
"Buruan!" Sebuah pesan singkat dari Allen masuk saat Alora sedang membereskan meja kerjanya bersiap untuk pulang
"Buruan apaan maksudnya?!" Alora tak paham maksud Allen dan hendak mengabaikan pesan darinya namun tiba-tiba Allen meneleponnya
"Buruan! 5 menit!" Tanpa basa-basi Allen langsung meminta Alora untuk bergegas
"Lo dimana?"
"Depan kantor lo"
"Ngapain?!" Alora terkejut mengetahui Allen yang tiba-tiba sudah berada di depan kantornya
"Lo bilang ada yang mau lo bicarain"
"Gue nggak bilang hari ini Allenn"
"Lebih cepat lebih baik!"
"Tapi gue masih ada urusan sekarang"
"Batalin urusan lo! Gue udah di bawah" Alora mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Allen
"Apa-apaan dia?! Seenaknya aja!" Gerutu Alora membatin
"Gue nggak bisa!"
"Urusan apa?"
"Bukan... urusan lo!"
"Gue udah di bawah, kita bicara dulu"
"Allen..."
"Alora. Gue tunggu di bawah!" Allen langsung menutup teleponnya bahkan sebelum Alora menjawab
"Selalu sesuka hati!" Alora meletakan ponselnya dan kembali membereskan barang-barang di mejanya besiap untuk pulang
"Allen? Berantem kalian?" Cassie menghampiri Alora setelah selesai bersiap-siap untuk pulang
"Yaa begitulah!"
"Tumben! Kenapa?" Cassie mulai merasa penasaran
"Gapapa, kadang dia suka sesuka hati!"
"Contohnya?"
"Sekarang, tiba-tiba aja udah di bawah"
"Aelahh! Gue kira beneran! Itu artinya dia perhatian!"
"Hah?" Alora tak mengerti maksud Cassie
"Apa salahnya menjemput pacar pulang kerja?"
"Allen maksud lo?"
__ADS_1
"Lo punya pacar lain?!"
"Ahh..." Alora mulai mengerti maksud Cassie
"Ya lo benar, dia nggak salah! Gue yang salah!" Alora tersenyum pada Cassie, percuma dia mengeluhkan Allen padanya karena Cassie tak akan paham situasinya
"Ayo!" Alora mengajak Cassie untuk bergegas
"Oh iya kenapa gue nggak kepikiran yaa" Cassie tiba-tiba teringat sesuatu
"Soal?"
"Lo kenapa nggak ngajak Allen untuk ke acara nikahan temen lo itu, dari pada lo sendiri"
"Ohh, gue rasa nggak perlu!"
"Kenapa? Lo seharusnya emang dateng bareng pacar lo"
"Dia... nggak kenal juga sama temen gue!" Alora mencari alasan
"Nggak harus kenal! Aloraa..."
"Oke! Lagian juga dia sekarang udah disini" Alora langsung menghentikan ceramah yang hendak Cassie berikan
"Iya, untung dia perhatian dan sekarang kalian bisa pergi bareng" Cassie tersenyum merasa puas sedangkan Alora tampak pasrah, entah bagaimana caranya agar Allen tak mempersulitnya. Mereka kemudian bergegas keluar ruangan menuju lift, begitu lift terbuka mereka segera turun, melewati lobby sambil menyapa balik beberapa satpam yang sudah tak asing lagi untuk mereka
"Damn!" Cassie terhenti begitu melihat Allen yang sudah berdiri di samping pintu mobilnya sambil memandangi mereka yang baru keluar dari pintu lobby
"Nggak heran mereka terus muji-muji cowo lo, liat! Perfect!" Cassie mengalihkan pandangannya dari Allen dan berganti menatap Alora
"Tampan, kaya, keren, karismatik, perhatian..."
"Aloraaa, lo beruntung banget!" Cassie memegang kedua bahu Alora meyakinkannya bahwa keputusan untuk berpacaran dengan Allen merupakan keputusan yang paling tepat, Alora menghela napasnya lalu tersenyum palsu menanggapi ucapan Cassie
"Baiklah! Wanita beruntung ini harus segera menemui kekasih sempurnanya. Bye!" Alora melepaskan kedua tangan Cassie dari bahunya dan segera bergegas untuk menghampiri Allen
"Bye bye! Hati-hati dan ingat untuk pulang!" Teriak Cassie sambil tersenyum menggoda Alora yang hanya dibalas Alora dengan lambaian tangannya tampak menunjukan wajah kesalnya yang ditujukan untuk Allen
"Lo nggak perlu terlalu berusaha berpura-pura untuk menjadi pacar yang baik!" Protes Alora begitu tiba di hadapan Allen, dia kemudian berjalan menuju pintu mobil sebelah kanan untuk segera masuk ke dalam mobil sebelum dia semakin kesal
"Maksud lo?"
