
Setelah melepas selang infusnya dokter dan suster tersebut pun segera pergi.
"Biar saya antar anda pulang nona! ucap radit.
"Tidak usah repot2 tuan biar saya pulang sendiri saja! jawab lula hendak turun dari ranjang,tapi terhenti ketika mendengar perkata'an radit.
"Ini sudah malam nona dan pasti akan sulit mendapatkan kendara'an umum! ujar radit datar dengan nada tak ingin di bantah.
"T ta tapi tuan,.. belum sempat lula meneruskan ucapannya radit sudah memotongnya terlebih dulu.
"Tidak ada tapi2an,sekarang anda tunggu sebentar saya akan menghubungi asisten saya dulu! ucap radit tak ingin di bantah.
"Ba baik tuan! ucap lula lirih karna takut melihat sorot mata radit yang tegas.
Radit sedikit menjauh dari lula untuk menelpon rey agar menyiapkan mobil,setelahnya radit pun kembali ke arah lula dan akan membantu lula untuk turun dan berjalan ke arah parkiran.
"Tuan mau apa? tanya lula bingung melihat radit yang mendekat dan hendak memegang tangannya.
"Saya hanya ingin membantu anda berjalan ke arah parkiran nona! jawab radit.
"Tidak usah tuan biar saya saja,saya masih bisa berjalan sendiri ko! ucap lula dengan nada tak enak.
Radit yang melihatnya pun hanya bisa menghela nafas.
"Huuhh,yasudah silahkan! ujar radit dengan sedikit mengeser tubuhnya.
Skip luar rumah sakit.
Rey yang melihat bosnya datang segera keluar dari dalam mobil dan membukakan pintu untuknya.
__ADS_1
"Silahkan bos! ucap rey dengan membuka pintu mobil.
"Hmm! dehem radit.
Sa'at lula akan membuka pintu samping kemudi tapi terhenti ketika mendengar ucapan radit.
"Siapa yang suruh kamu duduk situ? tanya radit dengan menaikan sebalah alisnya.
"Lalu saya harus duduk dimana tuan? tanya lula bingung.
"Sini duduk di belakang dengan saya!
Tanpa menjawab lula pun langsung beralih ke pintu belakang dan membukanya,karna dia tak ingin memperpanjang masalah dan perdebatannya.
Selama di perjalanan tak ada yang berbicara hanya ada keheningan dengan pikiran masing2.
Skip sampai rumah.
"Kalau begitu saya permisi tuan dan hati2 di jalan! masih dengan senyum manis nya.
Deg,..
"Aduh kenapa jika dia tersenyum kecantikannya selalu bertambah dan detak jantungku juga berdetak tak karuan seperti ini! batin radit.
"Hmm! dehem radit setelah menormalkan detak jantungnya.
Dan setelahnya rey segera menjalankan mobilnya meninggalkan rumah itu.
Lula pun berjalan memasuki rumahnya setelah melihat mobil radit menjauh dari pekarangan rumahnya,tapi sebelum masuk ke rumah besar itu lula menyiapkan hati dan mentalnya terlebih dahulu agar siap menerima hukuman dari sang mama.
__ADS_1
"Huuh,ayo lula kamu pasti kuat menghadapi sikap mama! ucapnya dalam hati.
Lalu lula pun membuka pintu rumahnya dan dia segera masuk kedalam rumah itu,setelah menutup pintu rumahnya lula berjalan menuju kamarnya tapi di ruang tamu sudah ada mama dan kaka tirinya yang sedang menunggunya datang.
"Bagus jam segini baru pulang,darimana saja kamu hah! bentak mama riska begitu melihat lula datang.
"Saya menyuruh kamu untuk pergi belanja siang tadi dan kamu baru pulang sekarang? dan mana belanja'an yang saya suruh beli kenapa kamu tidak membawanya? lanjut mama riska.
"A anu i itu ta tadi siang lula pingsan di jalan dan di bawa kerumah sakit ma! jawab lula terbata bata.
"Alah paling itu cuma alasannya aja mah supaya dia gak mengerjakan pekerja'an rumah! ujar bunga dengan senyum sinisnya.
"B bu bukan gitu mah lula,.. belum sempat lula menyelesaikan ucapannya bunga sudah memotong ucapannya terlebih dahulu.
"Alah ngaju aja deh lo gak usah banyak alesan! ujar bunga sinis.
Belum sempat lula menjawab mama riska sudah menariknya menuju kamar mandi yang berada di bawah,dan menyalakan kran ai panas lalu menyiramkannya di kaki lula sampai melepuh.
"A ahh aduh perih ma,lula mohon cukup ma sakit! mohon lula sambil menangis dan memegang tangan mama riska yang sedang memegangi sower tersebut.
"Hmmpp ini sebagai hukuman buat kamu karna sudah berani berbohong sama saya!
Lula pun terduduk di lantai dan hanya bisa menangis dan meratapi nasibnya,setelah itu mama riska meninggalkannya sendiri di kamar mandi.
Sedangkan bunga hanya tertawa sinis melihat lula yang di siksa oleh mamanya,bahagia! itulah yang di rasakan bunga sa'at melihat lula tersiksa.
"Ya ampun non,non lula gapapakan? tanya bi minah yang prihatin melihat lula.
Setelahnya bi minah membantu lula brjalan menuju kamarnya untuk segera di obati.
__ADS_1
"Non lula yang sabar ya non! ujar bi minah sambil mengobati luka lula yang melepuh.
Bi minah tidak tega melihat anak majikannya yang terus di siksa seperti ini jika tidak ada tuannya tapi dia juga tidak bisa berbuat apa2 karna lula melarangnya untuk memberi tahukan pada tuannya.