
"Itu..."
"Gue nggak nyentuh apapun!" Alora langsung membalikan badannya sembari mengangkat kedua tangannya begitu mendengar suara Allen, dia juga tampak terkejut dengan keberadaan Allen yang tiba-tiba sudah berada di belakangnya
"Itu belum gue beresin" Allen melanjutkan ucapannya yang sempat terpotong Alora
"Oh" Alora menurunkan tangannya dan mundur menjauhi foto-foto Allen yang memenuhi lemari hias di ruang tamu
"Ada banyak yang belum gue beresin di rumah ini" Allen memperhatikan sekeliling rumahnya entah kapan terakhir kali dia perduli dengan rumahnya
"Besok lo kosongin waktu lagi"
"Untuk apa?"
"Bantu gue beresin rumah"
"Gue?" Allen mengangguk
"Nggak besok gue..."
"Setelah menikah ini jadi rumah kita" ucapan Allen membuat Alora merasakan perasaan yang aneh, pernikahan yang sebelumnya tak pernah Alora anggap serius semakin hari semakin terasa nyata dan perkataan Allen membuatnya menyadari pernikahan itu akan menjadi lebih serius dan membuat Alora gelisah
"Lebih tepatnya, gue terpaksa harus tinggal disini" Alora berusaha menepis pikirannya, Alora berusaha meyakinkan bahwa pernikahan mereka hanya sebuah perjanjian yang menguntungkan, tak lebih dari itu
"Terserah! Yang jelas lo harus ikut andil untuk urusan rumah"
"Andil?"
"Memilih perabotan rumah, dekorasi rumah dan..."
"Lo harus inget! Pernikahan kita..." Alora terhenti karena bingung harus menyebut apa untuk pernikahan yang hendak mereka lakukan
"bukan sungguhan jadi kita nggak perlu melakukan hal-hal yang biasanya dilakukan oleh calon pasangan suami istri"
"ini pernikahan sungguhan lo harus inget itu!" Allen menatap Alora
"Maksud gue... Oke! Tapi urusan rumah ini... ini rumah lo dan lo bebas mau ngelakuin apapun terhadap rumah ini, gue nggak perlu ikut andil"
"Lo harus!"
"Untuk apa?"
"Entah. Yang jelas lo harus"
"Lo..."
"Mungkin salah satu alasannya untuk meyakinkan nyokap gue"
"Maksud lo?"
"Membuatnya yakin kalo lo juga bagian dari rumah ini dan alasan lainnya biar gue nggak mau ribet belanja sendiri"
"Itu terdengar lebih masuk akal!" Ucap Alora
"Lo ikut gue!" Allen meminta Alora untuk mengikutinya lagi
"Kemana lagi?" Meski terdengar berprotes Alora tetap mengikuti Allen
"Hari ini temenin gue ke sebuah acara" Mereka berjalan menuju mobil Allen
"Acara apa?"
"Pernikahan" jawaban Allen membuat langkah Alora terhenti
"Pernikahan Temen gue" Allen memperjelas maksudnya namun hal itu malah membuat Alora tampak lebih bingung
"Kenapa gue harus ikut ke nikahan temen lo?"
"Karena lo pacar gue" Allen menatap Alora lagi, wajahnya yang tampak kebingungan membuatnya terlihat lebih manis
"tapi..."
__ADS_1
"Temen-temen lo udah pada tahu kita pacaran gaada salahnya kan sekarang temen-temen gue saatnya tahu"
"tapi penampilan gue kayak gini!" Alora tampak kesal, sebenarnya bukan karena penampilannya tapi karena dia tidak ingin pergi menemani Allen. Allen memperhatikan penampilan Alora, rambut yang tergerai sedikit bergelombang di ujungnya, blouse berwarna lilac dipadukan dengan celana putih dan terakhir sepatu sneakers putih memang terlihat tak cocok jika untuk menghadiri sebuah pernikahan
"nggak ada yang salah!" Alora mengernyitkan keningnya
"Lo mau gue berpenampilan gini ke..."
"ke butik dengan pakaian seperti itu nggak akan jadi masalah bukan?"
"butik?"
"gue juga nggak mungkin datang dengan penampil seperti ini" Allen benar, sebelumnya Alora tak memperhatikan penampilan Allen setelah diperhatikan lagi tak mungkin mereka berpenampilan santai untuk acara pernikahan teman Allen tapi memang salah Allen tak memberitahu Alora kalo mereka akan mampir ke butik dulu sebelum ke pernikahan
"Ayo!" Allen meminta Alora untuk segera naik ke dalam mobil dan meski malas Alora lagi-lagi harus menurutinya.
