
"Kakaakk, " Teriak chung ha memanggil kyung mi
"Lo baru sampe? " Tanya nya
"Udah dari tadi kak. Ayo lewat sini biar kak Reno gak liat kak aulia, nanti gak jadi kejutan" Ucap chung ha membawa kyung mi dan juga aulia
Mereka pun mengikuti arahan chung ha
"Sudah sampai tuan, " Ucap sang sopir
"Oh iya makasi, " Jawab Andrew
Sang sopir mengangguk kemudian melajukan mobilnya meninggalkan mereka.
"Acaranya mewah ya pah, seperti nya seluruh teman bisnisnya keluarga praditaa dateng" Ucap fadli
"Papa gak papa? Kalo ada temen bisnis papa juga disini trus papa jadi bahan olokan mereka" Tanya Fadil
"Papa gak papa, itu semua udah jadi resiko papa nak" Jawabnya
"Yasudah ayo kita masuk sebentar lagi acaranya akan dimulai"
Mereka semua pun masuk kedalam dan duduk di tempat yang sudah disediakan untuk mereka.
"Mah, apa rencana mama akan berjalan lancar" Bisik amel
Ririn terlihat melihat lihat kesakitan kemudian matanya tertuju pada pojokan paling ujung, seulah senyum tipis terbit dibibir Ririn.
"Tentu saja, lebih baik kita nikmati acara ini sampai kejutan itu tiba" Balas Ririn juga berbisik
Seluruh tamu undangan begitu antusias dengan acara pesta ini, dari sekian banyaknya pesta pernikahan yang mereka hadiri, hanya pesta keluarga praditaalah yang paling megah dan mewah, pesta yang mewah dengan hiasan terbuat dari emas yang menempel disetiap dinding, persis seperti acara pernikahan yang ada di negeri dongeng,
"Sayang! " Ucap Eliz yang datang kekamar aulia bersama bastian dan yang mendorongkan kursi roda milik Eliz, pun dengan Edward yang turut hadir di acara pernikahan aulia
"Nenek, om Edward, om tian, " Ucap aulia senang karna melihat nenek dan juga paman nya datang
"Dasar anak nakal, dihari spesial seperti ini kamu tidak mengabari nenek mu ini" Ucap Eliz pura pura merajuk
"Hehe maaf nek, aku tidak sempat mengabari nenek, " Jawab aulia
"Trus sekarang kenapa nenek bisa ada disini? Siapa yang memberi tau nenek"
"Apa kau lupa, nenek mu Ini selalu menaruh beberapa anak buah untuk memantau kegiatan mu setiap harinya" Ucap bastian mencolek hidung mancung aulia
"Nenek memata mataiku" Ucap aulia kaget
"Tak perlu kaget seperti itu, nenek sudah tau semuanya. Kamu bukanlah Aulia asli, kamu hanya jiwa yang mengisi raga cucuku" Ucap Eliz menahan air mata agar taktak keluar
"Jika nenek memata mataiku kehidupan aulia asli, lalu kenapa nenek tidak mencegah semua perbuatan mereka nek" Tanya aulia
"Maafkan nenek nak. Nenek terlambat untuk mengawasi mu, nenek mulai mengawasi mu sejak kau sadar dari koma nak, " Ucap Eliz
__ADS_1
"Anak buah nenek memberi taukan kalo kamu bukan aulia asli melainkan jiwa asing yang masuk ketubuh cucu ku, tapi nenek tak mempermasalahkan karna berkat kamu, semua kebusukan Andrew terbongkar, dan kamu sudah membantu untuk membalaskan dendam nya nak" Ucap Eliz menangis ia tak kuat lagi jika membendung air matanya
"Nenek jangan bersedih lagi, aulia udah tenang disana nek. Berkat kak rara semua nya sudah terbalaskan, " Ucap aulia memeluk tubuh sang nenek.
