Tuti Gendut Penakluk Pria Tampan.

Tuti Gendut Penakluk Pria Tampan.
Episode 42/ Dengkuran Alice Membuat Pak Fardi Gemas.


__ADS_3

Episode 42/ Dengkuran Alice Membuat Pak Fardi Gemas.


Di sepanjang perjalanan menuju kampus, baik Alice maupun Pak Fardi memang lebih memilih untuk saling diam, dengan pemikiran masing-masing.


Entahlah, melihat Pak Fardi yang hanya diam bisu, padahal selama ini ia begitu usil dan sering mengganggu nya, contoh saja ketika Alice kedapatan tertidur di meja belajar, membuat jiwa usil Pak Fardi meronta-ronta tidak karuan, bisa-bisanya ia malah menyiapkan jebakan Batman untuk mengusili Alice.


'Heheh, aku memang senang sekali jika melihat Alice ini kesal, entah kenapa ada kepuasan tersendiri dalam batinku,' pikir Pak Fardi, padahal dia bukan tipe pria yang mudah akrab dengan seorang wanita, sosok dingin lagi menyeramkan.


Namun entah kenapa, sejak kemunculan Alice pertama kali dalam hidupnya, ia merasa ada semangat baru.


'Memang sangat lucu dan menggemaskan gadis ini,' batinnya, ia merasa gemas ketika Alice masih tidak terbangun, padahal ia sudah memasukkan sedikit demi sedikit garam ke mulut mungil Alice.


Garam itu seakan tidak ada gunanya, asin bukan tandingan Alice, ia masih nyenyak untuk tidur, bahkan dengkuran khas Alice membuat Pak Fardi tertawa geli, bisa-bisanya gadis cantik seperti Alice tertidur dengan dengkuran keras bagaikan sapi yang disembelih jika di perumpamakan.


"Aneh juga nih gadis, masih belum bangun-bangun dia dari tadi!" ujar Pak Fardi merasa heran, apa itu semua karena Alice sudah sangat lelah, hingga rasa asin itu bukan menjadi tandingannya.


Namun entah alasan apa yang berhasil membuat Alice terbangun, sialnya Pak Fardi malah kaget dan tidak bisa mengatur keseimbangan tubuhnya, ia mendadak jatuh dan tepat di tubuh Alice yang masih memejamkan matanya, namun gerak-gerik mata itu seakan ingin terbuka.


Dan benar saja mata itu terbuka dan betapa kagetnya ia mendapatkan wajah tampan seorang pria tengah di atasnya.


"Awhg!" pekik Alice histeris.


Dengan cekatan Alice mendorong tubuh kekar itu, tubuh yang sangat besar dari ukuran tubuhnya yang mungil. Sekali dorongan mampu membuat Pak Fardi terjatuh ke lantai, namun sialnya, di bangku yang Alice duduki justru tersangkut sebuah kabel listrik, hingga mereka ambruk ke lantai dengan posisi Alice di atas tubuh Pak Fardi.


Nasib baiknya, tidak ada aliran listrik yang hidup. Dua pasang insan manusia ini saling menatap satu sama lain, tatapan tajam begitu lekat, rasanya tidak mungkin jika tidak ada rasa dibalik tatapan itu.


"Maaf," lirih Alice, tidak bisa sekali jika dirinya harus menatap lama wajah tampan yang berada di bawahnya.

__ADS_1


Alice segera berdiri, dirinya yang berniat membantu Pak Fardi bangkit, justru kesal ternyata pria tampan ini tengah berusaha mengusili dirinya, bisa-bisanya itu terjadi.


"Awhg!" rintih sakit Pak Fardi ketika Alice melepaskan genggaman tangannya secara sepihak, alhasil tubuh Pak Fardi kembali ambruk ke lantai.


"Kenapa? Kamu tahu tidak sakit ini loh!" kesal Pak Fardi, tubuhnya seakan remuk untuk kedua kalinya, terlebih ketika Alice dengan sengaja menjatuhkan tumpukan buku dengan ukuran besar di tubuh kekar Pak Fardi.


"KARMA!" sahut Alice, dirinya berlalu pergi ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, pasti liurnya sangat baik sekarang.


Kembali ke alur yang terjadi ….