***
Setelah melihat beberapa jenis dress Alora merasa tak menemukan dress yang cocok untuknya. Beberapa dress yang ditawarkan terlalu terbuka dan terlalu pendek yang lainnya terlihat terlalu glamor, style yang tidak disukai Alora
"Ehmm, dress yang sebelumnya saya pesan tolong tunjukan padanya" Allen menghampiri seorang pegawai yang sejak awal menemani Alora untuk memilih dress
"baik, saya siapkan dulu" pegawai itu segera bergegas sedangkan Alora menatap Allen dengan rasa penasaran
"Dress yang dia pesan? Untuk apa minta gue pilih sendiri kalo udah pesan? Ada apa dengannya?" Beberapa pertanyaan memenuhi pikiran Alora namun tak kunjung terucap dari mulutnya sedangkan Allen langsung memalingkan wajahnya dan berfokus lagi pada tablet di tangannya, berpura-pura tenang.
"Bagaimana dengan yang ini kak?" Dalam hitungan menit pegawai itu telah kembali dengan membawa dress dan memperlihatkannya pada Alora. Sebuah dress dengan warna light blue dipadukan dengan neckline berwarna putih dengan tipe halter neck. Alora menatap dress itu lalu Allen secara bergantian, dress itu terlihat indah dan membuat Alora langsung menyukainya
"Saya coba dulu"
"Baik kak, silahkan lewat sini" Pegawai itu tersenyum sembari membimbing Alora menuju ruang ganti dan Allen tersenyum tipis melihat Alora yang terlihat menyukai dress pilihannya. Alora menatap dirinya di depan cermin begitu selesai memakai dressnya, pantulan dirinya di termin tersenyum menandakan dia merasa puas dengan penampilannya meski begitu Alora terlihat sedikit khawatir
"Apa boleh gue pake ini?" Alora menyukai dress itu, dress yang membuatnya terlihat elegant namun tetap nyaman saat digunakan tapi ini pertama kali untuknya memakai dress semewah ini lebih tepatnya ini pertama kali untuknya datang ke pernikahan dengan seeffort ini. Alora yang biasanya menghindari acara seperti itu kini harus mempersiapkan diri untuk perpura-pura menjadi kekasih Allen di acara itu, dua hal yang tidak Alora sukai. Alora yang terdiam di ruang ganti karena berbagai pikirannya membuat Allen berkali-kali memeriksa jam di tangannya
"Apa ada masalah?" Allen mulai khawatir dan segera menghampiri pegawai yang sedang menunggu Alora di depan ruang ganti. Alora langsung tersadar kembali begitu mendengar suara Allen di luar ruang ganti dan dia segera bergegas untuk keluar dari ruang ganti. Alora keluar dengan sedikit merasa malu sedangkan Allen terlihat membisu menatap Alora, dress itu tampak sempurna dikenakan Alora membuatnya terlihat semakin cantik bahkan pegawai yang menemani Alora pun tersenyum merasa puas dengan penampilan Alora
"Allen?!" Alora memanggil namanya karena merasa bingung dengan reaksi Allen
"Ok! Lo tunggu disana" Allen menunjuk ruang tunggu tempat dia duduk sebelumnya
"Gue ganti baju dulu"
"Nggak usah! Lo langsung pake dress nya aja"
"hah?"
