
"Alora!" Allen berteriak memanggil Alora begitu melihatnya keluar dari stasiun kereta
"Allen?" Melihat Alora yang terdiam Allen segera berjalan menghampirinya
"Ayo!" Allen mengambil koper Alora dan berjalan menuju mobilnya namun dia terhenti begitu menyadari Alora masih berdiam tak mengikutinya
"Alora...ayo!"
"Ahh, iya" Alora tersadar dari lamunannya dan segera menghampiri Allen yang masih berdiri menunggunya setelah itu mereka berjalan berbarengan
"Btw... kok lo ada disini?" Alora merasa penasaran
"Kebetulan!"
"Kebetulan?"
"Kebetulan gue ada urusan di sekitar sini jadi sekalian jemput lo"
"Urusan apa?" Allen tiba-tiba berhenti dan langkah Alora pun ikut terhenti
"Yang jelas bukan urusan lo!" Jawab Allen sambil menatap Alora dan tatapan itupun dibalas Alora, kini mereka saling bertatapan
"Alora!" Suara teriakan seorang pria membuat mereka tersadar dan segera saling mengalihkan pandangan
"Far-han?" Alora mendapati seorang pria yang berjalan ke arahnya
"Jadi karena dia?!" Tanya Farhan sambil menunjuk Allen begitu sudah di hadapan Alora dan Allen
"Hah?" Alora tak mengerti dengan pertanyaan Farhan
"Karena dia kamu mau batalin pernikahan kita?" "Hah?!!" Alora mengernyitkan keningnya, dia bahkan tak percaya dengan apa yang barusan didengarnya
"Farhan, gue rasa..."
"Pernikahan?!" Allen menatap Alora, dia juga tampak bingung
"Iya! Dan gara-gara lo... Alora ingin membatalkan pernikahannya!"
"Sejak kapan gue setuju buat nikah sama lo?!"
"Alora... Ayah kamu..."
"Gue! Bukan bokap gue! Apa pernah gue bilang setuju untuk nikah sama lo?!"
"Alora... kamu jangan kayak gini!" Farhan melangkah hendak mendekati Alora namun langkahnya langsung dihadang Allen. Allen melangkah ke depan Alora dan menariknya agar berdiri di belakangnya
"Jadi lo dijodohin bokap lo sama orang ini?" Allen bertanya sambil menatap Farhan membuat Farhan kembali mundur ke tempatnya semula
"Nggak!"
__ADS_1
"Aloraaa..." Rengek Farhan
"Bokap gue punya hutang ke keluarganya"
"Dan lo dijadiin jaminannya?"
"Kurang lebih seperti itu"
"Lo udah lunasin semua hutang-hutangnya? Semua masalahnya udah selesai?" Allen bertanya lagi, dia tampak serius dan bahkan sempat membuat Farhan merasa takut
"Ya... dan gue juga udah jelasin kalo pernikahan itu nggak akan pernah ada"
"Udah jelas?!" Kini Allen bertanya pada Farhan
"Nggak! Mending lo diem dan nggak usah ikut campur! Dan kamu... Alora, kamu jangan lari seperti ini! Kamu harus tepati janji ayahmu!"
"Lo jangan gila! Gue lari? Kalo memang benar bokap gue pernah berjanji seperti itu, gue bahkan nggak akan pernah menepati janji yang bukan gue ucapkan sendiri dan Gue bahkan ga tau bokap gue beneran pernah janji seperti itu atau nggak!"
"Tunggu... lo anggap gue bohong?!"
"Nggak ada yang tau! Lo bahkan nggak nunjukin satu buktipun!"
"Aloraa!! Cukup!"
"Lo yang cukupp!" Allen tiba-tiba balas membentak Farhan, suaranya cukup keras hingga menarik perhatian beberapa orang yang berlalu-lalang juga membuat Alora dan Farhan terdiam selama beberapa detik
"Lo mencari masalah dengan calon istri gue, jelas itu urusan gue!"
"Allen!" Alora menarik tangan Allen mencoba untuk menghentikan Allen sebelum mengatakan hal-hal yang tak terduga lainnya
"Apa lo bilang? Siapa lo?"
"Calon suami Alora" Allen menegaskan ucapannya, dia juga menatap Farhan dengan senyum kecutnya
"Allen, lo apa-apan?!" Bisik Alora
"Gue lagi memperingati orang yang mengganggu dan cari masalah dengan calon istri gue" Jawab Allen sambil masih menatap Farhan
"Aloraaa, it-u nggak benarkan?! Kamu cuma lagi cari alasan kan? Alora, aku bisa menunggu sampai kamu siap" Allen tersenyum sinis mendengar ucapan Farhan, dia kemudian meraih tangan Alora dan menggenggamnya sementara itu Alora menatap Allen dengan kebingungan
"Lo bisa menilai sendiri!" Allen mengangkat tangannya yang menggenggam tangan Alora untuk memamerkannya pada Farhan
"Aloraa..."
