
Episode 29/ Kecantikan Alice Membuat Semua Pria Mabuk Kepayang.
Ketika Alice memasuki area kepolisian, semua sorot mata menatapnya dengan penuh arti, tatapan penuh kagum pada wanita dengan tampilan make up yang cukup menantang, siapa yang tidak akan tertarik dengan kecantikan Alice.
Dirinya terus melangkah tanpa memikirkan perhatian dari semua orang, rasanya terlalu aneh mereka menatapku dengan wajah bodoh. Detektif Brian yang tengah di salah satu sudut ruangan, di buat kaget dengan wanita yang hadir dengan polesan make up cukup menantang, awalnya Detektif Brian sendiri ragu pada terkaannya, dia pikir terlalu mustahil, jika Alice berani tampil dengan polesan make up, nyatanya semakin dia mendekat, maka semakin pula dia sadar jika wanita itu memang Alice.
‘’Alice?’’ ujar Detektif Brian yang masih tidak percaya jika wanita yang di hadapannya ini seorang detektif cuek pada polesan make up.
‘’Dimana Ronald, Detektif Brian?’’ tanya Alice.
Dirinya belum sadar, jika tampilan barunya ini sungguh membuat semua mata pria memandang, coba lihat ke cermin Alice, betapa menggodanya kamu dengan bibir merah merona itu, pria mana yang tidak tahan untuk mengecupnya.
‘’Hellow?’’ Alice melambaikan tangannya tepat di hadapan Detektif Brian yang menatapnya dengan tatapan aneh.
Ketika dirinya melirik pun, betapa kagetnya Alice ketika mendapati tatapan yang sama, apakah semua pria akan memiliki pemikiran yang sama? Kenapa mereka menatapku dengan tatapan seperti melihat seorang mangsa? Mungkin ini yang tengah berputar-putar di otak Alice.
Namanya juga gadis tomboy, mana mungkin dirinya akan berubah menjadi sangat anggun seperti ini, tapi apa? Ternyata mitos itu harus ditelan mentah-mentah, lihat siapa yang mampu menggetarkan hati semua pria tampan.
Hingga kemunculan Ronald yang datang dengan barang temuannya, Alice melambaikan tangan serta memanggil Ronald untuk mendekat, toh tujuan Alice datang kesini memang untuk bertemu dengan Ronald, ada hal penting yang perlu dibicarakan.
Ronald yang mendapati dirinya di panggil oleh gadis anggun nan mempesona, pasti akan sangat kegirangan, dirinya mendekat dan melirik sekilas pada Detektif Brian dengan aneh, kenapa matanya sama sekali tidak berkedip? Apa mungkin karena terpesona dengan kecantikan makhluk tuhan yang ada di hadapannya.
‘’Ada apa, Nona? Ada yang bisa saya bantu?’’ tanya Ronald dengan tersenyum ramah.
Alice merasa jijik dengan kedipan mata itu, ingin sekali menerkam pemiliknya dengan sangat brutal. Dirinya semakin heran ketika Detektif Brian dan Ronald menatapnya dengan sangat aneh, kenapa mereka masih menatapku dengan tatapan aneh ini? Apa ada yang salah dengan penampilanku? Pikir Alice.
__ADS_1
‘’Hellow?’’ ujar Alice yang akhirnya bersuara.
Brakk.
Benda yang dibawa oleh Ronald akhirnya terjatuh, dirinya masih tidak percaya jika gadis cantik dan anggun yang di hadapannya ini adalah Alice. Sungguh di luar nalar, bagaimana mungkin Alice menjelma menjadi bidadari.
‘’Kamu kenapa? Kenapa harus memecahkan itu?’’ tanya Alice heran.
‘’Detektif Alice? Ini benar Anda?’’ tanya Ronald masih belum yakin sepenuhnya.
‘’Hmm, ini adalah saya. Ada apa ini? Kenapa semua orang menatap saya dengan tatapan aneh seperti ini?’’ tanya Alice.
Bugg.
Ronald pun jatuh pingsan, Alice yang kaget lantas menyadari Detektif Brian, dirinya terus menatap kecantikan Alice tanpa henti, seakan tidak ingin sedetik saja untuk luput dari wajah cantik yang ada di hadapannya.
Detektif Brian baru sadar jika Ronald pingsan, bukan karena capek seperti yang dipikirkan oleh Alice, melainkan terpesona dengan kecantikan yang dimiliki oleh Alice.