"Kita langsung per..." Allen terdiam lagi begitu menyadari sneakers yang dikenakan Alora
"Kita pergi ganti sepatu lo abis ini!" Tanpa menunggu jawaban dari Alora, Allen bergegas menuju kasir setelah menyelesaikan pembayaran dia menerima setelan jas yang juga sudah dipesannya kini giliran Allen yang mengganti pakaiannya sebelum menuju ruang ganti dia meminta seorang pegawai untuk memberikan paper bag pada Alora untuk pakaian Alora. Setelah selesai mengganti pakaiannya Allen membawa Alora menuju sebuah store yang tak jauh dari butik sebelumnya untuk mencari high heels Alora
"Ukuran berapa?" Tanya Allen begitu mendapati Alora menatap sepasang heels berwarna putih "37" Alora menjawab sambil terus menatap heels itu, dia bahkan ragu apakah sungguh tidak apa-apa menerima semua ini? Sedangkan Allen langsung meminta pegawai yang sejak tadi memperhatikan mereka untuk membawa heels tersebut dengan ukuran Alora dan tak lama pegawai tersebut datang membawa heels bertipe chunky heel itu kehadapan mereka, Allen segera meminta Alora untuk mencobanya dan lagi-lagi Alora menurut, dia mencoba heels tersebut dengan tinggi 2.5 inch dan block heel serta dilengkapi ankle strap yang elastis membuat heels itu terasa nyaman saat digunakan juga terlihat cantik di kaki Alora
"Cocok?" Alora mengangguk karena tak mungkin juga dia menolak tak ada pilihan lain untuknya saat ini. Mereka telah selesai dengan heels Alora namun Allen tak langsung membawa Alora keluar dari mall itu melainkan dia membawanya ke sebuah salon di lantai 3
"Apa lagi ini?" Keluh Alora di dalam hatinya, dia berhenti di depan pintu masuk salon itu membiarkan Allen masuk sendirian ke dalam salon. Allen yang menyadari Alora tak mengikutinya kembali ke luar salon, dia melihat Alora yang masih berdiri di depan pintu masuk lalu menarik tangannya untuk segera masuk
"Waktu kita nggak banyak!" Alora yang terkejut tak sempat menolak dan memilih pasrah membiarkan Allen membawanya masuk ke dalam salon, Allen berbicara dengan pegawai salon itu memintanya untuk merias Alora juga merapihkan rambutnya
"baik, ke sebelah sini" Pegawai itu meminta Allen dan Alora untuk mengikutinya saat hendak mengikuti pegawai itu Alora segera melepaskan tangannya dari genggaman Allen
"Sorry!" Allen yang baru menyadari dia telah menggenggam tangan Alora cukup lama terlihat merasa bersalah, Alora mengangguk lalu langsung mengikuti pegawai itu mendahului Allen dan Allen yang masih merasa canggung mengikuti Alora dari belakang
"Kita mulai dari makeup dulu ya kak" Pegawai itu tersenyum ramah, Alora yang sudah duduk di kursi mengangguk
"Natural ya kak" Alora tersenyum meminta pegawai itu memberikannya tampilan yang tetap natural
"Baik kak. Kakaknya memang sudah cantik jadi nggak perlu banyak makeup dan makeup natural emang paling cocok" Pegawai itu memuji Alora sambil mulai merias wajah Alora. Eyeshadow basic nude kemudian layered dengan choco glitter, choco blusher, dan nudish lips colour yang ditimpa dengan lipgloss tampak sangat cocok di wajah Alora, cantik, natural, simple namun tetap elegant
"bagaimana cocok?" Pegawai itu tersenyum lagi karena merasa puas dengan hasilnya, Alora mengangguk juga merasa puas
"Kalo rambutnya mau bagaimana?"
__ADS_1
"Hmm, yang cocok aja tapi tetap simple juga"
"Twisted low bun, bagaimana? Hmm yang seperti ini" Pegawai itu menunjukan contoh style rambut di katalog yang mereka sediakan
"Ok, begitu saja" Pegawai itu mengangguk lalu kembali dengan pekerjaannya untuk menata rambut Alora sedangkan Alora yang mulai merasa bosan mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya dan beberapa pesan bertumpuk di notifikasinya salah satunya dari Cassie
"Bagaimana kencannya? Apa yang kalian lakukan" Cassie bahkan mengirimkan sticker berbentuk hati dengan malas Alora membalasnya hanya dengan sticker memeluk lutut di bawah hujan dan selang beberapa detik Cassie langsung melakukan panggilan video tapi Alora menolaknya
"Nanti gue cerita, sekarang gue lagi tersiksa" sebagai gantinya Alora mengirim pesan singkat pada Cassie
"Kenapaaa?" Cassie langsung membalasnya, Alora memotret dirinya di cermin, memperlihatkan dirinya dengan rambut yang masih ditata
"harus menghadiri pernikahan temannya"
"Wahh Alora, lo hebat banget!!!" Alora tak mengerti dengan Balasan Cassie ditambah dengan sticker hyper rabbit menari yang Cassie kirimkan
"Bagaimana?" Tanya pegawai yang ternyata sudah selesai menata rambut Alora. Alora menatap dirinya di cermin, low twisted bun serta beberapa curls yang dibiarkan di sisi kanan kirinya membuatnya merasa nyaman dengan hair style tersebut dan juga membuatnya terlihat menawan
"Cantik banget" Pegawai itu tersenyum sambil menatap Alora di cermin
"Thank you!" Alora membalas senyum pegawai wanita itu. Setelah semuanya selesai Alora segera menghampiri Allen yang sedang menunggu nya di ruang tunggu, Alora kini sudah berdiri di hadapan Allen yang juga ternyata merapihkan rambutnya, undercut style tampak cocok untuknya. Allen memperhatikan Alora dari ujung kaki hingga kepala lalu dia tersenyum, senyum yang tak dimengerti Alora
"Ayo!" Allen berdiri sambil memberikan sebuah paperbag pada Alora dan pergi membawa 4 paper lainnya, pakaian dan sepatu miliknya dan milik Alora
"Apa lagi ini?" Alora bertanya sambil mengikuti Allen berjalan keluar dari salon
"Handbag" Benar, Alora tak mungkin pergi dengan tas selempangnya setelah menampilannya yang sudah sempurna untuk pesta tapi Alora tak pernah memikirkan itu sebelumnya dan Allen, kenapa di bersikap sangat manis hari ini? Sikapnya itu berkali-kali mengganggu Alora, dia bersikap seperti layaknya kekasih sungguhan.
