
Mahyuda Narendra
Mahyuda Narendra, cowok dengan ciri khas berkulit putih, hidung yang agak mancung dan rambutnya yang hitam pekat serta memiliki lesung pipi, cowok itu baru saja menyelesaikan rapatnya, ya Mahyuda atau yang akrab disapa Yuda itu adalah ketua OSIS di SMA Bakti Mulya, selain aktif dalam organisasi ia juga salah satu anggota tim futsal di sekolahnya. Mahyuda menghentikan aktivitasnya yang sedang membereskan berkas-berkas diatas meja ruang OSISnya ketika dring singkat ponselnya berbunyi.
Kedua sudut bibir Mahyuda melengkung membentuk sebuah senyuman ketika ia membaca pesan via WA di ponselnya. Ya pesan itu dari kekasihnya yang memintanya untuk menemani kekasihnya itu ke suatu tempat, tentu saja Mahyuda langsung membalas pesan itu dengan cepat dan menyetujuinya, Mahyuda buru-buru membereskan semua berkas-berkas yang berserakan itu, ia begitu bersemangat hari ini karena hari ini adalah hari ulang tahun kekasihnya ia tidak mau membuat kekasihnya itu kecewa.
Setelah selesai membereskan semua berkas-berkas itu Mahyuda langsung mengunci ruang OSIS tersebut lalu bergegas menyusuri koridor sekolahnya yang sudah tampak lengang menuju parkiran sekolahnya, tujuh meter menuju parkiran Mahyuda sudah bisa melihat Dara dari kejauhan, gadis itu melambaikan tangannya pada Mahyuda sambil tersenyum. Kedua sudut bibir cowok itu melengkung membentuk sebuah senyuman. Entahlah, ia selalu merasa bahagia ketika melihat senyum gadisnya itu.
“Hei..udah lama nungguin?” Tanya Mahyuda ketika ia sudah berada dihadapan gadisnya.
“Nggak lama kok,” Jawab gadis itu sambil tersenyum.
“Hem.. yaudah, sekarang kita mau kemana? Hari ini-kan hari ulang tahun kamu. Jadi kamu mau kemana atau mau apapun aku pasti bakal turuti.” Ujar Mahuyuda riang.
Mata Dara berbinar mendengar penuturan Mahyuda, “Beneran sayang? agghhh seneng banget deh kamu mau nurutin kemauan aku.” Kata Dara terdengar manja sambil bergelayut dilengan Mahyuda.
“Iya Sayang, apapun itu.” Ujar Mahyuda meyakinkan.
“Oke kalau gitu, makasih ya. Sayang!”
Mahyuda hanya membalasnya dengan senyuman dan mengacak sekilas rambut gadisnya, “Jadi... kamu mau apa?” Tanya Mahyuda kemudian.
“Hem...tadikan aku liat temen-temenku\, mereka semua udah pakai ponsel baru\, itu yang merek VI*O V7 dan iPh*ne keluaran terbaru... lah aku Cuma pakai ponsel bekas kakak-ku doang.” Ucap gadis itu sedih sambil menundukan kepalanya. Mahyuda sangat mengerti apa yang dimaksud gadisnya itu\, Mahyuda tersenyum lalu memegang kedua pundak Dara\, “Yaudah\, kamu mau yang mana\, VI*O V7 atau iPh*ne keluaran terbaru?” Tanya Mahyuda\, bukannya sombong atau apa\, kalau masalah ponsel jenis apapun Mahyuda sanggup membelikannya\, wajar saja karena ia adalah anak pengusaha industri tekstil terkaya nomor lima di seluruh Indonesia\, jadi mau
ponsel bermerek VI *VO V7 atau iPh*ne bahkan ponsel merek ternama yang mahal sekali pun mampu ia belikan\, apalagi itu untuk kekasihnya. Mahyuda dengan senang hati membelikannya untuk gadisnya itu.
Dara menatap Mahyuda dengan mata berbinar, “Aku mau dua-duanya.” Jawab Dara cepat.
Mahyuda menganggukan mengiyakannya, biarlah keluar modal berjuta-juta asal dia bahagia, pikir Mahyuda. “Oke kalo gitu, sekarang kita beli ponselnya.” Ujar Mahyuda yang langsung di angguki antusias oleh Dara.
