
Gimana masih perih?, " Tanya Reno
"Udah gak lagi kok, " Jawab Aulia tersenyum
"Yaudah, hari ini bolos aja aku gak mau kamu kenapa kenapa, " Ucap Reno
Aulia hanya mengangguk, Hening tak ada lagi membuka suara hingga terdengar sesuatu
Kruuuk.. Kruuuk...
Bunyi perut Aulia lapar, karna memang sedari pagi hingga sekarang Aulia belum makan apa pun.
Reno yang mendengar nya tertawa renyah,
"Kamu lapar, bentar ya aku telpon kan dulu
Aulia tersenyum kaku menanggapi ucapan Reno, "Dasar perut sialan, gak tau tempat banget. Batin Aulia
Tok.. Tok.. Tok..
" Masuk, "ucap Reno
" Ceklek "
"Permisi kak, ini pesanan nya, " Ucap orang tersebut sambil meletakkan makanan itu ke meja
"Hmm, hus hus " Ucap Reno sambil mengibaskan tangan nya agar orang tersebut pergi, orang itu pun mengangguk
"Ni Aaaaa, " Ucap Reno menyuapi
"Aku bisa sendiri ren, " Jawab Aulia
"Tapii aa, ucapan Aulia terpotong oleh Reno
" Gak tapi tapi, makaan. "Paksa Reno
Aulia hanya pasrah, toh meladeni Reno yang keras kepala juga gak bakal ada ujung nya,
" Kamu juga makan, "ucap Aulia
Reno hanya mengangguk, dan terjadi lah aksi saling suap suapan, setelah selesai makan Reno ingin membawa Aulia ke rooftop
" Honey, kita kerooftop "ajak Aulia
Aulia mengangguk kemudian berlalu dari sana, baru beberapa langkah seseorang memanggilnya,
" Liaa, lo dipanggil pak amat ke ruang BK, "ucap siswi tersebut kemudian berlalu begitu saja
Aulia Reno saling pandang kemudian menghentikan bahu acuh.
" Ayo aku temenin, ucap Reno
Keduanya pun putar haluan ke ruang BK
Tok... Tok..
__ADS_1
"Masuk" Terdengar suara laki laki dari dalam
"Ceklek"
Pintu terbuka dan terlihat lah wanita paruh baya dan seorang lelaki yang Aulia yakini sepasang suami-istri, kemudian matanya beralih menatap mona dan Bianca yang tampilan nya Aut-autan. "Oh mulai drama lagi rupanya, oke gak masalah kita ikuti" Batin Aulia tersenyum smrik
"Bapak manggil saya? " Ucap Aulia basa basi
"Duduk dulu nak" Ucap pak amat
"Ohh jadi ini anak yang udah bikin anak saya begini" Ucap Ibu ibu itu memaki Aulia
"Dasar gak punya sopan santun, apa kamu tidak tau kami siapa ha" Teriak lelaki itu
"Gak tau, dan gak perlu tau, " Jawab Aulia santai
Lelaki tersebut naik pitam, ingin menampar Aulia namun tidak jadi saat terdengar suara Reno
"Berani sentuh gadis saya, maka keluarga anda akan jatuh miskin detik ini juga" Ucap Reno dingin
Lelaki tersebut beralih memandang Reno kemudian melotot, ya siapa yang tidak kenal Reno? Anak terkaya raya nomor 1 didunia dan memiliki kekuasaan penuh didunia pembisnis an, banyak perusahaan kecil yang bekerja sama dengan keluarga Reno maka dari itu berani berbuat kesalahan sedikit saja sudah dipastikan akan jatuh miskin saat itu juga.
"E eh ada kak Reno" Ucapnya terbatas bata
Reno tak menanggapi sama sekali ucapanya.
"Pak tolong cek semua CCTV-nya disekitar sekolah jangan ada yang tertinggal satupun" Ucap Reno dengan nada dingin
"Ba baik" Jawab pak amat gugup, kemudian menyuruh pak Ali
Mona dan Bianca saling pandang ketakutan, sungguh mereka sama sekali tidak tau bahwa sekolah ini memiliki CCTV- "habis lah sudah" Batin mereka berdua
"Halo? Iya ada apa nak tumben sekali kamu nelpon daddy" Ucap daddy Tio
"Batalkan kontrak kerja sama kita kepada perusahaan Wijaya" Desis Reno kemudian mematikan telpon nya sepihak tanpa mendengar kan jawaban sang daddy
Tuut... Tuut... Bunyi sambungan terputus
Daddy Tio? Jelas saja sudah misuh misuh ditempatnya tapi tetap melakukannya, karena daddy Tio tau kalo anak nya sudah begini itu artinya telah terjadi sesuatu
Kriing kriingg kriing
"Ya halo" Ucap papa mona
(.....)
