Trust In Timing

Trust In Timing
On Today's Problem


__ADS_3

Raksa tiba di rumah Kalea setelah 37 menit mengebut dengan kecepatan maksimum karena tak ingin Kalea semakin marah. Raksa memarkirkan mobilnya lalu bergegas masuk ke dalam rumah Kalea


"Hallo tante" Sapa Raksa begitu masuk dan melihat Ibu Kalea sedang mengganti bunga di ruang depan


"Akhirnya kamu datang juga!"


"Hehe... dia ngamuk lagi?" Ibu Kalea mengangguk


"Tuhh... udah ngupas kuaci selama 1 jam dengan wajah cemberut" Ibu Kalea menunjuk Kalea yang terduduk di depan meja sedang menonton televisi sambil mengupas kuaci yang tak kunjung dimakannya. Raksa menghela napas sedang bersiap untuk membujuknya, meski sudah terbiasa dengan sikap Kalea yang seperti itu tapi sepertinya kali ini lebih serius karena Raksa telah membuat Kalea bete seharian dimulai saat pagi, dia berjanji akan menemani Kalea untuk lari pagi namun Raksa tidak menepatinya, lalu di siang hari Raksa berjanji akan menemani Kalea untuk menghadiri kelas memasaknya dan Raksa tidak bisa datang juga dan terakhir sore ini, demi menebus 2 kesalahannya yang dilakukan dalam sehari Raksa berjanji akan menemani Kalea untuk mengunjungi grand opening cafe milik temannya namun Raksa malah terlambat selama hampir 2 jam


"Hai!" Raksa mencoba untuk berbasa-basi namun diabaikan Kalea, Raksa tak menyerah dia duduk di hadapan Kalea sehingga wajahnya menutupi televisi yang sedang ditonton Kalea dan Kalea segera memalingkan wajahnya ke arah lain tak ingin melihat wajah Raksa. Melihat Kalea yang masih mengabaikannya Raksa memegang kedua kupingnya secara bersilangan mencoba memohon maaf dari Kalea


"Sorry!" Ucap Raksa memelas


"Besok..."


"Stop! Jangan janji-janji lagi!" Kalea langsung memotong ucapan Raksa


"Oke! Maafin yaa" Pinta Raksa lagi


"Nggak!"


"Ayolah... gue juga nggak sengaja"


"Tetep aja nggak!"


"Tadi udah sepakat mau beli apapun"


"Itu tadi sebelum telat 40 menitan lagi"


"Jalanan macet"


"Salah gue?"


"Salah gue!" Raksa segera mengakuinya sebelum Kalea semakin kesal


"Chocolate Fromage, Rahasia baru" Raksa mendekatkan wajahnya ke arah Kalea sembari menghalangi sisi kanan dan kiri mulutnya dengan telapak tangan untuk memastikan tak ada yang mendengar perkataannya


"Yakin?" Kalea tampak mulai goyah, Raksa mengangguk tak ada cara lain lagi untuk membujuk Kalea dan terpaksa dia harus mengeluarkan jurus ampuhnya yaitu mengizinkannya makan kue kesukaannya juga makanan yang seharusnya dijauhkan darinya.


"Sekali ini lagi aja! Setelah ini tak akan terulang!" Tekad Raksa dalam benaknya


"Ayooo!" Kalea tersenyum dan langsung berdiri terlihat kembali bersemangat tapi tidak dengan Raksa, jelas dia merasa sangat bersalah


"Ayooo!" Kalea menghampiri Raksa dan memaksanya untuk berdiri


"Ingat! Ini rahasia kita jika tidak aku bisa dibunuh om, tante dan juga Aksan!" Raksa mengingatkan Kalea lagi


"Okeoke! Ayo!" Kalea segera menarik Raksa, dia sudah tidak sabar


"Sudah baikan?" Tanya Ibu Kalea begitu mereka bertemu dengannya di halaman rumah, Raksa hanya bisa tersenyum palsu karena merasa bersalah


"Iya dong mah! Kita pergi dulu yaaa!" Pamit Kalea sembari menarik Raksa agar mempercepat langkahnya

__ADS_1


"Hati-hati yaa dan ingat perhatikan makanan! Jangan makan sembarangan! Terutama yang tinggi gula!" Teriak ibunya


"Siappp" jawab Kalea tanpa ragu berbohong pada ibunya sedangkan Raksa merasa tak tenang


"Hanya boleh makan beberapa suap!" Raksa memperingati Kalea begitu mereka sudah di dalam mobil


"Mana bisa?! Tadi nggak kayak gitu ngomongnya!" Protes Kalea


"Mau apa nggak?" Ancam Raksa


"Ehehehe... jangan curang ya!!!"


"Lea, please! Ini gue udah takut setengah mati, takut ketahuan ngizinin lo makan kue, dan takut lo kenap-kenapa jadi..."


