
Tak butuh waktu lama, Arya sudah memarkirkan mobilnya di halaman rumah mewah dan megah bertingkat lima itu yang merupakan kediaman sahabatnya, Mahyuda. Tanpa mengetuk terlebih dahulu Arya asal masuk saja kerumah itu, karena ia sudah terbiasa seperti itu, Arya pun langsung menggunakan lift menuju lantai lima yang merupakan khusus kamar temannya itu.
Arya langsung memasuki sebuah ruangan tempat markasnya biasa berkumpul dengan kedua temannya itu, yaitu ruang games 3d dan benar saja kedua temannya itu tengah asik bermain playstation tanpa sama sekali tidak sadar akan kehadirannya. iseng, Arya meraba saklar listrik diruangan itu dan menekan tombol off, lampu pun padam total.
“Njirrr... Padahal dikit lagi gue manang.” Terdengar teriakan Mahyuda.
“Njir pake acara mati lampu segala lagi.” gerutu Fikri.
“Fik... lo dimana? Gue takut sumpah...” Mahyuda mulai meraba-raba objek yang sebelahnya.
“Woy... punya gue kenapa lo pegang.” Teriak Fikri sambil menyingkirkan paksa tangan Mahyuda yang mengenai ‘aera’nya.
Dalam kegelapan Arya tersenyum mendengar umpatan-umpatan temannya itu. memang benar, hanya temanlah yang bisa membuat semua masalah seakan hilang, meskipun itu hanya hilang sesaat, perlahan Arya meraba sampingnya lagi lalu meneka tombol on pada saklar itu. dan lampu hidup kembali.
“Woy bajingan lo Ar... ternyata lo yang matiin.” Kesal Mahyuda sambil melempar stick PS-nya. Dan untungnya Arya dengan sigap mengelak.
Arya terkekeh, menahan tawanya. “Lo pada sih... asik sama tuh game... gue datang gak ada yang sadar.” Ujar Arya.
“Gak lucu bego... gue tadi lagi asik-asinya ini.” Gerutu Fikri.
Arya malah tersenyum sambil mendekati kedua temannya itu lalu ikut bergabung di tengahnya. Dan tanpa pikir panjang Arya pun menjatuhkan dirinya di tengah kedua temannya itu yang tempat duduknya memang sebuah kasur lipat berukuran king size.
“Gue capek.” Kata Arya.
Baik Fikri maupun Mahyuda keduanya kompak mengalihkan pandangan pada temannya itu.
“Kenapa lo? Ada masalah lagi? Lo ke mana aja sih tiga hari ini, kok lost contack? Kita itu dari nungguin lo bego.” Tanya Mahyuda menggebu-gebu kayak emak-emak lagi ngomeli anaknya.
“Berisik Yud... gue cape sumpah... gue pengen nyusul Bokap gue.”
Pltakk..
Mahyuda dan Fikri kompak menjitak kepala Arya yang sukses membuat cowok itu meringis kesakitan.
“Sakit bego.” Ringis Arya.
“Lo ngomong apaan sih, Ar? Lo mau mati? Lebay lo, Ar. Gak asik sumpah.” Kata Fgikri sambil ikut merebahkan tubuhnya juga.
“Kalo lo mati... otomatis species kek kita pasti bakal berkurang, bego.” Celetuk Mahyuda.
Arya menghembuskan napasnya kasar, “Lo berdua gak tau gimana mengenaskannya hidup gue sekarang.” Ujarnya.
“Nyokap lo lagi?” Tanya Mahyuda hati-hati.
Arya hanya melirik sekilas temannya itu.
“Kalo ada masalah cerita, Ar. Gak usah lo pendam sendiran... kita kan teman... ya senakal-nakalnya kita, kitakan juga punya perasaan yang harus di bagi.” Ucap Fikri bijak, yang langsung disetujui Mahyuda.
“Bener, Ar... Cerita aja.” Seru Mahyuda.
Arya merubah posisi menjadi duduk, lalu memandang secara bergantian kedua temannya itu.
