Tuti Gendut Penakluk Pria Tampan.

Tuti Gendut Penakluk Pria Tampan.
Episode 27/ Dasar Manusia Munafik.


__ADS_3

Episode 27/ Dasar Manusia Munafik.


Keesokan harinya, hari kampus masih terus berlanjut, yah mereka akan melakukan hal yang sangat membosankan bagi Alice, camping, pertama kalinya dalam hidupnya Alice melakukan camping, di masa sekolah, dirinya tidak pernah mengikuti acara membosankan seperti ini.


Dengan sangat malas, ia kembali menjelma menjadi Tuti, si gendut yang memporak-porandakan satu kampus elite, namanya terpampang nyata di madding campus, bukan karena pujian, melainkan karena bentuk tubuhnya yang tidak masuk kriteria.


Ketika baru melangkah dari gerbang kampus, poster wajahnya terpampang nyata, semua gadis-gadis kampus meneriakinya dengan nada ejekan. Yah semuanya, tidak terkecuali para pria, siapa yang ingin memiliki kekasih dengan postur tubuh seperti Tuti?


‘’HAHAHA, BONGSOR! BONGSOR! BONGSOR!’’ teriak mereka dengan sangat kompak.


Tuti hanya menghela nafas kasar, dirinya berlalu begitu saja, tanpa membalas ejekan satu kampus, toh yang di ejek bukan dirinya, jika mereka mengetahui siapa di balik Tuti yang bongsor ini, maka akan dipastikan mereka bertekuk lutut nantinya.


Ketika hedak melangkah masuk kelas, baru saja di ambang pintu, dirinya kembali menerima kesialan, yah ternyata gadis-gadis itu telah memasang perangkap. Tubuh Tuti dipenuhi dengan tepung, telur busuk, sampah, semuanya ada di tubuh Tuti sekarang.


Dirinya berusaha tenang, terlebih ada Prince yang menatapnya dengan kasihan. Dirinya menatap pada rombongan Wati yang tengah tertawa lepas, ingin sekali menjambak rambut itu dan melumuri wajahnya dengan kotoran yang menempel di tubuh Tuti.


‘Huh, sabar Alice. Jangan sampai hanya karena masalah kecil ini, semua penyelidikan kamu terbongkar!’ batinnya, yang berlalu keluar kelas.


Satu kelas menertawakannya kecuali Prince, dia hanya terdiam di bangku hingga Wati datang mendekat, dirinya bergelayut mesra di lengan Prince.


‘’Lepaskan!’’ bentak Prince yang berlalu keluar, dirinya berusaha mencari Tuti.

__ADS_1


Di sepanjang perjalanan menuju kamar mandi, satu kampus menertawakannya, yah mereka bahagia di atas penderitaan orang lain, Tuti hanya diam, dirinya mempercepat langkahnya, hingga tanpa sadar menabrak Pak Fardi.


‘’Awhg, maaf!’’


Tuti tanpa menoleh pada orang yang ia tabrak, dirinya melanjutkan diri ke toilet wanita dan membersihkan tubuhnya, dari pantulan cermin terlihat Tuti yang di lumuri dengan banyak kotoran, telur busuk, dirinya pertama kali ini mendapati perlakuan seperti ini.


Dirinya menghela nafas kasar dan mulai membersihkan tubuhnya, hanya saja pakaian Tuti ini mulai rusak, yah akibat terkena air, penyamaran Tuti mungkin akan terbongkar hari ini, dirinya sangat bingung, bagaimana ini? Tidak ada yang boleh melihat Alice, terlebih Prince.


‘Awhg, sial! Harus bagaimana aku sekarang? Tidak mungkin keluar dengan bentuk seperti ini? Bisa-bisa mereka curiga dengan siapa Tuti, awhg!'' kesal Alice ketika masih berada di dalam kamar mandi.


Ketika berada di puncak frustasi, dirinya sangat bingung, apa yang harus di lakukan sekarang, tidak mungkin keluar dalam keadaan seperti ini, terlebih dia juga lupa membawa ponselnya, lengkap sudah penderitaan Alice, sudah di buat malu dengan poster yang bertebaran dimana-mana, sekarang dirinya terjebak di dalam toilet, dengan alasan bisa keluar dari sana dengan menjadi Alice bukan menjadi Tuti.


‘Awhg, bagaimana ini? Tidak mungkin aku keluar dengan tubuh ramping ini! Itu sangat berbahaya, terlebih Prince juga ada di sini, bisa kacau semuanya!’