Mahyuda pun mengajak Dara ke salah satu counter penjualan ponsel ternama dengan memakai mobil lamborgininya, setelah sampai didepan counter penjualan ponsel itu keduanya pun turun dari mobil, mata Dara sedari tadi sudah celingak-celinguk melihat bangunan megah didepannya itu, bangun lima tingkat yang hanya dapat
dibayangkannya saja pergi kesini, dan hari ini ia kesampaian juga untuk pergi ke counter penjualan ponsel ternama ini.
“Wah, keren banget.”Decak Dara kagum sambil mengedarkan pandangannya.
Mahyuda tersenyum melihat gadisnya begitu antusias, dia tidak salah mengajak Dara kesini, itung-itung menyenangkan hati gadisnya, pikirnya. “Yaudah, yuk kita masuk.”
Dara langsung mengangguk mengiyakannya dan menggapit lengan Mahyuda, lalu keduanya melenggang memasuki gedung yang didesai khusus untuk penjualan segala jenis ponsel itu. Tidak ada kata yang membahagiakan bagi Mahyuda selain melihat gadisnya begitu senang karena ia mengajaknya kemari. Mungkin bagi cowok lain Dara hanyalah seorang gadis matre namun tidak bagi Mahyuda, gedung-pun akan
diberikannya jika Dara yang memintanya, karena Mahyuda sudah meyakini gadis ini-lah yang merupakan tambatan hatinya.
“Mbak... saya mau lihat ponsel merek VI*O V7 dan iPhone jenis keluaran terbaru, ya.” Kata Mahyuda ketika mereka sudah berada didepan stand yang menyajikan berbagai macam jenis ponsel, tentu saja Dara merasa sangat senang, ternyata kekasihnya ini benar-benar melakukan segala kemauannya.
“Oh sebentar ya, Mas.” Kata Mbak penjaga stand itu sambil menunduk untuk mengambil jenis ponsel yang dimaksud Mahyuda tadi.
“Ini, Mas.” Kata Mbak itu sambil menglurkan ponsel yang dimaksud Mahyuda.
Mahyuda melirik pada Dara yang masih bergelayut dilengannya, “Lihat aja dulu ponselnya, kalau nggak sesuai sama selera kamu, kamu boleh pilih yang lain.” Kata Mahyuda dengan senyumannya.
Tentu saja Dara langsung menyambar kedua ponsel yang disodorkan si Mbak tadi, lalu memeriksanya satu persatu. Decakan kagum dan mata berbinar tampak menghiasi wajah gadis itu, sampai-sampai Mbak-Mbak penjaga stand itu terheran-heran.
__ADS_1
Gila... baru jadi pacar aja udah berani minta-minta ginian. Batin Mbak penjaga stand itu, sambil menggeleng samar.
“Gimana, kamu suka yang itu?” Tanya Mahyuda kemudian.
Dara menolehkan kepalanya pada Mahyuda sambil tersenyum sumringah. Orang bego mana sih yang nggak mau disodorin barang beginian? Gumam Dara dalam hati.
“Iya, dua-duanya aku suka.” Jawab Dara tanpa malu sambil mengangguk-anggukan
kepalanya.
Mahyuda tersenyum melihat Dara, Mahyuda tahu bahwa Mbak-Mbak didepan mereka itu tengah terheran-heran, dia sekarang memang tampak seperti sedang diporotin habis-habisan sama gadisnya, tapi Mahyuda sama sekali tidak peduli, yang terpenting gadisnya bisa merasakan kesenangan.
“Mbak... saya beli dua-duanya, ya. tolong lengkapi dengan sim card-nya juga dan paket datanya 50GB ya, Mbak.” Ujar Mahyuda ringan.
“Baik, Mas. Tunggu ya.” Kata Si Mbak penjaga stand itu sambil mengambil kembali kedua ponsel yang diletakan Dara diatas stand itu untuk dibungkus.
“Ini Mas, keduanya sudah saya pasang sim-card masing-masing paket datanya 50GB.” Kata Mbak penjaga stand itu beberapa saat kemudian sambil menyodorkan paper bag brisikan kedua ponsel merek termahal itu.
