Tuan Dingin Jadi Bucin

Tuan Dingin Jadi Bucin
Sadar


__ADS_3

Ke esokan harinya cahaya matahari mulai menyorot masuk melalui celah2 jendela kamar VVIV tersebut dan mulai membangunkan salah satu penghuninya.


"Eemmhh,.. gumam lula sambil mengerjapkan matanya guna menyesuaikan penglihatannya.


Sa'at akan menggerakan tangannya lula merasa ada seseorang yang sedang menggenggamnya.


"Ka adit" gumam lula lirih ketika melihat radit yang sedang tertidur denan posisi duduk dengan kepala yang di letakan di atas ranjang samping lula sambil terus memegang tanggan lula.


Tangan lula yang terpasang infus pun terulur ke arah kepala radit dan mengelusnya.


Radit pun menggeliatkan badannya dan tak lama radit pun terbangun.


"Sayang,kamu sudah sadar? apa ada yang yang sakit atau kurang nyaman? tunggu aku panggilin dokter dulu oke" ucap radit senang dan menanyakan pertanya'an yang beruntun dengan suara serak khas bangun tidur dan jangan lupakan muka bantalnya.


Sa'at radit akan melangkahkan kakinya lula menahan tangan radit dang menggelengkan kepalanya.


"Lula gapapa ko kak,kakak gak perlu sekhawatir itu" ucap lula lirih sambil menatap radit dengan senyuman manisnya.


"Gimana aku gak khawatir coba kalau kamu aja baru sadar dari kemarin" omel radit dengan suara yang masih serak.


Lula pun menanggapi ucapan radit dengan senyuman manis.


"Tapi sekarang lula udah beneran gapapa kak" jelas lula.


"Bener kamu gapapa yank?" tanya radit memastikan dan kembali duduk di tempatnya semula.


"Iya kak"


"Huuf baiklah,tapi kamu harus tetap di periksa untuk memastikan bahwa kamu sudah baik2 saja"

__ADS_1


"Emm terserah kakak saja,tapi sebelum itu mending kakak cuci muka terlebih dahulu gak enak diliat yang lain. Gimana nanti jika mereka mengejek kakak,ih masa ganteng2 jorok sih bangun tidur gak cuci muka dulu" goda lula.


Bukannya marah radit malah terkekeh mendengarnya.


"Biar saja mereka berkata seperti itu terhadapku jadi gak buat kamu cemburu,karna ketampananku yang memikat banyak gadis" ujar radit sambil menaikturunkan alisnya.


"Tapi itu tidak mungkin terjadi sih karna ketampananku tidak akan berkurang sama sekali walaupun bangun tidur malah semakin bertambah berkali kali lipat lebih tampan" lanjut radit dengan pedenya.


"Iisshh pede sekali" ucap lula dengan memutar bola matanya malas dengan nada pura2 sinis,karna sebenarnya apa yang dikatakan radit memang benar adanya.


"Ey,harusnya kamu bersyukur bisa melihat wajah tampanku sa'at bangun tidur"


"Ya ya terserah kakak sajalah" ahirnya lula memilih mengalah dari radit karna pasti itu tak akan ada habisnya jika di perpanjang lagi.


"Dasar kang narsis" Gumam lula pelan tapi masih terdengar oleh radit walaupun tidak jelas.


"Gak,gak kenapa2. sudahsana pergi bersihkan wajah kakak katanya mau panggil dokter" ucap lula mengalihkan pertanya'an radit.


"Oh oke,bentar yah" ujar radit sambil mengelus puncak kepala lula.


Lula pun hanya menganggukan kepalanya saja sebagai jawaban.


Dan raditpun melangkahkan kakinya ke kamar mandi.


Setelah radit masuk kedalam kamar mandi tak lama terdengar suara pintu di ketuk dari luar.


Dan lula pun mempersilahkan masuk.


"Pagi nona" sapa rey sopan begitu dia masuk kedalam.

__ADS_1


"Walaikumsalam dan pagi juga tuan" jawab lula sambil tersenyum ramah.


"Eh emm as asalamualaikum nona" ujar rey kikuk.


"Walaikumsalam tuan" balas lula.


"Silahkan duduk dulu tuan,kak aditnya masih di dalam kamar mandi soalnya"


"I-iya nona" jawab rey sambil mendudukkan badanya di sofa yang berada di ruangan itu.


-


-


-


-


-


-


-


-


Mohon Ma'af Jika Masih Banyak Kekurangan Dalam Menulis🙏


Jangan Lupa Like Comen Dan Vote😊

__ADS_1


__ADS_2