
Flashback on
"Duh ya ampun. Kenapa bisa kesiangan sih" Ucap viona hari ini ia ada rapat penting dikantor miliknya. Akibat semalam ia lembur jadi hari ini ia bangun kesiangan
"Viona. Sarapan dulu " Ucap Eliz sang ibu
"Duh mah. Vio gak sempet! Ini vio udah telat banget!!" Ucap viona sedikit berlari sambil memasang sepatunya
"Hey! Cepat kemari. Walaupun kau tidak bisa sarapan pagi setidaknya minumlah susu ini! " Ucap Eliz
"Ah iya baiklah baik! " Jawab viona pasrah ia pun dengan segera menghabiskan segelas susu tersebut
"Pelah pelan! Usahakan minum itu sambil duduk bukan berdiri vio" Ucap Jordan sang ayah
Glek! Glek! Ah..
"Maaf pa. Tapi vio harus cepat. Klien kali ini sangat penting. Dan juga kata Edward dia sedikit cerewet. Vio gak mau cuma gara gara telat trus dia berkoar-koar! " Ucap viona menghabiskan segelas susu
"Bye mama papa! Vio berangkat dulu. Doakan anak mu ini selalu" Teriak viona sambil berlari
"Dasar anak itu" Ucap Eliz memijit kening nya
"Sudahlah biarkan saja. Doakan saja yang terbaik agar ia bisa memenangkan tender kali ini" Ucap Jordan
"Ini semua karna mu. Kenapa kau memberi tanggung jawab yang besar pada anak ku? Liatlah sekarang ia jadi pusing sendiri. Ia harus mengurus pekerjaan kantor dan juga mengurusi kuliahnya" Ucap Eliz
"Kenapa jadi marah padaku? Diakan anak kita satu satunya, sudah waktunya dia mengurus urusan kantor. Jika bukan dia lalu siapa lagi" Jawab Jordan
Eliz tak menjawab lagi. Ia lebih memilih untuk berdiam diri. Sementara saat ini viona tengah mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Karna tak hati-hati viona pun menabrak seseorang
Ckiit! Braak!
"Oh ya ampun! Apa aku baru saja menabrak seseorang" Ucap viona ngebug. Setelah beberapa menit termenung viona pun bergegas keluar mobil dan memeriksa keadaan.
"Astaga. Viona bod*h. Kalo gini kan makin panjang urusan nya" Ucap viona gigit jari
"Eh. Pak, pak. Tolong bantuin saya angkat pria ini. Saya gak sengaja nabrak" Ucap viona memanggil seseorang yang kebetulan lewat. Dikarenakan hari yang masih begitu pagi jadi jalanan tak cukup ramai oleh orang. Hanya beberapa orang saja yang lewat
Kemudian beberapa orang pun mendekat dan membawa tubuh pria yang ditabrak oleh viona tadi kedalam mobil
"Makasi pak" Ucap viona kemudian ia pun menuju rumah sakit
Drrrt! Drrrt! Drrrt!
"Ya Edward" Ucap viona mengangkat telpon
("Vio. Lo dimana? Kenapa belum nyampe juga") ucap Edward dari sebrang sana
"Duh, gue dirumah sakit! Tadi gue gak hati hati trus gak sengaja nabrak orang" Ucap viona
("Apaa! Trus sekarang gimana,lo tau kan ini tu rapat penting banget buat perusahaan lo")
__ADS_1
" Iya gue tau! Gue minta tolong. Rapat kali ini lo yang handle dulu! Gue gak mungkin ninggalin orang yang udah gue tabrak kan. Bisa bisa ntar gue dituntut "ucap viona
(" Yaudah kalo gitu. Selesai rapat ntar gue susulin lo") sahut Edward kemudian mematikan sambungan telpon nya
Edward adalah teman masa kecil viona. Mereka berteman sudah dari kecil dan tumbuh besar bersama, apapun yang viona inginkan Edward selalu berusaha memenuhi nya. Itu semua karna Edward menyukai viona sejak duduk dibangku SMP. Namun Edward malu untuk mengakatan nya dan lebih memilih untuk mencintai dalam diam
"Maaf. Apa nona keluarga dari korban? " Tanya dokter tersebut
"Bukan dok. Saya yang menabrak nya jadi saya yang membawa kemari" Jawab viona
"Oh gitu. Pasien tidak kenapa kenapa. Hanya luka kecil dan kami sudah mengobati nya" Jawab dokter tersebut
"Baiklah dok. Apa saya boleh menjenguk nya? " Tanya viona
"Silahkan! " Jawab dokter tersebut
"Makasi dok" Ucap viona kemudian masuk kedalam
Pemandangan pertama yang viona lihat adalah. Pria dengan tubuh gagah. Memiliki paras nan tampan, hidung mancung, dan juga alis mata yang tebal
"Lo baik baik aja kan? " Tanya viona
