Tuti Gendut Penakluk Pria Tampan.

Tuti Gendut Penakluk Pria Tampan.
Episode 22/ Menyelamatkan Mantan dari Kematian.


__ADS_3

Episode 22/ Menyelamatkan Mantan dari Kematian.


Alice kebingungan tentang bagaimana cara bisa menyelamatkan Prince, melihat situasi yang sekarang rasanya akan sangat sulit untuk bisa menghubungi pihak lain, dirinya terus memikirkan langkah apa yang bisa membantu Prince, dengan hanya dibekali oleh kekuatan doa dan percaya jika dirinya pasti bisa menyelamatkan Prince, sekalipun dirinya itu hanya mantan, tapi sisi kemanusian Alice masih ada, bahkan sekalipun kepada musuhnya sendiri, jika sudah berkaitan dengan nyawa, dia akan menepis semua rasa kesal dan sakit hatinya pada orang itu, dan akan berusaha untuk menyelamatkannya.


Dan sekarang dirinya akan menyelamatkan sang mantan yang kebetulan sedang berada dalam situasi sulit, dirinya masih berusaha untuk menemukan cara terbaik, lima menit sudah berlalu dan Alice masih belum menemukan cara apa yang bisa ia lakukan.


‘’Awhg! Aku benar-benar bodoh, kenapa otak ku ini tidak bisa diajak bekerja sama dalam kondisi seperti ini? Benar-benar tidak bisa diandalkan!’’ geramnya.


Alice memperhatikan lebih detail semua grafik yang terlihat, dirinya sangat yakin jika Prince tengah di eksekusi di dalam sana, tapi bagaimana cara agar bisa menyelamatkan Prince? Jika dirinya ada teman, mungkin akan ada rencana, sementara sekarang hanya sendirian dan tentu akan menjengkelkan jika dirinya ketahuan nantinya.


‘’Jangan sampai tuh pria brengsek mati dengan cara yang mengenaskan, sekalipun dia sangat menyebalkan, tapi akan sangat bersalah rasanya jika dia meninggal di dalam sana, aku harus bisa berpikir dan menemukan caranya!’’ ujar Alice berkali-kali memukul jidatnya.


Ternyata pertolongan akan datang, entah bagaimana caranya dan siapa yang telah memberitahu pria itu jika Alice sangat membutuhkan seseorang untuk bisa membebaskan sang mantan dari kematian yang sudah di ujung tanduk, yah pria itu datang sebagai malaikat tanpa sayap.


‘’Bagaimana kamu bisa berada disini? Benar-benar luar biasa,’’ ucap Alice berterima kasih pada Tuhan telah mengirimkan pria ini di detik-detik yang menegangkan.


‘’Ah, sudahlah. Darimana Anda datang itu bukan hal penting, sekarang lebih baik Anda bantu saya untuk menyelamati pria di dalam sana!’’ ujar Alice, dirinya melihat ke jam yang terpasang di pergelangan tangannya, sudah lebih dari satu jam dirinya berdiri tanpa bisa melakukan apapun, bahkan rencana saja tidak tersusun.


‘’Apa yang bisa saya lakukan untuk Anda, Detektif?’’ tanya pria dengan tubuh atletis.


‘’Bagus kamu bertanya, saya mau kamu tetap mengawasi lokasi di dalam sana, dan ketika itu saya akan mulai bergerak. Ketika saya sudah berada di pohon paling rindang itu, kamu perlahan juga ikut ke pohon yang ada di seberang,’’ ucap Alice menyampaikan rencananya.

__ADS_1


‘’Baiklah, Detektif. Saya akan melakukan semua arahan Anda dengan baik, dan sepertinya Anda butuh penerang untuk melakukan investigasi saat ini,’’ ujar pria itu seraya mengeluarkan teknologi yang baru saja selesai.


‘’Wah, gila kamu Ron. Otak kamu itu benar-benar encer, saya sangat iri dengan kemampuan yang kamu miliki,’’ puji Alice.


Pria itu hanya tersenyum ketika mendapatkan pujian dari atasannya, dan sekarang mereka akan melakukan misi pembebasan Prince, dengan modal nekad dan berusaha sebaik mungkin, Alice bergerak lebih dulu.


‘Aku harus bisa menyelamatkan dia dari kematian di dalam sana!’ batin Alice.


