
"Suster. Tolong beritau dimana kamar, pasien atas nama viona putri Atmaja" Ucap Andrew yang baru datang bersama ririn
"Sebentar saya cek dulu pak. Beliau dikamar VVIP lantai 3 pak" Jawab suster tersebut
"Baiklah makasi Sus" Ucap Andrew kemudian ia pun dengan segera menuju ruangan dimana viona berada
Ting
Pintu lift terbuka dan dengan tangan yang dimasukan kedalam saku celananya. Andrew terlihat berjalan santai seperti tidak terjadi sesuatu
Kebetulan sekali ia berpapasan dengan bastian, yang kebetulan juga lewat. "Bas, gimana keadaan viona apa viona baik baik aja, " Ucao Andrew bersandiwara
Bastian memandang sinis kearah Andrew, jika bukan karna viona mungkin bastian sudah menghajar habis pria yang tengah memasang raut menjijikkan tersebut
"Viona udah gak ada. Dia gak selamat, tapi untungnya anak yang dia kandung masih bisa terselamatkan, satu lagi nanti malam tante Eliz akan datang untuk membawa cucunya. Itu semua atas perintahku.. Karna gue yakin lo gak bakal bisa ngejaga anak viona, secara lo sibuk dengan ****** lo ini, " Ucap bastian blak-blakan memandang jijik kearah riri kemudian pergi begitu saja
Andrew melotot tak percaya. Apa yang dikatakan oleh bastian barusan, apakah bastian mengetahui hubungan nya bersama ririn. Sedangkan ririn sudah berdecak ditempatnya. Ia tak Terima dirinya dikatakan ******. Walaupun itu benar adanya, tapi tidak harus mengatakan nya tepat dihadapan nya bukan
"Bagaimana bastian bisa tau? Apa selama ini dia tau tentang hubungan kita? Tapi apa tadi katanya, anak viona selamat, bagaimana bisa. Apa kamu tidak memberikan racun itu Kemakanannya mas" Ucap ririn
__ADS_1
"Selalu mas kasih. Bahkan mas liat dengan mata kepala mas sendiri kalo dia makan makanannya sampai habis, " Ucap Andrew
"Trus kenapa anaknya bisa selamat, seharusnya mereka gak selamat apalagi karna kecelakaan itu, " Ucap ririn kesal
"Ntahlah. Lebih baik kita sekarang pulang saja, " Ajak Andrew tanpa peduli dengan anaknya. Ia bahkan tidak menjenguk istrinya untuk terakhir kalinya
Sementara seseorang yang memperhatikan mereka sedari tadi hanya bisa geleng-geleng, melihat kelakuan mereka.
"Lihatlah. Orang yang lo banggain dulu bahkan sekarang gak peduli dengan keadaan lo, jangankan jenguk lo untuk yang terakhir kalinya, ngeliat keadaan anak lo aja gak. Kalo gue tau bakal kaya gini, mungkin waktu itu gue akan biarin lo nikah sama dia, " Ucap Edward
Ya. Orang tersebut adalah Edward. Edward baru saja tiba beberapa hari lalu, ia berniat ingin bertemu dengan viona dan ingin meminta maaf, karena telah menghilang dan tidak memberi kabar. Tujuan nya adalah ingin memberi kejutan pada viona, justru malah ia yang diberi kejutan. Awalnya ia tak percaya dengan yang ia dengar dari anak buahnya. Namun rasa gelisah terus saja menghantui nya, Edward pun dengan segera menuju rumah sakit dimana viona berada.
"malam mah, kok tiba tiba datengnya. Ngak ngasih tau Andrew dulu kalo mama udah sampai, kan Andrew bisa jemput mama di bandara" Ucap Andrew gugup. Pasalnya ririn malam ini menginap dirumahnya. Andrew merutuki kebodohan nya, mengapa ia bisa lupa dengan perkataan bastian siang tadi jelas jelas bastian mengakatan Eliz akan tiba malam ini.