Dirinya menoleh ke cermin yang memantulkan wajah cantik seorang Alice, dirinya berusaha memikirkan cara agar bisa keluar dari dalam toilet, tidak mungkin akan terus berlama-lama di dalam.


‘’Prince hanya mengetahui aku dengan rambut panjang dan hiasan make up tipis, dirinya belum pernah melihat aku dengan rambut pendek dan hiasan make up. Yah, hanya itu caranya!’’ gumam Alice.


Nasib baik dirinya membawa alat make up yang sangat lengkap, dengan bermodalkan ingatan pada chanel youtube yang ia tonton beberapa hari yang lalu, Alice mulai merias dirinya, sentuhan-sentuhan make up membuat wajahnya serratus persen berubah dari Alice yang kesehariannya tanpa make up.


Betapa cantiknya Alice sekarang, kecantikannya bertambah tiga ratus enam puluh derajat, wajah cantik dari pantulan cermin benar-benar sempurna. Bahkan dirinya sendiri tidak percaya jika yang ia lihat dari pantulan cermin adalah dirinya.

__ADS_1


‘’Ternyata aku sangat cantik dan modis, sekarang mari kita lihat reaksi semua orang! Apakah mereka akan menelan kembali air ludahnya? Hah, aku jamin serratus persen, mereka semua akan terpana dengan kecantikan seorang Alice!’’ gumam Alice, dirinya melangkah keluar dengan percaya diri, nasib baik ada pakain ganti yang ia bawa.


Dan benar saja satu kampus kembali di guncangkan dengan kehadiran bidadari surga, Alice hanya tersenyum, jadi seperti ini rasanya menjadi cantik. Oh tidak, mereka semua malah menelan ludahnya sendiri, benar-benar tidak punya harga diri.


Semua mata memandannya dengan sangat takjub, belum pernah ada kecantikan seperti Alice, bahkan pemegang rekor kecantikan berturut-turut saja akan dikalahkan telak oleh Alice. Dirinya melangkah dengan sangat anggun, yah hingga ke pusat lapangan.


Siapa yang tidak tahan untuk menatap wajah cantik ini, semuanya terhipnotis, bahkan hingga ke petinggi kampus terngangga dengan kecantikan yang dimiliki oleh Alice.


‘Huh, dasar tidak punya harga diri. Melihat yang seperti ini saja mata mereka langsung cemerlangnya!’ kesal Alice, dirinya teringat dengan mereka semua yang mengejek Tuti, hanya karena postur tubuh mereka melakukan buly secara kompak.


Dan lihat apa yang terjadi saat ini? Mereka semua terpana dengan kecantikan Alice, seandainya mereka tahu jika wanita yang sedang ia puji saat ini adalah Tuti yang mereka hina beberapa menit yang lalu.


Tak terkecuali dengan Prince dan rombongannya, gadis cantik itu sangat memikat, hingga semua kamera tertuju padanya, tidak ada yang dapat mengelak jika kecantikan Alice dalam balutan make up sangat mempesona.


‘’Waw, gila gadis itu sangat cantik. Dewi saja kalah olehnya, siapakah gerangan gadis itu?’’ bisik mereka.


Prince memperhatikan detail wajah itu, rasanya ia pernah melihat sebelumnya, tapi entah dimana, balutan make up itu membuatnya sedikit bingung. Hingga Alice melangkah ke depan panggung, semua mata tidak terhenti untuk menatapnya, dirinya hanya tersenyum, terlebih ketika berpas-pasan dengan rombongan Wati.


‘’Ingat, gelar yang Anda pegang akan hilang sebentar lagi!’’ bisiknya dengan sangat anggun.


Wati begitu kesal, yah memang harus di akui jika Alice jauh lebih mempesona disbanding dirinya. Terlebih ketika semua sorot kamera memamerkan kecantikan seorang Alice.

__ADS_1


Alice berdiri dengan penuh percaya diri di atas panggung, tanpa berucap sepatah katapun, semua tepuk tangan sangat riuh terdengar ketika dirinya tersenyum. Hanya saja Prince masih memperhatikan lekat wajah itu, dirinya seakan pernah bertemu, tapi dimana? Yah satu nama yang ia pikirkan yaitu Alice, mantan kekasihnya.


‘’TIDAK MUNGKIN ITU DIA, AKU SANGAT MENGENAL ALICE. DIRINYA TIDAK AKAN MAU MENGGUNAKAN RIASAN MENCOLOK SEPERTI ITU, TAPI … KENAPA AKU MALAH BERPIKIR DIA YANG BERDIRI DI ATAS PANGGUNG ADALAH ALICE. APA INI HANYA KARENA AKU MERINDUKAN ALICE?’


__ADS_2