Trust In Timing

Trust In Timing
Like Puzzle Pieces


__ADS_3

“Woy…Raksa!” Dean memanggil Raksa yang sedang menunggunya di depan gate stasiun, Raksa segera menghampiri Dean dan masuk ke dalam mobilnya


“Lo ngapain disini?!” Dean langsung bertanya


“Ngejar Alora” Jawab Raksa sambil mengambil ponsel dari dashboard mobilnya


“Siapa?” Tanya Dean, dia tak mendengar jelas nama yang disebutkan Raksa


“ALORA” Raksa tersenyum, dia merasa puas setelah berhasil menyimpan kontak Alora di ponselnya


“Alora? Siapa?” Dean masih fokus menyetir


“dia…” Raksa tersenyum lagi


“Kenapa senyum-senyum gitu? Lagi kasmaran lo?!” Dean yang baru menyadari Raksa tersenyum merasa aneh karena tak biasanya Raksa seperti itu


“gue berhasil!” Raksa membanggakan diri


“berhasil apaan?! Lo kenapa dah? Tipsy? Napa nggak jelas gini?!”


“Alora. My first love” Jawab Raksa lagi-lagi dengan senyum di wajahnya dan jawaban itu sontak membuat Dean terkejut hingga dia mengerem mendadak


“SHIT!” Hardik Raksa karena hampir membenturkan kepalanya ke dashboar mobil


“WYD MAN?!” Tanya Raksa


“SHIT!!!” Dean segera mengembalikan fokusnya dan segera menekan tombol ke posisi D sambil menginjak pedal gas dan melepaskan injakan rem agar mobil bisa berjalan Kembali dan tidak menciptakan kemacetan


“SHIT! Lo mau ngebunuh gue?!” Protes Dean begitu berhasil melaju kembali


“Lo yang ngerem mendadak bego!”


“Ya lo ngapain bikin gue syok!”


“Kagak ya! Gue Cuma jawab pertanyaan lo!” Raksa benar, dia hanya menjawab pertanyaan Dean


“Bener tapi jawaban lo bikin gue jantungan! Your first love? Maksud lo cewek yang udah lo cari-cari selama 2 tahun ini?”


“Yap, she’s”


“lo berhasil menemukannya?”


“Gue juga berhasil dapet nomor nya!” Jawab Raksa dengan bangga


"Alora namanya, mulai sekarang gue akan mengejarnya" Tekad Raksa


"Jadi Lo memutuskan netap di Indo dan nggak balik ke edinburgh?"


"Gue memutuskan buat ngejar Alora"


"Berarti lo harus netap di Indo!"


"Yap, untuk saat ini"


"You love her so much?" Tanya Dean, hanya untuk memastikan karena Dean sudah melihatnya dengan jelas perjuangan Raksa untuk menemukan Alora dan kini dia melihat dengan jelas kebahagian Raksa setelah berhasil menemukannya


"She's complete me"


***


"Cassie! Kok lo nggak cerita sama gue?!" Protes Alora begitu Cassie selesai menceritakan kejadian waktu itu, saat dirinya diculik oleh Hendri dan diselamatkan Aksan dan temannya hingga berakhir dengan dinner tadi malam

__ADS_1


"Iyaa, ini gue ceritaaa"


"Karena gue pinta"


"Iyakann karena sebelum-sebelumnya lo sibuk juga sampe cuti tiga hari. Gue takut ganggu lo jadi gue memutuskan buat cerita saat lo udah balik ngantor" Alora tersenyum dan membuang wajah kecewa sebelumnya karena yang dikatakan Cassie benar


"Thanks and sorry!" Alora berterima kasih karena Cassie sudah menceritakannya juga sudah sangat pengertian padanya dan meminta maaf karena tidak bisa menemaninya saat itu


"Sekarang lo yang cerita!"


"Soal?"


"Allen. Apa cuti lo ada hubungannya dengan dia?"


"Nggak! Gaada!"


"Lo nggak lagi berantem kan sama dia?"


"hah?" Alora tak mengerti maksud Cassie


"Waktu lo cuti dia nyariin lo ke kantor, terus lo juga nggak ngasih tau dia alasan lo cuti dan... udah beberapa hari ini gue nggak liat lo bareng dia"


"Ka-re-na dia... sibuk! Alora mencari alasan


"Terus?"


"Terus... alasan gue nggak ngasih tau dia soal cuti gue... karena gue nggak mau ngerepoti dia"


"Ngerepotin apaan sih! Dia pacar lo! Lo nggak ngasih tau dia justru bikin dia khawatir!"


"Lo nggak usah cemas Cassie, dia nggak mungkin khawatir" Batin Alora


"Lo sih nggak liat gimana khawatirnya dia waktu gue kasih tahu kalo lo cuti"


"dia khawatir dan takut lo ada masalah!"


"Nggak mung..." Alora terhenti karena tersadar apa yang hendak dikatakannya akan terdengar aneh


"Iyaa, gue nggak kepikiran kesana. Gue kira dia nggak akan khawatir" lagi-lagi Alora mencari alasan


"Lo harus tahu... waktu itu dia keliatan panik banget!"