"Menjemput pacar sepulang kerja, sangat perhatian! Rela berdiri untuk menunggu sang pacar"
"Ohh, itu yang lo pikirin?" Allen tersenyum, entah apa yang ada di pikirannya namun Alora merasa pikiran Allen mulai menyimpang tak sesuai dengan maksudnya
"Dan stop tebar pesona!" Alora berusaha memperjelas maksudnya
"Ahh... Lo terpesona?"
"Hahh?!" Alora terlihat syok setelah mendengar pertanyaan tak masuk akal Allen
"Ok! Gue akan berusaha untuk buat lo nggak terpesona!" Allen segera masuk ke dalam mobilnya dan membuka pintu mobil sebelah kananya untuk Alora, mengabaikan Alora yang tampak terkejut dan kebingungan
"Woy! Buruan!" Allen meminta Alora untuk bergegas
"Huhhf!" Alora menghela napas kini dia menyadari ucapannya telah membuat kesalah pahaman yang besar atau ucapannya telah salah diartikan oleh Allen
__ADS_1
"Kurang-kurangin deh narsistik lo!" Pinta Alora sambil memasang seat belt nya namun Allen hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Alora dan langsung menyalakan mobilnya kemudian bergegas keluar dari parkiran kantor Alora
"Mau kemana kita?" Tanya Alora karena tak tahu hendak kemana Allen membawanya
"Makan"
"Gue udah bilang, gue ada urusan!"
"Gue udah bilang, batalin!"
"Lo jangan seenaknya Allen!" Alora menatap Allen, Allen yang melihat dari sudut matanya tak menjawab sehingga tercipta keheningan diantara mereka selama beberapa detik
"Urusan apa?"
"Bukan urusan lo!"
"Ok! Kita makan"
"Pernikahan temen gue! Gue harus datang kesana" Mau tak mau akhirnya Alora memberitahu Allen, tak ada gunanya terus berdebat dengannya karena Allen akan selalu menang dan entah kenapa Alora selalu mengalah, hal yang sebelumnya tak pernah dilakukannya namun saat bersama Allen seolah ada sesuatu yang membuatnya memaklumi sikap Allen
"Ok. Dimana?"
"Menara Mandiri"
"Ada makanan disana?"
"hah?"
"Gue belum makan" Allen menatap Alora beberapa detik lalu berfokus kembali pada kemudinya
"Lo...mau kesana?"
"Terpaksa!"
"Jangan! Jangan maksain diri lo! Lebih baik sekarang turunin gue, lo pulang dan biar gue kesana sendirian!"
"Lo boleh kesana bareng gue atau lo nggak usah kesana!"
"Kenapa lo jadi ngatur-ngatur gue?!"
"Karena gue calon suami lo!" Jawab Allen dengan lugas, jawaban yang lagi-lagi menciptakan keheningan diantara mereka
"Calon suami bohongan!"
"Pernikahan kita beneran!"
"Lo..."
"Setidaknya gue harus memastikan lo selamat sampai pernikahan kita tiba biar gue nggak rugi!" Allen masih fokus dengan kemudinya, dia bahkan tak melihat wajah Alora yang tersenyum tipis
"Ok! Tolong mengemudi dengan baik agar gue selamat sampai tujuan!" Ucap Alora lalu segera mengalihkan pandangannya dari Allen. Alora mengeluarkan sebuah buku dari dalam tasnya dan memilih untuk mengalihkan pikirannya pada buku yang hendak dia baca dan benar saja tak butuh waktu lama, Alora langsung berfokus pada buku yang dibacanya dan mengabaikan pikiran-pikiran yang mengganggu sebelumnya, fokus Alora membuat suasana diantara mereka kembali hening
"Apa yang mau lo bicarain?" Allen memecahkan keheningan setelah mereka terdiam cukup lama
"Masalah yang lo buat" Jawab Alora masih dengan fokusnya pada buku yang dia baca
"Masalah apa?"
__ADS_1
"Kita bahas nanti!"