Pria tersebut menoleh dan langsung mematung. Melihat kecantikan viona bak seorang bidadari
"Hey! Helloo" Sapa viona dengan melambaikan tangan nya
"Ah i-iya ba-baik. Cuma luka ringan aja kok" Jawab pria tersebut
"Syukur deh. Sorry ya gara gara gue lo jadi gini" Ucap viona tak enak hati
"Oh iya. Btw nama gue viona" Ucap viona mengulurkan tangan nya
"Saya Andrew" Jawab Andrew membalas tangan viona
"Mulus banget tangan nya. Cantik ramah juga" Batin Andrew terpesona
"Sorry" Ucap viona saat tangan nya tak kunjung lepas dari genggaman Andrew
"Ah iya maaf,! " Jawab Andrew
"Iya gak papa. Btw lo tadi mau kemana? " Tanya viona
"Saya mau melamar pekerjaan mbak, " Jawab Andrew
"Jangan panggil gue mbak. Lo cukup panggil gue vio atau viona aja, dan juga lo gak perlu terlalu formal" Ucap viona
"Oh iya vio" Jawab Andrew
"Lo mau ngelamar kerja dimana? " Tanya viona
"Perusahaan Atmaja group" Jawab Andrew
__ADS_1
"Oh gitu. Kebetulan itu perusahaan punya bokap gue, cuman yang nerusin gue. Sorry ya gara gara gue lo gak jadi lamar kerja. Hmm! Atau gak gini aja deh sebagai tanda maaf gue lo bisa kerja diperusahaan gue tanpa harus interview interview. Ntar semua biar gue aja yang urus gimana" Tanya viona
Andrew termangu ia tak mengira bahwa orang yang tlah menabrak nya adalah anak dari pemilik perusahaan atmaja group. Apalagi ia bisa langsung bekerja tanpa harus bersusah payah
"Seriusan mbak eh vio" Ucap Andrew
"Ya, gue serius itung itung sebagai tanda maaf gue karna udah nabrak lo, kalo cuma urusan biaya rumah sakit gue rasa itu gak seberapa" Ucap viona
"Yaudah deh. Makasi ya" Ucap Andrew
Drrrt! Drrrt! Drrrt!
"Bentar gue angkat telpon dulu" Ucap viona Andrew hanya mengangguk saja
("Vio lo dimana? Gue udah dirumah sakit ") ucap Edward
"Gue dikamar mawar lantai tiga" Jawab viona
("Oke! ") jawab Edward kemudian ia pun menuju kamar yang disebutkan oleh viona tadi
Ceklek
" Viona " Sapa Edward saat tiba dikamar rumah sakit
"Oh Hai. Gimana kantor? " Tanya viona
"Semua lancar. Lo baik baik aja kan" Ucap Edward khawatir
"Gue baik. Yang gak baik itu dia! Kan dia yang gue tabrak" Ucap viona menunjuk Andrew
Edward menoleh dan menatap intens kearah Andrew. Andrew sendiri tak tau harus gimana ia merasa sedikit tidak nyaman ditatapan tajam oleh mata milik Edward
"Syukur lah kalo gak kenapa kenapa" Ucap Edward
"Lebay banget si lo. Oh iya kenalin namanya Andrew. Nanti kalo dia udah sembuh dia bakal kerja diperusahaan. Dan gue bakal nempatin dia di bagian manager" Ucap viona
"Apaa! Gue gak salah dengar? Lo mau masukin dia kerja dikantor kita trus langsung sebagai manager" Ucap Edward kaget
"Iya itung itung bayar kesalahan gue" Ucap viona
"Gak perlu jadi manager juga vio. Gue bisa kok jadi office boy. Lagian gua mana paham kalo soal begituan" Ucap Andrew tak enak
"Gak papa. Ntar gue ajarin lama lama lo juga bisa kok" Ucap viona
"Tapi kan vio. Gak bisa gitu dong" Jawab Edward
"Udah santai aja. Biar gue yang urus" Jawab viona
Edward hanya bisa diam. Mau bagaimana pun ia tak bisa memaksa sebab kantor itu bukanlah miliknya. Jadi gak atas semuanya adah viona
Waktu berlalu begitu cepat, pagi menjadi malam dan malam berganti menjadi pagi kembali, enam bulan sudah Andrew bekerja diperusahaan atmaja dan selama itu juga Andrew memiliki banyak waktu berduaan dengan viona rasa saling suka pun muncul diantara mereka. Edward yang melihat kedekatan viona dan Andrew merasa cemburu. Namun ia sengaja tak memperlihatkan nya baginya melepaskan orang kita suka adalah hal yang paling menyenangkan. Itulah yang dilakukan Edward saat ini, melepaskan orang yang kita suka dengan pria lain dan membiarkan ia bahagia bersama orang lain, adalah kebahagiaan tersendiri bagi Edward.
__ADS_1
Sampai hari dimana viona membawa Andrew bertemu dengan orang tuanya. Dengan maksud meminta restu untuk hubungan mereka
Braakk!