
"Haah ahirnya selesai juga ni kerja'an" gumam radit setelah menyelesaikan pekerja'annya.
Radit pun segera membereskan meja itu dan setelahnya radit melihat ke arah bed yang kosong.
"Loh kemana lula" gumam radit bingung.
"Apa mungkin di kamar mandi kali yah" lanjutnya.
Ahirnya radit pun menunggu lula keluar kamar mandi tapi tidak keluar-keluar.
"Kenapa lula lama sekali tidak keluar yah. Apa terjadi sesuatu di dalam"
Setelah mengatakan itu radit pun segera melangkahkan kakinya menuju pintu kamar mandi.
Tok,tok,tok
"Yank apa kamu di dalam?" tanya radit sambil mengetuk pintunya,tapi tak ada sahutan apapun dari dalam.
(Ya iyalah gak di sahutin orang si lulanya kagak ada di dalem)π
Karna tak di sahuti juga radit pun merasa khawatir.
"Yank jangan main-main dong kamu di dalem kan?" tanya radit lagi.
(Ya elah radit sampe tahun jebot juga kagak bakal ada yang nyahut kali orang kagak ada siapa2 di dalem)π
"Yank Jangan bikin aku khawatir dong" ucap radit lagi.
Karna tak ada jawaban juga radit pun segera membuka pintunya dan,.. waaw tak ada siapapun di dalam kamar mandi.
"Loh kok gak ada siapa2 disini. Berarti tadi gue ngomong sendiri dong" gumam radit yang merasa bodoh.
"Ah bodo amatlah. Sekarang harus cari lula dulu" Ucap radit dan segera keluar dari ruangan itu.
"Kemana calon istri saya pergi?" tanya radit datar pada para penjaga yang sudah kembali setelah radit berada di luar.
"Maksud bos nona lula?" tanya mereka bingung.
"Ck,memangnya calon istri saya ada berapa hah" sentak radit dingin.
__ADS_1
"Bukannya nona lula berada di dalam bersama bos yah" ucap salah seorang dari mereka yang bernama riki.
"Kalau calon istriku ada di dalam mana mungkin saya bertanya pada kalian berdua"
"Ma-ma'af bos,tapi kami tidak melihat nona lula keluar dari dalam bos"
"Apa? Sebenarnya kerja kalian apa sih hah. Sampai2 Calon istri saya pergi pun kalian tidak tau" bentak radit dingin dan menusuk.
"Ma'af bos kami lalai" jawab mereka terbata-bata sambil menunduk takut.
"Sekarang juga kalian cari sampai dapat. Dan jangan sampai terjadi apapun pada calon istriku,jika sampai terjadi sesuatu padanya kalian akan tau akibatnya" Ucap radit dingin dengan tatapan tajam.
"Ba-baik bos" ucap mereka gemetaran.
Radit pun segera pergi meninggalkan mereka untuk mencari lula.
"Kamu kemana sih yank" gumam radit cemas.
πππ
Sedangkan lula masih betah berada di taman rumah sakit tersebut.
"Ya ampun dek,kamu gapapa hem?" tanya lula sambil membantu anak laki2 yang kira2 usianya 5 tahunan itu berdiri.
"Coba sini kakak lihat lututnya" Ucap lula sambil menuntun anak itu untuk duduk di kursi yang tadi di duduki lula.
"Ya ampun lutut kamu terluka dek"
"Eza gapapa kok kak,makasih udah bantuin eza" sahut anak laki2 itu yang bernama eza.
"Tapi itu lututnya gimana?"
"Eza beneran gapapa kok kak nanti biar di obatin sama mba asih"
"Oh gitu yah"
"Iya kak. Sekali lagi terima kasih"
"Iya dek sama2,tapi lain kali hati2 yah" ucap lula lembut.
__ADS_1
"Iya kak"
Tak lama setelahnya ada seseorang yang menghampiri mereka.
"Son kamu sedang apa disini? dan mana mba asih?" tanya orang yang menghampiri mereka,yang di yakini lula ayah dari anak ini.
"Tadi kata mba asih mau ketoilet dulu pih" jawab eza.
"Terus kamu ngapain disini sama orang asing" ucap orang itu sambil mnggendong eza.
"Ini tadi eza gak sengaja jatuh pih,terus di tolongin sama kakak ini" ujar eza sambil menunjuk ke arah lula.
"Kamu jatuh son?" tanya orang itu.
"Iya pih,tapi gapapa kok berkat kakak imut.
Sedangkan luka hanya memperhatikan saja interaksi antara ayah dan anak itu.
"Oh,emm terima kasih telah menolong putra saya nona" Ucap orang itu pada lula.
"Ah iya sama2 tuan" sahut lula sambil menampilkan senyumnya.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
__ADS_1
Jangan Lupa Like Comen Dan Vote Kakak Readers Semuaππ