Pria yang masih berada di tempat ini, menatap kepergian Alice, air matanya berkaca-kaca, bagaimana jika nyawa dia yang akan menjadi korban, hanya untuk menyelamatkan nyawa orang lain, dirinya harus mengorbankan nyawanya sendiri.


‘’Saya tidak tahu bagaimana cara Tuhan akan membalas semua pengorbanan yang telah wanita itu lakukan, mengorbankan nyawanya buat orang lain, bahkan kepada musuh sekalipun, itu semua dirinya lakukan tanpa pamrih!’’ gumamnya memperhatikan betapa beraninya Alice.


Dengan langkah tepat, pria itu telah berhasil berada di lokasinya, dia memberikan kode pada Alice untuk melakukan rencana berikutnya, Alice mengerti dan menghela nafas karena saatnya kemampuan tembakannya dibuktikan.


Alice memegang pistol, dirinya berusaha tenang dan memperhatikan lawan musuhnya, dengan melakukan satu kali tembakan, tepat mengenai tubuh pria yang tengah berjaga di depan pintu gubuk tua itu.


‘’Yes, tepat sasaran!’’


Pria yang berada di seberang sana tidak menyiakan waktunya, ketika ada dua anggota mereka yang keluar, langsung saja memberikan tembakan beruntun yang tepat sasaran, Alice senang dengan kemampuan bawahannya ini.


Pria itu berusaha memastikan jika tidak ada musuh yang berada di dalam sana, seperti yang dikatakan Alice mereka ada tiga orang, dan ketiganya sudah mereka selamatkan. Pria itu kemudian memberikan kode pada Alice untuk bergerak bersamaan dengannya.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama, mereka berdua telah berhasil masuk dan mencari keberadaan Prince, betapa pilu hatinya Alice ketika melihat tubuh seorang pria yang berlumuran dengan darah segar, tidak sadarkan diri membuat hatinya semakin teriris.


Alice tidak kuasa menahan tangis, tanpa sadar pistol yang ia pegang pun terjatuh, pria yang bersamanya kaget, ini pertama kalinya terjadi. Pria itu semakin curiga dengan mereka, apakah mereka memiliki hubungan erat? Hingga membuat Alice sangat terisak melihat keadaan Prince yang berlumuran darah, berbagai teori konspirasi berputar-putar di kepalanya.


‘Aku harus mencari masa lalu Detektif Alice dan pria itu!’ batinnya.


Alice yang sudah berada di dekat Prince, langsung membuka pengikat di tangan dan kakinya, juga penyumbat mulut dan matanya, betapa pilunya keadaan Prince, dengan tangisan yang tidak mau berhenti, Alice memerintahkan pada pria yang bersamanya untuk meminta bantuan dari luar, takut jika musuh Prince akan datang.


[Sekarang juga kirimkan mobil bantuan dengan dilengkapi P3K!] panggilan segera ditutup.


Pria itu melihat dengan mata kepalanya sendiri, betapa pedulinya Alice pada pria yang belum dirinya ketahui, ini bukan tentang perasaan kemanusiaan, ada perasaan lain yang terjadi ketika melihat mata itu mengeluarkan air mata.


‘’Biar saya yang bopong tubuh pria ini,’’ sarannya pada Alice.


Alice mengalah, kekuatannya memang sudah terkuras habis, mereka keluar dari tempat kelam itu, di ujung jalan sudah ada mobil yang menunggu mereka, Alice memerintahkan agar mobil itu di bawa ke laboratorium professor, sangat berbahaya jika Prince dilarikan ke rumah sakit, akan banyak spekulasi bermunculan.


Alice juga meminta beberapa detektif untuk kembali ke dalam gubuk dengan di temani pria yang ada di lokasi, yah Ronald. Mereka diminta untuk menyelidiki lebih lanjut tentang gubuk itu dan siapa identitas ketiga pria yang sudah berhasil dimusnahkan.


Mobil pun mulai bergerak ke lokasi tujuan, Alice dengan cekatan membalut semua luka yang diterima oleh Prince, yah harus di akui dirinya masih menyimpan perasaan pada Prince, hanya saja situasi mereka lah yang tidak mengizinkan.


‘’PRINCE, KAMU HARUS SELAMAT. KAMU MASIH MEMILIKI JANJI DENGAN KU, AWAS SAJA JIKA KAMU INGKAR JANJI PRINCE!’

__ADS_1


__ADS_2