Transmigrasi Anggota Militer Ketubuh Gadis Cupu

Transmigrasi Anggota Militer Ketubuh Gadis Cupu
bab 30


__ADS_3

"Papa tidak setuju. Keluarga nya saja tidak jelas! Lalu untuk apa kamu menikah dengan nya? Mau seperti apa masa depan kamu nantinya viona. " Ucap tegas Jordan


"Tapi pah! Biarkan vio nentuin jalan hidup vio sendiri. vio yakin kok, vio bakal bahagia dengan andrew. Kekayaan ngak menjamin segala sesuatu pah. " Ucap viona


"Ini bukan tentang harta saja vio. Kamu harus ngerti, membangun sebuah rumah tangga itu, bukan lah suatu hal yang gampang. Lagian apa yang dia punya? Pekerjaan saja itu juga karna bantuan mu. Jika bukan karna mu dia gak akan seperti sekarang ini" Ucap Jordan marah


Ia sama sekali tak setuju dengan lamaran andrew. Pasalnya andrew hanya lah orang susah dan tak memiliki apapun. Sebelum ia bekerja di perusahaan milik keluarga atmaja. Kehidupan andrew sangat lah tidak jelas, selalu kesana kemari untuk mencari makan. Sekarang! dengan beraninya ia datang untuk melamar viona dengan tangan kosong.


"Kau! Apa yang akan kau berikan pada anak ku. Sadarlah dengan posisi mu. Kau tidak layak untuk menjadi pendamping hidup putri ku. Dibanding kan kau Edward justru jauh lebih layak." Ucap lantang Jordan menunjuk andrew


Andrew tak dapat berkutik. Semua yang diucapkan oleh Jordan memang benar adanya. Tapi andrew berjanji ia akan membuktikan bahwa ia layak dan akan memperjuangkan cintanya


"Saya memang tidak memiliki apapun pak. Tapi saya janji saya akan berusaha untuk membahagiakan viona pak." Ucap andrew


"Sekali saya bilang tidak! Tetap tidak, sampai saya matipun saya tidak akan pernah Merestui hubungan kalian" Telak Jordan


"Papa keterlaluan. Jika papa tidak mengizinkan vio untuk menikah dengan andrew. Maka vio akan keluar dari rumah ini. Dan vio akan menikah tanpa perlu restu dari papa, ayo kita pergi dari sini" Ucap viona menarik lengan andrew


Deg!


"Viona! Jangan pergi nak. Pah kejar viona pah mama gak mau viona pergi" Ucap Eliz menangis ia sedari hanya diam dan menyaksikannya saja. Melihat pertengkaran ayah dan juga anaknya


Jordan hanya bisa diam. Memandangi punggung anaknya yang sudah menjauh, ia tak mengira anaknya justru lebih memilih pria lain dari pada ayah nya sendiri


Tiba tiba Jordan merasakan sakit didadanya. Pandangan pun perlahan memudar kemudian jatuh dan tak sadarkan diri


"Pah. Papa bangun pah" Ucap Eliz panik


"Ayo kita bawa kerumah sakit tante" Ucap Edward yang langsung membopong tubuh Jordan.


Edward? Ya Edward sedari tadi berada disana ia menyaksikan semua dengan mata kepalanya sendiri.. Ada rasa sesak didadanya saat orang yang ia cintai selama ini justru lebih memilih pria lain. Tapi Edward tak mempersalahkannya ia sadar ini adalah kesalahan nya sendiri, ia memendam perasaan nya terhadap viona tanpa mau mengungkapkan nya.


"Kamu kenapa harus berlaku seperti tadi, " Ucap andrew fokus dengan kemudian stirnya


"Salah papa sendiri. Kenapa dia harus melarang keinginan ku. "Ucap viona


"Apa kamu tidak menyesal? Maaf, karna ku kamu jadi begini dengan orang tua mu" Ucap andrew

__ADS_1


"Gak masalah! Jangan terlalu dipikirkan. Aku juga lelah hidup dengan peraturan yang dibikin papa" Ucap viona


"Kalo soal biaya pernikahan, kamu gak perlu khawatir aku masih punya tabungan kok. Lagian aku juga punya perusahaan kecil tanpa sepengetahuan papa"


"Makasi ya sayang. Kamu udah mau ngertiin aku, " Ucap andrew bersyukur


"Iya sama sama. "