"Apa ini kamu nak" Tanya Eliz heran pasalnya waktu ia bercerita aulia sama sekali tak bereaksi apapun. Lalu sekarang ia malah memeluk nya dan menangis terisak isak
"Ya nek. Ini aulia, aulia senang bisa memeluk nenek lagi seperti, om Edward dan om tian makasi sudah merawat nenek. Tolong jaga nenek dengan baik, dan kalian anggap lah kak rara bagian dari keluarga kalian juga, karna jika gak ada kak rara mungkin aulia gak akan bisa balas semua perbuatan mereka,"
"Kyung mi chung ha kemarilah, makasi ya sudah menjadi teman ku yang baik dan juga menjadi teman kak rara, kalian juga harus anggap kak rara sebagai teman baik kalian, karna aku adalah rara dan rara adalah aku, kita sama hanya saja jiwa yang berbeda, berbahagia lah kalian di sini. Aku juga bahagia disana bersama mama viona, waktu ku sudah habis aku pamit, nenek jaga diri baik baik aulia dan mama sayang nenek" Ucap aulia panjang lebar kemudian pergi begitu saja, tanpa mendengar jawaban dari mereka semua
Sedangkan raga aulia saat ini tidak sadarkan diri
"Tian tolong periksa aulia, kenapa dia pingsan" Ucap Eliz khawatir
Bastian pun dengan segera memeriksa keadaan aulia
"Aulia cuma pingsan aja nek, bentar lagi juga sadar" Jawab bastian
Selama aulia pingsan mereka semua memandang sendu kearah aulia
"Sungguh berat cobaan yang alami nak, nenek menyesal karna terlambat mengetahui ini semua" Ucap Eliz
"Tante gak boleh ngomong gitu, ini semua udah takdir dari Tuhan, setidaknya kita masih bisa melihat aulia walaupun dengan jiwa yang berbeda" Ucap Edward menenangkan
"Betul apa yang dibilang paman Edward nek. Gak gunanya kita menyesal, semua sudah diatur kita hanya menjalankan nya aja" Ucap bastian
"Kalian benar" Jawab Eliz
"Eungh" Ringis aulia memegang kepalanya
Kyung mi pun dengan sigap memberikan segelas air
"Ni lia, lo minum dulu"
Aulia pun dengan segera meminum air tersebut "makasi, "
"Gimana keadaan mu nak, apa yang sakit katakan" Ucap Eliz
Aulia menggeleng "tak ada nek, sudah lebih baikan kok"
"Syukurlah, sekarang lupakan semua nya, ayo berbahagi kan hari ini adalah pernikahan kamu, " Ucap Edward
"Apa yang dikatakan Edward, lihatlah karna kamu menangis riasan kamu jadi berantakan, hey kamu sipit tolong perbaiki riasan cucu saya" Ucap Eliz pada Kyung mi
"Hey nenek aku punya nama, namaku itu Kyung mi bukan sipit" Jawabnya sedikit kesal
"Alah sama aja itu, buruan cepet bikin cucuku terlihat lebih cantik dari pada kamu" Ucap Eliz yang dapat tawaan kecil dari mereka semua
Walaupun sedikit kesal tapi Kyung mi tetap menurut dan memperbaiki sedikit riasan aulia, untungnya didalam tas ia membawa bedak dan alat alat make up yang lainnya
Tok! Tok! Tok!
__ADS_1
"Mempelai wanita sudah boleh keluar, " Ucap seorang staf
"Iya baiklah, ayo kita segera turun " Ucap Eliz mereka semua pun akhirnya nya turun bersama.
Saat aulia keluarga semua pasang mata tertuju padanya aulia begitu cantik dan juga anggun apalagi Reno yang terpana ditempatnya saat melihat aulia yang begitu cantik. Saat mereka mencoba pakaian ditoko butik beberapa hari lalu aulia terlihat cantik tapi tidak secantik saat ini, aura yang aulia keluarkan benar benar tidak kalah seperti ibunya waktu muda lalu.
Andrew sebagai sang ayah juga terpana melihat putrinya yang begitu cantik. Ia merasa seperti melihat viona waktu masih muda
"Cantik sekali mempelai wanita kita kali ini" Ucap penghulu
Aulia hanya menanggapi nya dengan senyuman,
"Kamu cantik sayang, lihat saja setelah acara ini aku tidak akan membiarkan mu keluar kamar sedikit pun, " Bisik Reno pada aulia
Aulia yang mendengar kalimat Reno tersebut langsung mencubit lengan Reno "diam lah lebih baik sekarang fokus dengan acara ini" Ucap aulia
"Baiklah mohon untuk sang ayah dari mempelai wanita maju" Ucap penghulu
Andrew pun maju dan duduk disebelah penghulu
"Silahkan pak" Ucap sang penghulu
Andrew mengangguk kemudian ia mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Reno, diikuti oleh Reno yang juga mengulurkan tanganya
"Bissmillah, Saya nikahkan Reno Praditaa dengan putri kandung saya Aulia Salshabilla Atmaja dengan mas kawin sebesar kalung emas, berupa uang senilai 100juta dollar, dan satu buah mobil dan motor dibayar tunai.
" Saya Terima nikah dan kawinnya Aulia Salshabilla atmaja dengan mahar tersebut dibayar tunai" Jawab reno mantap dengan satu tarikan nafas
"Bagaimana saksi? " Tanya penghulu
Sah!
Sah!
Sah!
Teriak para tamu undangan serempak, setelah mereka sadar dari keterkejutan mereka mendengar mahar yang diberikan Reno untuk aulia
Teriakan kata sah terdengar jelas dan kuat oleh suara chung ha dan juga rian yang begitu heboh.
"Alhamdulillah, mulai sekarang kalian berdua sudah resmi menjadi pasangan suami istri" Ucap penghulu
Reno dan aulia pun saling bertukar cincin kemudian berlanjut dengan cium tangan serta kening. Setelah selesai mereka menuju panggung dimana nanti akan bersalaman bersama para tamu undangan. Andrew yang melihat putrinya telah menikah pun meneteskan air mata pertanda hari.
Sebelum menuju panggung aulia menganti pakaian terlebih dahulu, setelah selesai ia pun kembali keluar dan menuju pintu dimana Reno telah menunggu nya
Krieet!
Kedua pintu terbuka lebar memperlihatkan Reno yang telah menunggunya diujung, aulia berjalan dengan pelan menghampiri Reno, para tamu undangan terpana melihat kecantikan aulia yang semakin menambah ditambah dengan gaunnya yang mekar dan juga hiasan rambutnya, tak ingin ketinggalan momen seperti ini para tamu undangan heboh mengambil HP nya masingasing dan mulai memfoto dan juga memvideokan aulia.
Saat aulia berjalan, aulia menghampiri andre dan memintanya agar menggandeng tangannya untuk menuju tempat dimana Reno telah menunggu nya dengan senyum yang mengembang.
__ADS_1
Dor!
Aaaaaaaaaa