"Ya, dia pacar gue dan calon suami gue!" Alora mulai mengikuti permainan Allen, dia tahu Allen melakukannya untuk membuat Farhan berhenti mengganggunya seperti keinginannya jadi menurutnya tak ada salahnya jika dia mengikuti Allen
"Jadi tolong, jangan ganggu gue lagi! Soal pernikahan yang lo maksud dari awal gue selalu bilang kalau gue nggak akan pernah setuju dan sesuai janji gue, gue udah lunasin semua hutang bokap gue jadi stop nganggu gue lagi!" Alora mempertegasnya lagi
"Sampai sini sudah jelas?! Jangan pernah lo ganggu calon istri gue lagi! Jangan sampai gue liat lo cari masalah lagi!" Allen menatap Farhan dengan tajam
__ADS_1
"Calon suami? Oke! Kita lihat!" Setelah mengatakannya Farhan bergegas pergi, dia terlihat marah namun juga tak bisa berbuat apa-apa, dia pergi kembali menuju stasiun dan sesekali dia menoleh ke belakang, ke arah Allen dan Alora.
"Ayo!" Allen menarik koper Alora dan meminta Alora untuk segera mengikutinya
"Apa maksudnya?!" Alora memikirkan perkataan Farhan sebelumnya namun begitu melihat Allen semakin jauh dia langsung berlari untuk mengejarnya
"Thanks!" Ucap Alora begitu berhasil mengejar Allen
"Kabarin gue kalo tuh orang ganggu lo lagi!"
"Hah?"
"Laporin ke gue!"
"Ahh...Oke!" Jawab Alora sambil berdiri di samping pintu mobil Allen menunggu Allen yang sedang memasukan koper Alora ke dalam bagasi
"Kita makan dulu!"
"Kenapa?"
"Gue laper!" Jawab Allen, jawaban yang membuat Alora tersenyum karena dia juga merasa lapar setelah perjalanannya selama 2 jam ditambah dia belum makan apapun sejak makan siangnya saat di Bandung waktu menjemput adiknya karena setelah menjemput adiknya dan mengantarkannya ke rumah dia langsung pergi ke stasiun
***
"Lo masuk duluan aja!" Ucap Allen begitu selesai memarkirkan mobilnya di depan sebuah restoran
"Terus lo?"
"Gue ada urusan bentar, 15 menitan" Alora melihat sekeliling mereka mencoba untuk menebak urusan yang dimaksud Allen
"Gue harus hubungin sekretaris gue dulu, urusan kantor" Allen menjelaskannya pada Alora
"Ohh"
"Lo masuk aja, gue udah reservasi"
"Dia bahkan masih sempat reservasi"
"Oke" Alora mengangguk setelah memastikan Alora masuk ke dalam restoran Allen segera mengeluarkan handphone nya untuk menghubungi sekretasinya, ada beberapa urusan pekerjaan yang harus dibicarakannya. Sementara Alora, dia menghampiri meja kasir untuk bertanya
"Hallo kak, reservasi atas nama Pak Allen ya?" Seorang staff restoran menghampiri Alora dan bertanya
"Iya, benar"
"Mari sebelah sini kak" Staff tersebut meminta Alora untuk mengikutinya
"Silahkan kak" staff tersebut mempersilahkan Alora untuk duduk kemudian dia menyodorkan buku menu pada Alora, setelah melihat-lihat buku menu Alora langsung memesan beberapa menu lebih dulu karena dia merasa sangat lapar dan setelah Alora menyebutkan pesanannya staff tersebut pergi membawa pesanan Alora. Sembari menunggu pesananya Alora memutuskan untuk melihat-lihat area outdoor dari restoran, dia berjalan menuju rooftop yang menghadap ke jalan raya, dari sana dia dapat melihat matahari yang akan terbenam. Pemandangan kota Jakarta terlihat indah dihiasi langit berwarna jingga. Alora mengeluarkan ponselnya, mengabadikan pemandangan langit sore itu. Sementara Alora terpesona dengan langit senja, seorang pria menatap Alora dari balik kaca mobilnya yang terhenti karena lampu merah. Untukmemastikan bahwa penglihatannya tidak salah pria tersebut menurunkan kaca mobilnya dan menatap Alora yang tak menyadari keberadaannya
"Aku menemukanmu" Ucap pria itu sambil tersenyum
__ADS_1