“Trimakasih, Mbak.” Kata Mahyuda sambil menerima paper bag yang disodorkan itu, “Jadi total-nya berapa, Mbak?” Tanya Mahyuda sambil memberikan paper bag itu pada gadisnya yang langsung disambar dengan cepat oleh Dara.
“Totalnya 25 Juta, Mas.” Ucap Mbak penjaga stand itu.
Akhirnya... gue punya iPhonejuga... Jerit Dara kegirangan dalam hati.
“Bisa pakai kartu kreditkan, Mbak?” Tanya Mahyuda memastikan.
“Bisa, Mas.” Kata Si Mbak.
“Ini, Mbak.” Kata Mahyuda menyodorkan kartu kreditnya pada si Mbak penjaga stand.
Selang beberapa menit kemudian proses pembayaran sudah dilakukannya, keduanya pun keluar dari counter itu, kini keduanya suda berada didalam mobil Mahyuda lagi, Mahyuda tidak bisa menyembunyikan rasa senang-nya ketika melihat Dara begitu bahagia di harinya yang spesial ini.
“Makasih, ya Sayang.” Kata Dara sambil bergelayut dilengan Mahyuda dan menyandarkan kepalanya dibahu cowok itu.
“Iya,sama-sama.” Balas Mahyuda sambil membelai halus rambut gadisnya. “Sekarang,
kamu mau apa lagi?” Tanya Mahyuda.
“Hem...kita ke restoran deket sekolah aja, aku mau kenalin kamu sama seseorang.” Kata Dara.
Sontak membuat Mahyuda menaikkan sebelah alisnya, “Siapa?” Tanyanya.
“Ntar juga kamu bakalan tau, kalau aku kasih tau sekarang nggak surprise dong!” Seru
Dara sambil tersenyum.
Mahyuda hanya menghela napasnya saja, bukannya yang ulang tahun itu Dara? Lalu kenapa ia harus mendapatkan surprise? Pikirnya, agghh Mahyuda tidak mau berpikiran yang tidak-tidak, mungkin itu cara Dara untuk membalas semua kebaikannya. Mahyuda lalu tersenyum memandang kekasihnya itu.
“Oke, kita kesana.” Kata Mahyuda kemudian.
Limabelas menit kemudian mereka sudah berada di restoran yang Dara maksud, entah kenapa tiba-tiba firasat Mahyuda tiba-tiba menjadi tidak enak, detik berikutnya ia menggelengkan kepala menyingkirikan semua firasat-firasat buruk itu, mungkin ini efek karena kelelalahan saja, pikirnya.
__ADS_1
“Yuk, masuk.” Ajak Dara sambil menggandeng lengan Mahyuda.
Mahyuda hanya bisa pasrah saja di tarik masuk ke restoran ini. kemudian beberapa meter darinya dan juga Dara ia melihat seseorang yang ia kenal, dan sialnya lagi ia baru menyadari Dara menuntunnya ke arah cowok itu.
Ketika sampai di depan cowok yang Mahyuda kenal itu, Dara langsung melepaskan
gandengan tangannya, lalu beralih posisi menjadi disamping cowok yang Mahyuda
kenal itu.
“Hai, ketua OSIS bego, apa kabar?” Sapa cowok itu sekaligus mengejeknya.
Mahyuda menggeram kesal melihatnya, “Dara, kenapa kamu ajak aku kesini?” Tanya, mengabaikan sapaan cowok itu tadi.
Dengan entengnya Dara menggamit lengan cowok dihadapan Mahyuda itu sambil tersenyum
manis, “Ini... aku mau kenalin kamu sama pacar baru aku.” Ujar Dara tanpa dosa.
Deg...
Apa-apaan ini? Mahyuda menoleh kekiri dan kekanan apakah sekarang ini ada kamera tersembunyi yang merekam mereka, seperti di acar televisi-televisi itu, barangkali dia sedang kena PRANK.
Dan Mahyuda sangat berharap bahwa yang dipikiran dia itu benar, “M-maksud kamu, Ra?” Tanya Mahyuda lagi, berusaha yakin bahwa pacarnya itu hanya bercanda saja dengannya.