“Gue dipaks--”
“What The ***! Omaygat...pipi lo kenapa, Ar? Astoge lo dicipk sama siapa sih? Gila merah bener.” Teriak Mahyuda antusias sambil membolak-balikan ke kiri dan kenan pipi Arya.
Arya memutar bola matanya jengah sambil menyingkirkan tangan temannya itu, “Apaan sih lo, Yud? Bisa gak sih diem dulu, gue mau cerita.” Sungut Arya kesal.
Fikri geleng-geleng kepala melihat kedua temannya itu. “Yaudah, Ar. Next.” Sela Fikri sebelum keduanya memperpanjang debat itu.
“Sorry, Ar.” Ucap Mahyuda yang tiba-tiba menjadi kicep.
Arya menghembuskan napasnya kasar, “Yaudah, gue lanjut ya.” ujar Arya, kedua temannya pun kompak mendekatkan telinganya ke wajah Arya.
“Kenapa gini sih? Gila lo berdua.” Kesal Arya sambil mendorong kedua temannya itu menjauhi wajahnya.
__ADS_1
“Gue penasaran, Ar.” Kata Mahyuda greget. “Buruan cerita, kasih tau ke kita, kenapa pipi lo bisa merah gitu?”
“Makanya diem dulu bego.” Sungut Arya sambil menoyor kepala Mahyuda.
“Etdaah... buruan, Ar. Cerita jangan bikin gue penasaran.” Sahut Fikri ikutan kesal.
“Oke pertama... gue dipaksa putus sama Anjani.” Kata Arya memulai ceritanya.
Belum sempat Mahyuda berbicara mulutnya sudah dibekap oleh Arya, “Please, jangan ada yang motong kalo gue lagi cerita.” Ketus Arya menatap tajam temannya itu.
“Gue dipaksa putus, karena kita beda agama...” Kata Arya melanjutkan ceritanya.
“Bokapnya maksa gue, milih antara pindah agama atau putus sama Anjani... tentunya gue pilih opsi kedua.” Jelas Arya sambil kembali merebahkan tubuhnya, dan diikuti kedua temannya itu melakukan hal yang sama dengannya.
“Meskipun gue sayang sama dia... gue juga nggak mau khianatin agama gue... gue gak mau murtad gara-gara hal itu.” Lanjutnya lagi, ingatannya menerawang ke kejadian beberapa hari yang lalu, ingatan akan hal itu seperti kaset kusut yang terus berputar dikepalanya.
“Gue setuju dengan pilihan lo, Ar.” Sahut Fikri yang mulai mengerti apa yang temannya itu katakan.
“Terus tuh pipi lo kenapa, Ar? Kok bisa merah? Lo digampar sama Bokapnya Anjani?” tanya Mahyuda polos.
Arya melirik sekilas temannya itu, padahal ia sudah mati-matian mengalihkan topik tentang bekas merah yang menaplak jelas di wajahnya itu. ternyata temannya itu masih saja mengingat topik pertanyaan awalnya, Arya mengeratkan rahangannya ketika mengingat kejadian beberapa jam yang lalu yang dialaminya dirumah tadi.
“Gue digampar sama Nyokap.” Jujurnya.
Fikri, Mahyuda. Keduanya kompak beralih posisi menjadi duduk.
“Seriusan lo, Ar? Tante Saras nampar lo?” Tanya Fikri tak percaya.
Arya hanya menganggukan kepalanya sekilas sebagai jawabannya.
“Pasti gara-gara Om brengsek itu kan, Ar?” Tanya Fikri.
Kembali... Arya hanya mengangguk menjawabnya.
“Gue juga baru putus sama Dara.” Ujar Mahyuda tiba-tiba sambil menundukan kepalanya, cowok berlesung pipi itu kembali menghempaskan tubuhnya.
Mahyuda menghembuskan napasnya kasar, “Dia selingkuh sama rival gue.” Kata Mahyuda mulai sesi curhatnya.
“Kasih respon kek.” Kesal Mahyuda karena tidak ada yang menanggapinya sama sekali.
