Twin Girls : Natha Transmigrasi

Twin Girls : Natha Transmigrasi
Twin girls 10


__ADS_3

"Kenyang banget gue pengen tidur ,jangan lupa kalian cuci semua piring yang kotor bekas kita makan!"dengan mengusap perut nya yang buncit karena kekenyangan,Natha menggeser kursinya,dan melangkahkan kakinya menjauh dari meja makan.


Lia yang mendengar ucapan kembarannya itu hanya bisa menahan tawa,bisa bisa nya dia yang kekenyangan ingin langsung tidur,jika biasanya orang yang kekenyangan tidak bisa tidur karena merasa begah tapi lain dengan kembaran nya.


Sedangkan yang lainnya saat mendengar nada perintah Natha langsung menatap gadis itu dengan nyalang,seolah mengatakan keberatan mereka dengan perintah gadis itu.


"Jadi orang tahu diri dong,sudah dimasakin juga"Natha menyempatkan dirinya untuk berhenti dan menatap orang orang itu dengan tatapan garang nya menantang,karena dia tahu pasti orang orang itu keberatan,dan benar saja dia bisa melihat tatapan mereka yang seolah olah ingin mencabik-cabik tubuh nya ,dan apakah dia peduli? jawaban tidak enak banget mereka cuman makan doang.


Lia menatap bangga kembaran nya itu, akhirnya gadis itu bisa dengan berani melawan orang orang yang ada di hadapannya ini tanpa rasa takut sedikitpun.


Selama ini kembarannya itu,hanya diam dan menunduk takut jika sudah berhadapan dengan Erik dkk serta Lesya dkk juga orang orang lain nya,para manusia manusia yang suka membuli dan menindas nya serta orang orang lainnya yang sama lemahnya dengan dia .


Tapi dia juga menyesal karena hanya menonton tindakan orang orang yang menyiksa kembaran nya itu,tanpa berniat membantu bahkan dia sendiri merasa sama dengan mereka,namun mulai saat ini walaupun rasanya sudah terlambat dia akan berada di samping kembaran nya itu,dan akan selalu ada juga mendukung nya bahkan jika kembarannya itu menolak dia tidak akan peduli.


"Jangan bilang lo juga mau kabur,kita masih butuh penjelasan lo!"Ivanka yang melihat Lia berniat untuk berdiri dari dudukannya langsung menghentikan gadis itu,karena dia penasaran dengan perubahan Nia sigadis cupu dan bisu.


Lia akhirnya mengurungkan niatnya untuk menyusul kembaran nya itu,karena mendengar suara mahluk hidup Ivanka besty dari Lesya.


"Ingat saat dia terjauh dari tangga dua minggu lalu,saat terjatuh kepalanya membentur sangat keras ke lantai yang mengakibatkan dia lupa ingatan"semua yang mendengarnya hanya bisa diam,tidak ada yang mengeluarkan suaranya sama sekali,tapi masih ada yang janggal dengan perubahan Nia yaitu suara nya.


"Tapi kenapa dia bisa bicara?,juga wajah kalian yang sangat mirip"mendengarnya Lia tersenyum nyaris tertawa sebab sangat lucu menurutnya,jelas mereka mirip karena mereka itu kembar dan bersaudara.


"Soal dia bisa berbicara gue juga tidak tahu dan lupa menanyakan kepada dokter yang menanganinya karena gue syok,dan jika lo bertanya kenapa muka dia bisa mirip sama gue karena gue kembarannya!" Lia menjelaskan dengan panjang lebar,namun sepertinya penjelasannya kurang memuaskan bagi orang orang itu.

__ADS_1


Terlihat dari tatapan orang orang itu yang meminta penjelasan lebih,namun dia tidak perduli akan hal itu yang jelas dia sudah menjelaskan nya.


"Gak masuk akal tahu gak"Lia menatap Erik dengan tatapan yang sulit diartikan"kenapa lo harus pake heran segala?yang perlu lo heranin adalah kenapa wajah gue sama dia tiba tiba tidak mirip,padahal waktu kecil kita itu mirip bahkan sangat mirip sampai susah membedakan yang mana gue dan mana Nia!" penjelasan nya memang masuk akal hanya saja mereka masih tidak bisa mencerna makna tersirat dari kalimat itu.


"Dan satu lagi,Nia tidak bisu dari lahir jadi wajar dia bisa bicara karena setahu gue Nia tidak pernah mengalami kecelakaan atau penyakit yang membuat dia kehilangan suaranya"Setelah mengatakan itu,Lia berdiri dan menyusul Natha jika dia memiliki topik.Tapi sebelum nya dia menyempatkan menatap orang orang itu satu persatu.


Mendengarnya mereka semua diam,mengiyakan dalam hati namun dengan pikiran dan kemungkinan kemungkinan yang berbeda, terutama Zayyan dan Erik kedua kakak beradik itu memikirkan apa yang dikatakan oleh Lia adalah benar.