Drrrt! Drrrt! Drrrt


"Bentar ya, Edward nelpon" Ucap viona dan dengan segera mengangkatnya


"Ya halo Ed! Ada apa? " Ucap viona


"Buruan ke rumah sakit sekarang. Bokap lo pingsan"jawab Edward


"Apaaa! Papa pingsan oke oke, gue kesana sekarang" Ucap viona


"Ada apa? " Tanya andrew


"Oke oke" Ucap andrew ia pun dengan segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit


***


"Tante yang tenang ya. Om pasti baik baik aja kok" Ucap Edward


"Makasi ya nak, tante gak tau lagi harus gimana kalo kamu gak ada" Ucap Eliz


"Tante tenang aja! Edward akan selalu ada bersama tante." Ucap Edward


Ceklek


"Bagaimana keadaan suami saya dok." Tanya Eliz


"Maafkan saya nyonya! Tuan Jordan sudah berpulang untuk selama nya" Jawab dokter farhan


Deg!

__ADS_1


"Ma-maksudnya gimana dok? Suami saya baik baik aja kan. Dia ngak kenapa kenapa kan dokter. " Ucap Eliz


"Maaf nyonya. Kami sudah berusaha semaksimal kami. Kami akan segera memindahkan Pasien keruang jenazah, " Ucap dokter farhan


Seketika tubuh Eliz terjatuh terkulai lemas diringi dengan isakan tangis yang begitu memilukan


"Tante." Ucap Edward langsung memegangi tubuh Eliz


"Edward? Kenapa! Mama kenapa pingsan" Ucap viona yang baru saja tiba bersama andrew


Edward tak menjawab. Ia justru langsung menggendong tubuh Eliz dan dengan segera membawa keruangan agar segera ditangani


"Edward. Mama kenapa? Trus papa mana" Ucap viona yang sedari tadi Mengikuti Edward


Namun Edward sama sekali tak menggubris nya. Edward sudah terlanjur kecewa dengan viona ditambah lagi dengan andrew yang selalu mengikuti viona. Ia begitu benci dengan kehadiran andrew. Menurut Edward hadirnya andrew sungguh merusak viona. Viona yang Edward kenal tidak lah pembangkang dan selalu menurut terhadap orang tuanya.


Tapi lihatlah sekarang. Untuk pertama kalinya viona berani melawan dan mengakibatkan Jordan harus pergi untuk selamanya


"Edward! Jawab gue." Teriak viona


"Apa yang perlu gue jawab viona. Bokap lo udah gak ada. Bokap lo udah meninggal! . Dan ini semua gara gara dia!! Gara gara dia hadir dikehidupan lo, lo jadi berani melawan perkataan orang tua lo!! Lo gak mikirin perasaan orang tua lo gimana! Lo gak mikirin perasaan gue yang udah suka sama lo, bahkan gue rela ngelakuin apa aja itu semua demi lo! Tapi apa? Ha apa!! Lo lebih milih orang lain yang baru lo kenal, dari pada gue yang udah kenal lo dari kecil. Kalo lo dengerin omongan nya bokap lo, bokap lo gak akan pergi! Sekarang lo liat bokap lo udah gak ada. Lo gak mikirin gimana hancurnya nyokap lo saat dokter bilang suaminya telah pergi untuk selamanya " Teriak Edward marah


Ia benar benar merasa marah saat Ini. Dan ini adalah kali pertama nya Edward berbicara dengan nada yang cukup tinggi. Dan itu membuat viona mematung ditempatnya. Terlebih lagi saat Edward mengatakan bahwa papanya telah pergi untuk selamanya


"Ed lo pasti bercanda kan! I-ini pasti bohong kan" Ucap viona dengan air mata yang sudah tak terbendung lagi


Edward tak menjawab ia hanya diam. Edward takut jika ia kembali bicara Edward tak dapat mengontrol emosi nya.


"Edward jawab gue! Lo pasti bercanda kan" Ucap viona terduduk


"Sayang tenang lah. Semoga yang dikatakan Edward tidak benar" Ucap andrew


Edward mengepalkan tangan nya dan memilih untuk pergi meninggalkan mereka dari sana. Ia butuh menenangkan diri sejenak.


"Ayo kita masuk dan liat mama kamu" Ucap andrew


Viona menurut. Kemudian ia berdiri dan berjalan menuju kamar tempat ibunya dirawat.

__ADS_1


__ADS_2