
Alora tersenyum menatap wanita di hadapannya
"Saya tidak tahu kebencian apa yang menguasaimu sehingga berpikir untuk menggantikan seseorang tapi, saya tidak punya kebencian seperti itu sehingga saya tidak pernah berpikir untuk menggantikan posisi siapapun" Alora mengatakannya dengan sangat sopan membuat wanita itu tampak semakin marah
"Lo pikir lo siapaa?!!" Wanita itu membentak Alora
"Clarisa!" Allen balas membentak wanita itu membuat beberapa teman wanita itu menarik tangannya mencoba untuk menghentikannya
"Saya? Orang yang dipercaya Allen, yang akan berjalan di sampingnya, yang akan menemaninya, yang akan menciptakan kenangan baru dalam hidupnya, bukan melupakan masa lalu dan kenangan lamanya" Pernyataan Alora membuat orang-orang tercengang termasuk Allen yang kini menatap Alora
"Ayo, bukankah seharusnya kita menemui pengantinnya?" Alora tersenyum menatap Clarisa sambil mencengkram lengan Allen untuk membuatnya tersadar dari lamunannya
" Allen?!" Alora menatap Allen yang masih terus diam
"Ahh..." Allen yang tersadar dari lamunannya kini tampak kebingungan
"Ayo!" Alora segera membawa pergi Allen dari kerumunan itu sebelum teman-temannya menyadari keadaan Allen
"Lo mau bawa gue kemana?!" Tanya Allen begitu mereka sudah menjauh dari teman-teman Allen "Alora!" Allen berhenti juga menarik tangan Alora agar berhenti melangkah
"Ketemu pengantinnya lalu gue mau pulang. Terserah lo mau tetap disini atau nggak yang jelas gue nggak mau diterkam sekawanan harimau sendirian!" Alora merasa kesal, dia merasa bagai dijadikan umpan oleh Allen
"Sorry!" Allen tersenyum mendengar celotehan Alora
"Bentar?! Kenapa lo keliatan bahagia?!" Alora menjadi semakin kesal melihat Allen tersenyum setelah membiarkannya bertarunh sendirian
"Sorry, tadi pikiran gue agak kacau. Nanti gue urus mereka!"
"Urus?"
"Ayo kita pulang setelah bertemu pengantinnya" Allen menggandeng tangan Alora membawanya untuk bertemu dengan sahabatnya, ya pernikahan ini adalah pernikahan sahabatnya karena itu Allen terpaksa harus datang dan membawa Alora. Setelah Allen dan Alora meninggalkan kerumunan teman-teman Allen, beberapa orang masih masih menatap Allen dan Alora yang semakin menjauh dari mereka termasuk Avi dan Clarisa yang tampak marah
"Lo udah gila ya?!" Kini Avi yang tampak kesal sedang menghadapi Clarisa
"Kenapa? Ada yang salah dengan omongan gue?" Clarisa langsung paham dengan maksud Avi
"Risa! Lo udah keterlaluan!" Seorang wanita yang berada di samping Avi ikut berbicara
"Olivia, Alana pasti bangga karena sahabatnya selalu ikut campur urusan tunangannya" sarkas Clarisa pada wanita itu yang tak lain adalah Olivia, sahabat Alana
"Tentu, sebagai sahabat Alana gue harus membantu Allen untuk menjauhi orang-orang tak tahu diri seperti lo!" melihat Olivia yang mulai marah Avi langsung menarik kekasihnya itu untuk berdiri di belakangnya sebelum pertengkaran hebat antara Olivia dan Clarisa terulang lagi seperti sebelum-sebelumnya
"Gue minta lo nggak usah ikut campur lagi soal apapun urusan dan keputusan Allen. Paham lo?!" Avi memperingati Clarisa lalu segera membawa Olivia pergi dari hadapan Clarisa
"Menurutmu bagaimana wanita itu?" Olivia bertanya pada Avi begitu melihat Alora dari kejauhan, Avi yang sejak tadi hendak membawa Olivia menemui Allen dan Alora terhenti mendengar pertanyaan itu
"Cantik!"
__ADS_1
"Avi!" Olivia tampak kesal mendengar jawaban kekasihnya
"Apa aku salah?" Avi tersenyum menggoda Olivia
"Apa itu penting?!"
"Tentu, seseorang yang akan menemani hidup sahabatku harus cantik tak boleh kalah dari Alana" Avi masih terus bercanda
"Avi, serius!"
"Kurasa dia orang yang tepat. Kamu lihat caranya menghadapi Clarisa?" Olivia mengangguk
"Dia sangat berani"
"Yaa dan yang terpenting dia bisa membuat Allen kembali tersenyum. Lihat disana, kapan terakhir kali kita melihat senyum Allen?" Avi menunjuk Allen yang tersenyum menatap Alora
"Aku harus menjadi sahabatnya!"
"Hah?"
"Dia sangat cantik, dua wanita cantik harus bersahabat" Olivia tersenyum, tentu saja bukan itu alasan sesungguhnya
"yo yo yo... ini tersangka pembuat keributan di pernikahan gue!"
