
Tok,tok,tok
"Masuk" Sahut seseorang dari dalam.
"Permisi tuan ada kiriman paket untuk anda" ucap sang asisten sembari menyerahkan map coklat yang di bawanya.
"Paket? dari siapa? perasa'an saya tidak memesan paket apapun" ucap orang itu bingung.
"Saya juga kurang tau tuan,karna di sini tidak ada tanda pengirimnya" jawab sang asisten.
"Oh baiklah. Kamu boleh kembali bekerja" ucapnya.
"Kalau begitu saya permisi tuan" ujar sang asisten dengan sopan.
Orang itu pun hanya mengangguk sebagai jawabannya. Barulah sang asisten keluar.
Setelah asisten nya pergi orang itu pun segera membuka map tersebut.
"Apa ini flasdist?" gumam orang itu bingung. Dan di dalamnya bukan hanya flasdist saja tapi beberapa kertas juga ada.
Orang itu pun segera membaca kertas2 tersebut. Dan betapa terkejutnya dia setelah membacanya.
"Apa maksudnya ini?" ucap orang itu sambil menahan marah. Dan tatapan nya pun langsung tertuju pada flasdist yang dia letakan tadi di meja.
Orang itu pun langsung mengambilnya dan menyambungkan ke leptop nya guna melihat isinya.
"Apa-apa'an ini. Kenapa mereka memperlakukan lula seperti seorang pembantu seperti ini. Dan apa itu kenapa,. kenapa bunga mendorong lula ke kolam berenang padahalkan lula tidak bisa berenang sama sekali" ucap orang itu yang tak lain ialah papa anton.
"Dan siapa yang mengirimkan ini padaku" papa anton pun bertanya-tanya siapakah kira orang yang mengiriminya rekaman dan kertas2 ini.
__ADS_1
"Aku harus tanyakan langsung pada mereka apa maksud ini semua" gumam papa anton sambil beranjak dari duduknya untuk pulang. Karna sa'at ini papa anton sedang berada di kantor.
Sa'at akan pergi papa anton mendatangi sang asisten terlebih dahulu untuk memberitahunya bahwa dia akan pulang dulu.
"Ardi tolong kamu hendel dulu pekerja'an saya,karna saya akan pulang dulu" ucap papa anton pada asisten nya yang bernama ardi.
"Baik tuan" jawab ardi sopan.
Setelah nya barulah papa anton pergi dengan tergesa gesa.
๐๐๐
"Kak adit" panggil lula pada radit yang masih fokus pada pekerja'annya yang belum selesai juga saking banyaknya.
"Emm. Apa yank?" tanya radit tanpa mengalihkan perhatiannya dari berkas di depannya itu.
"Aku bosen di kamar terus kayak gini" keluh lula.
"Aku ingin pulang" rengek lula.
"Tapi kata dokter kan kamu masih belum boleh pulang yank" ujar radit yang masih tetep sama seperti tadi.
"Tapi aku bosen disini kak" rengek lula lagi.
"Kamu kan masih butuh istirahat,ya kamu tidurkan saja" Ucap radit masih dengan kegiatannya.
"Ck terserahlah"
Radit pun tak menanggapi lula lagi karna dia masih pokus pada pekerja'annya.
__ADS_1
Karna tak di pedulikan oleh radit lula pun ahirnya turun dari ranjangnya.
"Lebih baik aku keluar saja sendiri cari angin" gumam lula sambil melangkahkan kakinya keluar.
Dan kebetulan di luar pintu tak ada siapapun yang berjaga jadi lula bisa keluar tanpa ada yang tau. Karna para penjaga yang berjaga di luar sedang pergi ke kantin untuk sarapan dan ke kamar mandi karna kebelet.
"Huh ahirnya aku bisa menghirup udara segar juga" gumam lula sa'at ini yang berada di taman rumah sakit.
Jika lula sedang menikmati udara segarnya berbeda dengan radit yang kelabakan mencarinya.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
__ADS_1
Jangan Lupa Like Comen Dan Vote Kakak Readers Semua๐๐