Tuti Gendut Penakluk Pria Tampan.

Tuti Gendut Penakluk Pria Tampan.
Episode 41/ Hati Lembut Di Balik Wajah Sangar.


__ADS_3

Episode 41/ Hati Lembut Di Balik Wajah Sangar.


Pak Fardi melepas pelukannya, ia tidak ingin terlalu lama menahan semua gejolak yang ada, dan terlebih hari juga sudah sangat larut, sudah saatnya Alice tidur, tidak mungkin mereka akan terus berpelukan hingga pagi.


‘’Sudah, jangan di pikirkan tentang itu. Jika memang harus, lakukan saja. Tidak masalah,’’ ucap Pak Fardi di akhiri dengan sebuah senyuman.


Namun apa boleh buat, hati Alice sudah sangat rapuh, sekalipun mereka bermusuhan, ia tidak mungkin akan tega jika sampai melenyapkan nyawa, yah konsekuensi yang harus dilakukan. Tatapan dalam Alice yang seakan tidak bisa untuk kehilangan pria ini, membuat detak aneh justru terjadi di dalam relung hati terdalam Pak Fardi, sudah sangat lama, ia tidak merasakan ini semua, dan saat ini dirinya begitu merindukan rasa yang ia kubur dalam-dalam.


‘Tidak, aku tidak boleh jatuh cinta kepada gadis malang ini. Semua hidupku akan kacau balau nantinya dan gadis malang ini akan menjadi korban dari mereka!’ batin Pak Fardi untuk tetap tidak mengenal kata cinta dalam hidupnya.


‘’Sudah, Alice. Lebih baik kamu tidur sekarang!’’ ujar Pak Fardi bangkit berdiri, namun entah kenapa kepalanya menjadi sempoyongan, semua yang ia lihat perlahan menghitam.


Dan nasib baik ada Alice, dengan sigap dirinya memopong kembali tubuh Pak Fardi, dengan begitu lembut, ia memapah Pak Fardi untuk kembali ke ranjang empuknya, tidak mungkin ia biarkan orang yang sakit malah tidur di sofa. Tubuh besar Pak Fardi memang membuatnya kewalahan, namun entah kenapa dia merasa tidak tega, dan berniat akan membuatkan Pak Fardi bubur ayam mala mini.


‘’Kamu mau kemana, Alice? Apakah kamu akan bunuh diri? Jangan lakukan itu, jika hanya karena tekanan batin yang kamu rasakan, lebih baik luapkan kepada saya saja. Kamu tersiksa karena saya,’’ ujar Pak Fardi dengan mengengam jemari kecil Alice.


‘’Ish, apaan sih! Siapa juga yang akan melakukan tindakan konyol itu, sudahlah tenang-tenang saja disini. Saya hanya ingin membuatkan Anda bubur ayam, jangan bilang mau melarang saya lagi!’’ balas jutek Alice.


Pak Fardi melepaskan gengaman tangannya dan tersenyum dengan sangat manis, ia tidak menyangka jika Alice mau bersusah payah untuknya, padahal ia tidak lapar sama sekali. Senyuman manis Pak Fardi seakan membuat Alice mati kutu, kenapa dengan senyum itu? Tidak, tidak mungkin jika ia malah jatuh cinta kepada Pak Fardi, jatuh cinta dengan musuhnya sendiri? Tidak, tentu tidak.


‘Aku baik kepada dia, hanya selama kasus itu berlangsung. Tidak mungkin dendam masa lalu aku bawa-bawa, itu urusan internal mereka. Tidak seharusnya aku membenci pria ini, hanya karena dia memilih masalah kelam dengan markas!’ batin Alice, dia memang tidak ingin melakukan hal yang tidak ia ketahui akar permasalahannya, hanya diminta untuk membunuh Pak Fardi tanpa kejelasan pasti, bagaimana jika Pak Fardi ada alasan lain untuk melakukan itu.


Yah, Alice sangat yakin jika Pak Fardi memiliki alasan untuk melakukan bom massal lima tahun yang lalu, entah kenapa dia sangat yakin jika Pak Fardi tidak sekejam yang dikatakan oleh orang-orang markas. Seakan hatinya sangat lembut dan baik, namun masih tertutupi, masih abu-abu.

__ADS_1


[Kamu tengah bersama dengan dia kan!] orang-orang markas.


‘’Iya, memangnya kenapa?’’ Alice.


[Bagus, jika begitu kamu lenyapkan dia sekarang juga.] orang-orang markas.


‘’Lenyapkan? Maksud Anda apa Detektif?’’ Alice.


[Lenyapkan saja sesuai dengan arahan yang saya berikan, apa perlu alasan untuk satu perintah? Sekarang dia sedang sekarat di tempat kamu kan? Kamu habisi dia sekarang juga.] orang-orang markas.