Arya memutar bola matanya jengah melihat tingkah temannya satu itu. “Cerita dulu ampe kelar, entar baru kita kasih vote dan comment-nya.” Jawab Arya asal.
“Yee... lo kira gue lagi nulis cerita, pake dikasih vote dan comment segala... garing lo pada,” Sungutnya.
“Intinya gue benci banget sama cewek satu itu... udah morotin gue ampe 25 juta, terus dengan entengnya ngomong putus depan gue.” Ceritanya lagi.
Fikri hanya membentuk mulutnya seperi O menanggapi curhatan temannya itu sedangkan Arya memilih diam saja.
“FIX... Gue mau jomblo sampe lulus nanti.” Putus Mahyuda final.
Arya hanya manggut-manggut saja mendengar penuturan temannya itu, “Kuy-lah... setuju gue.”
Sementara Fikri, cowok yang dijuluki tiang listrik berjalan itu masih terdiam. Karena ia masih memikirkan gadis yang sudah membuatnya menjadi bahan taruhan itu, jujur saja ia masih ingin memperjuangkan gadis itu.
“Woy Fik.. lo setuju gak... mending kita jomblo aja gimana?”
“Kalian gak buka instagram-kan guys?” Tanya Fikri gusar, pasti kejadian tadi siang sudah menyebar di berberbagai sosial media salah satunya instagram. Maka dari itu pulang sekolah Fikri langsung menghapus semua akun sosial medianya karena takut menanggung malu.
Arya menaikkan sebelah alisnya, menatap bingung temannya itu. “Emang di instagram ada apaan sih?” Tanya Arya penarasan sambil mengeluarkan ponsel dari saku celananya.
“Udah nggak usah buka, ya. Ar!” Kata Fikri panik melihat Arya mulai menghidupkan ponselnya.
“WAH... ANJIRR...FIKRI DI CIP*K SAMA APRIL... DI JADIIN BAHAN TARUHAN PULAK... CKCKCKCKCK.” Mahyuda teriak antusias sambil tertawa terpingkal-pingkal ketika melihat video adegan Fikri tadi siang saat di lapangan sekolah.
“Mana-mana, sini gue mau lihat?” Kata Arya dan dengan sigap Mahyuda menyodorkan ponselnya pada Arya.
__ADS_1
Seketika suara tawa pecah diruangan itu, tentunya bersumber dari Arya dan Mahyuda sedangkan orang ditertawakan memutar bola matanya jengah lalu mendorong wajah kedua temannya itu dengan telapak tangannya.
“Seneng lo berdua temennya diginiin, he? Kalian itu gak perhatian banget sih?” Kesal Fikri sambil kembali menoyor kepala kedua temannya itu.
“Apa yang kalian lakukan ke gue itu... JAHAD.” Dengus Fikri, dia tidak marah hanya saja ia terlalu malu ketika mengingat kejadian tadi siang yang terus berputar diingatannya itu. Itu adalah kali pertamanya dia dipermalukan seperti itu, entah apa yang akan dikatakan Ayahnya jika tahu akan hal itu.
Arya dan Mahyuda pun menghentikan gelak tawanya, mereka terlalu berlebihan menertawakan temannya itu.
“Oke... Sorry.” Kata Arya. “Tapi sumpah, Fik. Lucu banget liat ekspresi lo... nikmatin banget kayaknya.” Ledek Arya sambil menahan tawanya.
“Oh... Jadi ini toh alasan lo gak mau pulang ke rumah dulu... ternyata takut dimarahin sama Om Dirga... ya ya ya... gue ngerti sekarang, seorang Fikri Dirgantara tengah lari dari kesalahannya.” Ucap Mahyuda sok dramatis kemudian disusul kembali dengan gelak tawanya.
“Intinya gue benci banget sama tuh cewek, tuh cewek gak lebih dari harga jajanan di kantin... gue benci benci dan benci... fix gue setuju usul lo tadi... gue mau jomblo juga ampe gue lulus nanti.” Ucap Fikri menggebu-gebu, kesal bercampur tak ikhlas dengan apa yang barusan dikatakannya, jujur saja ia masih menyukai gadis itu, tapi apa boleh buat ini adalah keputusan yang paling terbaik demi menjaga imagenya di sekolah.
