Trust In Timing

Trust In Timing
My Existence


__ADS_3

"Sebelah sana!" Allen menyerahkan troli yang masih kosong pada Alora dan memintanya untuk mengikuti dirinya, Alora mengambil troli itu dan mengikuti Allen menuju barang-barang elektronik. Hairdryer, coffee maker, toaster, dan microwave dalam hitungan menit Allen memasukan barang-barang itu ke dalam troli yang didorong Alora


"Lo cuma mau liatin gue?!" Allen menegur Alora yang hanya mendorong troli tanpa mengambil apapun


"Terus lo mau gue ngapain?"


"Ambil beberapa barang yang menurut lo perlu"


"Gaada yang gue perluin"


"Bukan buat lo, buat di rumah gue"


"Kalo itu urusan lo"


"Heuhh, gue ga bawa lo kesini cuman buat liatin gue beli barang-barang"


"Itu yang sejak tadi pengen gue tanyain, ngapain lo bawa gue kesini? Bukannya lo bilang mau ke rumah lo?"


"Menurut lo, gue dateng kesini buat main futsal?"


"Okeoke, apa yang harus gue beli?" Alora memilih untuk menuruti Allen karena tak ingin terus berdebat dengannya


"Barang-barang untuk di rumah gue"


"Oke, lo bawa sendiri! Kita cari sendiri-sendiri" Alora menyerahkan troli yang dibawanya pada Allen dan langsung meninggalkan Allen karena menurutnya akan lebih baik jika mereka tak terus berbarengan ditambah Alora merasa malas untuk terus berdebat dengannya


"Ehh!" Alora mengabaikan Allen


"Alora!" Allen akhirnya memanggil Alora dengan namanya


"Apa lagi?!" Alora baru menanggapinya


"Pilih juga beberapa perabotan dapur!" Pinta Allen


"Bukankah perabotan dapurnya sudah lengkap?" Alora berpikir sambil mengingat-ngingat perabotan dapur yang sebelumnya Alora lihat di dapur Allen walau hanya sebentar Alora memeriksa dapur itu namun terlihat jelas dapur itu sudah lengkap, alat makan, alat memasak bahkan beberapa peralatan lainnya juga sudah memenuhi rak-rak di dapurnya


"Perabotan apa lagi? Bukannya sudah lengkap semua?"


"Ganti semuanya!"


"Hah?"


"Perabotannya udah lama, pilih yang baru untuk menggantinya, terserah lo!" Allen melanjutkan langkahnya ke arah yang berlawanan dengan Alora setelah menyampaikannya


"Mengganti semuanya? Heuhh... ternyata dia bawa gue untuk disiksa!" Keluh Alora meski begitu dia tetap menuruti Allen, setelah mengambil troli dia berjalan menelusuri rak-rak perabotan, mengambil beberap piring, gelas, juga beberapa peralatan memasak seperti wajan, spatula, penggorengan dan yang lainnya. Alora memilih barang-barang yang sempat dilihatnya di dapur Allen, dia juga mengambil beberapa barang lainnya seperti diffuser, air fryer dan blender juicer saat hendak menuju kasir untuk menunggu Allen. Allen telah selesai mengambil barang-barang yang dibutuhkannya dan dia juga melihat Alora yang berdiri tak jauh dari meja kasir, dia terlihat memainkan ponselnya sembari memegangi troli belanja dengan tangan kirinya, Allen berjalan menghampirinya namun langkahnya melambat saat dia melihat seorang pria menghampiri Alora meski tak terdengar dengan jelas namun Allen paham maksud dari pria tersebut tampaknya sedang berusaha meminta kontak Alora


"Maaf, tapi saya sedang menunggu seseorang" Alora melihat ke arah Allen membuat pria itu ikut melihat ke arah Allen


"Ohh, pacar?" Alora mengangguk untuk menjawab pertanyaan dari pria itu


"Baik!" Pria itu tersenyum lalu segera berpamitan untuk pergi


"Ehem, siapa?" Tanya Allen begitu tiba di hadapan Alora


"Bukan siapa-siapa"


"Kedepannya jangan sembarangan ketemu orang!"


"Hah?"


"Gue gamau calon istri gue dinilai buruk" Alora mengernyitkan kening tak percaya dengan apa yang didengarnya


"Bukan... sebentar, kenapa dinilai buruk?"


"Seorang wanita yang sudah memiliki pasangan dan akan menikah berbicara mesra dengan laki-laki lain"


"Mesra?"


"Heem, tersenyum dengan sangat bahagia"


"Gue?"


"Ga mungkin gue"


"Kapan? Kapan gue berbicara mesra seperti kata lo itu?"


"Barusan!"