‘’Mari kita bawa ke ruangan Profesor!’’ saran Detektif Brian yang langsung menggendong tubuh Ronald.
Alice tidak langsung masuk, dirinya mendapat telepon dari nomor yang tidak ia kenal, awalnya Alice tidak terlalu memikirkan dering ponsel yang terus berbunyi, tapi ketika di perhatikan lebih detail dan ketika dirinya berusaha mengingat siapa pemilik nomor telepon dengan angka belakang 56, dirinya kaget bukan main, yah pemilik nomor telepon itu adalan Prince.
‘Darimana dia bisa tahu nomor teleponku?’’ gumam Alice mengangat teleponnya dengan sedikit menjauh.
Detektif Brian yang tidak menemukan Alice di belakangnya mendadak heran, kemana Alice? Apakah dia pergi menghapus make upnya? Padahal Detektif Brian ingin meminta foto bersama, tapi justru malah telah menghilang bagaikan jelangkung.
__ADS_1
Profesor kaget ketika melihat Ronald berbaring di ranjang pasien, dirinya lantas mempertanyakan kenapa Ronald bisa pingsan, padahal baru beberapa menit mereka bertemu dan saling bincang satu sama lain, dan Ronald pun juga terlihat sangat bugar dan sehat, tapi kenapa malah sekarang jadi seperti ini? Kenapa Ronald mendadak pingsan.
Anehnya lagi ketika di pertanyakan alasan kenapa Ronald bisa tidak sadarkan diri, Detektif Brian tidak menjawabnya, seakan dirinya tengah memikirkan sesuatu yang sangat penting.
‘’Detektif Brian!’’ panggil Profesor untuk yang kelima kalinya.
‘’Eh, iya. Ada apa, Profesor?’’ tanya Detektif Brian yang baru sadar ketika Profesor menepuk pundaknya.
‘’Anda kenapa melamun saja ketika saya tanya tentang alasan kenapa Ronald bisa pingsan?’’ tanya Profesor sangat heran, baru pertama kali seorang Detektif Brian melamun tanpa sebab.
‘’Oh, maaf Prof. saya sedang memikirkan hal lain,’’ ucap bohong Detektif Brian.
‘’Dan untuk Ronald yang tidak sadarkan diri, itu semua karena ….’’ Mulut Detektif Brian mendadak menjadi kaku sendiri untuk mengatakan yang sebenarnya pada Profesor.
‘’Karena apa? Kenapa Ronald bisa pingsan, padahal baru beberapa menit yang lalu kami bertemu dan dia juga terlihat baik-baik saja,’’ ujar Professor.
‘’OHH, ITU KARENA PESONA ALICE!’’
Profesor kaget bukan main, karena pesona Alice, toh mereka hampir setiap hari bertemu, tapi kenapa malah sekarang Ronald terpana. Oh yah, Ronald memang tipikal pria yang tidak menyibukkan dirinya dengan wanita, dirinya lebih menghabiskan kebanyakan waktunya untuk penemuan baru.
Dan tentunya ketika mendengar ketika Ronald jatuh pingsan dengan alasan terpesona pada Alice, rasanya sulit di percaya, Detektif Brian menceritakan semuanya dengan jujur. Justru ketika mendengar Alice menggunakan make up yang cukup cetar mempesona, justru Profesor juga ikut pingsan.
‘’What?! Profesor pun pingsan? Hanya karena mengatakan jika Alice mulai menggunakan make up, dua orang ini pingsan, benar-benar aneh dan sulit untuk di percaya. Tapi … jika dipikir Alice memang cantik,’’ puji Detektif Brian yang malah senyum-senyum sendiri ketika kembali bayangan kecantikan Alice yang tampil anggun dan gemulai, rambut terurai panjang bergelombang, bibir dengan warna merah merona, siapa yang tidak akan tertarik dengan wajah cantik itu.
Detektif malah berfantasi jika mereka telah menjadi pasangan kekasih, dirinya malah sempat berpikir ketika mereka tengah makan malam romantic, tanpa sadar jika Profesor masih tergeletak di lantai karena pingsan ketika mengetahui jika Alice menggunakan make up.
__ADS_1
‘’Ya Tuhan, aku sendiri sampai lupa jika Profesor ikutan pingsan. Nasib baik Profesor tidak melihat langsung wajah Alice yang mempesona itu, baru mendengar saja sudah pingsan, apalagi jika melihatnya sudah dijamin nyawa akan melayang!’’