Transmigrasi Anggota Militer Ketubuh Gadis Cupu

Transmigrasi Anggota Militer Ketubuh Gadis Cupu
bab 24


__ADS_3

"Ampun anda bilang? Bukankah barusan anda mendengar bahwa saya mengatakan tidak ada kata maaf maupun ampun dikamus saya. Orang orang seperti kalian ini tidak pantas diberi kata maaf. " Ucap aulia marah


"Apa gajih anda selama bekerja disini kurang? Hingga anda menjual beberapa data perusahaan" Sambungnya


"Kak lakukan tugasmu" Ucap aulia


"Baik" Jawab angga kemudian ia pun kembali menyuruh anak buah nya agar menyeretnya


"Ini semua akan menjadi pelajaran bagi kalian semua, jika ada yang berani berkhianat dikantor saya. Kalian mengerti! " Ucap aulia tegas


Seluruh karyawan mengangguk paham "kami mengerti" Jawab mereka kompak


"Bagus." Ucap aulia kemudian berlalu dari ruangan nya


Para karyawan yang melihat aulia telah keluar pun mulai menarik nafas dengan lega. Atmosfer yang aulia keluarkan benar benar sangat kuat mampu membuat mereka bungkam dan menggigil ketakutan. Mereka yang semula meremehkan seorang Aulia Salshabilla Atmaja pun dibuat bungkam oleh ketegasan aulia.


"Sungguh luar biasa. Gue yang udah bertahun tahun disini aja, belum pernah ngeliat nyonya besar marah. Nah sekarang gue malah dihadapin sama anaknya" Batin angga merasa ngeri


Saat ini aulia tengah berada dicaffe yang tak begitu jauh dari kantor milik ibunya tersebut. Aulia terlihat seperti termenung memikir kan hidupnya


"Gini amat si hidup gue. Selesai masalah satu masalah lain yang muncul. Eh tapi kenapa gue tiba tiba keinget sama si Andrew sialan itu ya, gimana kabar nya? Sudah membusuk kah di penjara atau gimana. Gak terasa udah sebulan aja mereka semua mendekam, hidup gue berasa tenang semenjak mereka gak ada. Apa gue coba datangi aja kali ya" Batin aulia 


Saat tengah asik melamun aulia dikejutkan oleh dering ponsel miliknya


"Reno? Kenapa ya angkat aja deh sapa tau penting" Ucap aulia saat melihat nama yang tertera


"Halo ren, kenapa? " Ucap aulia


"Gak kenapa kenapa. Kamu dimana" Tanya Reno dari seberang sana


"Aku di caffe deket kantor" Jawab aulia


"Sama siapa? Aku susulin ya" Ucap Reno


"Emang kamu gak ngantor? " Ucap aulia


"Udah selesai. Cuma tanda tangan doang" Jawab Reno


Ya selama. Selama lulus sekolah ini Reno sudah diberi tugas oleh papa Tio untuk mengurus kantor cabang milik keluarga praditaa


"Oh yaudah. Kesini aja aku sendiri kok" Ucap aulia


mematikan sambungan telfonnya


" oke. " ucap Reno


Kemudian Reno pun mulai menyalakan motornya dan bergegas untuk menuju tempat Aulia berada.

__ADS_1


" Kayaknya gue emang harus bener-bener ngecek Andrew sialan itu deh. gue ajak Reno aja kali ya" gumam Aulia


Saat tengah sibuk dengan pikirannya, tiba-tiba seseorang datang dan menutup mata Aulia dari arah belakang. Aulia terkejut dan meraba tangan seseorang tersebut dari parfum yang dikenakan oleh orang tersebut, Aulia bisa menebak jika yang datang itu adalah Reno


" Ren aku tahu ini pasti kamu" tebak Aulia dan benar saja orang tersebut adalah Reno


" is nggak asik kok bisa tahu sih" ucap Reno kesal


" Ya taulah kamu kan calon suami aku Hahaha canda tentu saja dari aroma parfum mu itu" ucap Aulia


" itu jadi Kenapa kamu di sini" tanya Reno


" nggak papa cuma ya sedikit pusing aja lah sama urusan kantor" jawab Aulia


" ututututu kasian, Emang ada masalah apa" tanya Reno mengusap lembut Puncak kepala Aulia


" hanya mengurusi tikus-tikus kecil" jawab Aulia


" Oh jadi sudah selesai" tanya Reno


"Hmm, sudah" Jawab Aulia


" kantormu sendiri gimana" tanya Aulia pada Reno


" Aman, semua aman terkendali" Jawab reno


Reno menggeleng "belum."jawabnya


" pesan makan gih aku suapin" ucap Aulia


Reno pun mengangguk dengan semangat "oke. "


