Tuan Dingin Jadi Bucin

Tuan Dingin Jadi Bucin
Sedih


__ADS_3

Ceklek,..


"Bagaimana keada'annya?" tanya radit begitu melihat dokter keluar.


"Pasien sudah baik2 saja anda tidak perlu khawatir,hanya saja untuk sa'at ini pasien masih belum sadarkan diri" jelas sang dokter dengan sopan.


"Kapan dia akan sadar?"


"Mungkin untuk beberapa jam kedepan"


"Apa saya bisa masuk untuk melihatnya?" tanya radit dingin.


"Bisa,tapi kami akan memindahkannya ke ruang perawatan terlebih dahulu"


"Baiklah tapi ingat tempatkan dia di ruangan yang bagus dan nyaman,karna saya tidak mau jika sampai calon istri saya merasa tidak nyaman atau kurang nyaman,paham?" ujar radit.


"Baik tuan,kalau gitu saya permisi dulu"


"Emma" jawab radit singkat.


🍁🍁🍁


"Mah bagaimana ini?" tanya bunga gelisah dan takut setelah mendengar ancaman radit dan asistennya yaitu rey.


"Mama juga tidak tau. lagian mama kan sudah bilang jangan melakukan apapun dulu padanya untuk sementara ini, tapi kamu malah ngeyel dan mendorongnya sampai seperti itu" ujar mama riska kesal.


"Entah apa yang akan di lakukan tuan radit pada kita. jika sampai tuan radit mengadukan kita pada papa habislah kita"


"Bilang saja aku tidak sengaja mendorongnya jika tuan radit bilang pada papa,pasti papa akan percaya" ucap bunga dengan percaya diri.

__ADS_1


"Tapi sepertinya itu tidak mungkin jika tuan radit akan mengadukan perbuatan kita pada papa,karna dia tidak punya bukti apapun. dan lagi aku juga sudah mengancam semua pelayan di rumah ini untuk tidak membocorkannya pada siapapun" lanjutnya.


"Haahh,semoga saja begitu" ujar mama riska meski hatinya masih merasa takut.


"Sudahlah tidak usah bahas anak si*lan itu lagi,tapi aku berharap semoga saja dia mati sekalian supaya tidak ada yang menggangguku lagi"


"Yah mama juga berharapnya seperti itu"


"Ya allah non,semoga non baik2 saja dan tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan" batin bi minah yang tak sengaja mendengar pembicara'an mereka berdua.


🍁🍁🍁


"Yank kapan kamu sadarnya" gumam radit yang melihat wajah pucat lula yang berbaring tak berdaya sambil memegang tanggannya.


"Rasanya sesak yank sa'at melihatmu seperti ini,aku tak sanggup melihatmu yang tak berdaya seperti ini apalagi jika sampai kehilanganmu aku aku benar2 tak sanggup" lanjutnya dengan menitikan air matanya yang sudah tak tertahan sambil membelai pipi lula dengan sebelah tangan yang masih menggenggam tangan lula yang tak terpasang inpus.


Baru kali ini seorang radit menitikan air mata kesedihan seperti ini.apalagi itu karna seorang wanita.


Rey yang baru masuk pun terkejut tak percaya karna melihat bosnya yang terkesan dingin tak berperasa'an itu bisa menangisi seorang wanita.


"Gak nyangka gue si bos bisa melow juga ternyata" batin rey.


"Ekhem,permisi bos" dehem rey setelah kembali dari keterkejutannya.


Radit yang mendengar rey memanggilnya pun segera menghapus air matanya yang terlanjur jatuh tadi.


"Emm ada apa?" tanya radit dingin tanpa menolehkan kepalanya ke arah rey.


"Gak di hapus juga udah keliatan kali bos" ucap rey yang hanya berani dalam hati saja.

__ADS_1


"Apa saya perlu mengabari tuan anton jika nona lula sedang berada di rumah sakit bos?"


Radit pun terdiam memikirkannya sambil memperhatikan lula.


"Terserah" ahirnya kata itulah yang keluar dari dalam mulutnya setelah lama berpikir.


"Dih kira'in lama mikir mau ngomong panjang atau apa ke eh ternyata cuma kata 'terserah" batin rey.


"Kalau begitu saya akan mengabari tuan anton dulu bos permisi" ucap rey.


Radit pun hanya diam saja sambil terus memperhatikan lula yang masih belum sadar juga.


-


-


-


-


-


-


-


-


-

__ADS_1


Minalaidzin Walfaidzin Mohon Ma'af Lahir Dan Batin Kakak Readers😊


__ADS_2