"Barusan?! Maksud lo cowo yang tadi?"


"Itu lo tau"


"Cowo tadi... dia minta kontak gue dan nggak gue kasih" Alora menjelaskannya pada Allen entah kenapa dia melakukannya

__ADS_1


"Tadi lo tersenyum sambil melambai-lambaikan tangan lo"


"Dia tersenyum, masa gue harus marah-marah!Melambaikan tangan? Gue menolak dengan sesopan mungkin!"


"Oke. Terserah lo!" Allen tiba-tiba pergi meninggalkan Alora, dia berjalan menuju kasir membiarkan Alora yang tampak kebingungan di belakangnya


"Ada apa dengannya?!" Alora benar-benar tak mengerti dengan sikap Allen hari ini


***


Alora mengambil 2 tas belanja berukuran besar begitu Allen membuka bagasi mobilnya melihat hal itu Allen segera mengambil satu tas belanja yang tersisa dan mengejar Alora, Allen segera mengambil tas belanja yang berukuran besar dari tangan Alora namun Alora menahannya


"Ini berat"


"makanya jangan sok kuat" Karena kesal mendengar ucapan Allen, Alora langsung melepaskan tangannya dan memberikan tas itu pada Allen dan benar saja tas itu sangat berat hingga membuat Allen kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh


"Rasain!" Kutuk Alora dan langsung meninggalkan Allen


"Kok dia kuat ngangkat sendiri?!" Allen merasa heran dan segera menyusul langkah Alora, begitu tiba di depan pintu Allen mengeluarkan sepasang sendal berwarna pink dari dalam tas belanja dan meletakannya di depan Alora


"Kapan dia membelinya?" Pikir Alora, saat di kasir Alora juga tak memperhatikannya karena dia pergi ke toilet meski bingung Alora tetap memakai sendal itu dan segera masuk ke dalam rumah Allen


"Sudah pulang?" Suara seorang wanita mengejutkan mereka dan membuat Alora lebih terkejut ketika melihat wanita itu bergegas menghampiri mereka dari arah ruang tamu


"Mah?!" Allen juga ikut terkejut melihat ibunya yang tiba-tiba sudah berada di rumahnya


"Kenapa kamu terkejut begitu? Apa mama sudah tidak boleh datang ke rumahmu?"


"Bukan, hanya saja mama tiba-tiba datang, siapa yang tidak terkejut?" Allen menunjuk Alora dengan matanya yang tampak mematung di depannya juga di hadapan ibunya


"Hai...Cantik" Ibu Allen tersenyum


"Tante mama nya Allen , maaf tante tak bermaksud mengejutkanmu" Ibu Allen langsung menghampiri Alora dan memegang tangannya membuat Alora lebih terkejut namun sebisa mungkin dia bersikap tenang


"Iya gapapa tante, oh iya saya Alora" Alora tersenyum meski sangat grogi


"Salam kenal sayang" Ibu Allen tersenyum sangat ramah sambil terus memegang tangan Alora


"Sini biar tante bantu" Ibu Allen hendak mengambil tas belanja yang dibawa Alora


"Jangan tante, biar saya aja. Sekalian saya siapkan minum untuk tante sambil menaruh belanjaannya di dapur"


"Baik" Setelah mendengar jawaban dari ibu Allen dan setelah Allen mengangguk Alora langsung bergegas menuju dapur sementara itu Allen menatap ibunya


"Mahhh"


"Kan udah Allen bilang, nanti kalo udah waktu Allen bawa dia untuk bertemu mama"


"Iyaa, mama minta maaf tapi mama benar-benar ga sengaja mampir kesini dan kebetulan ada Avi"


"Terus?"


"Terus Avi cerita kalo kamu lagi jemput pacarmu jadi..."


"Jadi mama nungguin disini?" Ibu Allen mengangguk


"Berapa lama?"


"3 jam, kurang lebih"


"Mahh"


"Mama ingin segera bertemu dia. Toh nggak kenapa-kenapa juga kan!"


"Mama nggak liat tadi dia terkejut?"


"Shh tapi dia cukup pandai"


"Pandai?"


"Heem, dia masih tetap tampak tenang" Ibu Allen tersenyum lagi, dia tampak gembira


"Mama ini, lain kali jangan gini lagi!"


"Oke oke"


"Ayoo, mama tunggu di ruang tamu dulu. Allen ke dapur dulu untuk naruh belanjaan"


"Ayoo"


"Terus dimana Avi nya?"


"Dia udah pulang, katanya ada urusan"

__ADS_1


"Bagus, kabur setelah menciptakan masalah" Allen berbelok menuju dapur sedangkan Ibunya lurus menuju ruang tamu


"Maksudmu mama masalah?"


