
"Begini saja..."
"Bisa kita tidak membicarakannya disini?" Alora langsung menghentikan Allen begitu menyadari orang-orang di sekitar mereka mulai ramai
"Ikut gue!" Allen berdiri dan meminta Alora mengikutinya dan kali ini Alora tak banyak membantah dia langsung mengikuti Allen yang berjalan menuju sebuah mobil yang terparkir di area VIP entah bagaimana dia bisa mendapatkannya tetapi sejak pertama datang dia selalu memarkirkan mobilnya di tempat yang sama
"kita bicarakan di mobil" Allen menekan tombol di kunci mobilnya dan segera masuk ke dalam mobil dan Alora juga segera masuk ke dalam mobil Allen.
"Lo bisa minta cerai kalo lo ngerasa pernikahan kita bikin lo tersiksa. Gimana?"
"Gimana kalo gue ngerasa tersiksa bahkan di hari pertama setelah pernikahan?"
"Kenapa?"
"Ya bisa aja lo..."
"Gue gaakan bikin lo tersiska. Lo bebas melakukan apapun yang lo mau. Lo juga ga perlu melakukan kewajiban lo sebagai seorang istri. Memasak, beresin rumah, dan pekerjaan lainnya gue bisa sewa orang lain tapi satu, lo ga boleh ganggu privasi gue!"
"Kapan lo bisa bantu gue?"
"Berapa yang lo butuh?"
"1 M"
"No rekening lo!"
"Bentar..." Alora mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya kemudian mencari sesuatu di balik ponselnya
"Lo liat dulu tanahnya!" Alora memberikan ponselnya pada Allen
"Tanah?" Allen menatap Alora tak mengerti apa yang dimaksud Alora
"Tanah yang akan lo beli"
"Maksud lo, lo jual tanah itu ke gue?" Alora mengangguk
"1 M untuk harga tanahnya" Allen terdiam
"tunggu... lo kira gue bakal minta 1 M secara cuma-cuma?" Allen mengangguk
"Gue nggak segila itu! Dan gue masih punya harga diri!"
"Gue udah bilang kalo gue bakal bantu lo!"
"Tapi nggak dengan cara seperti itu! Gue juga nggak mungkin ngerugiin lo secara sepihak"
"Gue nggak ngerasa dirugiin"
"Tapi gue ngerasa nggak tahu diri" Ucapan Alora membuat Allen terdiam lagi, entah kenapa Alora berulang kali membuat Allen merasakan perasaan yang aneh
"Oke, gue setuju! Dan lo?"
"Deal?" Alora mengulurkan tangannya
"Deal!" Allen menerima uluran tangan Alora, mereka mensepakati ide gila yang sempat mereka ragukan
"Apa syarat lo" Alora segera melepaskan tangannya dan bertanya pada Allen
"Jangan ganggu privasi gue! Jangan ikut campur urusan gue! Dan jangan pernah sentuh barang-barang gue di rumah nantinya!"
"Oke, hal yang sama buat lo! Dan lo harus sembunyiin ini dari keluarga gue! Lo juga harus bersikap baik layaknya seorang menantu di depan keluarga gue dan lo harus berpura-pura jadi suami yang baik di hadapan keluarga gue!"
"Lo juga dan di hadapan teman-teman gue!" Allen menambahkan
"Okee!"
"Oke!" Kini mereka sudah sepakat dan yakin dengan keputusan mereka meskipun ada sesuatu yang mengganjal di hati dan pikiran mereka namun mereka berusaha untuk mengabaikannya.
"Gue anter lo pulang!"
"Nggak usah!"
__ADS_1
"Bukannya aneh kalo gue nggak nganter lo pulang?!"
"Tenang, gue bisa cari alasan. Lo sibuk dan ada urusan lain"
"Sebagai pacar baik, gue harusnya lebih dulu nganter pacarnya pulang sebelum mengurusi urusan lain"
"Lo ga perlu jadi pacar yang baik!" Alora mengingatkan Allen dan lagi-lagi Allen terdiam, ucapan Alora memang benar
"Apa susahnya nurut aja?!"