"Sorry! Di luar ekspektasi gue" Allen meminta maaf karena telah membuat sedikit keributan di pesat pernikahan sahabatnya
"Ck... Bukan masalah besar and Congrats!" Allen memeluk sahabatnya
"Thanks! dan dia?" Setelah melepas pelukan Allen kini dia menatap Alora
"Alora, Congratulations!" Alora mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan
"Thank you! Revan, sahabat Allen"
"Welcome! Tolong bantu jaga Allen, dia kadang sangat merepotkan"
"Hei! Cukup!" Allen segera menarik tangan Alora untuk menghentikan Revan beromong kosong lagi
"Dia pasti sangat luar biasa bukan hanya cantik"
"hah?" Alora tak mengerti maksud Revan
"Allen tak pernah jatuh cinta pada wanita biasa"
"Yaa, karena itu dia tak mungkin jatuh cinta sama gue. Wanita biasa" Ucap Alora dalam hati
"Yaa, dia wanita yang luar biasa" Allen menatap Alora dan tersenyum, senyum yang sangat manis seolah itu merupakan kejujuran yang hampir menipu Alora
__ADS_1
***
"Lo yakin balik sekarang?" Avi dan Olivia menemani Allen dan Alora keluar dari acara pernikahan Revan
"Yaa, nggak ada yang penting lagi dan Alora masih belum terbiasa" Avi mengangguk mengerti maksud Allen
"Alora, kedepannya ayo kita lebih sering bertemu" Olivia memegang tangan Alora, Alora akui dia memang wanita yang baik, selama acara dia menjaga Alora dengan baik saat Allen menemui beberapa kenalannya dan Alora menolak untuk menemani Allen sehingga Allen meminta Olivia untuk menemani Alora. Saat itulah Alora melihat Olivia yang terasa tulus memperlakukannya dengan baik, memperkenalkan berbagai hal pada Alora mulai dari makanan, minuman dan beberapa teman Allen. Dia juga menceritakan beberapa hal tentang Allen yang sebelumnya tak Alora ketahui dan tentu saja dia memperkenalkan dirinya dengan baik dan menyampaikan niatnya untuk berteman dengan Alora
"Tentu" Alora tersenyum, tak ada salahnya membalas ketulusan Olivia
"Oke, kita balik dulu!"
"Oke, hati-hati!" Allen segera menggandeng tangan Alora untuk membawanya pergi, setelah berpamitan dengan Avi dan Olivia kini mereka berjalan menuju lift untuk turun ke lobby begitu lift terbuka dan tak ada siapa-siapa di dalam lift mereka segera masuk dan saling melepaskan tangan
"Nggak usah terbebani dengan kata-kata Olivia! Lo boleh nolak ajakannya kalo ga nyaman" Allen memulai pembicaraan
"Menurut gue, nggak ada salahnya berteman dengan orang baik ditambah gue juga harus berhubungan baik dengan mereka bukan?"
"Nggak perlu dipaksakan kalo lo emang nggak mau!"
"Terus ntar gimana kata mereka?"
"Gue nggak perduli!"
"Yakin?"
"Yakin!"
"Oke!" Mereka lalu terdiam lagi setelah Alora mengakhiri pembicaraan dan tak lama setelah itu lift terbuka kini mereka sudah berada di lobby, mereka kemudian berjalan keluar gedung dan disana sudah ada seorang petugas valet parking juga mobil sunroof Allen yang sudah menunggu mereka, petugas itu segera memberikan kunci mobil pada Allen dan membukan pintu mobil untuk Alora setelah Alora memasang seat belt nya Allen langsung melaju membawa mobilnya keluar dari area gedung menuju jalan raya yang dipenuhi lampu-lampu mobil juga diterangi lampu-lampu jalan yang sudah menyala karena hari sudah tampak gelap dan lagi-lagi Alora dan Allen hanya terdiam
"Alana... dia tunangan gue" Allen tiba-tiba membuka pembicaraan tentang Alana, entah kenapa dia merasa harus menjelaskan hal itu pada Alora yang bahkan sebenarnya tak perduli pada awalnya
"Wanita di foto itu?" Allen mengangguk
"Dia meninggal karena kecelakaan mobil, 2 tahun yang lalu" Allen merasa saat ini saat yang tepat untuk Alora mengetahuinya
"Sorry dan turut terduka" Allen mengangguk
"Soal omongan Clarisa, gue harap..."
"Gue cuma nganggap itu angin lalu dan soal omongan gue..."
"Gue paham!"
"Oke!" Meski tak tahu jelas dengan apa yang Allen pahami Alora tak ingin memperpanjangnya, dia malah memilih untuk menatap langit malam dari balik kaca mobil, menyadari Alora yang menatap langit Allen menekan sebuah tombol di overhead console mobilnya untuk membuat atap mobilnya terbuka
"Gue butuh udara segar" Allen berdalih setelah mendapati Alora menatapnya dan setelah mendapat jawaban Alora tersenyum, tentu saja dia menyukainya, langit malam, angin segar dan rasa kebebasan yang tiba-tiba dirasakannya begitupun Allen, melihat Alora yang menikmati momen itu membuatnya ikut tersenyum dan mulai merasakan segarnya angin malam itu
__ADS_1