Tuti Gendut Penakluk Pria Tampan.

Tuti Gendut Penakluk Pria Tampan.
Episode 28/ Rahasia Dengan Mantan Kekasih.


__ADS_3

Episode 28/ Rahasia Dengan Mantan Kekasih.


Setelah kedatangan gadis misterius itu, satu kampus di buat penasaran dengan siapa identitas dirinya, yah semua orang mencari tahu tentang gadis itu, mereka seakan kehilangan, padahal gadis yang mereka puji adalah gadis yang mereka caci, yah begitulah dunia, dunia memang hanya diciptakan untuk mereka yang cantik.


‘’Gue masih penasaran sama gadis itu, siapa dia? Kenapa dia sangat cantik,’’


‘’Kenapa gadis itu masih belum nongol? Apa dia bukan dari kampus kita?’’


‘’Hmm, lo benar. Padahal gue ingin sekali melihat wajah cantik itu,’’


Bisik-bisik yang terdengar ketika Tuti sudah masuk ke dalam ruangan kelasnya, dia yang mendengar semua pujian yang di lontarkan oleh semua orang tentang gadis cantik yang misterius, yah siapa lagi jika bukan dia. Betapa malunya mereka nanti, jika mengetahui gadis yang mereka agung-agungkan itu adalah dirinya, Tuti yang selalu mendapati bully.


Dirinya duduk ke bangkunya, hanya saja dia melihat banyak genangan air kotor yang berada di bangkunya. Tuti menghela nafas kasarnya, dia tidak ingin membuat keributan di pagi hari, semua kelas kembali menertawainya.


‘Dasar manusia penjilat air ludahnya sendiri!’ batin Tuti, dirinya berusaha mengabaikan semua ejekan satu kelasnya.


Hingga datang beberapa gadis-gadis kurang kerjaan, mereka kembali membuang air jus mereka ke bangku yang telah di bersihkan, kali ini Tuti tidak bisa menahan amarahnya, dia melap jus itu dan melempar kain kotor itu tepat mengenai wajah Dewi.


‘’Ahh, Tuti!’’ teriaknya dengan sangat kesal, dirinya mendekat dan ingin menjambak rambut Tuti.


Sebuah tangan berhasil menghalang, yah tangan Prince mantan kekasihnya. Ketika Alice menatap ke arah Prince, pria itu malah memberikan senyuman manisnya, satu hal yang paling mustahil untuk dilakukan oleh seorang Prince. Senyuman manis yang diberikan oleh Prince membuat Dewi semakin kesal dengan Tuti, bisa-bisanya pesona seorang Dewi, gadis pemegang rekor dikalahkan oleh Tuti.


‘’Hei! Bongsor! Lo jampi-jampi pakai apa Prince, hah!’’ geram Dewi yang ingin kembali menjambak rambut Tuti.

__ADS_1


‘’Stop! Berhenti atau lo akan merasakan hal yang jauh lebih mematikan dari ini!’’ ujar Prince menatap Dewi dengan sangat kesal, dirinya masih tidak menyangka jika Prince lebih membela gadis bongsor itu dibandingkan dirinya yang sudah jelas sangat cantik dan mempesona.


Dewi menatap kea rah Tuti dengan lekat, dirinya masih tidak menyangka dengan kejadian pagi ini, niatnya ingin mempermalukan Tuti malah berakhir dengan malu sendiri, rasa kesal itu membuatnya akan melakukan hal yang jauh lebih berbahaya untuk Tuti.


‘Tunggu saja, Tuti. Kamu akan merasakan hal yang lebih kejam dari ini!’ geram Dewi yang melangkah ke bangkunya.


‘’Apa lo lihat-lihat, hah!’’ teriak Dewi ketika dirinya menjadi pusat perhatian satu kelas, baru kali ini dirinya di tatap dengan ejekan, selama ini semua orang selalu menatap dirinya dengan penuh damba, tapi apa sekarang? Diriny di tertawai ketika Prince lebih memilih untuk bersama dengan Tuti.


‘’Awhg! Sial kamu Tuti!’’


‘’Awas saja, aku akan membuat perhitungan dengan lo!’’ geramnya.


Sementara itu, di luar kelas Tuti tengah mengistirahatkan tubuhnya di bawah pohon rindang, memang sudah kebiasan Tuti ataupun ketika diirnya tengah menjadi Alice, akan lebih menghabiskan waktu sendirian di alam terbuka.