“Iya, ini pacar aku... dia lebih ganteng dari pada kamu.” Sahut Dara lagi dengan watadosnya, kemudian cowok di samping Dara itu tersenyum sinis melihat Mahyuda yang diam mematung didepannya itu.
“Kenapa Bro? Kaget? Hem?” Ledek cowok didepan Mahyuda itu.
Mahyuda sudah mengepalkan tangannya keras-keras, apa-apaan ini? setelah ia berkorban jutaan rupiah, apa hanya ini balasan yang diberikan kekasihnya itu? benar-benar diluar akal.
“Maksud lo apa, ha?” Tanya Mahyuda sengit pada cowok di hadapannya itu yang tak lain adalah kakak kelasnya sendiri yang tahun ini kalah saing untuk memperebutkan posisi OSIS dengannya.
“Masih juga ditanya, Dara pacar gue sekarang, dia sudah bosan sama cowok bego kayak lo itu, Ya kan sayang?” Ujar Cowok didepan Mahyuda itu sambil miminta dukungan pada Dara atas pernyataannya itu.
“Yaps... bener banget sayang, aku sudah bosan sama cowok bego di depan kita ini.” Ujar Dara sambil bergelayut manja dilengan cowok disampingnya itu. “Makasih ya, udah beliin gue dua ponsel seharga 25 juta.” Ucapnya lagi pada Mahyuda.
Mahyuda menggeratkan rahangnya melihat pemandangan didepannya saat ini, baru saja ia merasa bahagia karena sudah bisa membuat kekasihnya itu senang, sekarang ia bagai di timpuk ribuan godam di kepalanya dan rasanya sekarang ia benar-benar jatuh, jatuh sejatuhnya.
“Anj*ng.” Umpat Mahyuda. “Maksud lo apa ha? Bangsat?” geramnya lalu satu tinjuan berhasil mendarat diwajah cowok itu.
Cowok itu terhuyung kebelakang sesaat lalu kembali lagi menatap Mahyuda yang menatapnya dengan tatapan membunuh, cowok itu tersenyum sinis pada Mahyuda sambil menceka cairan kental berwarna merah yang mengalir dibagian sudut bibirnya. “Makasih, iPhone-nya, Bro!” Ucap Cowok itu santai, buru-buru Dara membantu cowok disampingnya itu membersihkan luka dibagian sudut bibirnya.
“Aduh, kamu gak apa-apakan sayang?” Tanya Dara panik ketika melihat sudut bibir cowok itu berdarah.
Mahyuda semakin kesal melihat pemandangan didepannya itu, beribu sumpah serapah sudah diujung bibirnya, namun masih bisa ia tahan karena ia masih mengingat ini masih di restoran, dan benar saja. Kini ia, Dara dan cowok itu tengah menjadi sorotan pengunjung restoran tersebut. Lalu matanya melirik tajam ke Dara yang tengah
mengusap sudut bibir cowok yang sekarang sudah menjadi pacar kekasihnya itu.
“Dan lo cewek 25 juta! Lo benar-benar cewek terbrengsek yang pernah gue kenal. Untung gue belum sempat ngenalin lo sama Bokap-Nyokap gue... lo berdua emang anj*ng.” Ucap Mahyuda tajam. Ia sudah tidak peduli lagi dengan tatapan semaua pengunjung restoran ini, ia benar-benar merasa kesal sekarang.
“Terimakasih buat satu bulan sepuluh hari tiga jam yang pernah lo luangin buat gue.” Sambungnya lagi dengan sorot mata tajam menatap kedua sejoli yang membuatnya kesal itu. jujur saja sekesal apapun ia pada Dara, tetap saja gadis itu adalah orang pertama yang bisa meluluhkan hatinya. Namun bisa Mahyuda bisa apa ketika melihat realita di depan matanya saat ini, itulah balasan kasih sayang yang pernah ia berikan pada Dara selama ini, benar-benar membuatnya ingin memenggal kepala Dara dan cowok itu sekarang juga, bukan hanya ingin memenggalnya tapi Mahyuda ingin sekali MEMUTILASI keduanya.
__ADS_1
***