‘’Jelas titah ini tidak mungkin akan ia lakukan,’’ Alice.


[Maksud kamu apa? Hei, jangan katakan jika kamu telah jatuh cinta kepada musuh kita itu?!’’ orang-orang markas.


Mana mungkin dia akan melenyapkan satu nyawa, terlebih tidak ada alasan pasti kenapa itu semua terjadi, dan sekarang dengan anehnya orang-orang markas memintanya untuk melenyapkan nyawa orang lain.


[Ugh, dasar bodoh kamu! Lebih baik lakukan saja semua titah ini, pria yang bersama kamu, dia yang telah melenyapkan banyak nyawa anggota kita. Dan apa ada alasan lain untuk kamu tidak menjalankan titah ini, hah? Ayolah, Detektif Alice. Singkirkan dulu rasa cinta itu, sekarang focus kepada kasus yang tengah kamu jalani, dan itu akan jauh lebih baik.] orang-orang markas.


Alice sontak kaget dengan penuturan yang ia dengar, mana mungkin dia akan melenyapkan nyawa orang lain, namun ketika itulah Alice teringat dengan ucapan Pak Fardi ketika mereka berada di tempat simulasi pertama.


FOKUS KEPADA SATU TUJUAN, JANGAN BIARKAN OTAK KAMU BERCABANG. JANGAN KASIHANI SATU NYAWA, KARENA DALAM KASUS BERBAHAYA SEPERTI INI, NYAWA MANUSIA ITU TIDAK ADA HARGANYA, TIDAK LAIN SEPERTI SEEKOR NYAMUK.


[Halo, bagaimana Detektif Alice? Jangan buat orang-orang markas lain yang malah melenyapkan nyawa pria itu.] orang-orang markas.

__ADS_1


Sambungan diputus secara sepihak oleh Alice, dirinya yakin jika Pak Fardi tidak akan sekejam itu, dia sangat yakin ada alasan lain yang masih butuh penjelasan, dan mungkin Alice akan bertanya langsung kepada Pak Fardi, namun apakah mungkin?


Di sepanjang ia tengah sibuk memasak bubur ayam, pikirannya masih terus memikirkan tentang ucapan orang-orang markas yang seakan berbanding terbalik dengan semua kenyataan yang terjadi. Alice sangat yakin, jika pria kejam yang dianggap oleh orang-orang markas adalah orang baik, yah dia sangat percaya akan itu.


Seakan ada dorongan kuat bagi Alice untuk mengatakan jika Pak Fardi bukan seorang msuh yang perelu ditakuti, ia kembali dengan semangkuk bubur ayam yang masih panas, Pak Fardi mendadak lapar karena mencium aroma harum dan menggugah seleranya, mendadak saja perutnya menjadi keroncongan, Alice yang mendengar hanya tersenyum geli.


‘’Kamu benar-benar membuatnya? Saya pikir itu hanya sebuah alasan.’’ Ujar Pak Fardi seakan belum percaya seutuhnya, jika ada gadis baik yang bertemu dengannya dan memperlakukan dia dengan sangat baik, dibalik cerewet dan keras kepalanya.


‘’Memangnya kenapa? Apa Anda berpikir saya ini orangnya tidak menepati janji? Maaf, yah itu bukan saya,’’ balas Alice dengan jutek.


‘’Bukan begitu, saya pikir kamu akan mengambil pistol dan melenyapkan pria yang ada di depan ini,’’ ucap Pak Fardi yang membuat Alice diam tidak bergeming.


‘’Apa kamu berpikir saya orang kejam, Alice? Apa kamu juga akan berpikir seperti yang orang lain pikirkan? Kamu telah mengetahui semuanya, bukan?’’ tanya Pak Fardi yang berhasil membuat Alice diam tidak bergeming.


Pak Fardi tersenyum tipis, dan kembali berkata.


‘’Jika memang itu yang harus terjadi, lakukan saja Alice. Mungkin dengan cara seperti itu, semua orang akan tenang dan tidak terus-menerus memikirkan tentang masa lalu,’’ pinta Pak Fardi dengan manik mata yang seakan sudah pasrah.


‘’Tidak, saya tidak akan pernah melakukan itu semua!’’ tolak tega Alice.


‘’Kenapa?’’ tanya Pak Fardi.


‘’Karena saya yakin, Anda memiliki satu alasan yang masih belum dimengerti oleh mereka. Yah, saya sangat yakin dengan itu semua,’’ ucap Alice pasti dengan pemikirannya tentang Pak Fardi.

__ADS_1


Mendengar ucapan Alice membuat senyum manis hadir di wajah tampan Pak Fardi.


__ADS_2