Tuan Dingin Jadi Bucin

Tuan Dingin Jadi Bucin
Awal


__ADS_3

Tok tok tok


"Lula! Buka pintunya! teriak riska yang tak lain ibu tiri lula


Ceklek


"Iya ma ada apa? kata lula


Sreet


"Ada apa ada apa,kamu tau ini sudah jam berapa hah! ucap riska sembari menjambak rambut lula


"A aduh sakit ma! ucap lula sembari meringis kesakitan


"Sakit kamu bilang? kata riska sembari mengeratkan pegangan tangannya di rambut lula


"Ini sudah siang kenapa kamu belum membuat sarapan,dan malah enak-enakan tidur hah!l lanjut riska


"Ma'af ma lula sedang tidak enak badan,makanya lula terlambat bangun! ucap lula


"Saya tidak peduli dengan alasan kamu itu,sekarang juga kamu buat sarapan untuk saya dan anak saya cepat! kata riska dengan menghempaskan rambut lula dengan kasar


"B baik ma! ucap lula dengan lirih


Ssshh


"Aku harus kuat dan cepat menyelesaikannya! ucap lula sembari memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit dan bedenyut


"Non sini biar bibi saja yang meneruskannya non istirahat saja di kamar! ucap bi minah sang art yng tidak tega melihat anak majikannya yang kesakitan

__ADS_1


"Tidak papa bi biar lula saja bibi bisa kerjakan yang lain saja dulu! ucap lula lemas sembari tersenyum


"Gapapa non sini biar bibi teruskan saja! ucap bi minah dengan nada yang tak tega


"Udah bibi kerjakan yang lain saja nanti bibi di marahi mama lagi biar ini lula yang menyelesaikannya,lula masih kuat ko bo tenang saja! ucap lula dengan lirih


"Tapi non lula beneran gapapa kan? tanya bi minah yang melihat wajah pucat lula


"Iya bi lula gapapako! ucapa lula dengan senyumnya


"Yasudah kalo gitu bibi permisi ya non! ucap binah dengan sopan


Lula hanya menganggukan kepalanya sembari tersenyum


Setelah selesai memasak lula pun menyajikannya di meja makan,dan di sana sudah ada ibu tiri dan saudari tirinya


"Lama banget sih kamu! kata riska dengan nada sinis


"Iya ma'af mah ka! ucap lula lirih


"Ma'af2 gara2 lo lama masaknya gue hampir telat nih! kata bunga


"Sudah2 sayang ayo kita sarapan saja nanti kamu malah telat lagi! kata riska dengan nada lembutnya


"Hmmp awas lu! tunjuk bunga pada lula dengan sinis


Sedangkan lula hanya diam saja sembari menahan rasa sakitnya


Di lain tempat

__ADS_1


"Pagi ma pa! sapa radit pada orang tuanya


"Pagi juga sayang!


"Pagi son! ucap orang tuanya bersama'an


"Kamu mau makan apa sayang,roti apa nasi? ucap mama widya


"Roti aja ma! kata radit dengan singkat


"Oke,oh iya son kapan kamu mau membawa mantu kerumah ini! ucap mama widya sembari membirikan roti isi pada putranya


"Ntah! ucap radit singkat


"Kamu kan sudah dewasa,mapan tampan pula apalagi yang kamu tunggu sih nak! Ucap mama widya dengan lembut


"Adit belum nemu calon yang pas mah! ucap radit sembari mengahiri sarapan nya


"Adit berangkat dulu pah mah assalamualaikum! lanjutnya


"Walaikumsalam! ucap orang tuanya bersama'an


"Haah anak itu selalu saja begitu bila di tanya tentang istri! ucap mama widya sembari menghela nafas


"Sudahlah mah nanti juga kalau ada pasti di kenalin ke kita sabarlah! ujar papa deni sembari mengelus punggung sang istri


"Tapikan mama pengen cepet gendong cucu pa,temen2 mama hampir semua udah punya cucu,emang papa ga mau gitu? tanya mama widya sambil menatap sang suami


"Iya papa juga pengen ko cepet gendong cucu,tapi mau gimana lagi kan? sabar ajalah dulu mah! ucap papa deny dengan memberi pengertian pada sang isti

__ADS_1


Ahirnya kedua paru baya itu melanjutkn sarapan nya dengan hening


Mohon ma'af🙏bila ada kesalahan dalam menulis dan kurang rapi tulisannya,karna author masih pemula😊


__ADS_2