
Sa'at radit masuk kedalam ruangan yang di tempati lula. Radit di buat bingung.
"Loh yank kok kamu ganti baju pake baju biasa sih,terus kenapa selang infusnya lepas?" tanya radit beruntun.
"Lula mau pulang" jawab lula singkat.
"Loh,loh kok pulang kamu kan masih harus di rawat sampai besok" ucap radit sambil menaikan sebelah alisnya.
"Gapapa. Lula pulang sekarang aja"
"Tapi kan yank,.. ucapannya terhenti sa'at lula menyelanya.
"Lula udah baikan kok,jadi gak perlu di rawat sampai besok. Lula juga udah bilang sama dokternya dan dia mengijinkan lula pulang sekarang" Jelas lula.
"Jelaskan dulu kenapa kamu pengen pulang sekarang?" tanya radit berusaha menahan kesal karna lula mencuekinya seperti ini.
"Lula cuma takut papa khawatir sama lula"
"Hanya itu?" tanya radit dengan menaikan sebelah alisnya.
"Iyah" jawab lula singkat.
"Huuff baiklah,ayo ku antar kamu pulang" ahirnya radit mengalah.
"Gak usah. Lula pulang sendiri aja,assalamualaikum" ucap lula dengan membungkukan sedikit badannya dan melangkahkan kakinya hendak keluar.
Tapi radit langsung menahannya dengan cara memegang pergelangan tangan lula.
"Kamu kenapa sih yank,dari tadi tuh sikap kamu berubah aneh tau gak" tanya radit yang masih berusaha sabar.
"Lula kan udah bilang lula gapapa" sahut lula dengan menundukan kepalanya.
__ADS_1
"Bohong. Pasti ada apa2 kan?" tanya radit tak percaya.
"Lula gak bohong" elak lula.
"Kalau kamu gak bohong coba tatap mataku"
Lula masih tetap menundukan kepalanya,radit pun segera memegang kedua pipi lula dan mengangkatnya agar melihat wajahnya.
"Jawab yang jujur yank plis. Kalau aku ada salah aku minta ma'af,tolong jangan kek gini sama aku yank. Kamu kasih tau apa salahku biar aku tau dan memperbaikinya" Ucap radit lembut sambil menatap dalam manik mata lula begitu pun lula.
"Jika ada masalah kita selesaikan baik2 jangan menghindar seperti ini hem" lanjut radit.
Seketika lula langsung menundukan kepalanya kembali dan menitikan air matanya.
"Ma'af" gumam lula lirih nyaris tak terdengar tapi radit masih bisa mendengarnya.
"Kenapa kamu minta ma'af hem? coba jelaskan baik2 sama aku" ucap radit.
"Loh kok kamu nangis yank? apa kata2ku ada yang menyakiti perasa'an mu hem? kalau gitu aku minta ma'af dan aku juga gak akan maksa kamu buat jawab pertanya'an aku lagi. Kalau kamu mau pulang sendiri juga gapapa,tapi kamu jangan nangis lagi" ucap radit panik karna melihat lula menangis.
Radit pikir itu karna radit memaksa lula menjawab semua pertanya'an nya. Padahal lula sudah bilang gapapa tapi radit maksa,radit jadi sedikit menyesal karna memaksa lula.
Lula pun menggelengkan kepalanya cepat.
"Ma'af sudah nguras waktu berharga kakak buat jagain lula,ma'af jika lula terlalu kekanak-kanakan,ma'af jika lula selalu nyusahin kakak,ma'af juga jika lula selalu ngerepotin kakak. Dan terima kasih untuk semuanya" ucap lula lirih sambil menundukan kepalanya.
"Kamu kok ngomongnya gitu sih yank. Aku sama sekali gak ngerasa direpotin atau sebagainya. Dan untuk waktu aku juga gak masalah malah aku seneng bisa jagain kamu karna kamu Calon istri aku" jelas radit yang merasa kurang suka dengan ucapan lula tadi.
"Kakak orang yang sibuk pasti banyak kerja'an yang nunggu untuk kakak kerjakan. Gara2 nungguin lula kerja'an kakak jadi terbengkalai,jadi sebaiknya lula pulang aja dan kakak bisa bebas mengerjakan kerja'an kakak tanpa ada gangguan"
Radit semakin tak mengerti dengan ucapan lula ini radit bingung.
__ADS_1
"Kamu kok makin ngelantur kemana- mana sih yank ngomongnya"
"Kalau gitu lula pamit ya kak. Kakak jangan terlalu lelah ngerjain kerja'annya,badan kakak juga butuh istirahat yang cukup" ucap lula sambil tersenyum.
"Sekali lagi terima kasih sudah mau meluangkan waktu berharga kakak buat jagain lula. Lula pulang ya kak,assalamualaikum" pamit lula dan segera melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.
Sa'at sudah di luar lula langsung pergi karna pengawal radit belum kembali dari mencarinya.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Gak Nyambung yah? Di sambung2in Ajalah😂
Jangan Lupa Like Comen Dan Vote Kakak Reader Semua😉😊
__ADS_1