" Mbak tolong nasi goreng seafood nya satu porsi tapi porsi jumbo ya, " ucap Aulia memesan makanan


" baik Kak Apa ada tambahan? "ucap sang pelayan


" kayaknya nggak ada itu aja deh Mbak" Ucap aulia


Sang pelayan pun mengangguk mengerti dan berlalu dari sana


"Tumben banget sih Kamu, Pesan makannya satu piring berdua" Ucap Reno heran


" emang nggak boleh? " tanya Aulia


" boleh tapi tumben aja" ucap Reno


" nggak papa kali sekali-sekali romantis kan" ucap Aulia

__ADS_1


Reno hanya tersenyum mendengar itu Jujur Saja selama mereka berpacaran tidak ada yang namanya romantis-romantisan, Bagaimana tidak si renonya kaku alias kulkas sedangkan Aulia pun tidak bisa mencari topik pembicaraan jadi ya selama mereka berkomunikasi pun hanya stuck di situ saja.


"Permisi kak, ini pesanannya silahkan dinikmati" Ucap pelayan caffe tersebut


"Makasi" Jawab aulia sang pelayan mengangguk kemudian beranjak dari sana


"Nih aaa" Ucap aulia menyodorkan satu suapan pertama untuk Reno.


Reno pun dengan senang hati menerima nya. Dan terjadilah aksi saling suap menyuap, tanpa mereka sadari ada seseorang yang merasa panas dengan kemesraan mereka. Siapa lagi jika bukan Bryan. tadinya ia ingin menghampiri aulia namun kalah cepat dengan Reno yang sudah datang terlebih dahulu. Bryan pun mengurungkan niatnya untuk mendekati aulia


"Lia. Seandainya waktu bisa gue putar. Mungkin gue gak bakal sia siain lo, udah hampir sebulan semenjak kejadian itu tapi gue sama sekali belum bisa ngelupain lo lia" Lirih Bryan pelan yang hanya dapat didengar olehnya sendiri


"Ren. Ntar temenin aku jenguk papa ya" Ucap aulia


"Kamu yakin? " Tanya Reno


Aulia mengangguk dengan yakin "iya, udah lama juga kan mereka disana dan selama ini aku gak pernah jengukin mereka" Ucap aulia


"Yaudah. Habis dari sini kita kesana" Ucap Reno


Dilain sisi saat ini kyung Mi tengah asik bermain dengan Rafa dan juga Sean. Selepas dari minimarket tadi mereka langsung menuju taman untuk sekedar bersantai


"Aunty cantik. Sini cepat tendang bolanya" Ucap Rafa


Kyung Mi pun menendang bola nya dengan pelan. Namun bola tersebut justru dirampas oleh Sean


Hap


"Eits. Gak dapat ayo sini kejar uncle" Ucap Sean berlari kecil


"Uncle curang, ayo aunty kejar uncle" Teriak Rafa


Kyung Mi pun berlari kecil mengejar Sean. Namun sungguh sial kaki Kyung Mi tak sengaja tersandung, senang yang melihat itupun dengan segera menangkap tubuh mungil Kyung Mi. Dan terjadi lah aksi saling peluk dan tatap tatapan


Rafa sendiri sudah menutup mulut dan juga matanya, dengan kedua tangan mungilnya. Akan tetapi masih terlihat disela sela jarinya


"Uncle. Apa kalian akan terus seperti itu? " Celetuk Rafa tiba tiba


Kyung Mi dan Sean pun langsung menjauhkan diri.


"Ekhem. Sorry gue gak liat kalo disitu tadi ada baru" Ucap Kyung Mi salah tingkah


"Iyaa. Lain kali hati hati" Jawab Sean


Mereka pun terdiam, dan bingung ingin berlaku seperti apa "kenapa pada diam uncle aunty? Ayo main lagi" Ajak Rafa


"Ah, iya ini tangkap" Ucap Kyung Mi melempar bola pada Rafa dan meninggalkan Sean yang masih setia berdiri di tempat

__ADS_1


Sean malah tengah sedang memegang dadanya. Ada gejolak yang menjalar ke hati nya. Dan hal itu membuat Sean tersenyum sendiri mengingat kejadian beberapa menit lalu. Dimana untuk pertama kalinya ia bertatapan dengan lawan jenis,


__ADS_2