Transmigrasi Anggota Militer Ketubuh Gadis Cupu

Transmigrasi Anggota Militer Ketubuh Gadis Cupu
bab 34


__ADS_3

"Om Edward "teriak mereka semua


Ya, yang tertembak adalah Edward, itu semua demi menyelamatkan aulia. Edward tak sengaja melihat ada seseorang yang mengarahkan senjata api, saat ia sadar dengan tujuannya dengan sigap Edward maju dan membuat dirinya sebagai tameng.


"Cepat telpon ambulans, " Teriak aulia


Rian dengan sigap menelpon ambulans


"Om bertahan lah, mana ambulans nya kenapa lama sekali" Ucap aulia menangis


"Sabar kak. Sebentar lagi ambulans akan datang, " Jawab rian


"Om lia mohon, tetap buka mata jangan ditutup, bertahan lah, "


"Ren om Edward ren, " Ucap aulia menangis


"Tenanglah sayang, om Edward pasti kuat, " Jawab reno menenangkan


"Ambulans sudah datang, cepat bawa Edward kerumah sakit, " Ucap Andrew langsung mengbopong tubuh Edward dibantu Reno dan juga rian


Semua pergi menyusul ambulans menuju rumah sakit, tinggalah Ririn dan juga amel, yang masih berada disana


"Mah, gimana dong! Kenapa bisa salah sasaran gini sih" Ucap amel panik


"Mama juga gak tau, ngapain juga si Edward pake nolongin aulia segala, kalo dia gak muncul udah pasti sekarang aulia yang tertembak" Ucap Ririn


"Oh jadi ini kerjaan kalian, hebat hebat! Salut gue ternyata selama ini kalian gak berubah juga, gue bakal laporin ini kepolisi biar hukuman kalian bertambah" Ucap Sean dan sikembar hanya diam menyaksikan.


Ternyata dugaan mereka benar, jika Ririn dan juga amel memiliki rencana jahat.


"Keterlaluan! Ternyata ini rencana dari kalian ha. Kalian benar benar licik, gue bakal aduin ini semua ke papa" Ucap Fadil yang langsung pergi dari sana,


"Manusia iblis, " Ucap fadli menyusul sang kakak


"Kalian lihat, siap siap saja dengan hukuman yang akan menanti kalian" Ucap Sean pergi dari sana


"Apa yang bisa kalian bongkar he? Kalian tidak memiliki bukti sama sekali" Ucap Ririn


"Oh ya? Lalu ini apa! " Ucap Sean membunyikan rekaman video


"Mah, gimana dong! Kenapa bisa salah sasaran gini sih" Ucap amel panik

__ADS_1


"Mama juga gak tau, ngapain si Edward pake nolongin aulia segala, kalo dia gak muncul udah pasti aulia aulia sekarang yang tertembak, " Ucap ririn


Ririn dan juga amel melotot melihat itu, ia tak mengira Sean akan merekam semua pembicaraan mereka


"Gimana apa bukti ini kurang cukup" Ucap Sean


"K-kau, keterlaluan. Silahkan kau laporkan itu semua aku akan bilang jika yang divideo itu adalah editan" Ucap ririn


"Editan? Benar kah kalo kau mengatakan hal itu polisi akan percaya? " Tanya Sean


"Ya, tentu! " Jawab ririn yakin


"Begitu. Tapi sayangnya itu semua terlambat, gue udah nelpon polisi dan mereka juga melihat dengan jelas apa yang telah terjadi, " Ucap Sean. Dan beberapa polisi pun datang dan langsung meringkus ririn dan juga amel, tak lupa dengan pria yang menembak Edward tadi.


"Silahkan beri hukuman yang setimpal pak. Bila perlu beri mereka hukuman mati pak" Ucap Sean yang langsung pergi dari sana.


"Kalian ini benar benar ya, hukuman yang lama saja belum selesai, sekarang kalian sudah membuat kasus benar. Cih! Nyesal saya telah percaya dengan mu. Kalo tau begini saya gak bakal pinjamin HP saya, " Ucap polisi tersebut


"Makanya lain kali, jangan asal pinjamin HP kesembarang orang, " Ucap teman nya


"Nanti saja kalian bahas soal itu. Sekarang cepat bawa mereka kembali ke kantor polisi" Ucap komandan


"Siap laksanakan komandan" Jawab mereka kompak


****


"Udah jangan nangis terus, kita doakan aja semoga om Edward gak kenapa kenapa" Ucap Reno menenangkan aulia


"Ini semua salah aku ren, seharusnya om Edward gak jadiin dirinya buat ngelindungin aku. Seharusnya aku yang terluka sekarang" Ucap aulia menangis tersedu sedu