Ternyata ada seorang yang tengah melangkah ke arahnya, yah Prince. Entah kenapa pria paling dingin bagaikan kutub utara itu terus khawatir pada Tuti, dirinya melangkah dengan perlahan, takut menggangu Tuti.


‘’Sangat damai jika seorang diri disini, bukan begitu?’’ ucap Prince yang duduk di sebelahnya, dirinya juga memberikan sebotol minuman kaleng untuk Tuti.


‘’Kenapa? Mau ikut juga mengejekku?’’ tanya Tuti dengan jutek.


‘’Hahaha, jangan berburuk sangka pada orang lain. Gue kesini mau menghibur lo,’’ ujar Princ meneguk minumannya.


Tuti tidak menghiraukan ucapan Prince, dirinya lebih memilih untuk menikmati suasana indah di taman kampus dengan ditemani oleh angin yang membuat tubuhnya menjadi sejuk. Prince bangkit berdiri dan memberikan isyarat pada Tuti untuk mengikutinya, Tuti yang awalnya curiga, karena biasanya sikap baik seorang Prince pada Tuti hanya sekedar permainan, setelah permainannya usai maka rencana jahat Prince berdatangan.

__ADS_1


‘’Sudahlah, gue nggak ada niatan untuk jahil dengan lo, kok. Gue mau ngajak lo ke satu tempat yang paling indah di kampus ini, dan gue jamin lo pasti akan suka,’’ bujuk Prince.


Melihat Tuti yang masih berdiam diri di ujung sana, membuat Prince menarik tangan gadis itu dan mengajaknya berlarian kecil denga genggaman tangan yang masih belum terlepas. Tuti yang merupakan Alice dan mereka berdua pernah menjalin hubungan special, tentu akan menjadi permasalahan bagi hati yang tengah berbenah dari masa lalu.


Alice berusaha sebisa mungkin untuk melupakan Prince, tapi semakin ia berusaha melupakan sang mantan kekasih, maka semakin juga takdir mempertemukan mereka dan membuat tidak ada celah bagi Alice dan Prince.


‘Padahal aku ingin kita tidak memiliki hubungan apapun, tapi … tapi kenapa malah ini yang terjadi? Kenapa takdir seakan tidak sudi jika kita berpisah walaupun selangkah? Apa maksud semua scenario ini? Apakah kita memang akan bersama di ujung cerita nantinya? Atau justru kita hanya akan mendapatkan penderitaan karena cinta?’ batin Alice.


Pegangan tangan mereka masih belum lepas, Prince terus mengajak Tuti untuk masuk ke dalam satu Lorong, bahkan Tuti pun baru sadar jika ada Lorong ini di sebuah kampus elite, yah rasa penasarannya semakin memuncak, dia mulai mencurigai Lorong kecil ini.


Semakin mereka masuk ke dalam, jiwa detektif Tuti semakin memberontak, dirinya akan berusaha menggali informasi tentang Lorong-lorong yang penuh dengan coretan manusia di semua sudut Lorong, memang tulisannya sudah sangat sulit untuk dibaca, walaupun begitu, dia yakin jika Lorong ini menyimpan sebuah misteri yang perlu di ungkapkan oleh Alice.


‘Apa aku harus meminta bantuan pada Ronald?’ batin Tuti, dirinya paling yakin jika Ronald akan sangat senang diberi tuga menantang seperti ini.


Prince melepas gengaman tanganya dan membuka sebuah tirai berwarna kamuflase dengan dinding Lorong itu, Prince mengajak Tuti untuk segera masuk dan melihat apa yang ada di dalam Lorong kumuh.


‘’What?’’


Tuti tidak percaya jika di dalam ruangan ini akan terdapat hal yang paling indah, dan tentunya hal itu benar-benar di luar dugaannya, dia pikir jika ruangan ini hanya Sebatas ruangan kumuh, tapi siapa bilang ad ataman yang sangat indah, dan taman itu tersembunyi.


‘’Masuklah,’’ ajak Prince


Tuti mengedarkan sorot matanya untuk memperhatikan apa yang telah terjadi, apakah dia sedang berada di surga? Tempat yang sangat indah, bagaimana mungkin ada pancuran air di dalam Lorong? Bagaimana mungkin tempat ini sangat menakjubkan.

__ADS_1


‘’RUANGAN INI SANGAT RAHASIA, KAMU ADALAH ORANG ASING PERTAMA YANG MASUK KE DALAM SINI, TOLONG JAGA RAHASIA DI ANTARA KITA, APAKAH BISA?’’


__ADS_2