
“Hallo?” Alora akhirnya menjawab panggilan yang sejak 30 menit lalu terus berdering memaksanya untuk bangun dari tidur pulasnya
“Gue udah di bawah!”
“Hah?” Alora segera membuka matanya, melihat layer ponselnya, sebuah no telepon baru terterna disana
“Allen?” Alora mencoba menebak setelah semalam dia tak menyimpan no telepon pria itu
“Lo nggak simpen no gue?” Suara Allen terdengar sedikit ketus, entah kenapa dia merasa kesal
“Bukan, lo… pagi-pagi gini ngapain ke kost gue?!” Alora akhirnya bangun dari tempat tidurnya, dia bergegas menuju jendela dan melihat ke luar dan benar saja di halaman kostannya terlihat Allen dengan mobilnya yang sudah terparkir. Hari ini penampilannya terlihat berbeda, kaos putih polos dipadukan dengan celana berwarna cream, dia terlihat tampan hingga membuat beberapa penghuni kost Alora tampak terpesona
“Gue bawa lo ke suatu tempat!”
“Tiba-tiba? Pagi-pagi gini? Di hari weekend gue?!” Protes Alora
“Udah siang, jam 10!” Allen terlihat mengecek jam di tangan kanannya
“Bukan…kenapa harus hari ini?” Protes Alora lagi
“Gue ada waktu di hari ini”
“Dan gue? Lo ga tanya dulu, gue ada waktu atau nggak hari ini?!”
“Lo baru bangun tidur?”
“Apa urusannya sama lo?!” Alora terdengar sedikit kesal, untuk apa dia perduli hal itu, pikir Alora
“Lo baru bangun sesiang ini, apa mungkin lo ga punya waktu?!” Alora terdiam, dia tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya namun Allen memang benar, seperti biasanya Alora hanya akan bermalas-malasan di hari weekend nya, menonton atau mengerjakan pekerjaan freelance nya dari kamar kostnya seharian penuh
“Tapi lo juga gabisa tiba-tiba gini, gue baru bangun, belum siap-siap dan gue butuh waktu buat siap-siap!”
“30 menit!”
“Lo gila? Gue belum mandi, belum makeup, dan gue… Laper!” Alora mencoba mencari alasan untuk mengulur waktu lebih lama
“Gue tunggu lo sarapan di café depan!” Allen langsung menutup teleponnya tanpa menunggu jawaban Alora, dia juga tampak bergegas mengendarai mobilnya untuk menuju sebuah café yang terletak tepat di depan kostan Alora, dia memarkirkan mobilnya di area parkir café dan terlihat berjalan masuk ke dalam café dan Alora dapat melihatnya dengan jelas dari kamarnya yang terletak di lantai 3
“Gila! Dia pikir dia siapa? Kenapa dia nyuruh-nyuruh gue? Kenapa dia juga ngatur waktu gue?!” Alora terus berprotes
__ADS_1
“Allen?” Tanya Cassie yang membuat Alora terkejut, saking kesalnya Alora tak menyadari Cassie sudah sejak tadi bangun dari tidurnya mungkin terbangun karena suara perdebatannya dengan Allen yang cukup keras
"Lo udah bangun?"
"Heem, menurut lo gue masih bisa tidur setelah puluhan kali hp lo berbunyi dan setelah gue dengar perdebatan manis lo itu?!" Cassie menggoda Alora
"Ahh indah sekali pertengkaran kecil orang baru pacaran ini!" Cassie tersenyum tak henti menggoda Alora setelah semalaman Alora meyakinkan Cassie bahwa dirinya sudah berpacaran dengan Allen dengan berbagai alasan akhirnya Cassie percaya walaupun sebelumnya dia terus-menerus menolak percaya karena dia paham betul Alora tak akan semudah itu untuk memutuskan berpacaran apalagi dengan orang yang baru dikenalnya namun Alora tak menyerah hingga dia berbohong kalo Allen mengejarnya dan Alora merasa kehadiran Allen cukup membuat orang-orang yang sebelumnya mendekatinya berhenti dan memutuskan untuk berpacaran dengan Allen dan Cassie percaya dengan kebohongan itu terutama karena didukung fakta oleh Allen yang berkali-kali terlihat mengejar Alora
"Apa gue bilang! Dia udah jatuh cinta lo sejak pertama liat lo di busway! Dan dia cukup manis ngajak lo date di weekend ini!" Cassie tersenyum terlihat lebih bersemangat dibandingkan Alora yang justru terlihat malas
"Gue mandi dulu!" Alora mengambil handuknya dan bergegas menuju kamar mandi dengan rasa kesal
"Gue pasti udh gila juga! Kenapa juga harus nurut sama dia?!" Gerutu Alora sambil masuk ke dalam kamar mandi
***
"Gue di luar!" Alora memutuskan untuk menunggu Allen di luar cafe
"Ga masuk?"
"Kita langsung berangkat aja!"
