Tuti Gendut Penakluk Pria Tampan.

Tuti Gendut Penakluk Pria Tampan.
Episode 23/ Air Mata Exclusive Khusus Untuk Prince Sang Mantan.


__ADS_3

Episode 23/ Air Mata Exclusive Khusus Untuk Prince Sang Mantan.


Mobil yang di membawa Alice dan Prince sudah memasuki area laboratorium, sepanjang perjalanan tangan itu tidak berhenti untuk melepaskan genggaman tangannya dari tangan Alice yang berlumuran dengan darah, Sebagian detektif yang berada satu mobil, merasakan jika mereka memiliki hubungan dekat, karena setahunya Alice bukan tipe yang mudah menyentuh seorang pria kecuali dalam keadaan terdesak.


Ketika sampai pun, dirinya langsung meminta agar tubuh Alice langsung dibawa ke ruangan professor, mereka mengikuti semua arahan yang diberikan oleh Alice. Alice berusaha untuk tenang dan menelepon Ronald dan timnya, hanya ingin tahu siapa mereka? Kenapa malah ingin menghabiskan Prince dengan brutal.


[Mereka ternyata komplotan kejahatan yang khusus menangani seorang yang berhutang milyaran, dan ternyata yang kita lenyapkan di gubuk itu hanya bagian kecil dari anggota mereka yang sebenarnya, dan mungkin saja mereka hanya umpan untuk membuat kita bergerak hingga kesini,]


Alice berusaha mencerna semua kata demi kata yang di sampaikan oleh Ronald, lantas apa hubunganya dengan Prince, padahal yang ia ketahui Prince, anak keluarga konglomerat, tapi kenapa malah ini yang di dapatkannya.


‘’Coba kamu cari tahu tentang hubungan Prince dengan komplotan itu, kenapa dia juga dihakimi dengan tragis,’’ ujar Alice.


Oh, nama pria itu Prince. Apa hubungan antara Detektif Alice dengannya?’ batin Ronald, dirinya masih sibuk dengan deduksinya.


‘’Apa kamu masih berada di tempat, Ronald? Halo!’’


[Oh, yah. Baiklah, kami akan mencari semua informasi yang akurat, sampai jumpa.]


Sambungan telepon terputus, Ronald dan tim nya keluar dari gubuk tua itu, tapi siapa sangka ternyata di dalam gubuk itu terdapat kamera tersembunyi, dan sialnya baru di sadari oleh Ronald, ini bisa sangat membahayakan, tapi dirinya tidak boleh dan tidak bisa merusak kamera itu sekarang, kamera dengan teknologi canggih itu sudah mendeteksi semuanya.


‘Gila! Kenapa baru sadar sekarang? Sudah sangat terlambat, lebih baik aku pikirkan cara agar bisa memusnahkan cctv itu dengan cara elegan,’ batin Ronald.

__ADS_1


Ronald dan tim nya, sudah berada di dalam mobil dengan ketiga mayat itu, dirinya masih sangat penasaran dengan cctv yang terpasang, yah karena dirinya juga seorang ilmuwan muda, rasanya ia pernah melihat tipe cctv yang berada di dalam gubuk tua itu.


‘’Kta kembali ke markas!’’ ujarnya.


Sementara di tempat laboratorium Profesor, Prince tengah di obati oleh Profesor, yah hanya mereka yang tahu tentang Prince. Alice sangat cemas dan khawatir dengan kondisi prince, sekalipun mereka sudah menjadi mantan, namun nyatanya benih-benih cinta itu masih tertanam, dan begitulah yang dapat dilihat oleh Profesor.


‘’Sudah, Prince hanya butuh istirahat selama satu hari. Dan bagaimana kamu bisa tahu tentang keberadaan Prince? Bukannya kamu kembali ke sel tahanan?’’ tanya Profesor membersihkan tangannya dari darah Prince.


Alice hanya terdiam, dirinya masih membayangkan bagaimana kondisi buruk Prince ketika ia temukan di dalam gubuk tua itu. Profesor yang mengerti membuatkan secangkir kopi kesukaan Alice.


‘’Terima kasih, Prof. huh,’ Alice segera menghabiskan kopi buatan Profesor.


Untuk minuman sendiri, dirinya bukan tipikal pemilih, hanya saja ia lebih suka minuman dingin apapun itu, karena sesuatu yang dingin bisa membuat otaknya juga bekerja dengan baik, sekalipun masalah paling rumit, yah hanya sebuah perumpamaan bagi Alice.


