
Selama di perjalanan lula hanya diam menunduk sambil menahan rasa sakit dan demamnya hingga ahirnya lula sudah sampai pada tujuannya,lula pun turun dari angkutan umum itu kemudian dia hendak menyebrangi jalan namun belum sempat lula menyebrang ada sebuah mobil yang melaju ke arahnya dengan kecepatan sedang.
Ciiitttt
Braak
"Awwsss! ucap lula lirih.
"Kenapa berhenti mendadak rey? tanya radit dengan menaikan sebelah alisnya.
"Itu bos ada wanita yang tiba2 menyebrang! ucap reyhan dengan melihat kearah bosnya.
"Haah,yasudah kamu lihat dulu sana! ucap radit datar.
"Baik bos! ucap rey
Kemudian diapun turun dari mobil untuk menghampiri orang itu.
"Apa anda baik2 saja nona? tanya reyhan sambil membantunya berdiri.
"I iya tuan saya baik2 saja hanya sedikit lecet sedikit saja ko! ucap lula lirih.
__ADS_1
"Anda yakin baik2 saja nona? apa tidak sebaiknya saya antar anda kerumah sakit saja? tanya reyhan
"Tidak usah tuan saya benar baik2 saja ko! ucap lula sambil memegangi kepalanya yang bedenyut.
"Mmm yasudah kalo gitu terima ini sebagai ganti rugi untukmu nona! ucap reyhan sambil menyodorkan beberapa lembar uang berwarna merah pada lula.
"Tidak usah repot2 tuan lagian saya juga baik2 saja ko! ucap lula dengan senyum di bibir pucatnya.
Belum sempat reyhan menjawab sang bos sudah memanggilnya.
"Rey cepatlah selesaikan kenapa lama sekali sih kamu! ucap radit datar yang sudah di samping sang asisten,dan raditpun tanpa sengaja bersitatap dengan lula.
Deg,..
"Iya bos! ujar reyhan pada sang bos.
"Kalau begitu kami permisi dulu nona! lanjutnya pada lula.
Lula pun hanya menggangguk lemas saja karna sudah tidak kuat menahan rasa sakit di kepalanya hingga,...
Bruukk,.. tumbuhnya jatuh di pinggir terotoan jalan.
__ADS_1
Sedangkan reyhan yang baru saja akan membukakan pintu untuk sang bos langsung melihat kebelakang dan terkejut melihat tubuh wanita tadi jatuh di pinggir jalan.
"Bos bagaimana ini nona itu sepertinya jatuh pingsan? tanyanya pada radit.
"Ck,yasudah kamu bawa dia kemari kita antar dia kerumah sakit saja dulu! ucap radit datar.
"Baik bos! ucap reyhan sambil berjalan menghampiri lula yang pingsan.
Baru saja reyhan akan membuka pintu samping dekat kemudi radit malah menyuruhnya untuk mendudukan lula di sampinya.
"Biar dia di belakang bersamaku saja rey! ucarnya datar.
Sedangkan rey yang bingung hanya diam saja di luar mobil dekat pintu dan membuat radit berdecak kesal karna menunggunya.
"Ck,rey cepat bawa dia masuk kedalam mobil sekarang! ujarnya dengan nada dingin.
"T tapi kan bos,.. belum sempat rey menyelesaikan ucapannya dia langsung buru2 membuka pintu belakang dan meletakan tubuh lula di samping radit,karna dia takut melihat sorot mata bosnya yang terkesan dingin dan menusuk,setelahnya dia segera beralari ke kursi kemudi dan melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.
Selama di perjalanan radit terus saja memperhatikan lula yang bersandar di pundaknya dan melihat wajah lula yang pucat dan tanpa sengaja dia menyentuh kening lula yang terasa panas.
"Kenapa wajahnya pucat sekali dan badannya juga terasa panas! apa dia sedang sakit? dan kenapa pula aku begitu peduli padanya,jantungku juga kenapa berdetak lebih kencang dari biasanya sa'at berdekatan dengannya,dan entah kenapa aku malah ingin melindunginya padahalkan aku baru saja bertemu dengannya! tanya radit dalam hati.
__ADS_1
Sedangkan rey sesekali memperhatikan tingkah bosnya melalui kaca spion dia di buat bingung melihat sikap bosnya yang tiba2 berubah,yang biasanya anti dengan yang namanya wanita apalagi bila ada yang mendekatinya pasti langsung marah,tapi sekarang? malah dia sendiri yang meminta agar wanita itu duduk di dekatnya brsandar pula di pundaknya,aneh bukan? pikirnya reyhan.