"Apaaa! " Kaget papa mona kemudian terjatuh sambil memegang dadanya,
"Papaaa" Teriak mona dan mama
Reno dan Aulia yang melihat itu hanya tersenyum smrik, kemudian pergi begitu saja,
Mona yang melihat itu mengepalkan tangan nya "awas aja lo liaa gue bakal semua yang udah lo lakuin terhadap gue" Batin mona
Kemudian berlalu dari nya membawa papa nya kerumah sakit
__ADS_1
Kembali ke sisi Aulia, kini mereka berada di rooftop sekolah dengan Reno yang berbaring berbantalkan paha Aulia,
"Kenapa gak pernah cerita ke aku hmm, " Ucap Reno
"Gak papa. Aku udah terbiasa semua sendiri" Jawab Aulia seadanya." Ngasih tau semua nya? Mana mungkin Reno percaya kalo didunia ini ada yang namanya transmigrasi, yang ntar gue dibilng gila" Sambung Aulia dalam hati
Reno nya medengar perkataan Aulia langsung duduk dan menangkup wajah Aulia,
"Lain kali harus cerita ke aku hmm, jangan ada ditutup tutupi" Ucap Reno
Aulia hanya mengangguk menatap Reno, netra mereka bertemu dan sama sama terpesona satu sama lain. Kemudian pandangan Reno beralih ke bibir ranum Aulia dan mulai mengikis jarak diantara mereka dan
Cup!
Satu kecupan mendarat di bibir Aulia, Aulia melotot namun tetap menikmati nya, awalnya hanya sentuhan saja makin lama Reno ******* bibir Aulia, Aulia hanya diam dan masih menutup bibirnya rapat hingga pada Reno menggigit bibir Aulia agar terbuka
"Akhh" Pekik Aulia kalau Reno menggigit bibir nya
Reno yang melihat Aulia membuka bibirnya pun tak menyia nyiakan kesempatan, Reno terus saja ********** memasukan lidah nya dan menari nari ditinggal mulut Aulia
Lima menit
Sepuluh menit
Dua puluh menit, berlalu dan melepas kan ciuman mereka
Reno tertawa kecil melihat bibir Aulia sedikit bengkak karna nya, kemudian mencium kening Aulia lama dan membawa nya kedalam pelukan nya
Aulia? Jangan ditanya lagi wajahnya sudah merah bak kepiting rebus, kemudian menyembunyikan wajahnya didada bidang milik Reno,
***
"Makasi, " Ucap Aulia saat Reno sudah mengantarkan nya pulang
Reno mengangguk kemudian melajukan motornya
Aulia tersenyum, kemudian berbalik menuju rumah. Seketika senyum nya luntur saat melihat semua barang barang nya berasa diluar,
Prok prok prok
"Bagus, kamu itu disekolahkan biar menjadi anak yang pintar bukan berlaku layak preman" Bentak Andrew
"Kenapa kamu menumpah melukai anak saya ha" Murka Ririn
"Gue gak salah, anak lo duluan yang numpahin kuah bakso ke gue, lo gak liat ni luka gue lebih parah ketimbang dia" Ucap Aulia
Semua melihat kearah tangan Aulia, memang luka Aulia lebih parah sebab kuah yang tumpah kan itu masih panas sekali berbeda dengan yang amel dapatkan, kuah bakso milik rian bisa dikatakan anget kuku jadi hanya memerah saat terkena kulit amel. Sedangkan Aulia hanya melepuh
Andrew yang melihat itu merasa bersalah memang benar luka ditangan Aulia lebih parah ketimbang amel
"Kalian ngusir gue?" Ucap Aulia
"Gak masalah justru ini yang gue tunggu tunggu dari dulu, mulai detik ini juga kalian semua gak hubungan apa apa sama gue. Dan lo, " Tunjuk Aulia ke Andrew
Gue bakal anggap lo udah mati, dan bakal hidup sebagai yatim piatu," Ucap Aulia kemudian pergi dari sana
__ADS_1
"Oh ya. Betewe makasi udah mau repot repot ngemasin barang gue, dan untuk kedepan nya gue harap kalian semua gak akan menyesal, " Lanjutnya kemudian berlalu dari mereka yang masih mematung
Aulia pun masuk ke dalam taksi yang tadi udah di stopnya. Kemudian pergi menuju apart nya