
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih selama 1 jam 40 menit akhirnya mobil Allen menepi di halaman kostan Alora namun mereka masih berdiam di dalam mobil karena Alora tertidur selama perjalanan hingga dia tak sadar sudah sampai sedangkan Allen, melihat Alora yang tertidur pulas membuatnya tak tega untuk membangunkannya. Allen menarik jasnya yang digunakan Alora sebagai selimut yang hampir jatuh saat Alora bergerak untuk menyelimutinya kembali dan 10 menit sudah berlalu, Alora masih tertidur pulas dan Allen hanya bisa menatapnya masih tak berani untuk membangunkannya hingga dia mendengar seseorang mengetuk kaca mobilnya
"Cassie?" Alora terbangun setelah Cassie mengetuk kaca mobil di sampingnya, melihat Cassie yang berdiri di luar Alora menurunkan kaca mobil
"Lo kok..?" Alora terhenti begitu menyadari dirinya sudah berada di depan kostnya
"Kita udah sampe?" Alora langsung mengalihkan pertanyaannya pada Allen, Allen mengangguk
"Dari kapan?"
"10 menit yang lalu, kurang lebih"
"Kenapa lo nggak ngasih tau!"
"Lo tidur"
"Kan lo bisa bangunin!" Allen tak menanggapi protesan Alora dia malah memberikan isyarat dengan matanya pada Alora bahwa Cassie masih menonton mereka dari luar mobil. Alora langsung mengalihkan pandangannya lagi pada Cassie dan segera bergegas turun dari mobil
"Ayo!" Alora lalu menggandeng tangan Cassie mengajaknya untuk segera kembali ke kamar kostnya
"Alora!"
"Apa lagi sih?!" Gerutu Alora dalam hatinya begitu mendengar suara Allen yang memanggilnya, Alora membalikan badan dan terlihat Allen membawa 2 paper bags besar, Alora langsung menghampirinya dan segera mengambil kedua paper bags itu dari tangan Allen, dia hampir melupakan pakaian serta beberapa barang lainnya itu
"Jam 10 gue jemput"
"Jam 1" Tawar Alora
"Gue butuh istirahat dulu!"
"Ok!" Kali ini Allen setuju karena dia juga merasa kasian melihat Alora yang tampak kelelahan sejak tadi, setelah memberikan barang-barang Alora, Allen kembali ke dalam mobilnya, menghidupkan mesin mobilnya lalu kembali melaju membawa mobilnya untuk pulang.
"Aksan?" Setelah menyaksikan Allen pergi Alora melihat Aksan yang sedang berdiri tak jauh dari tempat mereka
"Hm, ayo!" Cassie melangkah membawa Alora menuju Aksan
"Cantik banget hari ini!" Aksan tersenyum melontarkan pujiannya pada Alora begitu Cassie dan Alora sudah berdiri di hadapannya
"Thanks! Ini..." Alora menatap Cassie mencoba mendapatkan jawaban darinya
"Tadi Aksan nemenin gue untuk beli beberapa barang karena sejak pagi Hendri terus mondar-mandir depan kostan" Cassie menjelaskan kejadian hari ini pada Alora
"Lo gapapa kan? Dia nyakitin lo ga? Dia..."
"Gue gapapa! Untung Aksan bersedia nemenin gue. Thanks ya!" Cassie tersenyum tulus berterima kasih pada Aksan
"Santai aja! Kan udah gue bilang, gue bakal bantuin lo!"
"Iya thanks pokoknya!"
"Sans... oke, kalo gitu gue pamit pulang juga"
"Oh iyaiya, sekali lagi thanks dan hati-hati di jalan"
"Oke!"
"Hati-hati!" Alora menambahkan, setelah menyaksikan Allen pulang kini mereka menyaksikan Aksan yang juga hendak pulang, dia masuk ke dalam mobilnya dan dalam hitungan menit mobilnya itu melaju kencang hingga tak terlihat lagi oleh Alora dan Cassie.
"Aksan? Ada apa ini?!" Alora menatap Cassie merasa curiga
"Aigoo, gaada apa-apa! Kebetulan"
"Kebetulan?"
"Okeoke! Sejak aku minta maaf ke Aksan di kantor waktu itu, dia menawarkan diri untuk bantu gue" Akhirnya Cassie menceritakan kejadian sesungguhnya pada Alora
"Dia mau bantu gue untuk pura-pura jadi pacar gue selama Hendri masih ngengaggu gue. Awalnya gue ga setuju tapi tadi waktu gue mau ke kost untuk ambil beberapa barang gue liat Hendri udah mondar-mandir di depan kost lo jadi setelah gue pikir-pikir gue emang butuh bantuan Aksan setidaknya sampai gue berani untuk menghadapi Hendri dan memakinya untuk berhenti mengganggu"
"Aigoo, gue baru tahu Aksan seperduli itu sampe mau pura-pura jadi pacar lo!" Alora menggoyang-goyangkan tangan Cassie untuk menggodanya
__ADS_1
"Aigoo, jelas-jelas karena dia suka sama lo makanya dia baik ke gue!"
"hah?" Alora terhenti setelah mendengar ucapan Cassie
"Tenang aja! dia emang suka sama lo tapi juga nggak akan maksa lo buat jadi pacarnya apalagi setelah liat lo udah punya Allen. Dia bilang gitu ke gue"
"Dan lo?"
"Gue? Gue kenapa?"
"Lo suka Aksan?"
