
"Lula" panggil seseorang yang tak lain ialah radit.
Lula pun menolehkan kepalanya ke arah sumber suara. Setelah tau itu radit lula pun mengalihkan kepalanya kembali.
Yah sa'at ini lula tengah sendiri duduk di bangku taman rumah sakit,karna eza dan papinya sudah pergi tadi sebelum radit datang.
"Kamu kemana aja si hem? Aku cari'in kemana2 juga" Ucap radit lembut dan duduk di samping lula.
"Cari udara segar" jawab lula singkat.
"Kenapa gak bilang sama aku kalau kamu mau keluar. Kamu tuh bikin aku khawatir aja tau"
Lula pun hanya diam saja tanpa berniat menanggapi ucapan radit.
Dan radit yang merasa di abaikan pun sedikit merasa aneh,karna biasanya lula tak akan mengabaikannya seperti ini.
"Kamu kenapa diem aja sih yank"
"Gapapa" jawab lula singkat.
"Kamu yakin gapapa?" tanya radit.
"Iyah"
"Huuff baiklah. Kalau gitu kita kembali ke kamar sekarang yuk,kamu udah terlalu lama disini kamu juga masih butuh istirahat kan yuk" Ajak radit.
"Kakak duluan aja lula masih mau disini" jawab lula tanpa melihat radit.
"Lula? bukannya tadi pagi panggilannya udah berubah yah kok sekarang gitu lagi" batin radit heran.
"Tapi yank kamu kan masih harus banyak2 istirahat"
"Kakak duluan aja,kakak kan banyak kerja'an mending kakak urusin kerja'an kakak sana" usir lula dan pandangan nya masih pokus kedepan tanpa melihat radit.
"Kamu ngusir kakak?" tanya radit dengan menaikan sebelah alisnya.
__ADS_1
"Nggak,lula cuma ngasih tau kakak aja kalau Pekerja'an kakak masih nunggu kakak untuk kakak kerjain" ucap lula.
"Kerja'an kakak udah selesai yank" ujar radit.
"Owh,..
"Iya yank. Yaudah yuk kita masuk cuacanya udah makin panas nih" bujuk radit.
"Kalau kakak ngerasa kepanasan kakak masuk aja kedalem gak usah disini"
"Yauda ayo makanya kita masuk"
"Lula masih betah disini,lula juga gak ngerasa kepanasan jadi kalau kakak mau masuk,masuk aja duluan"
"Loh kok gitu? kakak kan kesini buat ngajak kamu"
Lula pun kembali diam dan tak menanggapi ucapan radit lagi.
Dan radit pun semakin merasa ada yang aneh dengan sikap lula.
"Kamu sebenernya kenapa sih yank,kenapa kamu cuekin aku gini sih hem" ucap radit lembut.
"Lula kan udah bilang kalau lula gapapa" ujar lula tanpa melihat radit.
"Bohong. Kalau kamu gapapa gak mungkin kayak gini"
"Terserah kakak mau percaya atau gak juga gapapa"
"Coba kamu lihat ke aku sini. Kenapa dari tadi kamu ngomong tanpa lihat kakak sama sekali" ucap radit sambil memegang kedua bahu lula dan membalikannya agar menghadap ke arah nya.
"Jujur sama aku kamu kenapa?" kata radit sambil memperhatikan muka lula.
Lula pun mengalihkan matanya ke arah lain.
"Udahlah lula mau kedalam dulu" Ucap lula sambil beranjak dari duduk nya.
__ADS_1
Sa'at lula akan melangkahkan kakinya radit pun segera menahan tangannya.
"Kamu belum jawab pertanya'anku yank"
"Pertanya'an yang mana lagi sih kak. Lula kan udah bilang kalau kalau lula gapapa dan sekarang lula mau masuk" ujar lula sambil melepaskan tangan radit yang memegang pergelangan tangannya.
Lalu lula pun segera melangkahkan kakinya meninggalkan radit sendiri.
"Kamu berubah gini sih yank. Aku yakin pasti ada apa2 makanya kamu kayak gini" gumam radit sambil melihat punggung lula yang semakin jauh.
Setelahnya radit pun juga ikut melangkahkan kakinya mengikuti lula.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Ma'af🙏Jika Ceritanya Kurang Nyambung Atau Bahkan Gak Nyambung Sama sekali Karna Ini Masih Karya Pertama Saya Jadi Masih Belum Ada Pengalaman😆
Jangan Lupa Dukungannya Kakak Readers Semua😉😊
__ADS_1