Entah kenapa pagi ini malah terjadi macet parah, padahal Pak Fardi sudah wanti-wanti agar tidak ada orang lain yang melihat kebersamaan mereka, namun seakan takdir berkata jika mereka berdua akan selalu bersama, baik suka maupun duka.


Sudah hampir tiga puluh menit mereka terjebak di dalam macet panjang yang masih belum pasti entah apa yang terjadi di depan sana.


"Ada apa ini? Tidak biasanya jalan ini terkena macet di pagi hari," gumam pak Fardi, dirinya berusaha melirik lekat ke ujung sana, namun sayangnya tidak adanya bisa Pak Fardi lihat kecuali mobil-mobil yang berjajar.


Perlahan Tapi pasti mobil-mobil yang mengisi jalanan mulai bergerak lambat, dan Pak Fardi tidak sabar untuk mengetahui apa yang terjadi di depan sana, entah kenapa firasat nya malah mengatakan jika yang terjadi di depan sana bukan kecelakaan, melainkan hal berbahaya yang mungkin akan membahayakan Alice.


Dirinya justru teringat dengan beberapa hal yang terjadi sebelumnya ….


Yah, pak Fardi pernah mendapatkan sebuah teror dari orang yang tidak dikenal, tepat setelah kepergian Alice yang kesal padanya, kejadian di taman pada malam itu.


Pak Fardi hanya takut jika musuhnya malah juga mengincar Alice, gadis malang yang sama sekali tidak ada hubungan dengan semua kejadian itu.


'Tidak mungkin mereka malah menampakkan diri dengan berani,' batin Pak Fardi, dirinya semakin cemas ketika mobil yang ia kendarai terus melaju.


Alice yang bisa mengerti jika Pak Fardi tengah dilanda kecemasan tingkat akut, itu semua terlihat jelas dari keringat dingin yang bercucuran di keningnya.

__ADS_1


Entah alasan apa, Alice juga belum mengerti, namun dirinya juga tidak ingin bertanya tentang penyebab kenapa Pak Fardi menjadi cemas.


'Apa dia mencemaskan kejadian yang ada di depan sana?' pikir Alice, dirinya melirik fokus ke depan sana.


Anehnya dari pandangan Alice, malah tidak terjadi apapun, tidak ada garis polisi yang mengitari di sepanjang jalanan, padahal dirinya berpikir jika kemacetan parah ini disebabkan oleh kecelakaan, namun ternyata tidak.


"Aneh," gumam Alice yang merasa heran.


Pak Fardi melirik, sudah tepat berarti dugaannya, kemacetan ini bukan disebabkan oleh kecelakaan, sepertinya memang ada yang tengah meng kamuflase rambu lalu lintas.


Di luar sana malah terlihat ribuan pengendara yang turun dari mobil mereka dengan kekesalan yang jelas terlihat.


Alice dan Pak Fardi hanya mengamati kejadian itu dari dalam mobil, mereka harus tetap waspada, takut jika hal yang tidak diinginkan terjadi ketika mereka ikut keluar.


{Hei, yang ada di depan sana! Ayo, buruan jalan!)


(Iya, tidak tahukah, ini sudah sangat lama sekali!) Gerutu kekesalan semua pengendara yang terdengar nyaring oleh Alice dan Pak Fardi.


"Apa sebaiknya kita turun dan lihat apa yang terjadi di depan sana?" ujar Alice, dia merasa ada yang tidak beres dengan sau mobil yang terletak di paling depan, mobil yang membuat semua mobil di belakangnya ikut terhenti.


"Hmm, saya pikir juga seperti itu. Dan sepertinya satu mobil yang ada di depan sana begitu mencurigakan!" Pak Fardi setuju, mereka keluar dari dalam mobil dan memecah kerumunan yang tengah dilanda oleh kekesalan.


Cukup sulit untuk bisa melewati jalanan yang dipenuhi oleh banyak orang, terlebih mereka semua saling berdesakan satu sama lain, namun dengan susah payah Alice dan Pak Fardi berhasil lolos, mereka sekarang sudah berdiri tepat di depan satu mobil yang sangat mencurigakan.


Alice dan Pak Fardi mengitari mobil itu, tidak ada yang terlihat di dalam sana, semuanya sangat gelap.


Namun tiba-tiba ….

__ADS_1


"Alice!" teriak Pak Fardi yang tidak menyangka jika mereka akan mendapatkan serangan tiba-tiba.


__ADS_2