***


Dikediaman Mahardika terlihat seorang anak kecil dan sang bunda tengah menikmati makan malam berdua.


"Bunda,kapan abang pulang?"suara anak kecil yang berumur 3,5thhn bertanya kepada bundanya yang saat ini menyuapi dirinya,disela sela makan nya dia menanyakan hal itu dengan suara lucu khas batitanya,karena dia sudah merindukan abang satu satunya itu.


Anak kecil yang bernama Sifabella ulani Mahardika biasa dipanggil Bella,sibungsu dari keluarga pemilik marga itu,hanya menganggukkan kepalanya ,sepertinya masih ada pertanyaan yang ingin disampaikan olehnya tapi urung dia tanyakan karena kedatangan seseorang yang mengejutkan dia dan sang bunda.


Terlihat seorang laki-laki memasuki rumah mereka dengan senyuman yang tak luntur dari wajah itu,dia mendekat kearah dua perempuan yang berbeda umur itu yang saat ini menikmati makan malam mereka.


Dia sengaja tidak menimbulkan keributan karena ingin memberikan kejutan kepada sang bunda dan adik kecil tersayang nya"Bhaaa"ucap laki laki itu dengan menepuk pundak keduanya guna untuk membuat mereka terkejut dan hasilnya memuaskan.


Ting


Bunda nya menjatuhkan sendok yang ada ditangan nya kelantai karena terkejut,dan bella adik kecilnya membuka mulutnya lebar lebar entah apa maksudnya.

__ADS_1


Sebelum akhirnya tangan sang bunda terangkat dan menyentuh kulitnya alias menjewer nya."Awaw bunda sakit sakit, lepas bunda janji deh gak lagi"dia merasakan telinga yang sebentar lagi akan putus, membuat nya memohon maaf dan berjanji tidak akan lagi melakukan hal itu kepada sang bunda.


Karena tidak tega membuat putra sulung dan tampan nya itu kehilangan telinga nya, akhir nya melepaskan tangannya dan beralih mengelus kepala putranya itu karena saat ini laki laki pemilik nama Dave Junio Revaldo Mahardika,putra sulung sekaligus anak laki laki satu satunya di keluarga Mahardika itu memeluk sang bunda.


"Bagiamana keadaan abang sama ayah?",suara Bella menyita perhatiannya mereka ,akhirnya laki laki yang biasa Gavin oleh keluarganya itu beralih kepada adik kecilnya.


"Ayah sama abang sehat, kalau Bella bagiamana?"tanya Dave sangat lembut sambil mengelus kepala adik nya itu dengan lembut.


"Sehat"mendengar suara lucu dan wajah menggemaskan adiknya itu membuat Dave memeluk erat dan mencium wajah adik nya itu berulang ulang membuat batita itu kesal karena risih.


Dengan refleks Bella memukul wajah abang nya itu dengan segala kekuatannya, bermaksud membuat sang abang kesal namun kelihatan nya tidak karena laki laki itu saat ini tertawa merasa lucu melihat ekspresi adik kecilnya.


"Bagiamana dengan masalah kantor ayah,sudah beres?"tanya bunda nya yang sedari tadi tersenyum melihat kedua anaknya itu.


"Sudah bunda,aku disuruh ayah pulang duluan karena harus sekolah"memang dia masih sekolah dan saat ini duduk di kelas 12 ,tapi di umurnya yang masih muda itu dia bisa membantu ayahnya bekerja di perubahan milik ayahnya ,dan dia juga membuka cafe milik nya sendiri tanpa bantuan kedua orang tuannya.


Bunda nya tersenyum dan menganggukkan kepalanya saja mengerti,"kalau begitu abang istirahat saja besok sekolah"dirumah Dave terbiasa dipanggil abang, mengangguk kepala nya ,dia mendekat kearah sang adik dan mencium wajah adiknya itu menyeluruh yang membuat anak kecil itu lagi lagi kesal,"Abang jamet"kesal anak kecil itu tanpa tahu arti dari yang dia ucapkan.


Devano tertawa mendengar ucapan adik kecilnya itu,dan melangkahkan kakinya menuju kamar setelah dia mencium pipi bundanya, dia memang dipanggil abang jika dirumah dan dia menyukai panggilan itu,namun tidak jika diluar.


Setelah membersihkan tubuhnya,Dave merebahkan tubuhnya di kasur nya dia berniat ingin mengabari sahabat sahabat nya namun dia malas dan akhirnya dia menutup matanya mencoba untuk tidur , menyambut esok hari.


Hy besty besty ku, terimakasih sudah mampir jangan lupa like klik ❤️ dan ⭐ yah, kasih saran dan komen yang mendukung juga😇.

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke karya aku yang satunya lagi ya,masih banyak typo jadi hati hati papay 😁😶‍🌫️


__ADS_2