Tuan Dingin Jadi Bucin

Tuan Dingin Jadi Bucin
Meyakinkan


__ADS_3

"Yank abis kamu keluar dari sini kita percepat pernikahan kita yah" ucap radit tiba tiba.


"Haah" cengo lula karna mendengar penuturan radit yang tiba tiba itu.


"Iya yank aku mau setelah kamu keluar dari sini kita percepat pernikahan kita. Dan aku juga akan langsung melamarmu secara resmi setelah kamu keluar dari sini" jelas radit.


"Ta-tapi kak,..


"Yank plis,aku gak mau kalau kamu sampai terluka lagi jika tinggal lebih lama di rumah itu" mohon radit sambil menggenggam tangan lula.


Lula pun terdiam memikirkan perkata'an radit sambil menundukan kepalanya. Bukan nya lula tak mau menikah dengan radit tapi lula belum siap menikah sekarang. Karna lula takut tak akan bisa jadi istri yang baik untuk radit pikir lula.


"Baiklah jika memang kamu tak ingin menikah denganku gapapa" ucap radit dengan raut wajah kecewa. Dan melepaskan genggaman tangannya dari tangan lula.


Karna melihat lula diam saja radit menyimpulkan jika lula menolak lamarannya. Yah menang salah radit yang terlalu terburu buru ingin segera menikahi lula,sedangkan mereka baru menjalin hubungan itu pun juga mereka belum terlalu mengenal satu sama lain pikir radit.


Lula yang melihat hal itu pun langsung mengangkat kepalanya dan menggeleng cepat.


"Bu-bukan gitu kak,aku-aku cuma takut tidak bisa menjadi istri yang baik untuk kakak" ucap lula lirih dan kembali menundukan menundukan kepalanya.


"Aku-aku takut jika nanti aku hanya akan menyusahkan kakak saja. Aku hanya tidak ingin jika suatu sa'at kakak akan menyesali keputusan kakak menikah denganku,apalagi kita juga belum lama kenal" lanjut luka pelan.


"Apa hanya itu alasannya?" tanya radit.


"I-iya" jawab lula gugup masih dengan menundukan kepalanya.


"Tatap aku" ucap radit sambil mengangkat wajah lula agar melihat nya.

__ADS_1


"Yank. Aku gak akan menyesali keputusanku untuk menikahimu karna itu pilihanku,jika soal menjadi istri yang baik kamu bisa belajar dan aku akan dengan senang hati mengajarimu. Dan ingat kamu sama sekali tidak pernah menyusahkanku dan tidak akan pernah" jelas radit sambil menatap lula dalam.


Lula pun juga menatap manik mata radit guna mencari kebohongan,tapi tak ada malah yang ada hanya kejujuran dan ketulusan.


Setelahnya lula langsung menghambur memeluk radit dengan erat di sertai isakan kecil karna merasa terharu.


"Ku anggap pelukan ini sebagai jawaban Iya untuk lamaranku tadi" ujar radit.


"Iisshh. kakak sama sekali tidak ada romantis-romantisnya sama sekali,dan lebih parahnya lagi kakak langsung menyimpulkan sendiri padahalkan aku belum bilang Iya" gerutu lula sambil melepaskan pelukannya.


"Nah itu kamu bilang Iya" goda radit sambil menaik turunkan alisnya.


"Ck,itu kan hanya contoh saja" gerutu lula.


"Haha,.. oke-oke tapikan kamu mau kan hem? harus mau donglah"


"Bukan pemaksa yank, tapi hanya tak ingin menerima penolakan itu saja kok"


"Sama saja kaaakk" kesal lula.


"Eh. Pemaksa dan tak menerima penolakan itu beda loh yank"


"Apanya yang beda orang sama saja kok tak ada bedanya"


"Jelas bedalah yank kalau,.. ucap radit terhenti ketika lula menyela.


"Ya ya ya terserah kaka sajalah pusing aku" sela lula sambil membaringkan badannya. karna jika di teruskan pasti tidak akan ada habisnya,radit kan selalu ingin menang pikir lula.

__ADS_1


"Ahaha,.. pintar" ucap radit sembari mengusap pucak kepala lula.


"Baiklah sekarang kamu istirahat saja,aku akan menunggumu di sofa sambil mengerjakan pekerja'anku yang belum selesai. Jika butuh apa-apa panggil saja aku oke" ucap radit,lalu mencium kening lula.


"Setelahnya radit pun melangkahkan kakinya menuju sofa seperti yang dikatakannya tadi.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-

__ADS_1


Jangan Lupa Like Comen Dan Vote Kakak Readers Semua😉😊


__ADS_2