
"Harusnya kakak jangan terlalu keterlaluan seperti itu pada tuan rey" ucap lula setelah kepergian rey.
"Kok kamu malah belain rey sih yank" kesal radit karna merasa lula membela rey.
"Lagian keterlaluan dimananya coba" lanjut radit.
"Bukan gitu kak tapi,...
"Sudahlah tidak usah di teruskan,mending sekarang kamu makan" ujar radit sambil menyendokan makanan ke hadapan lula.
Mau tak mau lula pun menerima suapan tersebut karna melihat wajah kesal radit jadi lula tidak mau membuat radit bertambah kesal.
Tok,tok,tok
Tak lama setelah nya terdengar suara pintu di ketuk.
"Masuk,..
"Permisi tuan nona,saya ingin memeriksa keada'an nona lula" ucap dokter wanita itu sopan sambil berjalan mendekati mereka dan mulai memeriksanya. Untung itu dokter wanita jika bukan radit pasti tak akan mengijinkannya menyentuh lula.
"Bagaimana?" tanya radit datar.
"Keada'an nona lula sudah lebih membaik dari sebelumnya tuan,tapi jika bisa nona lula masih harus di rawat sampai besok pagi" jelas sang dokter.
"Tapi dok,.. apa saya tidak bisa pulang sekarang saja?" tanya lula ragu.
"Tidak,jika dokter mengatakan kamu harus di rawat lagi sampai besok pagi berarti harus" sela radit.
"Tapi kak,..
"Kamu mau kalau pulang sekarang kamu akan mendapatkan yang lebih dari ini hem,kamu kan tau penghuni di rumahmu itu bukan manusia melainkan hewan" Ujar radit dengan nada tegas.
__ADS_1
"Mereka bukan hewan kak,tapi mereka keluargaku" ucap lula lirih.
"Terserah kamu mau mengatakan mereka keluargamu atau bukan,tapi menurutku mereka itu sama saja seperti hewan bahkan mungkin hewan lebih baik dari mereka"
"Kumohon jangan keras kepala seperti ini yank. Aku cuma gak mau kamu kenapa napa lagi" lanjut radit dengan suara yang lebih lembut.
Lulapun hanya menundukan kepalanya.
"Mmm kalau begitu saya permisi dulu tuan nona" ucap sang dokter karna merasakan suasana yang kurang nyaman.
"Emm,..
Hanya itu tanggapan dari radit sedangkan lula masih terdiam dengan menundukan kepalanya.
Dokter itu pun segera keluar dari ruangan itu.
๐๐๐
"Kak,kakak masih marah?" tanya lula dengan ragu ragu melihat ke arah radit yang berada di sofa. Setelah terdiam cukup lama.
"Lu-lula minta ma'af jika perkata'an lula ada yang menyinggung atau menyakiti hati kakak. Lula tau sikap mama dan kak bunga kurang baik terhadap lula,lula tau jika mereka tak menyukai lula,tapi,.. mau bagaimanapun mereka,mereka tetaplah keluarga lula. Sekalipun mereka tak menganggap lula keluarganya" lanjut lula sambil menundukan kepalanya tanpa terasa air matanya pun terjatuh.
Radit yang mendengar penuturan lula pun langsung melihat ke arahnya. Radit bisa melihat tubuh lula bergetar seperti sedang menahan tangis,sontak saja radit kaget dan merasa bersalah terhadap lula karna tadi sikapnya keras dan tak memahami lula.
Radit pun segera bangkit dan melangkahkan kakinya mendekati brangkar yang di tempati lula. Setelahnya radit langsung mendekap lula erat dalam pelukannya guna menenangkan lula.
"Ssstt jangan menangis hatiku juga ikut sakit jika melihatmu menangis seperti ini. Tolong jangan menangis dan ma'af jika sikapku tadi melukai perasa'anmu" ucap radit lembut.
Bukannya berhenti lula malah semakin menangis dalam pelukan radit.
"Lu-lula hanya ingin papa bahagia seperti dulu kak,lula gak mau buat papa sedih. Lula gapapa jika harus seperti ini asalkan papa bahagia hidup bersama mama riska" ujar lula sesegukan.
__ADS_1
"Ma'af,ma'af aku salah aku gak bisa ngerti kamu kumohon berhentilah menangis yank" kata radit yang semakin mengeratkan pelukannya sembari mengusap rambut lula. Tak terasa air matanya ikut jatuh.
"Hatimu begitu baik dan suci yank,meski kamu selalu disakiti dan mendapat perlakuan tidak adil dari mereka tapi kamu masih tetap menerima dengan lapang dada. Aku benar benar sangat beruntung di pertemukan denganmu" batin radit.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
__ADS_1
Ma'af Baru Bisa Up Soalnya Saya Lagi Sibuk Ahir2 ini Mohon Di Maklum Yah๐๐
Jangan Lupa Like Comen Dan Vote Kakak Readers๐