"Apa perlu saya mengabari anda. Untuk datang kerumah milik saya sendiri, " Ucap Eliz dingin
Andrew terkejut, ini pertama kalinya Eliz berbicara dengan nada datar dan juga dingin. "B-bukan begitu bu, Andrew bisa jemput ibu dulu. Biar ibu gak kecapean datang kesini sendiri, "
"Minggir! Saya mau masuk" Ucap Eliz tak menjawab ucapan Andrew
__ADS_1
"Sayang kenapa lama sekali, " Ucap ririn yang baru datang kemudian mematung ditempatnya saat melihat tatapan horor dari Eliz
"Apakah ini, yang disebut sekretaris. Wah hebat. Saya baru tau ternyata seorang sekretaris bisa menginap dirumah bos. Bahkan menggunakan pakaian yang begitu seksi, hebat... Hebat.. " Ucap Eliz bertepuk tangan
"Mah. Ini bisa Andrew jelasin, ririn menginap disini kar.. "
"Saya tidak butuh penjelasan anda, saya datang kemari hanya ingin mengambil cucu saya. Saya akan membawanya keluar negeri. Biar saya yang mengurusnya agar ia tidak melihat kelakuan bejat ayahnya ini.. Jangan anda kira saya tidak mengetahui semua perbuatan kalian, saya selama ini memilih untuk diam karena saya menunggu anak saya yang mengetahui semuanya sendiri, apa anda sadar. Anda lah penyebab atas kematian anak saya, anak saya mengalami kecelakaan itu semua karena anda. Apa anda tau anak saya telah mengetahui semua kelakuan busuk kalian, tapi apa dia memilih untuk diam dan pergi dari sana. Naas nya dia kecelakaan, dan itu semua karna kalian, dasar manusia picik berhati iblis. Dan kau wanita ******, apa kau tidak memiliki pria lain hingga merebut suami orang ha, untuk mu Andrew. Aku tidak akan mengusir mu dari sini. Karna jika aku mengusir mu kau pasti akan tidur dijalanan lagi dan akan mencari makanan sisa bukan. Untuk itu aku masih berbaik hati kau boleh tinggal di rumah ini dan bekerja di perusahaan. Tapi jabatan mu akan aku turunkan menjadi karyawan biasa" Ucap Eliz panjang lebar
Seketika ririn dan Andrew melotot, ingin menjawab akan tetapi mereka takut dengan aura yang Eliz keluarkan akhirnya mereka pun memilih untuk diam.
Hari berlalu begitu cepat, sepanjang hari Andrew menjalani hidupnya sebagai karyawan biasa cemoohan selalu menghantui hidupnya. Sekarang ia tak dapat berkutik karna posisinya tak memungkinkan untuk berbicara banyak. Sementara Eliz sendiri sudah kembali ke luar negeri bersama cucunya. Tentu saja dengan keadaan kedaan cucunya yang sudah membaik. Namun dikarenakan keadaan nya yang terlahir prematur Eliz harus tetap memberikan perawatan yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Tetapi itu dulu tidak dengan sekarang. Bayi yang dirawat dengan penuh kasih sayang tersebut sudah tumbuh besar dan menjadi gadis yang begitu cantik dan juga pintar. Hanya saja gadis tersebut menutupi nya dengan penampilan yang culun.
Rambut dikepanh dua ditambah dengan kacamata bulat besar. Tujuannya gadis tersebut berpenampilan seperti itu adalah, agar ia dijauhi oleh para lelaki berhidung belang. Karna kota dimana ia tinggal saat Ini adalah pergaulan yang begitu bebas, untuk menghindari hal tersebut ia harus berpenampilan cupu agar tidak ada yang berteman ataupun mendekati nya. Cara tersebut sangat ampuh hidup gadis itu begitu tenang walaupun ia tidak memiliki teman. Tapi ia bisa hidup dengan damai, walaupun ia tidak memiliki teman saat disekolah. Ia justru lebih banyak teman ketika berada dirumah. Tentu saja banyak anak yang seumuran dengan nya yang berasal dari keluarga sang nenek.
Kalian pasti berpikir hidup aulia Salshabilla atmaja selalu dibully kan. Itu salah, walaupun ia berpenampilan cupu aulia jauh dari kata bully, karna warga sekitar memang tidak memperolehkan adanya bully baik disekolah ataupun di diluar sekolah. Namun hidup kedamaian aulia hancur ketika ia lebih memilih pulang ke Indonesia dan menetap disana agar lebih dekat dengan sang ayah. Sang nenek sudah melarang tapi aulia ngotot tetap ingin pergi, ia mengira hidupnya akan sama ketika ia berada di itali namun sayang, bayangnya tak sesuai dengan expektasinya. Ia justru harus dihadapkan dengan yang namanya kekerasan dan juga bully.
Bukan disekolah saja ia mendapatkan nya tetapi dirumah ia juga mendapatkan kekerasan fisik dari ibu sambung dan juga ayahnya.
Dan dimulailah kehancuran aulia Salshabilla atmaja..
__ADS_1
Flashback off!!