"Gue? Hahaha lo... Lo jangan ngaur deh kalo ngomong!"
"Gue serius?!"
"Nggak lah! Lagian juga gue baru putus ga segampang itu suka lagi sama orang baru"
"Mungkin belum!"
"Hei!"
"Menurut gue, Aksan cukup baik"
"Aigoo, kenapa ga dari dulu lo sadar waktu dia ngejar-ngejar lo!"
"Maksud gue, cukup baik buat lo! Ayoo"
***
"Tumben pagi-pagi kesini?!" Allen membuka pintu setelah Avi berkali-kali menekan bel juga menghubunginya
"Lama banget lo buka pintunya!" Protes pagi lalu langsung menerobos masuk ke dalam rumah Allen
"Lo...lagi ngapain?" Avi terhenti ketika melihat beberapa tumpukan kardus di hadapannya
"Beresin beberapa barang" jawab Allen sambil bergegas lagi memasukan bingkai foto-foto yang sebelumnya menghiasi lemarinya ke dalam kardus, foto-foto dirinya dengan Alana
"Start over!"
"Seriously?"
"Maybe"
"Ck...Lo masih ragu!"
"Gue baru mau coba"
"Karena Alora?"
"Karena nyokap. Tiap hari selalu khawatir"
"Yaap lo bener. Kasian tante harus khawatirin lo tiap hari"
"Yaa, nggak ada salahnya mencoba"
"Finaly! Tapi pertama-tama, lo harus belajar buat melepaskan Alana, Oke?!" Allen menatap Avi
"Perlahan-lahan" Avi segera memperbaiki pernyataannya
"Lo ada apa kesini?"
"Kebetulan gue lewat sini"
"So?"
"Jadi gue mampir sekalian periksa kondisi lo" Avi mencari alasan
"Alora?"
__ADS_1
"yap, dia wanita yang waktu itu lo ceritain?" Avi langsung mengutarakan rasa penasarannya
"ya, dia"
"Itu artinya lo berhasil ngeyakinin dia?"
"Ya dengan paksaan"
"Uang?"
"Yap"
"Euhhh, gue kira dia wanita yang berbeda yang nggak akan tergiur karena uang ternyata..."
"Karena dia sedang terdesak"
"Tapi tetep aja, rela karena uang kan?"
"Juga karena ga percaya cinta" Avi terdiam setelah mendengar jawaban Allen, keadaan Allen saat ini cukup membuat sahabatnya itu juga bingung terlebih setelah mendengar alasan Alora setuju dengan Allen. Alora sempat membuat kesan baik sehingga hampir membuat Avi mempercayainya juga berharap padanya untuk bisa membuat Allen kembali hidup namun kini, ada keraguan di hati Avi tapi dia juga tidak berbuat apa-apa karena Allen yang memutuskan, memberi nasihat padanya juga hanya akan percuma dan dia hanya berharap semoga Alora tidak seburuk yang dia kira
"Itu artinya dia manfaatin lo?"
"Lebih tepatnya gue juga yang manfaatin dia"
"Berapa yang dia minta?"
"1 M"
"Heuhh! Seberani itu?"
"Dia ga minta cuma-cuma" Allen kini sibuk melakban kardus-kardus setelah selesai mengosongkan lemari hias juga rak-rak buku di ruang tamunya dan kini ruangan itu terlihat kosong, foto-foto yang sebelumnya terpasang kini sudah tertata rapih di dalam kardus entah apa yang nanti akan kembali mengisi kekosongan ruangan itu
"Dia menjual tanahnya ke gue"
"Jual tanah? Untuk apa?"
"Untuk menyelesaikan hutang mendiang ayahnya. Terpaksa dijual ke gue karena sudah tenggat dan tanahnya sulit terjual" Allen menjelaskan pada Avi sambil mengangkat beberapa kardus untuk dipindahkannya ke gudang di baseman
"Lo mau diem aja? Bantuin!" Allen menunjuk beberapa kardus dengan matanya meminta Avi untuk membawa kardus-kardus itu
"Dia cukup berprinsip" Avi segera membawa kardus-kardus itu dan mengikuti Allen, Allen tersenyum mendengar ucapan Avi
"Berarti gue salah"
"Makanya jangan sembarangan nilai orang!"
"Salah lo ga jelasin dari awal! Ehh tapi... kenapa lo perduli?"
"Lo salah nilai orang yaa harus gue benerin"
"Biasanya lo ga perduli soal orang lain apalagi soal penilaian gue terhadap orang lain. Ada apa ini?"
"Lo salah nilai orang karena gue"
"Ga mungkin! Apa jangan-jangan lo..."
"Terserah lo!" Allen langsung memotong ucapan Avi dan segera meletakan kardus-kardusnya di gudang, Avi juga melakukan hal yang sama
"Lo balik kapan?"
"Ngusir gue?"
"Gue mau jemput Alora"
"Date?" Avi tersenyum menggoda Allen
"heuhh" Allen menghela napas
"Gue pergi dulu! Terserah lo mau ngapain!"
__ADS_1
"Ehhh... Lo jangan malem-malem baliknya! Ajak makan yang enak dan jangan terlalu nyusahin Alora" Allen langsung pergi menuju mobilnya tak memperdulikan Avi yang berteriak memperingatinya juga menggodanya. Melihat Allen yang sudah menghilang dengan mobilnya Avi kembali berharap semoga saja Alora benar-benar mampu mengisi kekosongan di hidup Allen.