"Suuut hey, hey, lihat aku! Jangan bicara gitu sayang, kita baru aja nikah, aku gak sanggup kalo harus kehilangan kamu secepat ini. Ini semua sudah takdir dari Tuhan, " Jawab Reno memeluk aulia


"Benar apa yang dikatakan suamimu nak, ini semua adalah Tuhan, kita hanya menjalankannya saja, doakan yang terbaik untuk om Edward, lihat lah ia sekarang tengah berjuang mempertaruhkan nyawanya" Ucap Eliz memandang kamar dimana Edward sedang ditangani


"Lia bakal cari tau siapa dalang dibalik ini semua nek, " Ucap aulia yang kini hendak pergi


"Gak perlu" Ucap seseorang yang baru saja tiba bersama kembar, dan mengalihkan atensi mereka semua


"Kenapa Sean? Kita gak bisa diam aja, kita harus cari tau orang dibalik ini semua" Ucap kyung mi


Ya orang tersebut adalah Sean "gak perlu, karna dia udah dibawa kekantor polisi"

__ADS_1


"Dia?" Beo mereka semua


"Ini semua ulah manusia ular itu pah, " Ucap Fadil


"Ap-apaa! Jadi ini adalah ulah ririn" Ucap Andrew kaget


"Iya pah, ini ulahnya" Jawabnya


"Memang dari dulu kalian selalu membuat ulah, tak henti hentinya kalian membuat masalah, kau lihat! Gara gara istri kau itu, Edward harus mengalami ini semua. Jika bukan karna Edward mungkin sekarang aulia lah yang terbaring lemah disana" Ucap Eliz marah memandang Andrew


Andrew hanya diam. Ia merasa malu benar benar malu, niat hati sesudah acara pernikahan anaknya ia ingin meminta maaf justru sekarang malah gagal, karena ulah ririn


Ceklek..


Pintu terbuka kembali mengalihkan atensi mereka semua


"Om gimana keadaan om Edward, " Tanya aulia pada bastian


"Alhamdulillah, Edward gak kenapa napa, untungnya peluru yang mengenainya tidak mengenai organ organ vital. Dan tadi juga Edward dibawa dengan cepat, jika tidak mungkin kita semua akan kehilangan Edward" Ucap bastian


Semua yang mendengar penjelasan dari bastianpun ikut bernafas dengan lega, mereka benar benar merasa bersyukur karna Tuhan masih memberikan kesempatan untuk Edward.


"Alhamdulillah ya allah, ternyata om Edward gak kenapa kenapa, sekarang gimana keadaan nya om" Tanya aulia pada Bastian


"Sekarang Edward masih dalam keadaan belum sadar, mungkin perlu waktu beberapa jam lagi agar Edward bisa kembali sadar" Ucap bastian


"Syukurlah, kalo gitu lebih baik kita semua sekarang istirahat, kamu lia ganti baju dulu, liat baju pengantin kamu sudah penuh dengan darah" Ucap Eliz


Aulia memandangi bajunya, memang benar sejak kejadian tadi ia sama sekali belum mengganti pakaian nya. Seharusnya hari ini adalah hari bahagia bagi Reno dan juga aulia,  tapi sekarang lihatlah! Pesta pernikahan mereka yang seharusnya dikelilingi oleh kebahagiaan justru sekarang, dikelilingi dengan kesedihan dan tangis air mata, itu semua adalah ulah ririn dan juga amel.


"Yaudah, aulia ganti baju dulu. Sekarang udah larut banget, jadi gak papa ya kita semua nginap disini aja" Tanya aulia pada mereka semua


"Lo gak papa kan, " Tanya aulia pada kyung mi


"Gak papa kok, santai aja kali, " Jawab kyung mi


"Oh kalian semua bisa tidur di kamar vvip. Masih ada beberapa kamar yang kosong kok, cukuplah untuk kalian semua" Ucap bastian


"Nah kebetulan, yaudah sekarang kita semua istirahat, papa sama kalian berdua, juga silahkan pilih kamar dimana yang kalian mau. Balik sekarang gak mungkin juga kan" Ucap aulia pada kembar dan papanya


"Baiklah nak, Terima kasih, papa minta maaf atas kekacauan yang dibuat oleh ririn, " Ucap Andrew tak enak hati

__ADS_1


"Gak perlu minta maaf, seharusnya itu mereka yang meminta maaf bukan papa! Jadi untuk sekarang jangan dibahas lagi. Kita semua udah lelah ada baiknya istirahat sekarang" Ucap aulia


Yang lain mengangguk membenarkan ucapan aulia, memang benar acara aulia dimulai dari pagi pagi sekali, dan sekarang mereka semua justru malah dihadapkan dengan kejadian yang mereka semua tak menduganya


__ADS_2