ha terjengkang kaget, akibat teriakan melengking rian " Heh toa gereja. Bisa gak si jangan teriak teriak sakit ni kuping chung ha " Ucap nya
"Ada sebagian" Jawab chung ha berdiri dan mengibas ngibaskan roknya
"Oh baru tau gue. Lo ngapain masih disini, bukan nya jam pulang sekolah udah lewat ya" Ucap rian melirik arloji nya
"Chung ha belum dijemput. Mau balik sendiri tapi gak tau jalan" Jawabnya
"Chung ha nebeng ya" Sambungnya lagi yang langsung masuk kedalam mobil rian
"Ngapain lo" Tanya rian
"Ya balik lah. Mumpung rian disini jadi anterin ya" Jawab Chung ha yang sudah tenang dengan duduknya
"Gak, gak ada. Gak sudi gue nganterin lo balik. Turun lo" Usir rian
"Iih rian kok jahat si, gak boleh gitu ntar kalo rian mati petinya sempit" Jawab Chung ha
"Lo do'ain gue, biar cepet mati" Ucap rian
"Kalo rian gak mau anterin Chung ha balik. Ya siapa tau aja kan meninggoy dijalan, trus gak ada yang nolongin rian, kalo rian mau nganterin Chung ha balik trus rian tiba tiba meninggoy dijalan. Kan ada Chung ha yang bisa tolongin" Ucap Chung ha tidak jelas
"Lo ngomong apaan si, gak jelas banget!! " Ucap rian tak paham dengan omongan Chung ha
"Kalo gak jelas. Ya udah buruan balik" Ucap Chung ha
__ADS_1
"Iya iya!! " Ucap rian mengalah jika dirinya terus terusan meladeni Chung ha yang ada bakal panjang urusan nya. Jadi ada baik nya sebagai lelaki rian memilih untuk mengalah
"Lo kenapa belum balik" Ucap rian yang kini sudah menjalankan mobilnya
"Rian budeg ya. Tadi kan Chung ha udah bilang belum dijemput" Jawabnya
"Eh ege! Gue tau lo belum dijemput maksud gue itu kenapa lo belum dijemput" Ucap rian
"Tapi tadi rian gak ada ngomong gitu, rian malah bilang kenapa kamu belum balik. Gitu" Jawab Chung ha
Rian menghembuskan nafas dengan kasar, sungguh Chung ha benar benar menguras seluruh emosi nya. Ingin dilawan tapi Chung ha perempuan. Tabiat perempuan kan memang ingin selalu benar benar dan benar
"Serah lu dah, capek gue lama lama" Ucap rian
"Capek ya diam jangan ngomong terus" Jawab Chung ha
"Astaga. Sekarang jam berapa Sean? " Tanya Kyung Mi pada Sean
"Hampir jam 5 ini" Jawab Sean melirik jam di hpnya
"Kenapa? " Sambung Sean
"Gue lupa jemput adek gue. Duh gimana ni HP gue mati lagi, ngebiarin dia balik sendiri. Dia aja gak tau jalan Ucap Kyung Mi panik
"Oh gitu. Yaudah jemput aja sekarang" Ajak Sean
"Gimana mau jemput. Kan mobil gue di minimarket" Jawab Kyung Mi
Sean diam sejenak seraya berfikir. Waktu mereka menuju taman Kyung Mi ikut dengan Sean naik motor sedangkan Rafa duduk didepan. Itu sebabnya mobil Kyung Mi masih berada di minimarket
"Duh ini gimana ya. Sekitar sini kan udah gak ada kendaraan umum lagi" Ucap Kyung Mi menggigit kuku jarinya
"Lo tenang aja. Gue telpon supir rumah dulu biar jemput kita disini" Jawab Sean menenangkan Kyung Mi
Kyung Mi mengangguk patuh. Sementara Sean sedikit menjauh untuk menghubungi supir pribadi milik keluarganya
"Gimana? " Tanya Kyung Mi saat Sean sudah kembali
"Bentar lagi bakal dateng kok" Jawab Sean melirik Rafa yang sedang tidur dipangkuan Kyung Mi
"Sini gantian. Biar gue yang gendong" Ucap Sean namun saat hendak mengambil alih Rafa justru Rafa menolak dan lebih memilih mengeratkan pelukan nya pada Kyung Mi
"Kayanya dia nyaman tidur dipelukan gue" Ucap Kyung Mi
Sean hanya menanggapi dengan senyuman, tak berselang lama mobil jemputan pun tiba.
"Mobilnya udah sampe" Ucap Sean mereka pun menuju kemobil dan dengan segera Sean memerintahkan supir nya menuju sekolah SMA praditaa
"Loh Sean. Udah sepi apa jangan jangan Chung ha udah balik ya" Ucap Kyung Mi
"Bisa jadi. Tapi dia balik bareng siapa? Kan lo bilang dia gak tau jalan pulang" Jawab sean
__ADS_1
"Apa jangan jangan adek gue diculik" Ucap Kyung Mi parno