"Nggak! Gue tunggu di luar!" Alora langsung mengakhiri panggilannya sementara Allen dia juga tampak bergegas menuju kasir dan tak lama kemudian dia keluar dari cafe menuju ke arah Alora dengan menyodorkan sebuah paperbag pada Alora, Alora menatap paperbag lalu Allen bergantian
"Jangan sampai lo nyalahin gue karena kelaperan!" Allen meletakan paperbag berisi makanan itu pada tangan Alora yang membuat Alora terpaksa harus menerimanya agar tak jatuh
"Kita kemana?"
"Rumah gue" Jawaban Allen membuat langkah Alora terhenti sambil menatap Allen yang hendak membuka pintu mobil
"Setidaknya lo harus tahu rumah gue sebelum jadi istri gue"
"Itu artinya ketemu..."
"Rumah gue, bukan rumah ortu gue!" Allen memperjelas tujuan mereka
"Oh"
"Ayo!" Allen meminta Alora agar segera masuk ke dalam mobil dan setelah mereka siap, Allen membawa mobilnya melaju menelusuri jalan raya yang tampak sepi karena weekend
__ADS_1
"Thanks!" Alora berterima kasih untuk sarapan yang Allen berikan, sandwich daging dan sandwich buah terlihat oleh Alora begitu membuka paperbag makanan itu, Allen sengaja membeli kedua jenis sandwich itu karena tak tahu jenis apa yang biasanya Alora makan dan akhirnya Alora mengambil sandwich daging untuk sarapannya, Alora mengernyitkan keningnya setelah memakan gigitan pertama sandwich itu, ada rasa yang tak disukainya yaitu telur goreng yang tak Alora sadari berada di dalam sandwich itu kemudian Alora lebih berhati-hati untuk gigitan keduanya dengan mengeluarkan telur goreng dari sandwichnya setelah dirasa semuanya aman Alora langsung melahap sarapannya. Setelah 30 menit lebih mereka melewati jalan raya kini mereka memasuki jalanan perumahan yang tampak asri dengan berbagai pepohonan yang meneduhkan jalanan sesekali terlihat anak-anak yang tampak bersepeda dan beberapa orang yang sedang menikmati hari di taman sementara itu, Allen dan Alora yang selama perjalan terdiam akhirnya bisa mengakhiri kecanggungan mereka setibanya di sebuah rumah yang terlihat mewah dengan design futuristik. Allen langsung keluar dari mobil begitu selesai memarkirkan mobilnya begitupun dengan Alora meski merasa ragu Alora mengikuti Allen keluar dari mobil dan berjalan di belakang Allen sembari memerhatikan halaman rumah juga suasana di sekitar rumah Allen. Begitu masuk Alora dibuat terkejut dengan rumah mewah Allen, design interior rumah dengan tema monokromatik membuat rumah itu tampak mewah namun tetap nyaman. Allen meletakan sepasang sendal berwarna hitam di hadapan Alora, ukurannya cukup besar karena tak ada sendal lain selain miliknya sehingga Allen bertelanjang kaki di dalam rumahnya
"Setelah tahu kita bakal nikah, nyokap gue pasti akan sering mampir ke rumah so, lo harus lebih akrab dengan rumah ini. Lo bisa keliling buat liat-liat. Sebelah sana ada dapur, kemudian ada beberapa kamar tamu, ruang tamu, ruang kerja dan sisanya lo bisa liat sendiri" Allen sedikit menjelaskan rumahnya pada Alora
"Rumah ini..."
"Kita akan tinggal disini setelah menikah"
"Bukannya terlalu jauh?" Alora tampak ragu
"Ya, lumayan dari kantor lo"
"Gue rasa..."
"Lo ga usah khawatir soal itu!"
"Kenapa?"
"Gue udah biasa"
"Hah?"
"Lo pernah liat gue bisa sampai di kantor lo lebih pagi, gue bisa kasih lo tebengan!"
"bukan..."
"lo keliling sendiri, gue masih ada urusan" Allen segera pergi menuju kamarnya setelah mengatakan hal itu tanpa perduli dengan respon dan perkataan yang hendak dikatakan Alora
"Gue belum selesai ngomong!" Alora berteriak namun percuma saja Allen tetap berjalan menuju kamarnya
"Selalu sesuka hati!" Gerutu Alora, dia kemudia melangkah untuk menelusuri rumah itu pertama-tama dia berjalan menuju ruang tamu, kemudian dapur dan dia terhenti di sebuah ruangan yang dipenuhi bingkaian foto Allen dengan seorang perempuan yang tak Alora ketahui, foto-foto dengan berbagai latar tempat dan kebahagian yang terlukis menandakan banyaknya kenangan yang terabadikan lewat foto-foto itu
"ini yang dia maksud barang pribadinya?" Alora bertanya pada dirinya sendiri
"Kenangan ini pasti sengaja diabadikan" Alora melihat satu persatu foto-foto itu
"Mereka terlihat sangat bahagia bahkan dia selalu tersenyum" Alora menyadari Allen yang selalu tersenyum di foto-foto itu
"Cantik. Dia pasti sangat mencintai perempuan itu!" Kini Alora memerhatikan wajah perempuan di foto itu
__ADS_1
"Lalu kenapa dia ingin menikah dengan orang lain dan bukan perempuan itu?"