“Deal... intinya kita bertiga udah janji ya nge-jomblo ampe lulus nanti.” Tegas Mahyuda lagi dan di angguki oleh kedua sahabatnya itu.
“Siapapun yang ngelanggar janji bakal kena sanksi di cabut predikatnya sebagai cogan dan didepak dari stock cogan.” Kata Mahyuda lagi sambil mengangkat tangannya ke dada seperti orang yang mengucapkan sumpah.
“Iya pak ketua OSIS.” Kata Arya dan Fikri kompak.
Buru-buru Mahyuda langsung menyambar ponselnya, dan masuk ke aplikasi LINE-nya mengganti nama groub chat mereka yang semula bernama (STOCK COWOK GANTENG) menjadi (TRIO JONES).
“Wtf.”
“Maksud lo tiga jomblo ngenes?” Tanya Fikri tak percaya.
“Yoi... keren-kan jadi singkatannya TRIO JONES.” Ujar Mahyuda bangga sambil menjetikkan jarinya.
‘Yee... gue nggak ngenes-ngenes amat-lah ya... norak banget tuh namanya. Kenapa gak JOKER aja... jomblo keren gitu.” Usul Fikri.
Arya hanya diam saja sambil sesekali geleng-geleng kepala melihat kedua temannya itu.
Mahyuda berdecih, “JOKER itu udah mainstream banget, Bro. TRIO JONES dong anti mainstream... nama baru yang merupakan terobosan jomblo edisi terbaru.” Kata Mahyuda tak mau kalah sambil kembali menjetikkan jarinya.
Fikri menghembuskan napasnya pasrah, temannya satu itu memang tidak bisa untuk dikalahkan apalagi dalam urusan berdebat seperti ini, “Serah lo, gue ikut aja.” Putus Fikri.
“Lo setuju kan, Ar?” tanya Mahyuda pada temannya itu yang dari tadi hanya diam saja.
“Gue ikut aja apa kata lo.” Jawab Arya apadanya.
“Oke Fix... Mulai hari ini, jam ini, menit ini, detik ini, TRIO JONES resmi menjadi predikat terbaru kita.” Kata Mahyuda.
“Kalo begitu untuk merayakannya besok kita ke club gue yang teraktir.” Ujar Mahyuda sambil melihatkan isi dompetnya.
“Isi dompet segitu aja bangga lo... gue yang punya saham di perusahaan Bokap gue bisa aja tuh.” Sindir Fikri.
“Serah lo deh Fik...Serah lo... Yok sekarang kita foto dulu.” Ucap Mahyuda sambil mengarahkan ponselnya kedepan mereka bertiga dengan mode camera depan.
Baik Fikri maupun Arya keduanya hanya menurut saja dengan memasang pose datar sedangkan Mahyuda, cowok berlesung pipi itu dengan eksisnya menunjukan senyum pepsodennya.
“Oke bentar ya gue upload dulu ke instagram.”
Dengan lihai Mahyuda mengetikan caption di foto yang baru mereka ambil tadi dengan tulisan menggunakan huruf kapital semua. Kira-kira seperti ini...
HARI INI ‘STOCK COWOK GANTENG’ RESMI BERUBAH PREDIKAT MENJADI ‘TRIO JONES’ HARAP PARA FANS JANGAN ADA YANG HISTERIS. :D
Dan foto itupunn berhasil di upload Mahyuda ke akun instagramnya.
“Gue yakin bentar lagi kita bakal jadi selebgram dadakan.” Ucapnya dengan seringaian bangga di wajahnya itu.
Sedangkan Arya maupun Fikri keduanya geleng-geleng kepala melihat kelakukan temannya itu, firasat buruk menyerang menyerang mereka berdua. Seperti ada sesuatu besar gitu yang bakal terjadi nantinya.
***
TBC
__ADS_1
Jangan lupa vote and commentnya ya guys 😂