"Mungkin dia takut gue kabur dan melanggar kesepakatan gilanya" batin Alora


"Pokoknya lo nggak boleh kayak gitu lagi! Shh... gue harus ngasih kursus ke lo, ini hubungan asmara pertama lo dan gue sahabat yang harus membantu lo agar hubungan ini berhasil sampai akhir"


"Huhhh!" Alora menghela napas mendengar ucapan dan ide Cassie


"Oke! Tolongin beri aku pelajaran wahai ibu dosen cinta!" Alora mengikuti kemauan Cassie karena dia tahu akan percuma jika dia menolaknya, Cassie akan tetap memaksanya


"Siapp! Laksanakan!" Tentu saja Cassie bersemangat dan tak perduli dengan wajah malas Alora


"Pelajaran pertama, lo jangan takut ngerepotin Allen, dia pacar lo inget itu! Dan dia pasti akan senang jika lo mengandalkannya"


"Gue baru jadi pacarnya beberapa minggu yang lalu. Lo juga harus inget itu!"


"Apa hubungannya?"


"Gue gabisa langsung merepotkannya saat baru beberapa minggu berpacaran"


"Aloraaa..."

__ADS_1


"Oke! Lo benar! Pelajaran pertama gue terima!" Alora langsung memotong Cassie, lebih baik dia mengalah atau pelajarannya akan semakin lama dan menghabiskan waktu istirahat mereka


“Oke! Kedua…”


“Stop!” Alora menghentikan Cassie


“Hari ini cukup satu pelajaran saja!”


“Kenapa?”


“Agar lebih mudah diingat. Jika terlalu banyak akan sulit diingatnya. Oke?!” Bujuk Alora


“Oke! Kali ini lo benar tapi…”


“Ehem, ayo cepat kita selesaikan makan siang kita!”


“Kenapa buru-buru?”


“Kita ada meeting siang ini dan kita butuh kopi” Alora mengingat Cassie sekaligus menghentikannya untuk membahas hal yang tidak Alora sukai


“Ahh benar! Oke!” Cassie langsung melanjutkan makan siangnya dan berhenti memberi Alora pelajaran, sesuai harapan Alora


“Hi” sebuah pesan dari nomor tak dikenal muncul di bar notifikasi ponsel Alora


“Gue Raksa, penyelamat buku berharga lo!” Alora hendak mengabaikan pesan itu setelah membacanya melalui bar notifikasi


“Setidaknya lo bisa membalas pesan ini jika sungguh berterima kasih pada penyelamat buku berharga lo!” namun Raksa mengirimkan lagi pesan baru yang membuat Alora sulit untuk mengabaikannya


“Gue akan sangat menyesal telah menyelamatkan buku berharga lo jika tak dapat balasan dari pesan ini” Alora segera membuka pesan itu, Raksa telah berhasil memprovokasinya


“Pemaksaan!” Raksa tersenyum mendapat balasan singkat dari Alora


“Cara yang efektif bukan?” Alora juga tersenyum membaca pertanyaan aneh Raksa


“Cukup kuno!”


“Tenang, gue juga punya cara yang modern!” Alora mengernyitkan keningnya setelah membaca pesannya


"Heii cantik! bisakah tidak memamerkan kemesraan di meja makan ini? tidak kasihan padaku yang sedang kesepian menghabiskan makananku?!” Protes Cassie karena tak tahan melihat Alora yang terus berkirim pesan dan mengabaikannya


“Ck! Mana ada!” Alora segera meletakan Kembali ponselnya ke atas meja dan mengabaikan pesan Raksa


“Allen?”


“Bukan!”


“Bukan? Lalu siapa?! Kenapa lo senyum-senyum kalo bukan karena Allen?!” Cassie tiba-tiba menjadi sangat posesif


“Cassiee…” Alora sangat terkejut mendengar pertanyaan Cassie dan juga tak menyangkanya


“Jangan bilang yang kirim pesan barusan itu cowo lain!”


“Cassie lo…”


“Alora! Lo harus tahu kalo Allen pasangan paling sempurna buat lo! Nggak akan ada yang lebih baik!” Cassie mengatakannya dengan penuh keyakinan seolah dia tak punya keragunaan sedikitpun dan anehnya dia memang sangat yakin dengan ucapannya hingga dia tak ragu untuk terus menghentikan Alora berbicara


“Cassie! Lo bener-bener ya! Udah! Hentikan omong kosong lo dan ayo cepat kita pergi!” Alora langsung berdiri mengangkat nampan makan siangnya


“Lo nggak habisin makanan lo?”


“Nggak! Lo udah selesaikan? Ayo!” Alora merasa kesal namun tak ingin menunjukannya sehingga dia berusaha menyembunyikannya. Ucapan Cassie membuatnya merasa terganggu juga tak nyaman namun dia juga tak bisa menyalahkan Cassie karena Cassie tak tahu yang sebenarnya. Setelah meletakan nampannyan di rak Alora menunggu Cassie yang mengambil beberapa pencuci mulut, Alora menunggu Cassie sambil mengetik pesan di ponselnya

__ADS_1


“Ada yang mau gue bicarain!” Alora langsung mengirimkannya pada Allen


__ADS_2