"Kenapa gue harus nurut sama lo?"
"Gue calon suami lo!"
"hah?" Alora tak percaya dengan apa yang di dengarnya
"Seperti itu teman-teman lo akan berpikir nantinya!" Allen mencoba menjelaskan maksudnya
"Gue balik sama Cassie"
"Lo kabarin Cassie! Sekalian lo mulai bersandiwara di depan Cassie"
"Gue ga boleh ceritain yang sebenarnya ke dia?"
"Lebih baik nggak ada yang tahu selain kita!"
"Tapi dia sahabat gue!"
"Asal lo bisa jamin dia bakal percaya dengan keputusan lo dan bisa menjaga rahasia kita!" Kini Alora yang terdiam mendengar perkataan Allen karena benar, Alora bahkan tak yakin Cassie akan mempercayai keputusan gila yang Alora ambil. Sementara itu, Cassie yang masih belum mendapat menjelasan dari Alora terkait masalahnya dengan Allen hanya bisa menatap mereka dengan rasa penasaran
"wajar aja Alora bisa dapet cowok perfect gitu, liat aja dia cantik banget, pinter juga" Cassie tak sengaja mendengar pembicaraan teman-teman kantornya saat mereka melewati meja Cassie dan ya tentu Cassie setuju kalo Alora memang sangat cantik, dia juga pintar meski sikapnya yang terkesan dingin dan cuek namun tak sedikit pria yang terus berusaha mendekatinya hingga akhirnya Allen datang dan membuat banyak pria berhenti mendekati Alora termasuk Aksan yang kini sudah berdiri di hadapan Cassie
"Sorry lama ya!"
"Ehh, nggak kok! Duduk kak!" Cassie yang mendengar suara Aksan langsung mengalihkan perhatiannya dari Alora dan Allen kepada Aksan
"Aksan aja!"
"Hmm, oke!"
"Mau pesan apa kak?" Cassie menyodorkan buku menu pada Aksan
"Sejak kapan mereka pacaran?" Tanya Aksan tiba-tiba
"hah?"
"Alora"
"Ohh, mereka nggak..." Cassie terhenti, dia bahkan tak tahu apa yang harus dikatakannya
"Mereka nggak menceritakan secara pasti" Cassie membuat alasan
"Ohh, cukup mengejutkan melihat Alora yang tiba-tiba sudah punya pacar"
"yaa, benar" Cassie menyetujui Aksan
"Oh iya, sorry kak!"
"Untuk?"
"Kejadian semalem"
"Ohh ga masalah, udah seharusnya gue belain kalian"
"bukan... bukan soal itu, tapi soal luka-luka di wajah kakak" Cassie terhenti
"Ini... ga ada sangkut pautnya sama kamu"
"Ada, mantanku yang semalem menghajar kakak. Dia pikir kakak pacar baruku. Tapi tenang, semuanya sudah beres dan aku jamin nggak akan terjadi lagi hal seperti semalem" Cassie menjelaskan
"dia mantanmu?" Cassie mengangguk
__ADS_1
"seharusnya dia tidak ikut campur lagi urusanmu"
"seharusnya, tapi dia memang berengsek"
"per-lu bantuan?" Aksan terdengar ragu mengatakannya
"hah?"