***
"Ngapain gugup?!" Allen tersenyum melihat Alora yang tampak gugup
"Mungkin ini terdengar konyol, tapi gue benci acara seperti ini. Banyak orang, bising, dan banyak perhatian. Ini pertama kalinya gue dateng ke acara pernikahan seperti ini dan lo..." Alora terhenti saat mendapati Allen sedang menatapnya
"Lo nggak bilang acaranya semeriah ini" Alora menatap ruangan di hadapannya yang didekorasi dengan begitu mewah, dilengkapi dengan suara nyanyian juga tawa yang memeriahkan acara itu
"Ada gue, nggak usah khawatir! Ayo!" Allen mengulurkan tanggannya sedangkan Alora segera menyembunyikan tangannya menolak Allen untuk menggenggam tangannya
"Heuhh!" Allen menggigit bibir bawahnya juga tersenyum tipis
"Nggak usah berpikir yang aneh-aneh! Lo harus inget, kita pacaran! Nggak mungkin kita masuk sendiri-sendiri, kita harus meyakinkan mereka. Buruan!" Ucapan Allen terdengar masuk akal dan meski tak ingin Alora harus melakukannya, dia kemudian mengulurkan tangannya, memberiarkan Allen menggenggam tangannya juga membawanya berjalan di sampingnya. Mereka kini melangkah masuk ke dalam ruangan acara, melewati beberapa orang
"Allen?" Seseorang terdengar berteriak membuat orang-orang yang sebelumnya sibuk bernyanyi dan mengobrol kini menatap Allen dan Alora dengan rasa penasaran
"Jangan bilang, lo tokoh utama di acara ini!" Allen tersenyum mendengar ucapan Alora, kata-katanya itu terdengar lucu bagi Allen dan tanpa disadari Allen memang mulai sering tersenyum tiap kali bersama Alora
"Tokoh utamanya jelas pasangan pengantinnya!"
"Lo paham maksud gue!"
"Mungkin" Allen mengangguk
"Gue nggak suka tatapan mereka!" Alora berterus terang
"Gue tau!" Allen tiba-tiba menggenggam tangan Alora lebih kuat
"Tenang, ada gue! Dan tolong senyum!" Alora begitu menurut, dia langsung senyum begitu Allen memintanya memang seperti itu jika Alora sedang merasa gelisah
"Sorry telat!" Allen dan Alora kini sudah berada di tengah orang-orang yang menatap mereka sebelumnya yang tak lain merupakan teman-teman Allen juga orang asing bagi Alora
"Itu nggak penting! Yang penting siapa wanita cantik ini?!" Tanya seorang teman pria Allen tampak bersemangat yang langsung disambut reaksi heboh oleh teman-teman lainnya yang juga merasa penasaran
"Allenn!!! Akhirnya lo..." Avi yang berhasil menerobos keramaian dengan teriakan hebohnya kini membisu di hadapan Allen dan Alora
"Dia..." Avi menatap Alora
"Pacar gue! Alora" Allen memperkenalkan Alora pada teman-temannya
"Hai, semuanya" Alora berusaha menyapa mereka dengan sangat tenang tak terlihat kekhawatiran juga perasaan nervous nya seperti sebelumnya
"Pengganti Alana?!" Seorang wanita tiba-tiba maju ke hadapan mereka dan tersenyum tipis, pertanyaan membuat orang-orang terdiam dan membuat Allen tampak marah terlihat dari sorot matanya
__ADS_1
"Lo..." Alora menggenggam lengan Allen dengan tangan kirinya, menyadari Allen yang tampak marah dia langsung menghentikan Allen