‘Ada apa dengan kamu, Prince? Kenapa kamu bisa seperti ini?’ tanya Alice, dirinya seakan tengah berbicara dengan Prince, sekalipun mereka sudah berpisah, Alice masih mencintai Prince, tidak ada pria lain yang bisa mengisi kekosongan hatinya.


Dari kejauhan terlihat sepasang mata tengah memperhatikan dari luar ruangan itu, yah Detektif Brian, senior Alice yang juga tertarik padanya, gadis menarik yang mampu membuat hatinya berguncang hebat, tidak ada yang bisa mengalahkan Alice dalam urusan menarik.


Rasa cemburu mulai menguasai Detektif Brian, bagaimanapun dirinya sudah rela menahan gejolak asmara ini lebih dari tiga tahun, tidak ada yang mengetahui tentang perasaan Detektif Brian pada Alice, kecuali dirinya dan Tuhan.


Tapi melihat kemesraan yang terpampang nyata membuat hatinya sakit tak terbendung, bagaimanapun dirinya juga pria normal, usia yang sudah matang untuk menikah tapi sayangnya hanya Alice yang menjadi ratu di hatinya.

__ADS_1


‘Jika tahu akan seperti ini, maka lebih baik aku tidak kembali ke Indonesia, ternyata sesakit ini yang namanya cemburu. Dan siapa pria itu? Kenapa Alice sampai meneteskan air matanya? Air mata yang belum pernah aku lihat sebelumnya?’ batin Detektif Brian.


Dirinya tidak sanggup meihat kemesraan yang terjadi, lebih memilih untuk pergi dengan api kecemburuan pada pria yang telah berhasil mendapatkan air mata exclusive Alice, yah sebuah tangis yang menandakan jika dia sangat berarti bagi Alice.


Ketika Detektif Brian tengah menelusuri ruangan laboratorium itu, dirinya memilih untuk menghabiskan waktunya dengan duduk termenung di sebuah taman, dengan membawa bekal kecil yang khusus ia buatkan untuk Alice, tapi sayangnya itu semua tidak akan terjadi, Alice tengah bersama pria yang membuat Detektif Brian cemburu.


Detektif Brian menghabisi bekalnya sendiri, hingga ada seorang tangan yang menepuk pundaknya, dan ketika dirinya menoleh di dapatkan jika Ronald lah orangnya, dirinya menghiraukan kedatangan Ronald dan lebih memilih untuk menghabiskan bekalnya sendiri.


‘’Kenapa Detektif? Kenapa wajah Anda di tekuk seperti itu? Apa ada masalah dengan kasus yang sedang Anda selidiki?’’ tebak Ronald.


Detektif Brian hanya diam, pikirannya masih tertuju pada pria yang bersama dengan Alice, jiwa cemburunya membuat rasa penasaran semakin meningkat serratus persen. Dirinya mencium aroma darah yang sangat menyengat dari tubuh Ronald, dirinya hampir muntah ketika bersama dengan Ronald.


‘’Apa Anda baru saja menyelesaikan kasus?’’ tebak Detektif Brian, dirinya tidak memiliki selera makan ketika bau darah manusia itu masuk ke dalam indra penciumannya.


‘’Hmm, kasus yang sulit dengan Detektif Alice. Oh yah, dimana Detektif Alice sekarang? Dan bagaimana keadaan pria yang bersamanya itu?’’ tanya Ronald.


Dirinya memang datang ke laboratorium untuk memberitahu berita tambahan yang ia dapatkan, tapi ucapan dari Ronald membuat Detektif Brian kembali teringat dengan pria yang bersama Alice di dalam ruangan.


‘’Pria yang bersama dengan Detektif Alice?’’ tanya Detektif Brian untuk memastikan apakah yang dimaksud Ronald pria yang ditangisi oleh Alice.


‘’Hmm, pria yang menjadi korban dari kasus kali ini. Kondisinya sangat tragis bahkan Detektif Alice saja sampai tidak kuasa untuk menangisi Prince,’’ jawab Ronald.

__ADS_1


‘OH, NAMA PRIA ITU PRINCE. APA HUBUNGAN MEREKA? APAKAH MEREKA SEPASANG KEKASIH?’ batin Detektif Brian mulai menerka hubungan Alice dengan pria yang bernama Prince


__ADS_2