"Jadi pacar bohongan" Aksan menatap Cassie, tatapan yang tak dimengerti Cassie
***
"Temen lo masih lama?" Allen memecah keheningan diantara mereka setelah 15 menit berlalu mereka hanya terdiam tanpa sepatah kata di dalam mobil Allen, Alora menggeleng setelah memeriksa ponselnya lagi dan tetap tidak ada balasan pesan dari Cassie dan tiba-tiba saja perut Alora berbunyi, setelah berusaha menahan lapar perutnya malah tak bisa berkompromi dan membuat Alora memejamkan matanya karena malu, Allen membuka pintu mobilnya hendak turun
"Mau kemana?" Tanya Alora menghentikan Allen yang hendak keluar dari mobilnya
"Beli minum, ikut?" Alora langsung mengangguk dan segera mengikuti Allen turun dari mobil, dia juga berjalan mengikuti Allen dari belakang menuju sebuah minimarket yang tak jauh dari parkiran
"Odeng, Oemuk, Chicken ball, meatbar dan tako fish nya masing-masing satu kak" Alora langsung menuju kasir untuk memesan makanan sedangkan Allen berjalan menelusuri beberapa rak produk entah apa yang dicarinya
"Ada lagi kak?" Kasir itu bertanya setelah selesai memasukan pesanan Alora kedalam sebuah wadah
"Sama ini" Allen menaruh 2 botol air mineral dan satu pax hansaplast juga beberapa snack dan roti yang di bawanya
"Apa dia juga kelaparan?" Pikir Alora, dia merasa aneh untuk apa Allen membeli makanan sebanyak itu
"Ada lagi yang mau dibeli?" Alora menggeleng, Allen kemudian membayar semua belanjaan mereka dan Alora terpaksa menyetujuinya karena dia bahkan lupa untuk membawa tas, dompet, juga ponselnya, dia meninggalkan semua barang-barangnya di dalam mobil Allen. Setelah selesai berbelanja mereka kembali menuju mobil, Allen membawa kantong belanjaan mereka sementara Alora hanya membawa satu mangkok berisi makanannya, benar malam ini dia merasa sangat kelaparan. Begitu tiba di mobil Alora langsung melahap makanannya sementara Allen menurunkan kaca mobilnya lalu membukakan botol minum untuk Alora dan meletakannya di drink holder di samping Alora
"Hp lo?" Allen menjulurkan tangannya meminta ponsel Alora
"Hp?"
"Lo belum ada no gue kan?"
"Terus?"
"Kita pacaran dan gapunya no hp satu sama lain?!"
"Sejak kapan kita pacaran?"
"Sejak saat ini, saat sebelum kita menikah! Mana hp lo?!" Allen masih menjulurkan tangannya
"Kenapa lo harus pegang hp gue? Lo bisa sebutin no lo, biar gue catet sendiri"
"Kalo lo lagi sibuk makan itu masih memungkinkan!"
"Yaa, tunggu gue selesai makan!"
"Ok!" Allen langsung menyetujui Alora karena malas berdebat
"Kita pasti benar-benar tidak cocok!" Gerutu Allen yang samar-samar masih terdengar oleh Alora namun Alora lebih memilih mengabaikannya. Mereka kembali hening, Alora sibuk dengan makanannya dan Allen sibuk kembali bekerja. Alora keluar dari mobil Allen untuk membuang sampah bekas makanannya setelah dia menghabiskan semua makanannya, sebelum dia masuk kembali ke dalam mobil dia memperhatikan Cassie yang masih terlihat berbincang-bincang dengan Aksan, entah apa yang mereka bicarakan, pikir Alora
"Kapan mereka akan selesai?!" Alora membuka pintu mobil Allen dan mengambil ponsel juga tasnya kali ini dia memilih untuk menunggu di luar mobil
"Mau kemana?" Aksan menghentikan Alora yang hendak kembali menutup pintu setelah mengambil barang-barangnya
"Toilet!" Alora menyebutnya secara asal
"Nih!" Allen menyodorkan ponselnya ke arah Alora
"Masukin no lo!" Alora tak langsung menerimanya, dia malah terdiam tampak kebingungan
"Hei!" Allen menyadarkan Alora dari lamunannya
"Ahh, Ok!" Alora segera mengambil ponsel Allen dan mengetikan no nya lalu dia segera mengembalikannya pada Allen
"No gue!" Ucap Allen begitu terdengar ponsel Alora berdering
"Mau ga mau lo harus tetep ngesave no gue!"
"Oke!" Jawab Alora
__ADS_1