Tuan Dingin Jadi Bucin

Tuan Dingin Jadi Bucin
Khawatir


__ADS_3

"Non lula". Teriak bi minah yang kebetulan sedang berada di halaman belakang.


Dan teriakan bi minah membuat art yang lain berlari ke arah kolam renang untuk melihat apa yang terjadi.


Sa'at akan ada yang menolong lula suara bunga menghentikan gerakannya.


"Jangan ada yang menolong dia,jika sampai di antara kalian ada yang berani menolongnya kalian akan tau akibatnya tanpa terkecuali paham". teriak bunga.


Sontak saja ucapan bunga barusan menciutkan nyali mereka semua,karna mereka tau apa konsekuensinya jika mereka nekad melawan ucapan bunga barusan. Walaupun mereka merasa kasihan pada lula tapi mereka juga tak bisa berbuat apa2 jika bunga sudah mengancam mereka.


"Uhuk,to long". ucap lula dengan suara yang makin melemah dan perlahan lahan kesadarannya pun hilang.


Tak lama setelehnya terdengar teriakan seseorang yang mengejutkan mereka.


"Lulaaa,...


Byuurr,..


"Hey sayang bangun". ucap seseorang itu yang tak lain adalah radit. setelah radit berhasil membawa lula naik ke pinggir kolam.

__ADS_1


Yah radit mendapat laporan dari mata2nya yang di tempatkan di rumah ini,dan radit pun langsung tancap gas kemari.


"Kenapa kalian diam saja haah,kenapa tidak ada yang menolongnya tadi". teriak radit dingin.


Radit pun segera mengangkat lula untuk di bawa ke rumah sakit. baru beberapa langkah radit menghentikan langkahnya dan berkata,..


"Rey kau urus mereka semua,dan untuk kau saya akan membuat perhitungan denganmu". ucap radit pada rey dan beralih pada bunga dengan nada yang dingin dan menusuk.


Setelah mengatakan itu radit pun segera melangkahkan kakinya keluar.


"Kalian akan menyesal karna membiarkan nona lula tenggelam". ujar rey tak kalah dingin.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


"Sayang kumohon bertahan sebentar lagi kita hampir sampai,kumohon jangan tinggalkan aku". gumam radit sambil sesekali melihat ke arah lula.


Sa'at tiba di rumah sakit radit segera turun dari mobilnya tanpa memarkirkan mobilnya terlebih dahulu.


Dan di depan rumah sakit sudah ada para dokter dan suster yang sedang menunggunya,karna rey sudah mengabari mereka semua tadi sebelum radit sampai.

__ADS_1


"Cepat tangani calon istriku dan jangan sampai terjadi apa2 padanya atau kalian akan tau akibatnya". ucap radit dengan nada mengancam dan dingin. sambil meletakan lula di bangkar.


"Ba baik tuan". jawab mereka dengan gugup.


Dan para dokter dan suster pun segera mendorong bangkar rumah sakit menuju IGD.


Sa'at ini lula sedang di tangani oleh dokter dan radit yang mondar mandir di depan pintu IGD.


Tak lama munculah rey dan menghampiri radit yang masih boolak balik dengan gelisah.


"Bos,.. sapa rey sa'at sudah berada di dekat radit.


"Apa kamu sudah mengurus mereka?" tanya radit.


"Sudah bos,saya sudah mengintrogazi mata2 kita bahwa ini semua murni kesalahan dari bunga kakak tirinya nona lula yang sengaja mendorong nona lula,dan tak membiarkan orang lain membantu nona lula naik bos". jelas rey.


"Kurang ajar,saya belum membalasnya untuk yang kemarin dia lakukan pada lula dan sekarang dia sudah membuat ulah lagi". geram radit.


"Jika sampai terjadi sesuatu pada lula saya tidak akan mengampuni orang yang bersangkutan dengan ini semua". lanjutnya dengan sorot mata yang penuh dengan kemarahan.

__ADS_1


"Baru kali ini si bos begitu marah seperti itu,iihh serem juga sih habislah mereka semua". batin rey sambil bergidik ngeri.


__ADS_2