"Bukan, tentu saja bukan. Mama tunggu disana ya" Setelah memastikan ibunya duduk di ruang tamu Allen segera menghampiri Alora yang tampak kebingungan di dapur


"Tenang!" Alora langsung berbalik badan begitu mendengar suara Allen


"Lo..." Alora hampir berteriak


"Kenapa nggak bilang?!" Alora langsung merendahkan suaranya, untungnya dia mengerti situasi dengan baik


"Gue juga nggak tau!" Berbeda dengan Alora, Allen tampak santai


"Sekarang lo tenang dulu! Dan... ini lo mau ngapain jejerin gelas begini?!" Protes Allen begitu melihat gelas-gelas yang berbaris di meja dapur


"Itu... gue tadi ga tau harus siapin minuman apa"


"Jadi lo mau menyuguhkan gelas-gelas ini ke nyokap gue karena udah datang tiba-tiba dan bikin lo syok?"


"Bukan... itu karena gue gugup"


"Air putih aja!" Ucap Allen sambil tersenyum, dia merasa tingkah Alora cukup menggemaskan


"Lo masih bisa senyum?!" Alora tampak kesal melihat Allen yang justru malah tersenyum di tengah kegelisahannya


"Tenang aja, nyokap gue nggak akan ngusir lo lagian juga ada gue"


"Ishhh! Tau gini, gue nggak bakal pake baju begini!"


"Ada apa sama baju lo?!" Allen memperhatikan penampilan Alora


"Lo liat... apa pantas bertemu dengan..." Alora terhenti, sedangkan Allen masih menunggu kelanjutan ucapan Alora


"bertemu dengan ibu kekasihnya berpenampilan seperti ini?!" Alora masih tampak kesal namun tetap menjelaskannya pada Allen, Allen memperhatikan lagi penampilan Alora, Kaos putih berlengan pendek dan celana jeans memang kurang cocok namun tidak terlalu buruk


"Bener! Tapi udah terlanjur dan... gue pikir lo nggak akan perduli"


"Bukannya lo yang bilang... untuk jangan terlihat buruk?!"


"Tapi lo nggak terlihat buruk, kali ini cukup baik" perkataan Allen yang tak terduga membuat Alora terdiam selama beberapa detik


"Ini... bawa minumannya ke depan" Allen menyerahkan nampan yang sudah terisi air kepada Alora


"Gue?" Allen mengangguk


"Terus lo?"


"Gue cuci beberapa buah dulu"


"Gue aja yang cuci!"


"Aloraaa"


"Oke oke! Tapi lo jangan lama-lama!" Allen mengangguk


"Oh iya, nanti jangan manggil lo gue!" Allen memperingati Alora


"Oke!" Alora lalu bergegas menuju ruang tamu, disana dia melihat ibu Allen yang tampak tersenyum menatap lemari yang tampak kosong di ruang tamu, benar lemari itu sudah kosong tak ada lagi foto-foto yang menghiasi seisi lemari seperti sebelumnya dan tentu saja hal itu juga membuat Alora tampak terkejut hanya dalam waktu 1 hari tempat itu sudah tampak kosong


"Ada apa ini? Kemana foto-foto itu?" Pikir Alora


"Alora?" Mendengar suara ibu Allen Alora segera mengalihkan pandangannya dan tersenyum


"Maaf lama ya tante" Alora segera meletakan nampan berisi air itu di atas meja


"Nggak kok... sini duduk!" Ibu Alora menepuk sofa meminta Alora untuk duduk di sampingnya dan mau tak mau Alora harus menurutinya


"Ini pertama kali kamu datang ke rumah ini?"


"Bukan tante"


"Benarkah?" Alora mengangguk


"Alora, tante senang sekali saat melihat kehadiranmu" Ibu Allen tiba-tiba memegang tangan Alora lagi


"Tante harap, kalian bisa selalu bersama-sama. Saling menemani juga saling mengandalkan. Tante juga ingin memberitahumu sesuatu karena jika tidak diberitahu dari awal tante takut hal ini bisa melukaimu"


"silahkan tante" Alora mengangguk mengizinkan ibu Allen untuk mengatakan sesuatu yang membuatnya tampak ragu untuk mengatakannya


"Allen memiliki luka yang cukup dalam, di masa lalunya. Luka itu, biar nanti Allen yang menjelaskan tapi tante hanya bisa berharap kehadiranmu dapat kembali membuat hidup Allen lebih baik"


"Tante tenang saja, Allen sudah menceritakannya"

__ADS_1


"Benarkah?" Ibu Allen tampak terkejut, Allora mengangguk


"Kehadiranku di hidup Allen.... Aku akan berusaha untuk membuat tante tidak khawatir lagi"


__ADS_2