
"Gak mau mampir dulu kak?" tanya lula sa'at sudah sampai di rumahnya.
"Emm lain kali aja deh yank,soalnya ada kerja'an yang harus segera di selesaikan," jawab radit.
"Oh oke,kalau gitu lula turun yakak,"
"Iyah,"
Sa'at lula akan membuka pintunya radit segera menghentikannya.
"Eh tunggu yank," cegah radit.
"Kenapa kak?" tanya lula sambil menoleh ke arah radit.
"Nih buat kamu," ucap radit sambil menyerahkan paperbag kecil pada lula.
"Ini apa kak?" tanya lula bingung.
"Handphone buat kamu,tar kalau aku rindu kan gampang tinggal telpon atau lainnya," ujar radit sambil tersenyum manis.
"Tapi,...
"Sstt,gak ada tapi2 pokonya kamu ambil itu udah ada nomor aku kok oke,"
"Mmm ya yaudah deh," jawab lula pasrah.
"Nah gitu dong,ini baru calon istri yang nurut," ucap radit sambil mengusap pucak kepala lula.
"Ya udah sana masuk gih,tar kalau aku udah sampe kantor aku kabarin yah,"
"Emm iya kak,hati2 jangan ngebut bawa mobilnya," ucap lula sambil tersenyum manis.
Radit pun menganggukan kepalanya,setelahnya barulah lula keluar.
Lula mulai melangkahkan kakinya memasuki rumah.
"Huufff,... Papa pasti sudah berangkat ke kantor dan aku pasti akan kena masalah lagi". Gumam lula sebelum membuka pintunya.
"Darimana saja kamu baru pulang sekarang hah?" tanya mama riska sinis.
__ADS_1
"Ma ma,..
"Baru ingat pulang iya?"
"Bu bukan gitu ma tapi,..
"Alah paling abis ngej*lang tuh pasti". ujar bunga tak kalah sinis.
"Eng gak bu bukan lula,..
"Sudahlah saya tidak mau dengar alasan kamu,mening sekarang kamu masuk terus bersihkan halaman belakang. kolamnya juga perlu di bersihkan cepat".
"Ba baik ma". ucap lula,lalu segera pergi dari sana.
Setelah lula pergi tinggalah mama riska dan bunga di ruang keluarga.
"Iisshh,mah kenapa mama cuma nyuruh dia bersihkan halaman belakang dan kolam renang saja. kenapa gak hukum dia lebih kejam lagi coba". protes bunga yang tak terima jika lula mendapat hukuman ringan menurut bunga.
"Sudahlah sayang biarkan saja mama sedang malas untuk menghukumnya,apalagi sekarang sedang ada papa bagai mana jika nanti tiba2 papa pulang dan kita sedang memberinya pelajaran bisa habis kita". jelas mama riska sambil membaca majalah pasion.
"Tapi kan mah,..
"Terserahlah". ujar bunga dan berlalu pergi dari sana.
"Haah anak itu". gumam mama riska.
"Ck,lihat saja aku akan membuat si anak si*lan itu menderita". gerutu bunga sepanjang jalan.
๐๐๐
Sa'at lula sedang membersihkan kolam renang tiba2 ada suara yang mengagetkannya.
"Heh anak si*lan uuppss maksudku j*lang". ucap bunga sambil terkekeh sinis.
"Maksud kakak apa?" Tanya lula bingung.
"Alah udah deh gak usah pura2 gak tau dan sok suci lo". Ucap bunga sinis.
"Aku emang bener2 gak tau maksud kakak apa".
__ADS_1
Lula pun kembali melanjutkan kegiatannya yang tertunda tadi dan mengabaikan perkata'an bunga.
"Ck,sok polos bat sih lu".
"Eh lu dengerin gue ngomong gak sih hah". bentak bunga karna merasa di abaikan.
"Iya aku dengerin kok kak,tapikan aku juga lagi ngerjain ini tar kalau aku gak selesai2 aku bisa kena marah lagi kan kak". ujar lula.
"Berani jawab lu ya hah". bentak bunga marah.
Lalu bunga pun berjalan mendekati lula dan,.. Byuurrrr,..
Bunga pun mendorong lula.
"Rasain lo". kata bunga sinis.
"Akkhh tolong,...
Teriak lula karna lula memang tak bisa berenang sama sekali.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Mohon Dukungannya Readers Jangan Lupa Like Comen Adn Vote๐๐
__ADS_1