
"Eh ada apa itu? kok rame rame gitu yah! gumam radit bertanya tanya.
Radit pun berjalan mendekat ke tempatnya tadi,setelah semakin dekat ternyata kumpulan orang2 tersebut sedang mengelilingi mejanya bersama lula tadi.
Radit pun mencoba menerobos orang2 itu dan semakin dekat hati radit makin resah tak menentu hingga,..
Deg,..
Radit terpaku melihat lula sedang bersimpuh di lantai sambil menangis dengan penampilan yang memprihatinkan.Dan itu membuat hati radit ikut sakit melihat lula di permalukan seperti ini.
Setelah radit sadar dari keterkejutannya radit segera mendekati lula dan langsung mendekapnya dengan erat.
"Ssstt,tenang yah jangan nangis lagi aku udah ada disini! bisik radit pada lula.
"Hiks kakak! ucap lula lirih dan langsung memeluk erat radit.
"Iya sayang aku disini! ucap radit sambil terus menenangkan lula dan makin mendekap lula erat.
Dan itu berhasil membuat lul sedikit merasa tenang.
"Siapa yang melakukan ini sama kamu? tanya radit setelah merasa lula sedit lebih tenang,tapi lula hanya diam saja tak mengeluarkan sepatah kata pun.
Radit yang tak mendapat jawaban dari sang kekasih pun beralih menatap sekitar dengan tajam.
"Siapa yang mebuat calon istri saya seperti ini! ujar radit dingin.
__ADS_1
Semua orang pun hanya diam saja sedangkan bunga dan mama riska menegang seketika dan langsung meninggalkan tempat itu sesegera mungkin.
"Dan kenapa kalian semua diam saja melihat nya di permalukan seperti ini,bagaimana jika kalian yang berada di posiai nya hah! lanjut radit.
"JAWAB,kenapa kalian diam saja bukankah kalian tadi pada bebisik membicarakan calon istri saya! teriak radit dingin dan menusuk.
Semua orang pun hanya diam seribu bahasa,dan itu membuat radit tambah kesal.
"Sudah kak,lula tidak apa2 kok.kita pulang saja yah! ujar lula sambil tersenyum tulus meski sedang menahan nyeri.
Dan itu membuat radit tambah merasa bersalah karna tidak bisa menjaga lula dengan baik hingga kejadian seperti ini terjadi.
"Bagaimana aku tak semakin mencintaimu bila sikap mu yang sangat baik seperti ini,tapi aku berjanji akan membalas orang yang menbuat mu seperti ini bahkan 1000Γ lipat dari yang kamu rasakan sekarang yank! batin radit sambil melihat lula sendu.
Radit pun hanya menganggukan kepalanya dan langsung menggendong lula ala bridal stayl.(gitu bukan sih tulisannya?π )
πππ
Sepanjang jalan radit dan lula hanya diam dengan pikiran masing masing.
Hingga mereka sampai di sebuah apartemen mewah milik radit.
Setelah memarkirkan mobilnya radit pun kembali menggendong lula memasuki apartemen tersebut.
Ting,..
__ADS_1
Setelah lif tiba di lantai yang di tuju radit segera melangkahkan kaki keluar masih dengan menggendong lula.
"Loh kok kita kesini kak? tanya lula bingung setelah mereka memasuki apartemen mewah milik radit.
"Memangnya kamu mau papa kamu melihat keada'an mu yang memprihatinkan ini hem? tanya radit sambil terus berjalan masuk ke kamar radit.
"Iya sih ta tapi,..
"Kamu tenang saja aku tidak akan macam2 kok paling satu macam! ujar radit sambil menaik turunkan alisnya menggoda lula.
"Iisshh kakak apa'an sih! ucap lula malu bahkan wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus sembari memukul dada bidang radit.
"Haha,... tawa radit sedikit melupakan kekesalannya tadi.
"Kamu gemesin banget sih yank! ucap radit sambil meletakan lula di sofa kamarnya sembari mencubit kedua pipi lula pelan.
"Sshh,sakit kak! ringis lula.
"Eh ma'af,ma'af yank aku gak sengaja beneran! ujar radit panik karna lupa dengan luka lula yang ada di bibir dan bekas tamparan bunga tadi.
"Iya gapapa kok kak! ucap lula sambil tersenyum manis.
"Bentar aku ambil kotak P3K dulu! ujar radit sambil berjalan ke arah nakas.
"Aku obatin ya yank! ucap radit setelah mendapat kan kotak P3K nya dan duduk di samping lula.
__ADS_1
"Hadap sini coba! lanjutnya sambil membalikan badan lula agar menghadapnya dan lula pun hanya menurut saja karna terlalu gugup.