
Setelah selesai makan radit segera beranjak ke kamar untuk mandi sedangkan lula yang bingung mau berbuat apa pun berniat untuk membersihkan apartemen tersebut.
"Emm mending aku bereskan apartemen ka adit aja deh sambil nunggu ka adit selesai mandi," gumam lula segera beranjak mengambil alat pembersih.
"Bismillah semangat," ucap lula sambil menyemangati dirinya.
Tanpa menunggu lama lula pun segera membersihkan apartemen tersebut.
🍁🍁🍁
Setengah jam kemudian barulah radit barulah turun kembali dan merasa ada yang berbeda dari apartemennya tapi apa pikir radit.
Dan radit pun terus melangkahkan kakinya menuju ruang tamu untuk menemui lula tapi ternyata lula di sana.
"Yank," panggil radit dengan setengah berteriak kala tak melihat lula di ruang tamu.
Tapi tak ada jawaban dari lula. radit pun kembali memanggil lula dengan menaikan suara teriakannya.
"Yank,"
Tak lama setelahnya barulah lula datang menghampiri radit dengan setengah berlari.
"Iya kak ada apa? kenapa kakak teriak2 sih kaya di hutan ajah," ujar lula sa'at sudah di depan radit.
Radit tak menanggapi ucapan lula malah balik bertanya pada lula.
"Kamu dari sih mana yank aku cari2 kok gak ada terus aku panggil juga gak nyaut?" tanya radit.
"Oh itu tadi lula lagi beresin meja makan terus sekalian bersih2," ucap lula.
__ADS_1
"Apa bersih2? kamu ngapain sih yank pake acara bersih2 tar kalau kamu kelelahan gimana?" pekik radit heboh.
"Ya ampun kak lula cuma beresin meja makan sama bersih2 dikit doang kok,jadi gak bakal bikin lula kelelahan juga. Toh lula juga udah biasa kok," jelas lula sambil meyakinkan radit bahwa dia tidak kenapa2.
"Tapi yank,..
"Ka adit lula gapapa lula juga gak kelelahan kok,kakak tenang saja gak usah khawatirin lula sampe segitunya," ujar lula sambil tersenyum manis pada radit.
Sebetulnya lula merasa terharu karna radit begitu perhatian padanya,lula merasa bersyukur bisa di cintai oleh radit untuk sa'at ini. Untuk sa'at ini? yah untuk sa'at ini karna siapa yang tau kedepannya akan seperti apa kan,siapa tau saja nanti semua akan berubah tapi lula berharap perhatian dan cinta radit tak akan pernah berubah sampai kapanpun.
"Hey malah melamun," ujar radit menyadarkan lula dari lamunannya.
"Eh apa kak?" tanya lula.
"Tuh kan ngelamun,ngelamunin apa sih hem? ngelamunin masa depan kita kah?" tanya radit iseng.
Tapi siapa sangka ke'isengan radit malah tepat sasaran.
"Hah beneran kamu mikirin masa depan kita?" tanya radit kaget dan tak menyangka ternyata memang benar lula sedang memikirkan masa depan mereka,ah senangnyaa batin radit.
"Eh eng ggak," jawab lula gugup setelah tersadar karna mendengar ucapan radit barusan.
"Alah gak usah ngelak yank,jujur aja kamu mikirin apa tentang masa depan kita?" tanya radit penasaran.
Dan seketika muka lula langsung berubah merah karna malu.
"Ih apa'an sih kak," jawab lula sambil mengalihkan pandangannya ke samping.
"Dih mukanya merah kenapa tuh?" ucap radit usil dan menggoda.
__ADS_1
Dan hal itu membuat pipi lula semakin memerah karna bertambah malu. Karna hal itu membuat lula menundukan kepalanya.
"Ahaha,gemes banget sih jadi pen ngunci'in di kamar deh biar gak ada yang liat muka lucu mu itu yank," ucap radit sambil menarik hidung lula.
"Iisshh kakak mah udah ah,ka katanya mau nganterin lula pulang udah ayo anterin lula pulang," ujar lula mengalihkan peerhatian radit.
Karna kasihan melihat lula tambah malu radit pun segera menyudahi ejekannya terhadap lula.
"Iya iya ayo aku anterin pulang," kata radit sambil menggandeng tangan lula menuju pintu,karna kebetulan radit sudah membawa kunci mobilnya tadi sebelum turun.
Dan ahirnya radit pun mengantarkan lula pulang.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
__ADS_1
Ma'af Jika masih Ada Kesalahan Dalam Menulis🙏Jangan Lupa Like Comen And Vote😊