
Sesampainya di rumah sakit radit langsung turun dan menggendong lula dari depan,yang mana hal itu membuat rey bingung karna jarang sekali bosnya mau menyentuh wanita bahkan terkesan mustahil dilakukannya apalagi sampai menggendongnya! pikir reyhan.
Para suster segera mendekat sembari mendorong bed rumah sakit ketika melihat radit datang,raditpun segera meletakan tubuh lula di atas bed tersebut lalu setelahnya para suster itupun segera mendorong dan membawa lula ke ICU di ikuti radit dan rey.
"Mmm bos ma'af bagaimana dengan meeteng kita yang tertunda? karna klien kita sedari tadi terus menelpon saya! tanya rey pada radit.
"Kamu saja yang pergi menemui mereka saya akan tetap disini! kata radit datar.
"Tapi bos mereka itu klien penting kita! ucap rey dengan sopan.
"Ck,yasudah kamu tunda saja dulu atau batalkan saja sekalian! ujarnya dengan nada kesal.
"Haah? cengonya rey begitu mendengar perkata'an bosnya tadi karna tidak menyangka bosnya meminta menunda meeteng sampai mau membatalkannya juga hanya demi seorang wanita yang belum dikenalnya.
"Tapi bos bisa kena denda bila membatalkan kontrak kerja samanya! lanjut rey setelah kembali dari keterkejutannya.
"Yasudah bayar saja apa susahnya sih! ucap radit dengan entengnya.
Belum sempat rey bicara dokter sudah keluar.
"Bagaimana keada'an wanita itu? tanya radit datar.
__ADS_1
"Nona itu baik2 saja hanya mengalami demam dan sedikit luka gores di kaki dan tangannya saja tuan,anda tidak perlu khawatir! ujar dokter tersebut ramah dan di barengi dengan senyum.
"Hmm,boleh saya masuk? tanya radit datar.
"Oh tentu tuan silahkan! ujap dokter tersebut sedikit bergeser dari tempatnya dan mempersilahkan radit masuk.
Radit pun berjalan masuk dan melihat lula yang terbaring lemah dengan selang infus di tangannya dan belum sadarkan diri,lalu radit pun mendekat dan memperhatikan lula dengan seksama.
"Cantik! gumam radit dengan senyum tipis di bibirnya.
Skip malam harinya.
Eeuugghh! leguh lula dengan mengerjapkan matanya.
Ceklek.
"Anda sudah sadar nona? tanya radit.
Lula pun melihat ke sumber suara dan menatap laki2 yang sedang berjalan ke arahnya.
"Tuan siapa? dan ini dimana? tanya lula dengan raut bingung dan sedikit takut.
__ADS_1
"Anda di rumah sakit nona karna tadi siang anda jatuh pingsan di depan mobil saya,dan anda juga tidak perlu takut pada saya karna saya tidak akan macam2 padamu! jelas radit dengan sedikit senyum tipis di bibirnya.
"Mmm terima kasih tuan karna sudah menolong saya,dan ma'af jika saya sudah berpikir macam2 tentang tuan! ucap lula sembari tersenyum manis pada radit.
Deg,..
"Aduh kenapa lagi dengan jantungku! dan kenapa juga dia begitu cantik jika sedang tersenyum seperti itu walaupun wajahnya masih pucat! batin radit.
"Ekhem,ya sama2! ucap radit setelah menormalkan detak jantungnya.
"Astaga! jam berapa sekarang aku harus pulang! ucap lula yang baru ingat bahwa siang tadi dia di suruh belanja dan sekarang dia belum pulang,habislah sudah pasti mamanya akan marah padanya,pikir lula.
"Mmm sebaiknya anda istirahat saja dulu disini nona karna anda masih belum pulih,biar nanti saya akan menyuruh asisten saya untuk mengabari orang di rumahmu! ucap radit yang melihat raut ketakutan di wajah lula,mungkin saja dia takut orang tuanya khawatir pikir radit.
"Ti tidak usah terima kasih tuan biar saya pulang sekarang saja! kukuh lula dan hendak melepas selang infusnya,tapi tidak jadi karna radit menahan tangannya.
"Jangan dulu di lepas biar saya panggilkan dokter dulu untuk melepasnya! ucap radit masih dengan memegang tangan lula.
Lalu raditpun menekan tombol yang ada di samping ranjang untuk memanggil dokter,setelahnya muncul lah dokter yang tadi di ikuti suster di belakangnya.
"Ada apa tuan? tanya dokter tersebut setelah mendekat ke arahnya.
__ADS_1
"Tolong lepaskan selang infus di tangannya! jawab radit dingin.
"Baik tuan! ucap dokter tersebut sambil memeriksa lula dan susterpun melepaskan selang infusnya.