"Oke!" Kalea langsung setuju, jelas dia sudah mengerti maksud Raksa


"Janji?"


"Iya bawel! Ayo buruan!"


"Okeey!" Raksa langsung bergegas mengendarai mobilnya begitu sudah bersepakat dengan Kalea


"Urusan apa yang buat lo berani bikin gue kesel?!" Tentu saja Kalea penasaran dengan alasan Raksa karena tak biasanya dia membuat Kalea kesal dan menunggu lama


"Hmm, urusan penting!"


"Iya apaaa?!"


"Yang jelas bukan urusan lo!"


"Cinta pertama gue!" Raksa langsung memberitahu Kalea sebelum dia merasa kesal lagi


"hah?" Kalea tak percaya dengan apa yang didengarnya


"Gue ngeliat dia waktu mau jemput lo dan gue putuskan untuk mengejarnya tapi... gue gagal" Raksa menjelaskannya pada Kalea


"Sia-pa dia?"


"Cinta pertama gue!"


"Maksdu gue namanya!"


"Belum tahu"


"Loo... serius?!"


***


"Hallo mah?" Alora menjawab panggilan masuk dari ibunya


"Iyaa, ini... sebentar lagi sampe" Alora menjawab pertanyaan ibunya


"Tadi aku makan dulu mah"

__ADS_1


"Siapa sayang?!" Tanya Allen tiba-tiba setelah mendengarkan percakapan Alora dan Ibunya. Pertanyaan Allen itu jelas membuat Alora syok, Alora benar-benar tak memahami isi pikiran dan tingkah laku Allen, dia jelas-jelas melakukannya dengan sengaja dan kini dia malah tersenyum setelah mengatakannya


"Sa-yang?!" Ucap Allen lagi sambil menahan tawa, dia merasa puas setelah menjahili Alora juga merasa lucu melihat ekspresi Alora yang terlihat syok, wajahnya terlihat lucu di mata Allen. Sementara itu, ibu Alora juga adiknya juga tampak terkejut dari sebrang sana namun setelah mendengarnya membuat mereka semakin yakin


"Lo apa-apaan sih!" Alora segera membisukan mic dipanggilannya dan memelototi Allen karena kesal namun Allen malah tersenyum lagi


"Allen! Lo bener-bener yaa!"


"Gue cuma melatih persiapan nyokap lo biar nggak terlalu kaget saat tahu anaknya yang galak ini sudah punya calon suami" Canda Allen lagi, dia lagi-lagi menjahili Alora


"Lo gilaa ya!"


"Bukannya dari dulu?!"


"Allenn!" Alora benar-benar kesal


"Alo-ra?" Suara ibunya terdengar lagi setelah beberapa detik hanya terdengar bisikan-bisikan tak jelas antara ibunya dan adiknya


"Ini gue harus gimana sekarang?!" Protes Alora, dia belum siap jika harus mengatakan bahwa dirinya akan menikah, tidak dia bahkan belum siap untuk mengatakan bahwa dia sudah berpcaran, alasannya karena dia tidak ingin membohongi keluarganya secepat ini.


"Nyalain speakernya!"


"Buat apa? Jangan macem-macem lagi lo!"


"Mau gue bantu ga?!"


"Gue nggak percaya! Yang ada nanti lo malah bikin masalah lagi!"


"Yaudah!" Allen tak berniat untuk membujuk Alora atau dia sudah yakin Alora akan segera membutuhkan bantuannya


"Alora? Kamu masih disana?" Tanya ibunua yang terdengar jelas oleh Allen karena Alora menyalakan speakernya seperti yang disuruh Allen, Allen tersenyum lagi, benar dugaannya sementara Alora dia masih tak yakin namun tetap membutuhkan bantuan Allen


"iya mah?"


"kam-u pulang diantara dia?"


"hah? Dia siapa mah?"


"Pacar kakak juga calon suami kakak!" Tiba-tiba terdengar suara teriakan adiknya


"Ehh adek!" Suara Ibunya terdengar lagi setelah teriakan adiknya


"Mah..."


"Mamah sudah tahu"


"hah? Tahu apa mah?" Tanya Alora bingung


"Tadi Farhan kesini, dia marah dan ngasih tahu mama semuanya"


"Bukan! Mah..."


"Hallo tante!" Allen tiba-tiba mengerem mobilnya dan mendekatkan wajahnya ke ponsel Alora untuk menyapa Ibu Alora. Alora yang kaget hanya bisa membisu

__ADS_1


"Sebelumnya maaf tante saya belum sempat mengunjungi tante secara langsung karena Alora belum siap untuk mengajakku bertemu dengan tante. Oh iya, saya pacar Alora juga calon suaminya tentu jika tante merestui kami. Nama saya Allen"


__ADS_2